Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PROSPEK DIPLOMASI EKONOMI INDONESIA MELALUI POROS MARITIM DUNIA DALAM IMPLEMENTASI ASEAN BLUE ECONOMY Wu, Cherly Shereyah; Pasaribu, Rachel Graceya Epipania Junissi; Azzahra, Jelita Eka; Heryadi, Dudy; Sar, Deasy Sylvia
Jurnal Ilmiah Widya Sosiopolitika Vol 5 No 2 (2023): DIPLOMASI DAN ISU-ISU INTERNASIONAL
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JIWSP.2023.v05.i02.p04

Abstract

Artikel ini menganalisis implementasi Poros Maritim Dunia (PMD) Indonesia dalam konteks diplomasi ekonomi ASEAN dan kaitannya dengan gagasan Blue Economy di Asia Tenggara. Studi ini mengidentifikasi ambisi Indonesia dalam memimpin pemberdayaan maritim Asia Tenggara untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan dan mengkaji prospek implementasi kebijakan PMD dari tahun 2019 hingga 2023. Melalui analisis dokumen dan literatur, penelitian ini menyoroti pentingnya keselarasan antara kebijakan PMD dan Blue Economy dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan inklusif di ASEAN. Namun, penelitian juga mencatat bahwa implementasi kebijakan PMD belum sepenuhnya menyentuh dimensi ekonomi ASEAN. Dalam konteks ini, penelitian ini berusaha memberikan kontribusi dengan menganalisis prospek diplomasi ekonomi Indonesia dengan ASEAN melalui Poros Maritim Dunia, khususnya dalam rangka penerapan ASEAN Blue Economy. Temuan artikel ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang tantangan dan peluang dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang dapat memperkuat kolaborasi regional dan implementasi ASEAN Blue Economy Kata kunci : ASEAN Blue Economy, Poros Maritim Dunia, Diplomasi Ekonomi Indonesia dan ASEAN
Global Governance in the 21st Century: A Digital Trends and Transformation Alfarizi, Baqi Zaenulhaq; silvyasari, Deasy; Heryadi, Dudy
Global Local Interactions: Journal of International Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Global-Local Interactions: Journal of International Relations
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/gli.v4i1.31682

Abstract

This article explores the dynamics of global governance in the 21st century, focusing on the trends and digital transformations that are reshaping traditional paradigms. With technological advancements, global governance not only faces new complexities but also unprecedented opportunities for innovation. This research discusses the impact of digital transformation on global decision-making, the role of non-governmental actors, and the necessary adaptations to confront the digital era. Policy analysis highlights challenges in cybersecurity, the need for responsive regulations, and the involvement of non-governmental actors in shaping the direction of global policies. Considering the multilevel governance theoretical framework, this article examines how policy dynamics at the international, national, and local levels interact within the context of digital transformation. A profound understanding of the innovative roles of technology companies, non-governmental organizations, and civil society is central to explaining how global governance can be inclusive and empower all stakeholders. Flexibility in regulations, adaptation to cutting-edge technologies, and collaborative approaches are key to achieving effective and sustainable governance in this digital era. The future outlook discusses expected paradigm shifts, emphasizing the need for adaptable regulations and closer global collaboration to address new challenges. Looking ahead, this article proposes policy directions and governance practices that enable the world to harness the positive potential of digital transformation without neglecting responsibility to the global community.
Peran APEC dalam Mengatasi Kemiskinan Masyarakat Pesisir di Kawasan Asia-Pasifik melalui Implementasi Blue Economy Ni Made Cantya Fauza Adelamajid; Aditya Sukma Bimantoro; Natasya Shalika Putri; Deasy Silvya Sari; R. Dudy Heryadi
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 7 No. 1 (2024): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Asia-Pasifik kini telah menjadi poros perekonomian dunia yang berorientasi padapotensi maritim. Namun ironisnya, sebagian besar masyarakat pesisir di wilayah Asia-Pasifikjustru hidup dalam kubangan kemiskinan. Pengelolaan sumber daya laut yang salah menjadisalah satu faktor penyebab utama. Guna mengatasi permasalahan tersebut, blue economydisinyalir menjadi pendekatan baru yang bertujuan untuk menciptakan perekonomian maritimyang lebih inklusif dan berkelanjutan. Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) sebagai forum kerja sama regional di Asia-Pasifik memiliki peran penting dalam memastikanpelaksanaan blue economy di kawasan. Penelitian ini akan mengkaji bagaimana pengaruh blueeconomy terhadap masyarakat pesisir di kawasan Asia-Pasifik serta bagaimana peran APECdalam mendorong pengimplementasian blue economy di Asia-Pasifik. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, penelitian kualitatif adalah sebuahmetode penelitian yang digunakan untuk melihat realitas ganda (majemuk), hasil konstruksidalam pandangan holistik. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa APEC memilikiperan konkret dalam mewujudkan model blue economy di kawasan Asia-Pasifik. Penerapanblue economy juga ditinjau berpengaruh signifikan terhadap perbaikan ekonomi dan kualitashidup masyarakat pesisir Asia-Pasifik.
BRICS: Tantangan dan Peluang Dalam Tata Kelola Global Muhammad Fawwaz Afif; Adrian Maulana Firmansyah; Dudy Heryadi; Deasy Silvya Sari
TRANSBORDERS: International Relations Journal Vol. 8 No. 1 (2024): TransBorders: International Relations Journal
Publisher : Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/transborders.v8i1.12214

