Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Synergistic Antihyperglycemic Effects of Soursop Leaves and Garlic in Alloxan-Induced Rats Suswidiantoro, Vicko; Safutri, Wina; Pratiwi, Mida; Putri, Diah Karika; Dwiningrum, Riza; Lestari, Fina Aulika
International Journal of Contemporary Sciences (IJCS) Vol. 1 No. 12 (2024): October 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijcs.v1i12.12038

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by elevated blood glucose levels due to impaired insulin production. Natural remedies, such as soursop leaves (Annona muricata) (SL) and garlic (Allium sativum) (GAR), are known for their antihyperglycemic properties. This study aimed to investigate the effects of SL and GAR extracts, individually and in combination, on reducing blood glucose levels in alloxan-induced diabetic rats. A total of 24 male Wistar rats were divided into six groups, receiving treatments of either metformin, SL, GAR, or their combination for seven days following alloxan administration to induce hyperglycemia. Blood glucose levels were measured before and after induction, and post-treatment on day 15. The results showed that the combined extracts exhibited better antihyperglycemic activity compared to individual treatments, with the most effective dose being 26.3 mg/kg BW SL + 31.5 mg/kg BW GAR.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN WARGA DESA TANJUNG AGUNG DALAM MEMANFAATKAN KULIT KAKAO SEBAGAI ANTIDIABETES Pisacha, Iga Mayola; Karim, Dewi Damayanti Abdul; Safutri, Wina; Putri, Diah Kartika; Rismawan, Iqfan Adi; Faizal, Doni; Purwanti, Etik
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.40245

Abstract

Kulit kakao memiliki peran penting dalam mencegah diabetes, berfungsi sebagai pengobatan herbal yang membantu proses penurunan diabetes. Namun, di Kabupaten Pesawaran, masyarakat menghadapi tantangan dalam akses terhadap obat berkualitas dan kurangnya kemampuan mengolah tumbuhan pertanian lokal sebagai alternatif pengobatan dan penghasilan. Observasi menunjukkan banyak warga Desa Tanjung Agung kesulitan mendapatkan pengobatan efektif, dengan keterbatasan dana dan masalah dalam rantai pasokan obat. Kurangnya metode pembelajaran yang variatif membuat masyarakat kurang mengenal dan menghargai tanaman tradisional sebagai alternatif pengobatan, padahal warga memiliki kelompok tani kakao yang sangat berpotensi dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Tanpa intervensi yang tepat, pengetahuan masyarakat mengenai pengobatan herbal menjadi sangat terbatas, berpotensi mengakibatkan hilangnya warisan budaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang diabetes dan manfaat teh kulit buah kakao dengan menggunakan metode ceramah dan pelatihan. Kegiatan ini meliputi pelatihan pembuatan dan pengecekan kesehatan. Dengan harapan dapat mengatasi permasalahan utama yang diidentifikasi termasuk rendahnya pengetahuan tentang diabetes dan manfaat kulit kakao. Antusias warga begitu besar terhadap adanya kegiatan tersebut, parameter kesuksesan program diukur dari peningkatan pengetahuan peserta saat pretest dan posttest. Hasil analisis data diperoleh terjadinya peningkatan pengetahuan warga dari 49,40% menjadi 87,80%. Dengan adanya kegiatan ini, harapannya masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengobatan tradisional, sehingga dapat mengembangkan identitas dan kebanggaan terhadap budaya lokal yang melimpah.
UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI KOMBINASI EKSTRAK UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum L) DAN DAUN SIRIH MERAH (Piper ornatum N.E.Br) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans Artadevy, Nadhila Fahira; Daskar, Annajim; Suswidiantoro, Vicko; Safutri, Wina
JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda) Vol. 9 No. 1 (2025): JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jifarmasi.v9i1.2001

