Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PERAN KEPOLISIAN DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PELANGGARAN PASAL 76E UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK (STUDI KASUS UNIT PPA POLRESTABES MEDAN) Saragih, Venny Monica; Hutagalung, Malthus; Saragih, Dikki Saputra; Purba, Parlindungan
JURNAL MUTIARA HUKUM Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Mutiara Hukum
Publisher : Hukum Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmh.v5i2.5458

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang berdasarkan atas hukum, hal ini secara tegas dicantumkan dalam penjelasan umum UUD 1945. Dasar penegak hukum adalah UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yang secara tegas pula menggariskan bahwa anak adalah penerus generasi bangsa yang harus dijamin perlindungannya dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi. Penelitian Hukum Normatif-Empiris Merupakan suatu metode penelitian yang dalam hal ini menggabungkan unsur hukum normatif yang kemudian didukung dengan penambahan data atau unsur empiris. Dalam metode penelitian normatif-empiris ini juga mengenai implementasi ketentuan hukum normatif (undang-undang) dalam aksinya disetiap peristiwa hukum tertentu yang terjadi dalam suatu masyarakat. Permasalahan yang diteliti. Bagaimana peran kepolisian dalam upaya mencegah kekerasan seksualitas terhadap anak, Bagaimana program kerja kepolisian dalam rangka pencegahan kasus Seksualitas pada anak di masyarakat, Bagaimana hambatan dan kendala Kepolisian dalam upaya pencegahan kasus kasus kekerasan seksualitas terhadap anak. Ada beberapa bentuk upaya mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap anak pihak Kepolisian harus lebih tegas memberikan efek jera kepada pelaku dan lebih dekat dengan masyarakat untuk memberikan pemahaman lebih agar masyarakat paham akan dampak kekerasan seksual hasil wawancara peneliti dengan salah satu Kepolisian yang bertugas dibagian Unit PPA menjelaskan untuk upaya pencegahan salah satunya adalah dengan bekerjasama dengan masyarakat.
ANALISIS HUKUM TERHADAP PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DALAM PERKARA TINDAK PIDANA DI TINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN Safrizal; Marbun, Monica; Purba, Parlindungan; Hutagalung, Malthus; Saragih, Dikki Saputra
JURNAL MUTIARA HUKUM Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Mutiara Hukum
Publisher : Hukum Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmh.v7i1.5476