Abstract

BRICS merupakan salah satu kekuatan ekonomi dan politik baru di dunia. Peran mereka dalam tata kelola global semakin penting. Namun, BRICS juga menghadapi berbagai tantangan dan peluang dalam tata kelola global.Tantangan internal yang dihadapi oleh BRICS antara lain: keragaman latar belakang dan kepentingan, ketidakseimbangan kekuatan, dan kurang pengalaman. Tantangan eksternal yang dihadapi oleh BRICS antara lain: oposisi dari negara-negara Barat dan persaingan dari negara-negara lain. BRICS juga memiliki berbagai peluang dalam tata kelola global, yaitu kekuatan ekonomi yang semakin besar, keberagaman latar belakang dan kepentingan, dan kebutuhan akan perubahan. Untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang dalam tata kelola global, BRICS perlu meningkatkan kerja sama dan koordinasi di antara anggotanya, membangun kapasitas dan pengalaman, serta membangun hubungan kerja sama dengan negara-negara lain.
SINGAPORE-AUSTRALIA DIGITAL ECONOMY AGREEMENT (SADEA) SEBAGAI INSTRUMEN PENINGKATAN KERJA SAMA EKONOMI DIGITAL SINGAPURA DAN AUSTRALIA TAHUN 2020 Usi Alfiani Nur; Alena Alenka; Jihan Nadra Liani; Dudy Heryadi; Deasy Silvya Sari
Indonesian Journal of International Relations Vol 8 No 2 (2024): INDONESIAN JOURNAL OF INTERNATIONAL RELATIONS
Publisher : Indonesian Association for International Relations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32787/ijir.v8i2.589

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis alasan Australia menyepakati Singapore-Australia Digital Economy Agreement (SADEA) pada tahun 2020. Dengan menggunakan perspektif teori liberalisme, penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang mendorong Australia untuk meningkatkan kerja sama ekonomi digital dengan Singapura. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis mendalam terhadap studi pustaka yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Australia dan Singapura memiliki pertumbuhan ekonomi digital yang signifikan, didorong oleh berbagai sektor seperti e-commerce, fintech, dan layanan digital. SADEA merupakan langkah strategis untuk memperdalam kerja sama digital kedua negara, memperkuat integrasi ekonomi, serta meningkatkan daya saing di tingkat regional dan global. SADEA dapat menjadi instrumen penting bagi Australia dan Singapura dalam mengembangkan kerja sama ekonomi digital yang saling menguntungkan.
Upaya UNESCO dalam Menekan Angka Buta Huruf di Sudan Selatan dalam Rangka Implementasi SDG Nainggolan, Tiffany Abigail; Azzumar, Muhammad Arsy; Heryadi, R. Dudy; Sari, Deasy Silvya
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v7i2.61771