Abstract

Candida infection caused by Candida albicans is a common health problem, especially in the skin and female reproductive organs. In Indonesia, the prevalence of candidiasis is around 20–25%, with a predominance in the hair, skin, mucous membranes, mouth, and esophagus. In Lampung Province, candidiasis incidents include severe intertrigo (56%), mild intertrigo (44%), axillary candidiasis (52%), and breast candidiasis (20%). This study aimed to evaluate the antifungal activity of a combination of garlic bulb (Allium sativum L.) and red betel leaf (Piper ornatum N.E.Br) extracts against the growth of Candida albicans. This study used a laboratory experimental method with a Completely Randomized Design (CRD), consisting of a negative control (distilled water), a positive control (fluconazole), and a combination of extracts with a ratio of 20%:20%, 20%:40%, and 40%:40%. The extract was obtained through maceration method, and antifungal activity was measured based on the inhibition zone. Phytochemical tests showed the presence of active compounds such as saponins, flavonoids, alkaloids, tannins, and steroids that act as antifungals. The results of the disc diffusion test showed the average diameter of the inhibition zone as follows: 0 mm (negative control), 6.49 ± 1.05 mm (positive control), 2.9 ± 0.26 mm (P1, weak), 4.15 ± 1.57 mm (P2, weak), 5.68 ± 2.73 mm (P3, moderate), and 6.81 ± 1.92 mm (P4, moderate). Statistical tests showed significant differences between negative and positive controls and treatments 2 and 3. In conclusion, the combination of garlic and red betel leaf extract, especially P4, has antifungal potential against Candida albicans.
Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) dan Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Propionibacterium acnes: Penelitian Agustina, Mela; Anggista Putri, Nopi; Safutri, Wina; Mayola Pisacha, Iga
Cermin Dunia Kedokteran Vol 52 No 12 (2025): Kedokteran Umum
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v52i12.1427

Abstract

Introduction: Acne is a skin disease that is often found in many teenagers to young adults. Propionibacterium acnes is one of the causes of acne infection with a prevalence of 12.9%. As long-term inappropriate use of antibiotics can cause resistance, traditional medicine using natural ingredients can act as an alternative. The secondary metabolite compounds from binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) leaves and moringa (Moringa oleifera Lam.) leaves are believed to have antibacterial activity. This study aims to determine the antibacterial activity of a combination of binahong leaves and moringa leaves in inhibiting the growth of acne-causing bacteria, Propionibacterium acnes. Methods: This quantitative experimental research study tested the antibacterial properties of binahong leaves and moringa leaves againstPropionibacterium acne with random design (RAL) of 11 treatments with 3 repetitions. Bacterial test used paper disc diffusion with a single concentration of 20%, 40%, 60% and a combination of 20%:20%, 40%:60%, and 60%:40%, with clindamycin as positive control and sterile aquadest as negative control. Results: The phytochemical screening results were that binahong leaves and moringa leaves contained alkaloids, tannins, saponins, and flavonoids while the results of the antibacterial activity test were that the 60%:40% combination was more effective in inhibiting the growth of Propionibacterium acnes with an inhibition zone diameter of 26.7 mm ± 2.0 (strong). Conclusion: Binahong leaves and Moringa leaves contain secondary metabolite compounds of tannins, alkaloids, saponins, and flavonoids, and have antibacterial activity. Binahong leaves and moringa leaves can inhibit the growth of bacterium Propionibacterium acnes with a strong inhibition zone category.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN LIP BALM DARI EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa x paradisiaca L.) Putri, Rismayanti Carla; Dwiningrum, Riza; Elanda, Yurike; Safutri, Wina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3415

Abstract

Kulit pisang kepok (Musa x paradisiaca L.) diketahui mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan vitamin C yang berpotensi sebagai antioksidan sekaligus pelembap alami. Namun, pemanfaatannya dalam sediaan kosmetik, khususnya lip balm, masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan lip balm dengan variasi konsentrasi ekstrak kulit pisang kepok (5%, 10%, dan 15%) serta mengevaluasi mutu fisik, keamanan, dan efektivitasnya sebagai pelembap bibir. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi etanol dengan rendemen sebesar 6%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan flavonoid, tanin, saponin, dan vitamin C. Formula lip balm kemudian diuji mutu fisiknya meliputi organoleptis, homogenitas, dan pH, serta dilakukan uji iritasi pada kulit dan uji kelembaban bibir dengan bantuan alat skin analyzer terhadap 10 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula memiliki bentuk semi padat dengan warna kecokelatan yang semakin pekat seiring meningkatnya konsentrasi ekstrak, bersifat homogen, dan memiliki pH dalam rentang aman (5–7). Uji iritasi memperlihatkan tidak adanya reaksi pada semua formula (skor 0), sehingga dinyatakan aman digunakan. Uji kelembaban menunjukkan peningkatan kadar air bibir secara signifikan (p < 0,001) Dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit pisang kepok berhasil diformulasikan menjadi lip balm dengan mutu fisik yang baik, aman digunakan, serta efektif sebagai pelembap bibir. Penelitian ini juga menunjukkan potensi pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai bahan kosmetik alami yang bernilai tambah.
Formulasi Blush On Stick Dengan Kombinasi Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Dan Umbi Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas) Hermalia, Adinda Shofa Hermalia; Safutri, Wina; Dwiningrum , Riza; Pratiwi , Mida
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3439

