Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA DALAM MENGELOLA CAGAR BUDAYA SITUS WADU PA’A DI KECAMATAN SOROMANDI KABUPATEN BIMA Jihatul Akbar; Handam Handam; Ahmad Harakan
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 2, No 2 (2012): (October 2012)
Publisher : Department of Government Studies Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1177.065 KB) | DOI: 10.26618/ojip.v2i2.48

Abstract

This study aims to determine the role of culture and tourism agency in managing cultural heritage Wadu pa'a sites in Soromandi District, Bima Regency. The method used in this research is qualitative descriptive approach. Techniques using qualitative data that all materials, information, and facts that can not be measured and calculated systematically because his form is a description of verbal with this technique the researchers only collected data, information, facts. The data collected from agency of Culture and Tourism Bima. Qualitative research is descriptive research and tend to use analisys with inductive approach. Data collection techniques in this research is observation, interview, and documentation. These results indicate that the role of culture and tourism agency in managing the way Wadu Pa'a cultural sites on the protection form of making drainage b. Namely to increase the development of infrastructure facilities, the utilization of the opportunities open to give life to the community, still less than the maximum it can be seen from the inhibiting factors so that the management of cultural heritage sites Wadu Pa'a still not good. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dinas kebudayaandan pariwisata dalam mengelola cagar budaya situs wadu pa’a di Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik penelitian ini menggunakan data kualitatif yakni semua bahan, keterangan, dan fakta-fakta yang tidak dapat diukur dan dihitung secara sistematis karena wujudnya adalah keterangan verbal dengan teknik ini peneliti hanya mengumpulkan data-data, informasi-informasi, fakta-fakta dan data dari istansi yang terkait di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bima. Penelitian kualitatif merupakan riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan anlisis dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam mengelola cara budaya situs wadu Pa’a terkait perlindungan berupa pembuatan drainase b. Pengembangan yaitu peningkatan fasilitas sarana dan prasarana, pemanfaatan adanya peluang terbuka yang di berikan ke masyarakat, masih kurang maksimal hal ini dapat di lihat dari faktor-faktor penghambat sehingga pengelolaan cagar budaya situs Wadu Pa’a masih kurang baik.
CALL CENTRE BRIGADE SIAGA BENCANA SEBAGAI STRATEGI PELAYANAN KESEHATAN DI KABUPATEN BANTAENG Nur Khaerah; Ahmad Harakan; Junaedi Junaedi
T JDP (JURNAL DINAMIKA PEMERINTAHAN) Vol 2 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.221 KB) | DOI: 10.36341/jdp.v2i1.736

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang Brigade Siaga Bencana dalam memberikan pelayanan melalui call centre dan untuk mengetahui efektifitas Brigade Siaga Bencana dengan menggunakan strategi call centre. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan dua macam data yaitu data primer dan data sekunder. untuk memperoleh data, peneliti melakukan observasi dengan pihak Dinas Kesehatan, Brigade Siaga Bencana, dan Masyarakat pada lokasi penelitian, dan wawancara dengan jumlah informan sebanyak 9 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bantaeng menggunakan sistem call centre 133/119 PSC atau frekuensi Radio terbilang sudah cukup baik, namun masih terdapat beberapa hal yang perlu untuk ditingkatkan terutama dalam indikator teknologi agar kualitas pelayanan call centre Brigade Siaga Bencana bisa lebih efektif lagi dan adapun salah satu kekuatanya adalah sarana dan prasarana yang memadai, kelemahanya yaitu belum tersedianya alat pendeteksi lokasi penelpon atau call tracker, peluangnya karna besarnya keinginan masyarakat untuk menggunakan call centre Brigade Siaga Bencana dan yang menjadi ancaman Brigade Siaga Bencana adalah jaringan seluler yang tidak stabil di beberapa titik tertentu.
Pendampingan Pengolahan Limbah Plastik Minuman Kemasan Menjadi Kerajinan Tangan Haerana Haerana; Nurbiah Tahir; Fatmawada Sudarman; Ahmad Harakan
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v6i1.3791