Abstract

Sudan Selatan merupakan negara yang memiliki tingkat iliterasi tertinggi di Sub-Sahara. Menurut UNESCO, Sudan Selatan merupakan negara ke-3 di dunia dengan tingkat angka buta huruf orang dewasa terendah. Data ini membuktikan bahwa angka buta huruf di Sudan Selatan menjadi permasalahan yang memerlukan perhatian khusus. Tercatat 2,8 juta anak-anak berhenti sekolah disebabkan oleh kurangnya kemampuan guru dalam mengajar, fasilitas yang tidak memadai, kelaparan, konflik, perubahan iklim, pernikahan dini, kurangnya mobilitas dan alat bantu bagi siswa disabilitas. Isu ini mendorong pemerintah dan organisasi internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui usaha menekan angka buta huruf di Sudan Selatan sebagai upaya implementasi SDG 4. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi pustaka sebagai metode pengumpulan data, artikel ini ditulis untuk menganalisis peran UNESCO dalam menekan angka buta huruf di Sudan Selatan sebagai salah satu upaya implementasi SDG 4. Untuk memahami dan menjelaskan isu tersebut, penulis menggunakan konsep Sustainable Development Goals 4.6 dan konsep organisasi internasional. Berdasarkan studi ini, penulis menemukan bahwa UNESCO turut melakukan upaya melalui berbagai agenda dengan tujuan mendorong kualitas pendidikan di Sudan Selatan. Upaya UNESCO mendorong implementasi SDG 4.6 yang memiliki fokus terhadap peningkatan angka literasi dan numerasi masyarakat. South Sudan has the highest illiteracy rate in Sub-Saharan Africa. According to UNESCO, South Sudan has the world's third-lowest adult illiteracy rate. This statistic demonstrates that the illiteracy rate in South Sudan is a serious issue. 2.8 million children have dropped out of school owing to a lack of teaching skills, poor facilities, starvation, violence, climate change, early marriage, and a lack of mobility and assistive equipment for students with impairments. This problem urges the government and international organizations to enhance the quality of education in South Sudan by reducing illiteracy as part of the implementation of SDG 4. By using a qualitative approach and literature studies as data collection methods, this article was written to analyze UNESCO's role in reducing illiteracy in South Sudan as part of SDG 4 implementation. To understand and explain that issue, the authors use Sustainable Development Goals 4.6 concept and the international organization concept. Based on this study, the authors found UNESCO is also working to improve the quality of education in South Sudan through various programs. UNESCO's efforts to promote the implementation of SDG 4.6, which focuses on improving literacy and numeracy rates.
Kerja Sama Indonesia dan UNICEF dalam Rangka Menuju Indonesia Bebas Stunting Tahun 2021-2025 Aulia, Kirana Putri; Hidayat, Nashwa Safa; Ahmad, Radja Kusuma Maulidhan; Heryadi, R. Dudy; Sari, Deasy Silvya
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v7i2.60585

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak. Untuk dapat mempercepat penurunan prevalensi stunting, pemerintah Indonesia bekerja sama dengan UNICEF melalui program Country Program Action Plan (CPAP) 2021–2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kerja sama tersebut dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan analisis tematik. Teori fungsi organisasi internasional dari Harold K. Jacobson digunakan untuk mengkaji peran UNICEF dalam kerja sama ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UNICEF menjalankan fungsi informatif, normatif, pengawasan, dan operasional, namun tidak terlibat langsung dalam pembuatan peraturan. Melalui dukungan teknis, edukasi, evaluasi kebijakan, dan penyaluran dana sebesar US$150 juta, kerja sama ini terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam upaya penurunan stunting. Kolaborasi multisektoral ini menjadi contoh penting peran organisasi internasional dalam pembangunan kesehatan anak. Stunting remains a significant public health issue in Indonesia, with long-term impacts on child growth and development.  The Indonesian government partnered with UNICEF through the Country Program Action Plan (CPAP) 2021–2025 to reduce the stunting cases to 14% by 2024. This study aims to analyze the nature of this cooperation using a qualitative method and thematic analysis approach. This article applies Harold K. Jacobson’s theory of international organization functions to examine UNICEF’s role. The findings show that UNICEF performs informative, normative, monitoring, and operational functions, though it does not directly engage in rule-making. Through technical assistance, education campaigns, policy evaluation, and financial support amounting to US$150 million, the cooperation has significantly contributed to reducing stunting. This multisectoral collaboration highlights the major role of international organizations in promoting child health development.
Five Eyes Alliance Policy Towards China-Huawei Public-Private 5G Partnerships Muhammad Fadhlan Firasyan Aclamuf; Yusuf, Dedi; Muhammad Rifqi Naufal; Deniati, Nia; Heryadi, Dudy; Sari, Deasy Silvya
Global Focus Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Department of International Relations, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jgf.2025.005.01.5