Abstract

Salah satu produk kosmetik yaitu blush on, merupakan produk riasan dekoratif yang banyak digunakan karena memberikan warna dan kesan hangat pada wajah. Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan umbi ubi jalar ungu (Ipomoea batatas) merupakan tanaman yang memiliki kandungan antosianin yang berperan penting untuk menghasilkan warna. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasi sediaan blush on stick dengan kombinasi ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan umbi ubi jalar ungu (Ipomoea batatas). Metode penelitian yang dilakukan secara eksperimental, meliputi ekstraksi dengan metode maserasi, pembuatan blush on stick dengan konsentrasi F1 (20%:20%), F2 (10%:20%), dan F3 (20%:10%), dan evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji stabilitas, dan uji iritasi telah memenuhi syarat yang berlaku. Mutu fisik sediaan blush on stick telah sesuai berdasarkan evaluasi uji fisik. Stabilitas sediaan blush on stick tetap stabil dalam penyimpanan selama 7 hari pada suhu kamar. Sediaan blush on stick dengan konsentrasi F3 (20%:10%) banyak disukai panelis berdasarkan parameter warna. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan umbi ubi jalar ungu (Ipomoea batatas) dapat diformulasikan menjadi sediaan blush on stick.
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Batam Sukoharjo Kabupaten Pringsewu Lampung Tahun 2025 Saputra, Andika Wahyu; Safutri, Wina; Pisacha, Iga Mayola; Suswidiantoro, Vicko
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pasien. Kepuasan pasien menjadi faktor krusial bagi keberlangsungan apotek, karena pelayanan yang memuaskan mendorong konsumen untuk kembali dan menjadi pelanggan tetap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengunjung terhadap pelayanan di Apotek Batam Sukoharjo berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu tangible, reliability, empathy, assurance, dan responsiveness. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, sedangkan jumlah sampel ditentukan melalui perhitungan Lemeshow. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pengunjung berada pada kategori sangat tinggi pada semua dimensi. Dimensi reliability memperoleh nilai tertinggi sebesar 96,75%, diikuti tangible 96,70%, assurance 92,10%, empathy 91,58%, dan responsiveness 90,80%. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelayanan apotek secara keseluruhan telah dilaksanakan dengan baik, terutama dalam hal keandalan petugas dan kondisi fisik apotek. Namun, aspek empathy dan responsiveness meskipun masih dalam kategori sangat puas, menunjukkan nilai relatif lebih rendah sehingga perlu menjadi perhatian utama untuk ditingkatkan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Apotek Batam Sukoharjo telah mampu memberikan pelayanan yang profesional, cepat, dan ramah, serta menjamin ketersediaan obat yang memadai, namun tetap diperlukan peningkatan pada kualitas komunikasi interpersonal dan kecepatan pelayanan guna memperkuat kepuasan konsumen.  
Uji Aktivitas Daya Hambat Kombinasi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Dan Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococus aureus Rahmawati, Fani; Dwiningrum, Riza; Rosanti, Afi Sania; Safutri, Wina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen penyebab berbagai infeksi, yang saat ini menunjukkan peningkatan resistensi terhadap beberapa antibiotik. Salah satu upaya untuk mengatasi resistensi ini adalah pemanfaatan bahan alam yang memiliki potensi antibakteri, seperti daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun jambu biji (Psidium guajava L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas daya hambat kombinasi ekstrak etanol daun pepaya dan daun jambu biji terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi kombinasi ekstrak 25% dan 30% pada perbandingan (1:1), (1:2),  (2:1), dan (3:2). Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat pertumbuhan bakteri. Hasil diameter zona hambat penelitian ini yaitu kontrol positif (21,27±1,07 mm) kategori sangat kuat, perlakuan 1 dengan perbandingan 1:1 (9,41±1,10 mm) kategori sedang, perlakuan 2 dengan perbandingan 1:2 (9,80±1,16mm) kategori sedang, perlakuan 3 dengan perbandingan 2:1 (8,94±2,21 mm) kategori sedang, perlakuan 4 dengan perbandingan 3:2 (8,55±0,97 mm) kategori sedang. Analisis data menggunakan uji ANOVA menghasilkan nilai signifikansi p=0.835 (p < 0,05) yang menunjukkan tidan ada perbedaan bermakna.  
