Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Sosialisasi Penggunaan Jamban Untuk Mencegah Penyakit Menular TBC di Desa Atong Aceh Besar Riansyah, Ferdi; Hidayattullah, Mhd; Karma, Taufiq; Halizasia, Gadis; Saputra, Mahruri; Fitria, Fitria; Ristiani, Ristiani; Julia Utama, Reka; Fajira, Mira
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/3s9b0019

Abstract

Sanitasi yang buruk masih menjadi penyebab utama terjadinya berbagai penyakit menular di wilayah pedesaan. Banyak masyarakat belum memahami hubungan antara perilaku buang air besar sembarangan dengan penyebaran penyakit, terutama akibat rendahnya kesadaran akan pentingnya penggunaan jamban yang layak dan sehat. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan kegiatan sosialisasi yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sanitasi dan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari kepala keluarga, ibu rumah tangga, remaja, dan tokoh masyarakat. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif dan diskusi kelompok. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test guna mengukur perubahan pengetahuan. Sebelum sosialisasi, hanya 33% peserta memiliki pemahaman yang cukup baik terkait sanitasi dan penularan penyakit. Setelah kegiatan, 87% peserta mampu menjawab dengan benar pertanyaan mengenai fungsi jamban dan bahaya buang air besar sembarangan. Selain itu, sebanyak 70% peserta menyatakan kesediaan untuk menggunakan atau membangun jamban sehat. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi komunitas efektif dalam meningkatkan kesadaran dan komitmen masyarakat terhadap perilaku hidup bersih. Pelatihan lanjutan tentang pembuatan jamban sederhana dari bahan lokal sangat dianjurkan untuk keberlanjutan perubahan perilaku.
Edukasi Pencegahan Tuberkulosis Berbasis Lingkungan dengan Penerapan PHBS di Desa Teubang Phui Baro Aceh Besar: Pengabdian Mhd. Hidayattullah; Taufiq Karma; Nasywa Nabila; Arsita Wulandari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3050

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a major public health problem in Indonesia, including in Aceh Province, which reported more than 12,000 cases in 2024, most of which were found in rural areas. This situation is exacerbated by the low public awareness of Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) and poor environmental hygiene. This community service activity aimed to improve community knowledge, attitudes, and practices related to TB prevention through environment-based CHLB education in Teubang Phui Baro Village, Aceh Besar District. The methods applied included interactive lectures, demonstrations, and participatory discussions involving 50 respondents, with knowledge evaluation conducted through pre-test and post-test assessments. The results showed an increase in the average knowledge score from 55.0 to 86.4, indicating a 31.4% improvement, with TB prevention knowledge rising by 36% and CHLB understanding by 32%. These findings indicate that environment-based education is effective in enhancing community awareness of TB prevention. Similar programs are recommended to be implemented continuously as part of efforts to support the 2030 TB elimination target in Aceh and to strengthen clean and healthy living practices at the community level.
HUBUNGAN KEBIASAAN TIDUR TERLAMBAT DENGAN INDEKS PRESTASI MAHASISWA KEDOKTERAN ABULYATAMA Deviani, Edhitta; Khaira, Nuswatul; Hidayattullah, Mhd.
Jurnal Sains Riset Vol 10, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v10i2.1598

Abstract

Tidur terlambat adalah kebiasaan tidur kurang dari waktu normal yang menyebabkankebutuhan tidur tidak tercukupi, indeks prestasi merupakan penilaian hasil usahakegiatan/aktivitas atau penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang di nyatakan dalam bentuksymbol, angka, huruf maupun kalimat yang dapat dicapai oleh setiap siswa/mahasiswadalam periode tertentu. Hasil penelitian The National Sleep Foundation, Amerika Serikat,menjelaskan bahwa pada dewasa muda usia 18-24 tahun lebih sulit untuk bangun pagidibandingkan usia diatas 30-64 tahun dan usia diatas 64 tahun. Tujuan penelitian ini untukmengetahui hubungan kebiasaan tidur terlambat dengan indeks prestasi mahasiswaKedokteran Abulyatama angkatan 2021. Metode penelitian ini menggunakan jenispenelitian deskriptif analitik dengan design cross sectional. Populasi dalam penelitian inisebanyak 127 dan sampel di ambil berdasarkan rumus slovin yaitu 97 orang. Hasil penelitiandidapakan 34 mahasiswa dengan indeks prestasi rendah, 27 mahasiswa yaitu 45.0%memiliki indeks prestasi rendah, hal ini disebabkan oleh faktor keterlambatan tidur malamdan tidak mampu mengikuti perkuliahan pagi hari sehingga mempengaruhi indeks prestasimahasiswa tersebut dan 7 mahasiswa lainnya yaitu 18,9 % juga memiliki indeks prestasirendah yang tidak disebabkan oleh faktor keterlambatan tidur malam, faktor lain yang yangmembuat indeks prestasi rendah meskipun tidak tidur terlambat, mungkin bisa disebabkanfaktor, genetik, IQ, dan lain-lain. Kebiaasan tidur yang terlambat paling banyak didapatkanpada umur 20-22 tahun, yaitu 60 orang (61,9%). Hasil penelitian dengan menggunakananalisa bivariat dengan uji analisis chi-square, di peroleh nilai P = 0,011 (p value 0,05)bahwa terdapat hubungan kebiasaan tidur terlambat dengan indeks prestasi mahasiswakedokteran abulyatama.Kata Kunci: Kebiasaan tidur terlambat, Indeks prestasi, Mahasiswa
SURVEILLANCE OF HOUSEHOLD CLEAN AND HEALTHY BEHAVIOR (PHBS) IN LAM GURON VILLAGE, PEUKAN BADA DISTRICT, ACEH BESAR Hidayattullah, mhd; Juliana; Malena; Yara Yulia; Khairunnisa; Balqis , Putri; Siti Rahmah
Aceh Sanitation Journal Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/asjo.v2i1.387

