Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Determinan Status Gizi Balita Dalam Situasi Darurat Bencana: Studi Cross-Sectional Pada Wilayah Pengungsian Rumiris Simatupang; Warda M Warda M; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Disaster emergency situations may increase the risk of nutritional problems among children under five due to limited food access, changes in caregiving practices, poor sanitation, and restricted healthcare services. Young children are vulnerable groups requiring special attention because malnutrition during early life can affect long-term growth and development. This study aimed to analyze determinants associated with nutritional status among children under five in disaster emergency shelters. This study used a quantitative analytical observational design with a cross-sectional approach. The study was conducted among children under five living in evacuation areas. A total of 100 children were selected using purposive sampling. Data were collected through anthropometric measurements and questionnaires assessing food intake, infectious diseases, caregiving practices, and healthcare access. Data were analyzed using the Chi-Square test. The study showed that 65% of children had good nutritional status, while 35% experienced nutritional problems. Factors associated with nutritional status were food intake (p=0.002), history of infectious diseases (p=0.004), maternal caregiving practices (p=0.012), and healthcare access (p=0.018). Nutritional status among children under five in disaster situations is influenced by food availability, infectious diseases, caregiving practices, and healthcare access. Integrated emergency nutrition interventions are needed through adequate food provision, growth monitoring, disease prevention, and strengthened health services. Keywords: Nutritional Status, Children Under Five, Disaster, Evacuation Shelter, Health Determinants ABSTRAK Situasi darurat bencana dapat meningkatkan risiko gangguan status gizi pada balita akibat keterbatasan akses pangan, perubahan pola asuh, gangguan sanitasi, serta terbatasnya pelayanan kesehatan. Balita merupakan kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus karena kekurangan gizi pada masa ini dapat berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan jangka panjang.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita dalam situasi darurat bencana di wilayah pengungsian. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada balita yang berada di wilayah pengungsian. Sampel penelitian sebanyak 100 balita yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi/panjang badan), wawancara kuesioner mengenai asupan makanan, penyakit infeksi, pola asuh, dan akses pelayanan kesehatan. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki status gizi baik (65%), sedangkan 35% mengalami masalah gizi. Faktor yang berhubungan dengan status gizi balita adalah asupan makanan (p=0,002), riwayat penyakit infeksi (p=0,004), pola asuh ibu (p=0,012), dan akses pelayanan kesehatan (p=0,018). Status gizi balita dalam situasi darurat bencana dipengaruhi oleh faktor konsumsi makanan, penyakit infeksi, pola asuh, dan akses pelayanan kesehatan. Intervensi gizi darurat perlu dilakukan secara terpadu melalui pemberian makanan bergizi, pemantauan pertumbuhan, pencegahan penyakit, dan penguatan layanan kesehatan di lokasi pengungsian. Kata Kunci: Status Gizi, Balita, Bencana, Pengungsian, Determinan Kesehatan
Pengaruh Edukasi Discharge Planning terhadap Kemandirian Pemenuhan Kebutuhan Dasar Pasien Gagal Jantung Devi Kristina Hutagalung; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Heart failure is a chronic cardiovascular disease characterized by the inability of the heart to pump blood adequately to meet the body's metabolic demands. Patients with heart failure often experience limitations in performing activities of daily living and require continuous self-care after hospital discharge. Inadequate discharge planning may contribute to poor treatment adherence, recurrent hospitalization, and decreased independence in fulfilling basic needs. Educational discharge planning is considered an effective intervention to improve patients' understanding, self-management skills, and independence after discharge. This study aimed to determine the effect of discharge planning education on the independence of fulfilling basic needs among patients with heart failure. This study employed a quantitative pre-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. The study involved 60 hospitalized heart failure patients selected through purposive sampling. The intervention consisted of structured discharge planning education covering medication adherence, dietary management, physical activity, symptom recognition, fluid restriction, and follow-up care. Data were collected using the Barthel Index and Self-Care of Heart Failure Index questionnaires. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test with a significance level of α = 0.05. Before the intervention, 61.7% of respondents demonstrated moderate independence, while only 20.0% had high independence. After receiving discharge planning education, the proportion of respondents with high independence increased to 71.7%. Statistical analysis showed a significant improvement in patients' independence after the intervention (p = 0.001). Discharge planning education significantly improves the independence of patients with heart failure in fulfilling their basic needs. Comprehensive discharge planning should become an integral component of nursing care to reduce readmission rates and improve patients' quality of life. Keywords: Discharge Planning, Heart Failure, Independence, Self-Care, Nursing Education ABSTRAK Gagal jantung merupakan penyakit kardiovaskular kronis yang ditandai dengan ketidakmampuan jantung memompa darah secara optimal sehingga kebutuhan metabolisme tubuh tidak terpenuhi. Kondisi tersebut menyebabkan pasien mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan membutuhkan kemampuan perawatan diri yang baik setelah pulang dari rumah sakit. Pelaksanaan discharge planning yang belum optimal sering menyebabkan rendahnya kepatuhan terapi, tingginya angka rehospitalisasi, dan menurunnya kemandirian pasien dalam memenuhi kebutuhan dasar. Edukasi discharge planning menjadi salah satu intervensi keperawatan yang diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi discharge planning terhadap kemandirian pemenuhan kebutuhan dasar pasien gagal jantung. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian sebanyak 60 pasien gagal jantung yang dirawat di rumah sakit dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa edukasi discharge planning terstruktur mengenai kepatuhan minum obat, pengaturan diet, aktivitas fisik, pembatasan cairan, pengenalan tanda bahaya, dan jadwal kontrol. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Self-Care of Heart Failure Index dan Barthel Index. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Sebelum edukasi discharge planning sebanyak 61,7% responden memiliki tingkat kemandirian sedang dan hanya 20,0% memiliki kemandirian tinggi. Setelah diberikan edukasi discharge planning, proporsi responden dengan tingkat kemandirian tinggi meningkat menjadi 71,7%. Hasil analisis menunjukkan terdapat pengaruh signifikan edukasi discharge planning terhadap peningkatan kemandirian pemenuhan kebutuhan dasar pasien gagal jantung (p = 0,001). Edukasi discharge planning berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemandirian pemenuhan kebutuhan dasar pasien gagal jantung. Pelaksanaan discharge planning yang komprehensif perlu diterapkan secara konsisten sebagai bagian integral pelayanan keperawatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan menurunkan angka rawat ulang. Kata Kunci: Discharge Planning, Gagal Jantung, Kemandirian, Self-Care, Edukasi Keperawatan
Peningkatan Kesehatan Mental Masyarakat Melalui Program Konseling Dan Mindfulness Di Lingkungan Komunitas Raissa Patrisia; Nur Cahyani Ari Lestari; Zulhijriani Zulhijriani; Rezqiqah Aulia Rahmat; Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1132

Abstract

ABSTRACT Mental health is an important component of overall health and affects an individual's quality of life. Various factors, such as social and economic pressures, and lifestyle changes, can impact a community's mental health. Lack of knowledge about how to manage stress and maintain mental health often leads to psychological disorders such as stress, anxiety, and emotional exhaustion. This community service program aims to raise public awareness of the importance of maintaining mental health through counseling and mindfulness training programs. Implementation methods included mental health education, group counseling sessions, mindfulness training, and evaluations of participants' knowledge levels and psychological well-being before and after the program. Results showed an increase in public knowledge about mental health and an improvement in participants' ability to manage stress. The counseling and mindfulness program has proven effective in raising public awareness of the importance of maintaining mental health in everyday life. Keywords: Mental Health, Counseling, Mindfulness, Community Service ABSTRAK Kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan yang memengaruhi kualitas hidup individu. Berbagai faktor seperti tekanan sosial, ekonomi, serta perubahan gaya hidup dapat memengaruhi kondisi kesehatan mental masyarakat. Kurangnya pengetahuan mengenai cara mengelola stres dan menjaga kesehatan mental seringkali menyebabkan masyarakat mengalami gangguan psikologis seperti stres, kecemasan, dan kelelahan emosional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental melalui program konseling dan latihan mindfulness. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan mental, sesi konseling kelompok, latihan mindfulness, serta evaluasi tingkat pengetahuan dan kondisi psikologis peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan mental serta peningkatan kemampuan peserta dalam mengelola stres. Program konseling dan mindfulness terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Kesehatan Mental, Konseling, Mindfulness, Pengabdian Masyarakat
Program Edukasi Asuhan Kebidanan Untuk Mencegah Komplikasi Kehamilan Pada Ibu Dengan Pernikahan Dini Zumrotul Ula; Hendri Parluhutan L. Tobing; Rezqiqah Aulia Rahmat; Hasnia Hasnia; Ainun Mardiah
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pernikahan dini merupakan salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya komplikasi kehamilan pada ibu. Kurangnya pengetahuan mengenai asuhan kebidanan dan tanda bahaya kehamilan menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh ibu dengan usia muda. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil dengan riwayat pernikahan dini melalui program edukasi asuhan kebidanan. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Sasaran kegiatan adalah 25 ibu hamil dengan pernikahan dini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 58,4 menjadi 84,2. Selain itu, pengetahuan baik meningkat dari 20% menjadi 76%. Terjadi pula perubahan perilaku, dimana 80% peserta rutin melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC). Kesimpulan menunjukkan bahwa program edukasi asuhan kebidanan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil sehingga dapat mencegah komplikasi kehamilan. Kata Kunci: Pernikahan Dini, Kehamilan Risiko Tinggi, Edukasi Kebidanan, Antenatal Care, Pengabdian Masyarakat ABSTRACT Early marriage is one of the risk factors that can increase pregnancy complications among mothers. Lack of knowledge regarding midwifery care and pregnancy danger signs is a major issue faced by young mothers. This community service program aims to improve knowledge and awareness of pregnant women with early marriage through midwifery care education. The method used was participatory education through counseling, interactive discussions, and mentoring. Evaluation was conducted using pre-test and post-test involving 25 pregnant women. The results showed an increase in the average score from 58.4 to 84.2. The proportion of good knowledge increased from 20% to 76%. Behavioral changes were also observed, with 80% of participants regularly attending antenatal care (ANC). In conclusion, the program is effective in improving knowledge and awareness, contributing to the prevention of pregnancy complications. Keywords: Early Marriage, High-Risk Pregnancy, Midwifery Education, Antenatal Care, Community Service
