Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Pada Ibu Hamil Terhadap Status Gizi Ibu Risma Putri Utama; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Maternal nutritional status is an important factor affecting maternal and fetal health. One strategy to improve maternal nutrition is supplementary feeding. This study aimed to determine the effect of supplementary feeding on the nutritional status of pregnant women. This study used a quantitative method with a pre-experimental (one group pretest-posttest design). The sample consisted of 40 pregnant women selected using purposive sampling. Data were collected through weight and MUAC measurements before and after intervention. Data were analyzed using paired t-test. The results showed a significant improvement in nutritional status after supplementary feeding with a p-value of 0.001. The conclusion of this study is that providing additional food has a significant effect on improving the nutritional status of pregnant women. Keywords: Supplementary Food, Pregnant Women, Nutritional Status ABSTRAK Status gizi ibu hamil merupakan faktor penting yang menentukan kesehatan ibu dan janin. Salah satu upaya untuk meningkatkan status gizi ibu hamil adalah melalui pemberian makanan tambahan (PMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan tambahan terhadap status gizi ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental (one group pretest-posttest). Sampel penelitian sebanyak 40 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat badan dan lingkar lengan atas (LILA) sebelum dan sesudah intervensi PMT. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan status gizi ibu hamil setelah pemberian PMT dengan nilai p-value = 0,001 (<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian makanan tambahan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan status gizi ibu hamil. Kata Kunci: Makanan Tambahan, Ibu Hamil, Status Gizi
Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Keputihan Pada Wanita Usia Subur Rizky Aprilia; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Vaginal discharge is a common condition among women of reproductive age and can be physiological or pathological. Poor personal hygiene is one of the risk factors. This study aims to analyze the relationship between personal hygiene and vaginal discharge among women of reproductive age. A quantitative cross-sectional design was used involving 140 respondents. Data were collected using questionnaires and analyzed using chi-square and t-tests. The results showed that women with poor personal hygiene had a higher risk of vaginal discharge (p<0.05). It is concluded that there is a significant relationship between personal hygiene and vaginal discharge. Keywords: Personal Hygiene, Vaginal Discharge, Reproductive-Age Women ABSTRAK Keputihan merupakan kondisi umum yang dialami oleh wanita usia subur dan dapat bersifat fisiologis maupun patologis. Personal hygiene yang kurang baik menjadi salah satu faktor risiko terjadinya keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada wanita usia subur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 140 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan personal hygiene kurang memiliki risiko lebih tinggi mengalami keputihan (p<0,05). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara personal hygiene dan kejadian keputihan. Kata Kunci: Personal Hygiene, Keputihan, Wanita Usia Subur
Pengaruh Pendampingan Kehamilan Terhadap Kesiapan Persalinan Dan Perawatan Bayi Di Masa Nifas Jean Christy Ade Putri; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Pregnancy assistance is an important effort in improving maternal readiness for childbirth and postpartum infant care. Assistance provided by healthcare workers, family members, and community health volunteers can offer physical, psychological, and educational support during pregnancy. This study aimed to determine the effect of pregnancy assistance on childbirth readiness and infant care during the postpartum period. This study employed a quantitative approach with an observational analytic design using a cross-sectional method. The sample consisted of 50 third-trimester pregnant women selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires on pregnancy assistance, childbirth readiness, and infant care readiness. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed that most respondents received good pregnancy assistance (64%). A total of 72% of respondents demonstrated good readiness for childbirth and infant care. The Chi-Square test revealed a p-value of 0.002 (p < 0.05), indicating a significant effect of pregnancy assistance on childbirth readiness and postpartum infant care. It can be concluded that pregnancy assistance positively influences maternal readiness for childbirth and infant care during the postpartum period. Keywords: Pregnancy Assistance, Childbirth Readiness, Infant Care, Postpartum Period, Pregnant Women ABSTRAK Pendampingan kehamilan merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesiapan ibu menghadapi persalinan dan masa nifas. Pendampingan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, keluarga, maupun kader kesehatan dapat memberikan dukungan fisik, psikologis, dan informasi kesehatan yang dibutuhkan selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendampingan kehamilan terhadap kesiapan persalinan dan perawatan bayi di masa nifas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 ibu hamil trimester III yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pendampingan kehamilan dan kesiapan persalinan serta perawatan bayi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh pendampingan kehamilan yang baik sebanyak 32 responden (64%). Sebanyak 36 responden (72%) memiliki kesiapan persalinan dan perawatan bayi yang baik. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara pendampingan kehamilan dengan kesiapan persalinan dan perawatan bayi di masa nifas. Disimpulkan bahwa pendampingan kehamilan berpengaruh positif terhadap kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan dan merawat bayi setelah melahirkan. Kata Kunci: Pendampingan Kehamilan, Kesiapan Persalinan, Perawatan Bayi, Masa Nifas, Ibu Hamil