Abstract

Limbah plastik dapat dikreasikan menjadi sejumlah kerajinan tangan berupa keranjang belanja, tempat tisu, tempat minuman gelas, aksesoris dan hiasan rumah lainnya yang tentu saja memiliki nilai jual. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan masyarakat melalui peluang usaha pemanfaatan limbah plastik sehingga akhirnya mendapat tambahan penghasilan. Target mitra yaitu masyarakat yang minat berwirausaha. Kegiatan PKM dijalankan melalui tahap, yaitu 1) persiapan dengan sosialisasi kegiatan kepada masyarakat, untuk memudahkan koordinasi maka akan dibentuk kelompok usaha kecil 2) pelaksanaan dilakukan dengan cara pelatihan dilengkapi dengan praktek langsung 3) pendampingan dilakukan selama pelaksanaan kegiatan dilakukan baik dalam proses produksi, inovasi produk, administrasi dan akuntansi sederhana, maupun pemasaran. Proses pemasaran dilakukan secara offline dan online. Dari hasil penyebaran kuesioner kepada peserta setelah PKM ini dilaksanakan menunjukkan bahwa terdapat 80 % peserta telah sangat baik memahami teknik pembuatan produk inovatif yang diajarkan dan terdapat 83 % peserta telah memiliki tingkat pemahaman yang sangat baik terhadap penggunaan website/blog sebagai sarana pemasaran online.
Prinsip-Prinsip Pembangunan Berkelanjutan Dalam Implementasi Pengembangan Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar Edi Zulkarnaen G; Ahmad Harakan; Hardianto Hawing
Publik : (Jurnal Ilmu Administrasi) Vol 5, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.238 KB) | DOI: 10.31314/pjia.5.1.46-59.2016

Abstract

One of the parks in the city of Makassar, which is the Tiger Park being the location of the Green Open Space is very identical to the tiger statue. Based on the explanation above, the writer tries to examine the Principles of Sustainable Development in the Implementation of Green Open Space Development in Ujung Pandang District, Makassar City. This type of research uses qualitative research with phenomenology research type. Description of this research shows four functions of the existence of tiger garden as a concept of green open space namely ecological function, with the greening of the city park can function as an oxygen provider. Availability of trees in the tiger garden to maintain air quality from the city of Makassar. Social function, concept of building green open space As a means of sports, play and recreation. The existence of tiger garden is used by the community as a location for gymnastics fitness. Aesthetic function, a beautiful garden has its own charm, so it can be used as one of the landmarks or icons of an area. Tiger Park has become a symbol of the city of Makassar. Economic function, the existence of open space is used by the community to improve the economy of the community. The presence of street vendors and parking attendants in the Tiger Park gives economic benefits to the community. Salah satu taman yang ada di Kota Makassar yaitu Taman Macan menjadi lokasi Ruang Terbuka Hijau sangat identik dengan patung macan nya. Berdasarkan pemaparan diatas maka penulis mencoba meneliti tentang Prinsip-prinsip Pembangunan Berkelanjutan Dalam Implementasi Pengembangan Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan tipe penelitian fenomenologi. Deskripsi penelitian ini menunjukkan empat fungsi dari keberadaan taman macan sebagai konsep dari ruang terbuka hijau yaitu Fungsi ekologis, dengan adanya penghijauan maka taman kota dapat berfungsi sebagai penyedia oksigen. Ketersediaan pohon ditaman macan untuk menjaga kualitas udara dari kota Makassar. Fungsi sosial, konsep pembanguan ruang terbuka hijau Sebagai sarana olahraga, bermain, dan rekreasi. Keberadaan taman macan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai lokasi untuk senam kebugaran. Fungsi estetika, Taman yang indah memiliki daya tarik tersendiri, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu landmark atau ikon tertentu dari suatu daerah. Taman Macan telah menjadi symbol kota Makassar. Fungsi ekonomi, keberadaan ruang terbuka dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Keberadaan pedagang kaki lima dan tukang parkir di Taman Macan memberi keuntungan ekonomi bagi masyarakat
Inovasi Program Kesehatan 24 Jam Dalam Mewujudkan Good Health Care Governance di Kabupaten Bantaeng Muchlas M Tahir; Ahmad Harakan
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 2, No 1 (2018): Pebruari 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.582 KB) | DOI: 10.31604/jim.v2i1.2018.13-22