Abstract

The implementation of Clean and Healthy Behavior is a culture of life for individuals, families, and communities that is healthy-oriented and aims to improve, maintain, and protect their physical, mental, and social health. This research is a descriptive-analytic study and conducted direct interviews with respondents using a structured questionnaire. Of the ten indicators, respondents who did not apply PHBS based on the most indicators were in the larva eradication indicator. Respondents who did not eradicate larvae were 20 (35%) out of a total of 57 (100%) respondents. It is hoped that the community can do 3M Plus so that they don't just know but also apply it in their daily life so that their environment is free from larvae and does not pose a risk of dengue hemorrhagic fever.
KNOWLEDGE ABOUT CLEAN AND HEALTHY LIVING BEHAVIOR (PHBS) WITH THE INCIDENT OF DIARRHEA IN SCHOOL-AGED CHILDREN AT SMP 1 INGIN JAYA Najikhah, Nur; Hidayattullah, Mhd; Sari, Ema Novita
Aceh Sanitation Journal Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/asjo.v2i1.403

Abstract

Health problems, especially those related to clean and healthy living behavior, are prone to school-aged children. Some diseases that are often found in school-aged children include diarrhea, caries and dengue fever. Prevention of this problem can be done through a clean and healthy living behavior program. Indicators of clean and healthy living behavior in educational institutions/schools include washing hands with running water and using soap, consuming healthy snacks in the school canteen, using clean and healthy latrines, regular and measured exercise, eradicating mosquito larvae, not smoking in school, weighing and measuring height, and throwing rubbish in the right place. The aim of this research is to describe clean and healthy living behavior among school children. The research method uses a quantitative method with a descriptive approach, the samples used in this research were 50 samples, then data processing used the Microsoft Excel computer program. The results of the research show that hand washing behavior is in the category of healthy snacks in the Good category. Based on the research results, it can be concluded that the PHBS students of SMP Negeri 1 Ingin Jaya are still in the deficient category.
Analysis Of Clean Water Use And Percentage Of Diarrhea Disease In Communities In Indra Jaya District, Aceh Jaya District, 2023 Hidayattullah, Mhd.; Ulfa, Natasya
Aceh Sanitation Journal Vol 2 No 2 (2023): ,
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/asjo.v2i2.538

Abstract

This research aims to analyze the relationship between clean water usage and the percentage of diarrhea incidence in the community of Indra Jaya, Aceh Jaya Sub-district, Surabaya. The study focuses on the primary water sources used by residents, environmental sanitation conditions, and household water treatment practices. The research employed data collection through questionnaires and observations, alongside statistical analysis to assess the relationship between water sources and the incidence of diarrhea. The results indicate that the majority of respondents use river and well water as their main water sources, with a 53.3% incidence of diarrhea. Statistical analysis reveals a significant correlation between poor water sources and a high percentage of diarrhea incidence. Environmental sanitation conditions, particularly the practice of personal hygiene (Mandi, Cuci, Kakus), also influence the risk of diarrhea, especially for those using river water. The importance of household water treatment, such as boiling, as an effective measure to prevent diarrhea, is highlighted in this research. Additionally, the study underscores the role of increasing community awareness regarding the cleanliness of water sources and environmental sanitation in reducing the risk of diarrhea. To decrease the incidence of diarrhea, preventive measures involving the government and healthcare professionals are recommended, including improving community access to safe water and conducting routine sanitation inspections to ensure the safety of water sources.
Clean And Healthy Living Behavior (Phbs) With The Incidence Of Scabies In School-Age Children In Mas Assasunnajah, Aceh Besar District Najikhah, Nur; Hidayattullah, Mhd.; Putri, Rosalia; Putri, Natasha Aulia
Aceh Sanitation Journal Vol 2 No 2 (2023): ,
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/asjo.v2i2.560