Pengaruh Promosi Kesehatan Terhadap Kepatuhan Pengobatan Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas: Studi Pretest-Posttest Musaidah Musaidah; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Hypertension is one of the leading non-communicable diseases contributing significantly to morbidity and mortality worldwide. Medication adherence is a crucial factor in controlling blood pressure and preventing complications. However, many hypertensive patients remain non-adherent to treatment due to limited knowledge and awareness regarding the importance of long-term therapy. Health promotion is considered an effective strategy to improve medication adherence among hypertensive patients. This study aimed to determine the effect of health promotion on medication adherence among hypertensive patients at a primary healthcare center. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 50 hypertensive patients selected through purposive sampling. Data were collected using medication adherence questionnaires administered before and after the health promotion intervention. Data were analyzed using the Paired Sample t-Test with a significance level of 95%. The results showed that the mean medication adherence score increased from 62.84 ± 8.12 before the intervention to 83.56 ± 6.25 after the intervention. Statistical analysis revealed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of health promotion on medication adherence among hypertensive patients. In conclusion, health promotion effectively improves medication adherence among hypertensive patients and supports better blood pressure control and prevention of disease complications. Keywords: Health Promotion, Medication Adherence, Hypertension, Health Education, Primary Healthcare ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan merupakan faktor penting dalam pengendalian tekanan darah dan pencegahan komplikasi. Namun, masih banyak pasien hipertensi yang tidak patuh terhadap pengobatan karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran mengenai pentingnya terapi jangka panjang. Promosi kesehatan menjadi salah satu strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien hipertensi di puskesmas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 50 pasien hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kepatuhan pengobatan sebelum dan sesudah intervensi promosi kesehatan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-Test dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kepatuhan pengobatan meningkat dari 62,84 ± 8,12 sebelum intervensi menjadi 83,56 ± 6,25 setelah intervensi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan promosi kesehatan terhadap kepatuhan pengobatan pasien hipertensi. Disimpulkan bahwa promosi kesehatan efektif dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi sehingga dapat mendukung pengendalian tekanan darah dan mencegah komplikasi penyakit. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Kepatuhan Pengobatan, Hipertensi, Pendidikan Kesehatan, Puskesmas
Efektivitas Manajemen Cairan Pada Penanganan Syok Hemoragik Akibat Atonia Uteri Di IGD Serly Sani Mahoklory; Rezqiqah Aulia Rahmat
JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2026): JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin (July)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Hemorrhagic shock due to uterine atony is a major cause of maternal mortality requiring rapid and effective fluid resuscitation. This study aims to analyze the effectiveness of fluid management in improving hemodynamic status in patients with hemorrhagic shock due to uterine atony in the emergency department. A quasi-experimental design was used involving 60 patients. Parameters measured included blood pressure, heart rate, and urine output before and after fluid therapy. Results showed significant improvement in blood pressure and urine output, along with decreased heart rate (p<0.05). It is concluded that fluid management is effective in stabilizing patients with hemorrhagic shock due to uterine atony. Keywords: Hemorrhagic Shock, Uterine Atony, Fluid Management, Emergency Care ABSTRAK Syok hemoragik akibat atonia uteri merupakan salah satu penyebab utama kematian maternal yang memerlukan penanganan cepat dan tepat, terutama dalam resusitasi cairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas manajemen cairan dalam meningkatkan kondisi hemodinamik pasien dengan syok hemoragik akibat atonia uteri di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental pada 60 pasien. Parameter yang diukur meliputi tekanan darah, denyut nadi, dan output urin sebelum dan sesudah pemberian cairan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tekanan darah dan output urin serta penurunan denyut nadi (p<0,05). Disimpulkan bahwa manajemen cairan efektif dalam stabilisasi pasien syok hemoragik akibat atonia uteri. Kata Kunci: Syok Hemoragik, Atonia Uteri, Manajemen Cairan, IGD
