Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

The Role of Indonesia to Create Security and Resilience in Cyber Spaces [Peran Indonesia dalam Membentuk Keamanan dan Ketahanan di Ruang Siber] Rai, I Nyoman Aji Suadhana; Heryadi, Dudy; Kamaluddin N., Asep
Jurnal Politica Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Politica Mei 2022
Publisher : Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jp.v13i1.2641

Abstract

This article discusses Indonesia’s role in securing cyberspace or cyber resilience in the scope of domestic, bilateral and multilateral. Since the establishment of the National Cyber and Crypto Agency (BSSN) in 2017, Indonesia has reported many cases of cyber-attacks both in the government and in the private sphere. This article aims to find out what roles that Indonesia did in shaping cyber security and resilience in the sphere of the domestic, bilateral and multilateral. This article uses a descriptive method with literature review by using secondary data from a literature review that is available. The result of this article is that Indonesia acts as a Protectee, Mediator, and Balancer in accordance with the behavior that is shown in each phenomenon such as domestic, bilateral and multilateral (regional), which depend on the dynamic situation. However, it does not replace Indonesia’s position as a country with a status that is not in alliance with other countries, namely independence and active (Bebas-Aktif).AbstrakArtikel ini membahas tentang peran Indonesia di dalam mengamankan ruang siber atau cyberspace di lingkup domestik, bilateral dan multilateral. Sejak dibentuknya Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN pada tahun 2017, Indonesia melaporkan mendapatkan begitu banyak serangan siber baik di lingkungan pemerintahan maupun di lingkup swasta. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui peran yang dilakukan oleh Indonesia dalam membentuk keamanan dan ketahanan siber di lingkup domestik, bilateral dan multilateral. Metode riset yang digunakan adalah metode deskriptif melalui kajian literatur dengan menggunakan data sekunder dari kajian literatur yang sudah tersedia. Hasil riset menunjukan bahwa Indonesia berperan sebagai Protected, Mediator, dan Balancer sesuai dengan perilaku yang ditunjukkan di masing – masing situasi baik domestik, bilateral maupun situasi multilateral yang cenderung dinamis, namun tidak mengganti posisi Indonesia sebagai negara dengan statusnya yang tidak beraliansi dengan negara lainnya yaitu bebas aktif.
Dynamics of South Korea’s Three No’s Policy: Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) Deployment and China Relations Analysis Liani, Jihan Nadra; Rezasyah, Teuku; Heryadi, R. Dudy
Ilomata International Journal of Social Science Vol. 6 No. 3 (2025): July 2025
Publisher : Yayasan Ilomata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijss.v6i3.1787

Abstract

This research analyzes the deployment of Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) in South Korea’s foreign policy and its impact on relations with China. The study examines why South Korea took a compromising approach through the Three No’s Policy despite implementing the THAAD system as a deterrence against North Korea. Through James Rosenau’s Foreign Policy Theory with five factors (systemic, societal, governmental, idiosyncratic, and role sources), this research fills a gap in literature on decision-making dynamics in East Asian security dilemmas. The study employs qualitative methods with case study analysis, relying on primary and secondary sources including policy documents, official government statements, and bilateral economic data. Results indicate that economic dependence on China and domestic pressure became dominant factors in South Korea’s compromising decision, outweighing considerations of alliance with the United States. These findings imply that in an era of economic interdependence, even countries facing direct security threats may be forced to balance security interests with economic concerns.
Imperialisme Budaya dalam Tayangan Wisata dan Budaya pada Program Siaran Televisi di Indonesia Kusumajanti, Kusumajanti; Heryadi, R. Dudy; Kuswanti, Ana
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i1.8849