Sosialisasi Perawatan Luka Diabetes pada Masyarakat Berisiko Tinggi di Daerah Perkotaan Yanti Mustarin; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Diabetic wounds are a serious complication in people with diabetes mellitus, which can lead to infection and even amputation if not properly managed. Lack of public knowledge regarding diabetic wound care is a major factor in the increased risk of complications. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of high-risk communities in diabetic wound care. Implementation methods included health education, wound care demonstrations, and community mentoring. Results showed an increase in participants' knowledge and skills in independently caring for diabetic wounds. This program is effective in supporting the prevention of diabetic wound complications in the community. Keywords: Diabetic Wounds, Wound Care, Health Promotion, Community Abstrak Luka diabetes merupakan salah satu komplikasi serius pada penderita diabetes mellitus yang dapat menyebabkan infeksi hingga amputasi jika tidak ditangani dengan baik. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai perawatan luka diabetes menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko komplikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat berisiko tinggi dalam perawatan luka diabetes. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi perawatan luka, serta pendampingan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan perawatan luka diabetes secara mandiri. Program ini efektif dalam mendukung pencegahan komplikasi luka diabetes di masyarakat. Kata Kunci: Luka Diabetes, Perawatan Luka, Promosi Kesehatan, Masyarakat
Simulasi Pertolongan Pertama Luka Bakar Sebagai Upaya Pencegahan Keparahan Cedera Rezqiqah Aulia Rahmat; Rizki Andita Noviar
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Burn injuries are among the most common types of injuries in the community and can lead to tissue damage and serious complications if not managed properly. Appropriate first aid is essential to prevent the severity of injury and to accelerate the healing process. However, public knowledge regarding first aid for burns remains limited. This community service program aimed to improve community knowledge and skills in providing first aid for burn injuries. The methods included health education, demonstrations, and hands-on simulation. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills after the intervention. This program proved effective in enhancing community preparedness in managing burn injuries appropriately, thereby preventing further complications. Keywords: Burn Injury, First Aid, Simulation, Health Education ABSTRAK Luka bakar merupakan salah satu cedera yang sering terjadi di masyarakat dan dapat menyebabkan kerusakan jaringan serta komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Penanganan awal yang benar sangat penting untuk mencegah keparahan cedera dan mempercepat proses penyembuhan. Namun, pengetahuan masyarakat tentang pertolongan pertama luka bakar masih terbatas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus luka bakar. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan simulasi praktik langsung. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah diberikan edukasi dan simulasi. Program ini efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menangani luka bakar secara tepat sehingga dapat mencegah keparahan cedera. Kata Kunci: Luka Bakar, Pertolongan Pertama, Simulasi, Edukasi Kesehatan
Transformasi Pengetahuan Perawatan Melalui Program Pengabdian Berbasis Komunitas Baso Witman Adiaksa; Muhammad Ilyas; Zuriani Rizki; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Transforming knowledge in the field of nursing is a crucial strategy for improving the quality of public health. Community-based service programs are an effective approach for directly transferring knowledge and skills to the community. However, gaps in health knowledge and practices persist in the community, which can impact the quality of self-care. This activity aims to improve community knowledge through community-based health education. The methods used include counseling, interactive discussions, and pre- and post-test evaluations. The results showed a significant increase in community knowledge after the educational intervention. This program has proven effective in transforming care knowledge and increasing public awareness of proper health practices. Keywords: Knowledge transformation, Nursing, Community service, Health education ABSTRAK Transformasi pengetahuan dalam bidang perawatan merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Program pengabdian berbasis komunitas menjadi pendekatan efektif dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat secara langsung. Namun, masih terdapat kesenjangan pengetahuan dan praktik kesehatan di masyarakat yang dapat berdampak pada rendahnya kualitas perawatan mandiri. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui edukasi kesehatan berbasis komunitas. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, dan evaluasi pre-test serta post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan masyarakat setelah intervensi edukasi. Program ini terbukti efektif dalam mentransformasikan pengetahuan perawatan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap praktik kesehatan yang benar. Kata kunci: Transformasi pengetahuan, Perawatan, Pengabdian masyarakat, Edukasi kesehatan