Abstract

Keterangan saksi mata merupakan alat bukti penting yang secara praktis dibutuhkan dalam setiap perkara pidana. Oleh karena itu, korban dan saksi sangat membutuhkan perlindungan hukum untuk meredakan ketakutan mereka dan melindungi mereka dari para pelaku kejahatan yang berusaha membungkam dan mencegah mereka memberikan keterangan yang jujur ​​di pengadilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji isu-isu berikut: tantangan yang dihadapi oleh korban dan saksi dalam memperoleh perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam sistem peradilan pidana; dan pelaksanaan perlindungan korban dan saksi dalam sistem peradilan pidana. Wawancara dan penelitian dokumenter menjadi tulang punggung proses pengumpulan data dalam studi empiris ini. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban Amerika Serikat No. 13 Tahun 2006, yang memberikan perlindungan hukum bagi para saksi, menandai dimulainya pelaksanaan kebijakan yang bertujuan untuk melindungi saksi dan korban. Prosedur perlindungan saksi dan korban diuraikan dalam Peraturan LPSK No. 6 Tahun 2010, yang mengatur pengajuan permohonan perlindungan kepada LPSK. Bersamaan dengan itu, kedudukan Ropsk di ibu kota, pola pikir penegak hukum, dan kemitraan Ropsk dengan organisasi lain semuanya bertentangan dengan upaya perlindungan saksi dan korban.
Tinjauan Yuridis Pelaku Tindak Pidana Perkosaan Terhadap Anak Kandung Berdasarkan UU No. 23 Tahun 2002 Jo UU NO. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak Di Desa Sifaoroasi Nias Selatan (Studi Putusan Nomor:46/Pid.Sus/2019/PN Gst) Marpaung, Rolando; Damanik, Micael Jeriko; Purba, Parlindungan; Lase, Etri Jayanti
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan hukum pidana atas tidak pidana pemerkosaan terhadap anak kandung serta untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan dalam perkara pidana dengan Studi Putusan Nomor: 46/Pid.Sus/2019/PN Gst.Penelitian dilakukan dengan menganalisis Studi Putusan Pengadilan Negeri Gunung Sitoli dengan Nomor Register Perkara: 46/Pid.Sus/2019/PN Gst. Selanjutnya data yang diperoleh dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif (yuridis normative), yakni melalui studi kepustakaan (library research). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data-data sekunder yang diperoleh dari bahan hukum primer dengan menganalisis peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan judul skripsi ini dan bahan hukum sekunder seperti buku-buku, majalah, literatur, artikel, dan internet yang berkaitan dengan masalah yang diangkat dalam skripsi ini. Kemudian dianalisis dengan teknik kualitatif dan disajikan secara deskriptif yaitu menjelaskan, menguraikan dan menggambarkan sesuai dengan permasalahan yang erat kaitannya dengan penelitian ini. Hasil-hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa pertama, penerapan hukum pidana terhadap kasus tindak pidana pemerkosaan terhadap anak kandung, telah sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, sebagaimana diatur dalam Pasal 81 Ayat (1) dan (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan, baik berupa keterangan para saksi maupun pengakuan terdakwa yang semuanya bersesuaian dan terdakwa sehat jasmani dan rohani sehingga mampu memberi pertanggungjawaban atas perbuatannya dan dapat menerima sanksi hukum yang dijatuhkan oleh Hakim. Kedua, Pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku tindak pidana pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang Ayah terhadap anak Kandung dalam Studi Putusan Nomor: 46/Pid.Sus/2019/PN Gst, lebih memperhatikan akibat dari perbuatan yang dilakukan pelaku terhadap korban, terlihat dalam pemberian hukuman atau sanksi yang diberikan berdasarkan Pasal 81 Ayat (1) dan (3) Undang-Undang Perlindungan Anak.
Pengaturan Hukum Tentang Lingkungan Hidup Ditinjau Dari Hukum Pidana Dan Hukum Perdata Saragih, Dikki Saputra; Damanik, Micael Jeriko; Purba, Parlindungan
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aturan-aturan hukum tentang hukum lingkungan hidup agar menciptakan ketentraman didalam masyarakat dan membuat lingkungan hidup menjadi lebih berarti, asri, dan nyaman. Salah satu faktor yang menyebabkan lingkungan hidup tidak teratur adalah banyaknya subjek hukum yang tidak tunduk pada hukum yang berlaku. Disatu sisi, banyaknya belum memahami aturan-aturan hukum secara pidana, perdata, dan tentang lingkungan hidup itu sendiri. Aturan-aturan hukum diciptakan untuk membuat subjek hukum menjadi lebih patuh dan menciptakan keteraturan. Masalah yang timbul pada zaman sekarang ini adalah banyaknya merusak tanaman, tidak menjaga lingkungan (menjaga sungai, waduk, dan pekarangan dirumah), dan juga banyak efek rumah kaca yang mengakibatkan lapisan ozon yang berkurang.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN EXPERIENTAL MARKETING TERHADAP LOYALITAS WISATAWAN DI DANAU SIDIONI KECAMATAN RONGGUR NIHUTA KABUPATEN SAMOSIR (STUDI KASUS DANAU SIDIHONI) Fransiska Tiurma Damanik; Purba, Parlindungan; Saudaranta Tarigan; Togar Sijabat; Yon Sidek Sagala
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i1.6288

Abstract

This research was conducted to determine the influence of service quality and experiential marketing on tourist loyalty in Danauu Sidihoni, Ronggur Nihuta District, Samosir Regency, partially and simultaneously. The research method used is a quantitative method. The population in this study were tourists who came to visit Lake Sidihoni, Ronggur Nihuta District, Samosir Regency and the sample for this study was 90 respondents. The results of the research after analysis show that in a partial test the variables of service quality and experiential marketing have a significant or positive influence on tourist loyalty in Lake Sidihoni, Ronggur Nihuta District, Samosir Regency. This is proven that H1 has a calculated t value of 4,651> 1.662 t table and a significance value of 0.000 < 0.05, so H1 is accepted and H0 is rejected. Meanwhile, H2 is proven by the calculated t value of 5,426 > 1.662 t table and a significance value of 0.000 < 0.05, so H2 is accepted and HO is rejected. The results of the research after analysis show that simultaneously the variables of Service Quality and Experiential Marketing are in Danauu Sidihoni, Ronggur Nihuta District, Samosir Regency. This is proven by the calculated f value of 225,285> 3.10 and a significance value of 0.000 < 0.05, then H1, H2 are accepted and H0 is rejected. Variations in the Tourist Loyalty variable are determined by the two independent variables, namely Service Quality and Experiential Marketing, amounting to 83%, while the remaining 17% is influenced by other variables not used in this research.
An Analysis of Reading Comprehension Exercises in the English on Target Textbook for Indonesian Senior High Schools Marpaung, Geby; Lumbantoruan, Frendi; Silalahi , Ramayani; Sibarani , Bill; Saragih, Erikson; Purba, Parlindungan
Journal of Applied Linguistics Vol. 5 No. 2 (2026): January 2026
Publisher : English Lecturers and Teachers Association (ELTA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/joal.v5i2.611