Abstract

IABSTRAKInovasi pemerintah dalam pelayanan kesehatan merupakan salah satu urusan otonomi yang dimiliki banyak ruang inovasi karena tantangan layanan kesehatan bersifat  sangat konpleks ,kompleksitas itulah yang selalu menghasilkan berbagai ide selain menghasilkan kebaruan dalam suatu pembaruan inovasi pemerintah antara lain dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat baik dipemerintah pusat dan pemerintah daerah. Di tingkat daerah, misalnya disaat ini ada beberapa kabupaten dan kota yang sudah berhasil mengadakan inovasi-inovasi administrasi, sehingga dapat memperbaiki penyelenggaraan pemerintah, serta dapat melayani masyarakat dengan lebih baik. Tetapi kinerja pemerintah daeah dalam melaksanakan pelayanan publik dan meningkatkan pencapaian pembangunan daerah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif (menjelaskan kondisi objek dengan cara-cara ilmia) dengan informasi sebanyak 9 (sembilan) orang yang dipilih  berdasarkan pandangan dari penulis bahwa informasi tersebut memiliki pengatahuan dan informasi mengenai masalah yang penulis teliti antara lain: kepala pelayanan kesehatan ,pegawai rumah sakit, masyarakat pengguna layanan(pasien), tokoh masyarakat. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa ; observasi dan dokumentasi serta dikembangkan dengan wawancara terhadap informasi. Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa inovasi pemerintah daerah dalam pelayanan kesehatan 24 jam dia Kabupaten Bantaeng  bisa dikategorikan pelayanan yang baik dan maksimal, karena berdasarkan aturan-aturan pemerintah itu sendiri dan dirasakan pelayanan terhadap tokoh masyarakat dan pengguna layanan(pasien).Kata kunci : inovasi pemerintah, pelayanan kesehatan, Tata Kelola Pemerintahan yang baik. ABSTRACTGovernment innovation in health care is one of the affairs of the autonomy that has plenty of space innovation, because the challenges of healt services is very complex, the complexity that always produces a novelty in a newness of innovation the government among other to improve services to the public  in both the central government and local government.  At the local level , for example, when there are several counties and cities that have successfully entered administrative innovations, so as to improve administration  of the government, and can serve the performance of local  goverments in implementing publick service and improve the achievement of regional development. This type of research is qualitative research ( explain the conditions of the object with scientific ways) with as much information as (nine) persons who have been selected based on the views of the auther that such information has the knowledge and information on issues that I researched, among others: the head of health service s, employee hospitals, service recipients (patients), public figures. Data collected by using instruments such us; observation and documentation and developed with interviewsto information. The results of this study indicate that the local government innovation in healt services can be categorized as the good and the maximum, because according the rules of government itself and perceived service to community and service users (patients). Keyword: innovation of  local government, health  services, Good Governance.
PARADIPLOMASI DALAM PERCEPATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR FISIK DAN SOSIAL DI KABUPATEN BANTAENG Ahmad Harakan
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 3, No 1 (2018): PIR AGUSTUS 2018
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.779 KB) | DOI: 10.22303/pir.3.1.2018.1-15

Abstract

Artikel ini memberi gambaran dan mendiskusikan tentang praktik terbaik pelaksanaan tata kelola pemerintahan dan kegiatan paradiplomasi di Kabupaten Bantaeng. Utamanya setelah bergulirnya era reformasi dan globalisasi yang ditandai dengan pelaksanaan otonomi daerah, desentralisasi dan tuntutan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, dimana pemberian kesempatan pada daerah secara luas untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki, akselerasi pembangunan dan pengembangan jejaring kerjasama. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan teknik pengambilan data yaitu telaah pustaka dan observasi ditemukan fenomena menarik dalam kerangka dan perwujudan praktik pemerintahan. Meski Kabupaten Bantaeng secara statistik dan tampilan fisik sempat mendapatkan opini negatif namun dengan adanya intergritas kepemimpinan, relasi, kekompakan dan koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, serta upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dengan prinsip pembelajaran dan pengembangan relasi yang lebih luas melalui jejaring internasional ternyata dapat memberi output pada akselerasi pembangunan infrastruktur fisik dan sosial di Kabupaten Bantaeng dan bahkan menjadi best practice good governance dan kegiatan paradiplomasi di Indonesia.
KERJASAMA BNN DAN KEPOLISIAN DALAM PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR Junaedi Junaedi; Ahmad Harakan; Elisa Indri Pratiwi Idris
Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.697 KB) | DOI: 10.25147/moderat.v5i1.1780

Abstract

Artikel ini membahas tentang kerjasama BNN dan Kepolisian dalam penanggulangi penyalahgunaan narkoba di Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerjasama dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba di kecamatan Rappocini. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dan tipe penelitian ini menggunakan teori fenomenologi dengan informan 7 orang yang dipilih sesuai purpovise sampling, sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumnetasi, teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, sajian data dan verifikasi dan teknik pengabsahan data dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber, triangulasi metode dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama BNN dan Kepolisian dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba di kecamatan Rappocini Kota Makassar, yaitu dalam hal tanggung jawab, komunikasi dan kontribusi berjalan dengan baik karena adanya kerjasama BNN dan Kepolisian demi mewujudkan kesejahteraan bersama, sedangkan faktor pendukung dalam kerjasama ini adalah informasi dan komitmen. Sedangkan faktor penghambatnya adalah sumber daya manusia.
Responsibility of Digital-Based Complaints Services at the Honor Board of Election Organizers of The Republic of Indonesia (DKPP RI) During Pandemic Muh Hasbi Azis Agani; Nuryanti Mustari; Ahmad Harakan; Nursaleh Hartaman
Jurnal Studi Pemerintahan Vol 13, No 2 (2022): July 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jgp.v13i2.13740