Abstract

Tayangan Wisata dan Budaya di Televisi dapat menjadi ajang promosi suatu daerah maupun negara.Imperialisme budaya asing dalam berbagai bentuk justru masuk dalam tayangan program Wisata dan Budayadi Indonesia dan hal ini haruslah dibuktikan kebenarannya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan indekskualitas program wisata budaya dan unsur imperialisme budaya dalam media televisi di Indonesia. Metodepenelitian ini yaitu Mixed Method digunakan untuk mencapai tujuan penelitian. Analisis indeks kualitasprogram wisata dan budaya yang tayang pada televisi di Indonesia menentukan angka ketercapaian sebuahprogram berkualitas berdasarkan standar yang ditetapkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia. Hasil penelitian inimenunjukkan indeks kualitas program wisata budaya Tahun 2021 yang diperoleh dari KPI adalah 3,62 dengandibandingkan standar nilai dari KPI sebesar 3,00, hal ini menunjukkan peningkatan kualitas isi tayangan.Realitas ajang promosi yang dilakukan oleh praktisi wisata terjadi imperialisme budaya, dimana tayanganpromosi dikemas dan disajikan dengan menggunakan backsound lagu asing. Kekuatan tayangan di televisimembuat penontonnya tidak mampu untuk melepaskan diri dari terpaan sehingga kesan budaya Indonesiamenjadi berkurang. Kontribusi penelitian ini memberikan usulan kebijakan kepada lembaga penyiaran untukmenayangkan tayangan wisata yang sesuai dengan budaya lokal untuk menghindari imperialisme budaya.
Legal Frameworks and Bilateral Cooperation in Combating Human Trafficking on the Indonesia–Malaysia Border Alif Oktavian; R. Dudy Heryadi; Wawan Budi Darmawan; Deasy Silvya Sari
Jurnal Hukum Vol 42, No 1 (2026): Jurnal Hukum
Publisher : Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26532/jh.v42i1.48876

Abstract

This research aims to examine human trafficking along the Indonesia–Malaysia border in Kalimantan and analyze how bilateral cooperation in border management addresses this issue. Using a qualitative descriptive approach within a normative legal framework, the study finds that human trafficking in Kalimantan is driven by several key factors, including geographic location, cultural ties, economic pressures, and government policies. Border areas such as Entikong, Aruk, and others are particularly vulnerable due to their proximity to Malaysia and strong cross-border ethnic connections. Economic factors, especially limited job opportunities in Kalimantan, push Indonesian migrant workers to seek employment in Malaysia, which offers better income and work options. Government policies, including ratification of international conventions and the establishment of a Task Force, face challenges in implementation. Effective handling of human trafficking requires strong cooperation between Indonesia and Malaysia, including joint patrols, intelligence sharing, joint training programs, collaboration with NGOs, and the development of operational protocols to strengthen border management and protect vulnerable populations.
Co-Authors Abdul Musyawardi Chalid Abdul Musyawardi Chalid, Abdul Musyawardi Aditya Sukma Bimantoro Adrian Maulana Firmansyah Ahmad, Radja Kusuma Maulidhan Akim Akim - Akim Akim Akim, Akim Alena Alenka Alfarizi, Baqi Zaenulhaq Alif Oktavia Aliyya Mahira Ana Kuswanti Anggia Utami Dewi Anggia Utami Dewi, Anggia Utami Anwari, Mohammad Raihan Arfin Surdirman Arfin Surdirman, Arfin Aulia, Kirana Putri Azzahra, Jelita Eka Azzumar, Muhammad Arsy Cecep Hermawan Cecep Hermawan Chenika Fricila Dairatul Ma’arif Deasy Silva Sari Deasy Silvya Sari Deasy Silvya Sari Deniati, Nia Dzikiara Pesona Sadewa Dzikiara Pesona Sadewa Ellissa Priyanka Fabian Nur Farizan Fariz Ruhiat Faustina Tamisari Faustina Tamisari, Faustina Habib Arsyad Hamdani Hidayat, Nashwa Safa Jihan Nadra Liani Kamaluddin N., Asep Kusumajanti, Kusumajanti Laode Muhammad Fathun, Laode Liani, Jihan Nadra Maulida Marisa Qonita Mohammad Benny Alexandri Mohammad Raihan Anwari Muhammad Fadhlan Firasyan Aclamuf Muhammad Fawwaz Afif Muhammad Ferdryansyah Muhammad Ferdryansyah, Muhammad Muhammad Rifqi Naufal Mulyono, Ainul Mutmainnah Nainggolan, Tiffany Abigail Natasya Shalika Putri Ni Made Cantya Fauza Adelamajid Nuraeni Suparman Nuraeni Suparman, Nuraeni Nurul Adhaniah Pasaribu, Rachel Graceya Epipania Junissi Rai, I Nyoman Aji Suadhana Ramadhan Pancasilawan Rezasyah, Teuku Rezky Ramadhan Antuli Sar, Deasy Sylvia Septi Annissa Rahmania silvyasari, Deasy Soni Akhmad Nulhaqim Taufik Hidayat Teuku Rezasyah Usi Alfiani Nur Waki'ah Waki'ah Waki'ah, Waki'ah Wawan Budi Darmawan Wu, Cherly Shereyah Yogi Suprayogi Sugandi Yusuf, Dedi