Studi Etnomedisin Tumbuhan Berkhasiat Sebagai Antidiare Di Pekon Sukoharjo IV Kabupaten Pringsewu Rahmawati, Dina; Dwiningrum, Riza; Safutri, Wina; Putri, Nopi Anggista
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etnomedisin merupakan salah satu pendekatan yang dapat dimanfaatkan untuk menggali penggunaan tumbuhan berkhasiat obat. Etnomedisin bertujuan mengungkap pengetahuan masyarakat mengenai cara-cara menjaga kesehatan, mencegah, dan mengobati berbagai penyakit, termasuk diare. Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan angka kejadian cukup tinggi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Pringsewu. Masyarakat Pekon Sukoharjo IV masih banyak memanfaatkan tanaman obat sebagai pilihan utama dalam mengatasi diare karena dianggap lebih aman, terjangkau, dan diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan tumbuhan berkhasiat sebagai Antidiare di Pekon Sukoharjo IV. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan metode wawancara terstruktur dan observasi. Sampel penelitian berjumlah 24 responden yang dipilih secara purposive sampling,masyarakat yang memiliki pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman obat untuk mengatasi diare. Data dianalisis secara deskriptif dan ditabulasi dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian terdapat 9 jenis tumbuhan di antaranya jambu biji (Psidium guajava L.) (34%), kunyit (Curcuma longa L.) (28%), ciplukan (Physalis angulata L.) (3%), sambiloto (Andrographis paniculata) (15%), jahe (Zingiber officinale Rosc) (3%), salam (Syzygium polyanthum) (5%), cincau (Cyclea barbata) (3%), brotowali (Tinospora crispa L.) (5%), temulawak (Curcuma zanthorrhiza) (3%). Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun (53%), rimpang (30%) dan batang (16%). Cara pengolahan yang paling umum adalah direbus (67%) dan dikunyah (33%). Cara penggunaannya paling banyak dengan diminum (68%) dan dimakan (32%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan etnomedisin masyarakat Pekon Sukoharjo IV masih terjaga dengan baik dan berpotensi menjadi sumber data penting untuk pengembangan obat tradisional berbasis tanaman lokal.
Co-Authors Adi Saputra Afi Sania Rosanti Agustina, Mela Ahmad Sutomo Aini, Sarifatul Anggista Putri, Nopi Artadevy, Nadhila Fahira Arum Vika Sari Atika Nabila, Novrillia Aulika Lestari, Fina Ayu Chandra, Ananda Bayu Satriawan, Ahmad Cahyani, Vanesa Dwi Damayanti Abdul Karim, Dewi Daskar, Annajim Desni Sagita, Yona Diah Kartika Diah Kartika Putri Dina Rahmawati Dwi Oktarosada Dwiningrum , Riza Elanda, Yurike Fachry Abda El Rahman Fadia Zahra, Alya Faizal, Doni Haikal Fadhila Hammami, Akmal Hermalia, Adinda Shofa Hermalia Hotimah, Etika Khusnul Kartika Putri, Diah Katika Putri, Diah kurniati, nova Lestari, Fina Aulika Logawan, Nanggroe Malahatu Zalfa, Aisyah Marsela, Rolinia Dina Mayola Pisacha, Iga Meiliya Areza Mida Pratiwi Mida Pratiwi Miftausakina, Taufiki Muji Lestari Nopi Anggista Putri, Nopi Anggista Noventy Ratna Sari Nur Aminudin Nurazizah, Amalia Siti Pisacha, Iga Mayola Pratama, Dimas Feriza Pratama Pratiwi , Mida Purwanti, Etik Putri, Diah Karika Putri, Diah Kartika Putri, Rismayanti Carla Rahadiyanto, Kemas Ya'Kub Rahmawati, Fani Rismawan, Iqfan Adi Riza Dwiningrum Riza Dwiningrum Riza Dwiningrum, Riza Rosanti, Afi Sania Saputra, Andika Wahyu Sari, Yuhana Satriawan, Ahmad Bayu Silvi Alfiani Siti Maesaroh Siti Rahmawati Sumiyati Sunariyah Suswidiantoro, Vicko Suswidiantro, Vicko Syaifurrahman, Amir Tanoehardjo, Fransisca Srioetami Taufiki Miftausakina trijayanti, mesi Tundjung Tripeni Handayani Tundjung Tripeni Handayani, Tundjung Tripeni Vicko Suswidiantoro Windi Lestari, Nita Yamsi Nurfala Zulkifli Zulkifli