Abstract

In public services, responsiveness or responsiveness is one of the benchmarks for good governance. Enforcement of the code of ethics against violations of election administration (KPU and Bawaslu) committed by the DKPP RI as an institution for enforcing the code of ethics for election organizers. Data from the DKPP stated that from 2018 to 2021 there were 1,546 complaints that came in through digital media, peaking in 2020 during the pandemic so that in the service of complaints carried out by the DKPP RI RI, it is necessary to have service responsiveness in receiving reports/complaints from reporters, which makes DKPP RI an institution that integrity. This research uses descriptive qualitative method with data analysis using NVivo 12 Plus. By using 6 indicators of responsiveness of the results obtained. The successful achievement of digital-based complaint services at the Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP RI) during the pandemic uses 6 indicators, namely “the ability to respond to the community, officers have provided good attitudes and communication; speed of service, officers have shown alertness and sincerity in serving; accuracy of service, officers have been focused and serious in their work; service accuracy, officers have worked in accordance with the SOP; timeliness of service, officers work in accordance with incoming reports; the ability to respond to complaints, officers are able to respond to complaints and provide the best solutions.
Strategi Dinas Pemuda, Olahraga Dan Pariwisata Dalam Mengembangkan Objek Wisata Permandian Alam Lewaja Di Kabupaten Enrekang Fatmawati Fatmawati; Ahmad Harakan; Hardianto Hawing
Kybernology : Journal of Government Studies Vol 1, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.174 KB) | DOI: 10.26618/kjgs.v1i1.5002

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Strategi Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Dalam Mengembangkan Objek Wisata Permandian Alam Lewaja di Kabupaten Enrekang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah sekrataris dinas pemuda olahraga dan pariwisata Kabupaten Enrekang, bidang keuangan dispopar, bidang kasi sarana dan pariwisata selaku penanggung jawab wisata permandian alam lewaja serta penggunjung. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu.Hasil penelitian menujukkan bahwa Pengembangan objek wisata permandian alam lewaja diperlukan peran penting sumber daya manusia yang menjalankan aktivitas pengembangan. Proses pengembangan melakukan pelatihan dan pendidikan dengan cara membangun mitra dengan menghadirkan pemateri yang memiliki kapasatias pengetahuan tentang kepariwisataan. Anggaran dana yang dikeluarkan mencapai Rp.130.000.000 dari total anggaran Rp. 170.000.000  dari total disiapkan tahun 2020. Sisa dana tersebut akan terus dimaksimalkan hingga akhir tahun 2020. Wahana yang disediakan saat ini adalah kolam renang dan air terjun permandian alam lewaja hanya saja perlu memperhatikan kualitas air dan menjaga keberishan fasilitas serta perlunya penambahan waahana. Secara regulasi penerapan tidak begitu mengikat pengunjung dan bersifat fleksibel tetap harus memperhatikan keselamatan pengunjung.
Collaborative Governance Dalam Menjalankan Sistem Keamanan Berbasis Closed Circuit Television (CCTV) di Kota Makassar Ahmad Harakan; Ferawaty Ferawaty
Gorontalo Journal of Public Administration Studies Vol 3, No 1 (2020): Gorontalo Journal Of Public Administration Studies
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjpads.v3i1.1225

Abstract

Artikel ini membahas tentang Collaborative governance dalam menjalankan sistem keamanan berbasis CCTV. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 6 orang. Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Ansell dan Gash pada bentuk collaborative governance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pelaksanaan collaborative governance antara Pemerintah Kecamatan Panakkukang, Dinas Kominfo Kota Makassar, Polrestabes Makassar, Pihak Swasta dan Masyarakat dilakukan dengan mengadakan dialog tatap muka disertai adanya rasa saling membangun kepercayaan, komitmen untuk memproses dan saling berbagi pemahaman antar aktor yang terlibat untuk mencapai tujuan bersama yaitu meningkatkan keamanan di wilayah kecamatan Panakkukang. Adapun faktor pendukung dalam proses collaborative governance ini adalah adanya peraturan walikota No. 4 Tahun 2017 Tentang Penyediaan dan Pemasangan CCTV Pada Bangunan Dan Gedung. Kemudian untuk faktor penghambatnya yaitu sumber daya manusia, keterbatasan dana dan kurangnya partisipasi pihak swasta.