Edukasi Dan Pendampingan Pengelolaan Sampah Berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Di Lingkungan Masyarakat Rezqiqah Aulia Rahmat; Fitriah Suryani Jamin; Agustina Agustina
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Improper waste management remains a major issue in communities and contributes to environmental pollution and health problems. The 3R approach (Reduce, Reuse, Recycle) is an effective strategy to reduce waste volume and promote environmental awareness. This community service program aimed to improve community knowledge and skills in 3R-based waste management through education and assistance. The methods included health education, demonstrations, hands-on practice, and evaluation using pre-test and post-test. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills in waste sorting and management. This program proved effective in encouraging behavioral change toward environmentally friendly waste management practices. Keywords: 3R, Waste management, Education, Community service ABSTRAK Pengelolaan sampah yang tidak tepat masih menjadi permasalahan utama di masyarakat dan berdampak pada pencemaran lingkungan serta gangguan kesehatan. Pendekatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) merupakan strategi yang efektif dalam mengurangi volume sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis 3R melalui edukasi dan pendampingan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah. Program ini efektif dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan. Kata kunci: 3R, Pengelolaan sampah, Edukasi, Pengabdian masyarakat
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi Epidemiologi Untuk Deteksi Dini Penyakit Menular Masrikat Maya Diana Claartje; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Communicable diseases remain a major public health concern, particularly in terms of prevention and early detection. Limited community knowledge regarding basic epidemiology is one of the factors that hinders early detection efforts. This community service program aimed to improve community knowledge and awareness of epidemiological concepts and the importance of early detection of communicable diseases. The methods included health education, interactive discussions, and evaluation through pre-test and post-test. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge after the educational intervention. This program proved effective in enhancing community preparedness to recognize early symptoms of communicable diseases and take appropriate preventive measures. Keywords: Epidemiology, Communicable Diseases, Education, Community Service ABSTRAK Penyakit menular masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius, terutama dalam upaya pencegahan dan deteksi dini. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai epidemiologi dasar menjadi salah satu faktor yang menghambat deteksi dini penyakit menular. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang konsep epidemiologi serta pentingnya deteksi dini penyakit menular. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat secara signifikan setelah diberikan edukasi. Program ini efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam mengenali gejala awal penyakit menular serta mengambil langkah pencegahan yang Tepat. Kata Kunci: Epidemiologi, Penyakit Menular, Edukasi, Pengabdian Masyarakat
Peran Perawat Dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu Tentang Perawatan Bayi Baru Lahir Darmi Arda; Cakrawati R Cakrawati R; Cici Pratiwi; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Newborn care is an important factor in maintaining infant health and survival during the neonatal period. Limited maternal knowledge regarding newborn care may increase the risk of infection, growth disorders, and health complications in infants. Nurses have an important role as educators in providing health education to mothers regarding newborn care. This community service program aimed to improve mothers’ knowledge about newborn care through health education conducted by nurses. The implementation methods included health counseling, newborn care demonstrations, maternal mentoring, interactive discussions, and evaluations using pre-test and post-test methods. The activity involved 30 postpartum mothers and mothers with newborn babies. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 56 to 89 in the post-test. In addition, mothers were able to correctly practice newborn care, such as umbilical cord care, breastfeeding, maintaining infant hygiene, and keeping the baby warm. This program proved effective in improving mothers’ knowledge and skills regarding newborn care. Keywords: Nurse, Health Education, Newborn Baby, Mother, Neonatal Care ABSTRAK Perawatan bayi baru lahir merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan dan kelangsungan hidup bayi pada masa neonatal. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai perawatan bayi baru lahir dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi, gangguan pertumbuhan, serta komplikasi kesehatan pada bayi. Perawat memiliki peran penting sebagai edukator dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu mengenai perawatan bayi baru lahir. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang perawatan bayi baru lahir melalui edukasi kesehatan yang dilakukan oleh perawat. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi perawatan bayi, pendampingan ibu, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 30 ibu nifas dan ibu dengan bayi baru lahir. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata skor pre-test sebesar 56 meningkat menjadi 89 pada post-test. Selain itu, ibu mulai mampu mempraktikkan cara merawat bayi baru lahir dengan benar, seperti perawatan tali pusat, menyusui, menjaga kebersihan bayi, dan menjaga kehangatan tubuh bayi. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu mengenai perawatan bayi baru lahir. Kata Kunci: Perawat, Pendidikan Kesehatan, Bayi Baru Lahir, Ibu, Perawatan Neonatal