Abstract

This study investigates the reading comprehension exercises presented in the English on Target textbook published by Erlangga for Grade XI Indonesian senior high school students. Employing a descriptive qualitative research design, the study analyzes all reading passages and accompanying comprehension tasks across eight chapters of the textbook. Document analysis was used as the primary data collection technique, focusing on the cognitive demands of each reading question. Bloom’s Revised Taxonomy served as the analytical framework to categorize reading comprehension questions into lower-order and higher-order thinking skills, including remembering, understanding, applying, analyzing, and evaluating. The findings reveal that the textbook addresses six major reading comprehension skills: identifying main ideas, locating specific information, understanding vocabulary in context, making inferences, identifying authorial purpose, and recognizing text organization. Literal comprehension tasks, particularly those requiring factual recall and identification of explicit information, dominate the early chapters. However, inferential and evaluative questions appear more frequently in later units, indicating a gradual progression toward higher-order thinking skills. In terms of exercise formats, five main types were identified: multiple-choice questions, vocabulary-based items, true/false and matching tasks, open-ended comprehension questions, and grammar-integrated reading activities. Multiple-choice exercises constitute the majority of tasks, while open-ended and evaluative questions are less frequent. Although the textbook demonstrates an effort to scaffold students’ reading development from basic comprehension to more complex cognitive engagement, lower-order thinking skills remain predominant. These findings suggest that teachers may need to supplement the textbook with additional inferential and evaluative reading activities to better support higher-order literacy development in Indonesian EFL classrooms. Keywords : Reading Comprehension; Textbook Analysis; English on Target; Reading Exercises; EFL Literacy
A Gothic Analysis of India Stoker's Character Development in Film Stoker (2013) Harefa, Yulianus; Sundari Gita Cahyani; Purba, Parlindungan
LingPoet: Journal of Linguistics and Literary Research Vol. 7 No. 1 (2026): LingPoet: Journal of Linguistics and Literary Research
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the character development in the film Stoker. India Stoker was the leading character in the movie 'Stoker (2013)'. This study focuses on two research questions: how Stoker is portrayed in the film and how the transformation of India Stoker develops in the film. In analyzing the data, the portrayal of characters using the theory of nine ways proposed by MJ Murphy and the theory of Character development through the plot using the theory of structuralism by Seymour Chatman was used to identify character development in the film Stoker. This study uses descriptive qualitative methods. This research Data is in the form of dialogue and scenes from the transcript of the film Stoker. The source of data in this study is Stoker's Film. This study showed that India Stoker experienced character development from an innocent, isolated, and quiet character at the beginning of the plot. At the end of the story, the character undergoes transformation and development into a confident, independent, and psychopathic tendencies character. The conclusion of this study is that India Stoker, as the leading character, experiences character development along the plot of the film, but India Stoker's development is a negative character development. India Stoker decided to find her own identity and become a confident, Independent, and psychopath character.
HUBUNGAN LITERASI KEUANGAN DENGAN KESIAPAN BERWIRAUSAHA PADA SISWA SMK SWASTA SINAR HUSNI 2 TR LABUHAN DELI Sirait, Ronnie Togar Mulia; Haloho, Elizabeth; Purba, Parlindungan; Khulzannah, Miftha
JURNAL MUTIARA AKUNTANSI Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Mutiara Akuntansi
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jma.v10i2.6854

Abstract

Latar Belakang: Literasi keuangan adalah kapasitas individu dalam memahami serta mengelola keuangan secara efektif, yang berperan penting dalam membentuk kesiapan berwirausaha, terutama bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja maupun usaha mandiri. Namun, masih terdapat siswa yang memiliki minat berwirausaha tanpa didukung oleh pemahaman keuangan yang memadai. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi keuangan dengan kesiapan berwirausaha pada siswa SMK Swasta Sinar Husni 2 TR Labuhan Deli. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian terdiri dari 1.431 orang siswa. Penentuan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan jumlah sampel dihitung menggunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh 93 responden yang memenuhi kriteria. Tahapan analisis data meliputi kualitas instrumen, uji asumsi klasik, analisis korelasi, serta pemodelan regresi linier sederhana. Hasil: Penelitian ini mengindikasikan adanya hubungan positif dan signifikan antara literasi keuangan dan kesiapan berwirausaha pada siswa. Temuan ini mengimplikasikan bahwa peningkatan tingkat literasi keuangan siswa sejalan dengan meningkatnya kesiapan mereka dalam menjalankan kegiatan kewirausahaan. Kesimpulan:  Penelitian ini adalah karena literasi keuangan berperan penting dalam meningkatkan kesiapan berwirausaha siswa SMK, sekolah perlu memperkuat literasi keuangan melalui pembelajaran terstruktur dan praktik kewirausahaan yang aplikatif.