Pendampingan Lansia Dalam Pencegahan Risiko Jatuh Melalui Intervensi Keperawatan Gerontik Sri Ariyanti; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Falls are one of the most common health problems among older adults and may result in injuries, disabilities, decreased quality of life, and even death. Physiological changes associated with aging, balance disorders, muscle weakness, and environmental factors contribute significantly to the increased risk of falls among older adults. Fall prevention requires a comprehensive approach through assistance and gerontological nursing interventions. This Community Service Program aimed to improve the knowledge and abilities of older adults and their families in preventing fall risks through education and gerontological nursing assistance. The methods included health education, balance exercise demonstrations, fall risk identification assistance, and evaluation using pre-tests and post-tests. The program involved 30 older adults and family members. The results showed an increase in participants’ average knowledge scores from 60.3 before the intervention to 85.6 after the intervention. Participants were also able to identify fall risk factors and implement preventive measures in their home environment. This program had a positive impact on increasing awareness among older adults and their families regarding safety and fall prevention. Continuous assistance is recommended to sustain fall-prevention behaviors among older adults. Keywords: Older Adults, Fall Risk, Gerontological Nursing, Fall Prevention, Community Service. ABSTRAK Risiko jatuh merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada kelompok lanjut usia (lansia) dan dapat menyebabkan cedera, kecacatan, penurunan kualitas hidup, hingga kematian. Perubahan fisiologis akibat proses penuaan, gangguan keseimbangan, penurunan kekuatan otot, serta faktor lingkungan menjadi penyebab utama meningkatnya risiko jatuh pada lansia. Upaya pencegahan risiko jatuh memerlukan pendekatan komprehensif melalui pendampingan dan intervensi keperawatan gerontik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan lansia serta keluarga dalam mencegah risiko jatuh melalui edukasi dan pendampingan keperawatan gerontik. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi latihan keseimbangan, pendampingan identifikasi risiko jatuh, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 30 lansia dan anggota keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 60,3 menjadi 85,6 setelah intervensi. Selain itu, peserta mampu mengidentifikasi faktor risiko jatuh serta menerapkan langkah-langkah pencegahan di lingkungan rumah. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran lansia dan keluarga dalam menjaga keselamatan serta mencegah kejadian jatuh. Pendampingan berkelanjutan diperlukan untuk mempertahankan perilaku pencegahan risiko jatuh pada lansia. Kata Kunci: lansia, risiko jatuh, keperawatan gerontik, pencegahan jatuh, pengabdian kepada masyarakat.
Penerapan Prinsip DAGUSIBU Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Penggunaan Obat Yang Rasional Sara Surya; Lailiana Garna Nurhidayati; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Irrational drug use remains a significant public health problem that may lead to treatment failure, adverse drug reactions, antimicrobial resistance, and increased healthcare costs. One strategy to promote rational drug use is the implementation of the DAGUSIBU principle (Get, Use, Store, and Dispose of Medicines Properly). This Community Service Program aimed to improve community knowledge and awareness regarding proper medication management through DAGUSIBU education. The activities included health education sessions, demonstrations on medication use, education on proper storage and disposal of medicines, and evaluations using pre-tests and post-tests. A total of 40 community members participated in the program. The results showed an increase in the average knowledge score from 60.2 before the intervention to 88.7 after the intervention. Furthermore, participants demonstrated improved understanding of how to obtain, use, store, and dispose of medicines correctly. The program was effective in increasing community awareness regarding rational drug use. Continuous DAGUSIBU education is needed to support improved public health outcomes. Keywords: DAGUSIBU, Rational Drug Use, Health Education, Medication Management, Community. ABSTRAK Penggunaan obat yang tidak rasional masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, seperti kegagalan terapi, efek samping obat, resistensi antimikroba, dan pemborosan biaya kesehatan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penggunaan obat yang rasional adalah melalui penerapan prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan obat yang tepat melalui edukasi DAGUSIBU. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan, demonstrasi penggunaan obat, edukasi penyimpanan dan pembuangan obat, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 40 orang masyarakat yang berada di wilayah sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta dari 60,2 menjadi 88,7 setelah edukasi. Terjadi peningkatan pemahaman masyarakat mengenai cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat yang benar. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat yang rasional. Edukasi DAGUSIBU perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Kata Kunci: DAGUSIBU, penggunaan obat rasional, edukasi kesehatan, pengelolaan obat, masyarakat.