Abstract

Health problems, especially those related to clean and healthy living behavior, are prone to occur in school-aged children. Some diseases that are often found in school-aged children include scabies, diarrhea and dengue fever. Prevention of this problem can be done through a clean and healthy living behavior program. Indicators of clean and healthy living behavior in educational institutions/schools include washing hands with running water and using soap, consuming healthy snacks in the school canteen, using clean and healthy latrines, exercising regularly and in a measured manner, eradicating mosquito larvae, not smoking at school. , weigh and measure height, and dispose of rubbish in the right place. The aim of this study was to determine clean and healthy living behavior and the incidence of scabies in school-aged children. The research method uses a quantitative method with a cross sectional approach, the samples used in this research were 62 samples, then data processing used SPSS. The research results showed that clean and healthy living behavior was related to the incidence of scabies (0.001). Based on the research results, it can be concluded that PHBS is related to the incidence of scabies.
Edukasi Pengaruh Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan Di Kecamatan Jaya Aceh Jaya Putri, Rosalia; Amalina, Wahida; Najikhah, Nur; Hidayattullah, Mhd.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 2 No. 3 (2024): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v2i3.82

Abstract

Stunting adalah salah satu masalah gizi yang dapat menghambat perkembangan manusia secara bermakna, anak-anak dikatakan stunting apabila tinggi badan mereka untuk usia kurang dari negatif dua standar deviasi di bawah median standar pertumbuhan anak, gangguan pertumbuhan yang gagal pada anak balita (bayi dibawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Balita usia 12-59 bulan merupakan usia yang rentan terhadap masalah gizi terutama stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di Kecamatan Jaya, Aceh Jaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional studi. Sampel dalam penelitian adalah 30 responden dengan Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji chi square dengan derajat kemaknaan (0,05). Hasil kegiatan ini adalah bahwa pengetahuan ibu berpengaruh terhadap kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan. Ibu adalah pengasuh pertama bagi anak-anak, sehingga peran ibu dalam stunting jelas penting. Keluarga adalah pendukung utama kedua untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.
Survei Prevalensi Kecacingan pada Ibu Hamil Berdasarkan Faktor Risiko Lingkungan dan Perilaku  di Kabupaten Aceh Tengah Ellianufara , Ellianufara; Putri , Rosalia; Hidayattullah, Mhd.; Nurdin, Ambia
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/jvjje021

Abstract

Kecacingan atau Cacingan sering disebut Soil Transmitted Helminth (STH)  adalah penyakit yang ditularkan melalui tanah. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah di dunia (global issue). Diperkirakan sebanyak 1,5 milyar penduduk dunia  atau sekitar 24% berisiko terserang penyakit ini. Kelompok rentan Kecacingan adalah ibu hamil (Bumil) dan anak-anak. Prevalensi Kecacingan di Indonesia mencapai 28,25% dan di Provinsi Aceh memiliki prevalensi sebesar 32,3%. survei observasional yang dilakukan pada tempat yang menjadi sasaran survei yaitu lingkungan yang diduga sebagai tempat penularan Kecacingan terutama pada Bumil. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik observasi tanpa mempengaruhi subyek yang diamati (unobtrosive). Jumlah sampel target sebanyak 210  dan  terkumpul  sebanyak 172 sampel Bumil yang tersebar di 30 desa dengan jumlah 7 sampel setiap desa pada 7 Kecamatan/Puskesmas terpilih (Ketol, Celala, Silih Nara, Linge, Pegasing, Kute Penang dan Rusip Antara). Pengambilan sampel berdasarkan puskesmas terpilih,  kriteria lokasi stunting dan sanitasi buruk dengan melakukan wawancara mendalam terhadap informan. Metode pemeriksaan telur cacing dilakukan dengan teknik Kato Katz di laboratorium. Survei dilakukan pada tanggal 24 sampai 29 April 2018. Pengolahan data dilakukan secara deskritif dan analisis perbandingan. Hasil survei menunjukkan bahwa  terdapat  26  sampel (15,1%) Bumil positif Kecacingan dengan rincian;  10 sampel   (5,8%) terinfeksi cacing  gelang (Ascariasis), 1 sampel  (0,60%)  terinfeksi cacing cambuk (Trichuriasis) serta 18 sampel (10,4%) terinfeksi cacing tambang (Ancylostomiasis). Ada diantara Bumil dengan infeksi lebih dari satu jenis cacing (double infections). Selain faktor karakteristik,  infeksi cacing pada Bumil di Kabupaten Aceh Tengah sangat dipengaruhi  faktor risiko lingkungan dan perilaku.