Hubungan Kesepian (Loneliness) Dengan Tingkat Depresi Pada Lansia Cici Yusnayanti; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai perubahan dalam aspek fisik, psikologis, dan sosial. Salah satu masalah psikologis yang sering terjadi pada lansia adalah kesepian (loneliness) yang dapat meningkatkan risiko terjadinya depresi. Kesepian dapat muncul akibat berkurangnya interaksi sosial, kehilangan pasangan hidup, keterbatasan aktivitas, maupun perubahan peran dalam keluarga dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kesepian (loneliness) dengan tingkat depresi pada lansia.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 60 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner UCLA Loneliness Scale untuk mengukur tingkat kesepian dan Geriatric Depression Scale (GDS) untuk mengukur tingkat depresi lansia. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kesepian dengan tingkat depresi pada lansia (p < 0,05). Lansia dengan tingkat kesepian tinggi cenderung memiliki tingkat depresi yang lebih berat dibandingkan lansia dengan tingkat kesepian rendah. Kesepian menjadi salah satu faktor psikososial yang perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Healthy Aging Pada Lansia Di Komunitas Ramadhan Putra Satria; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah populasi lansia menjadi tantangan dalam bidang kesehatan karena proses penuaan dapat menyebabkan perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Konsep healthy aging menjadi salah satu pendekatan penting untuk membantu lansia mempertahankan kemampuan fungsional, kemandirian, dan kualitas hidup yang optimal. Berbagai faktor seperti aktivitas fisik, status kesehatan, dukungan sosial, pola hidup, serta kondisi psikologis dapat memengaruhi keberhasilan proses penuaan sehat pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan healthy aging pada lansia di komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 60 lansia yang berada di komunitas dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner healthy aging, aktivitas fisik, dukungan sosial, gaya hidup, dan status kesehatan lansia. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara aktivitas fisik, dukungan sosial, dan kondisi kesehatan dengan penerapan healthy aging pada lansia (p < 0,05). Lansia yang aktif secara fisik, mendapatkan dukungan sosial yang baik, dan memiliki kondisi kesehatan yang lebih optimal cenderung memiliki kemampuan healthy aging yang lebih baik.
Korelasi Tingkat Pengetahuan Dan Dukungan Layanan Kesehatan Dengan Kepatuhan Skrining IMS Pada Kelompok Berisiko Achmad Hilal; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Sexually Transmitted Infections (STIs) remain a major public health concern, particularly among high-risk groups. Limited knowledge about STIs and inadequate support from healthcare services may reduce the utilization of STI screening programs. Early screening is essential for detecting infections, preventing transmission, and reducing complications. This study aimed to determine the correlation between the level of knowledge and healthcare service support with compliance with STI screening among high-risk groups. This study used a quantitative analytical observational design with a cross-sectional approach. The study involved 100 respondents selected using purposive sampling. Data were collected using questionnaires measuring STI knowledge, healthcare service support, and STI screening compliance. Data analysis was performed using the Chi-Square test with a significance level of α=0.05. The results showed that 62% of respondents had good knowledge about STIs, 58% received good healthcare service support, and 65% complied with STI screening. Statistical analysis showed a significant correlation between knowledge level and STI screening compliance (p=0.001). A significant correlation was also found between healthcare service support and STI screening compliance (p=0.003). Higher STI knowledge levels and better healthcare service support are associated with increased compliance with STI screening among high-risk groups. Strengthening sexual health education, improving accessibility, and providing stigma-free healthcare services are important strategies to increase STI screening participation. Keywords: Knowledge, Healthcare Service Support, Compliance, STI Screening, High-Risk Groups   ABSTRAK Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih banyak ditemukan pada kelompok berisiko. Rendahnya pengetahuan mengenai IMS serta keterbatasan dukungan layanan kesehatan dapat menjadi hambatan dalam pelaksanaan skrining secara rutin. Skrining IMS berperan penting dalam deteksi dini, pencegahan penularan, dan pengendalian komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang IMS dan dukungan layanan kesehatan dengan kepatuhan melakukan skrining IMS pada kelompok berisiko. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 100 responden dari kelompok berisiko yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner mengenai tingkat pengetahuan IMS, dukungan layanan kesehatan, dan kepatuhan skrining IMS. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan IMS kategori baik (62%), mendapatkan dukungan layanan kesehatan yang baik (58%), dan patuh melakukan skrining IMS (65%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan skrining IMS (p=0,001) serta antara dukungan layanan kesehatan dengan kepatuhan skrining IMS (p=0,003). Tingkat pengetahuan yang baik dan dukungan layanan kesehatan yang memadai berhubungan dengan meningkatnya kepatuhan skrining IMS pada kelompok berisiko. Peningkatan edukasi kesehatan seksual dan penguatan layanan kesehatan yang ramah kelompok berisiko diperlukan untuk meningkatkan cakupan skrining IMS. Kata Kunci: Pengetahuan, Dukungan Layanan Kesehatan, Kepatuhan, Skrining IMS, Kelompok Berisiko