Abstract

In the transformation of global infrastructure, the emerging 5G technology has become the cornerstone of a digital revolution that has changed the way humans do business and interact with each other. Huawei is one of the Chinese technology companies that has made a name as a global leader in this technology. However, the existence of Public Private Partnership (PPP) between China and Huawei makes western countries, especially countries that join the Five Eyes intelligence alliance feel threatened, especially in their cyber security. This research aims to analyze the Five Eyes policy towards the public private partnership between the Chinese government and Huawei. This research uses the theory of cybersecurity and the concept of Public-Private Partnership as the research analysis framework. This research found that Huawei's launch of 5G technology supported by the Chinese government caused opposition from Western countries that are members of the Five Eyes intelligence alliance. Based on national security reasons, the launch of 5G technology by Huawei and the Chinese government is considered dangerous and is allegedly a strategy of the Chinese government to conduct espionage and other spying activities against countries in the world to fulfill the interests of the country. This triggered the imposition of a ban on Huawei's 5G technology in several countries, including the Five Eyes member countries.
Strategi Diplomasi Merek Global: Pendekatan Brand Lokal Kosmetik Pria dalam Membangun Citra Merek di Malaysia Anwari, Mohammad Raihan; Heryadi, R. Dudy
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i2.1356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang bagaimana identitas dan reputasi dari Indonesia menjadi strategi untuk membangun citra merek kosmetik di Malaysia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam penelitian ini, teori yang digunakan adalah teori konstruktivisme. Berdasarkan penelitian ini, ditemukan sejumlah hasil. Indonesia sendiri memiliki tiga komponen kekuatan yang digunakan menjadi strategi komunikasi dalam membangun diplomasi dengan Malaysia melalui produk kosmetik. Pertama, Indonesia dikenal dekat dengan Korea Selatan karena adanya hubungan kerja sama dan perkembangan tren budaya Korea Selatan karena masyarakat Indonesia. Kemudian, adanya reputasi sebagai sumber dan pemberi bahan alami terbaik untuk kosmetik. Terakhir, Indonesia juga memiliki sistem halal yang terbangun karena aspek agama di mana ini sama dengan Malaysia, maka ini membuat produk Indonesia mudah masuk ke Malaysia. Berdasarkan kesimpulan, Indonesia memiliki kekuatan dalam citra dan reputasi sehingga dalam kerja sama diplomasi ini mempermudah Indonesia untuk memasukkan produk kosmetik yaitu Azerine sehingga merek kosmetik ini dapat terbangun di Malaysia
Geopolitical Influences in Indonesia’s Nickel Industry Mulyono, Ainul Mutmainnah; R. Dudy Heryadi; Akim
Ilomata International Journal of Social Science Vol. 6 No. 4 (2025): October 2025
Publisher : Yayasan Ilomata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijss.v6i4.1843

Abstract

This study analyzes Indonesia's strategic role in the global nickel industry and its implications for geopolitical dynamics, particularly in the context of the rivalry between the United States and China in the electric vehicle battery sector. Despite its possession of the world's largest nickel reserves, Indonesia faces considerable challenges due to domestic policies, including the prohibition of nickel ore exports and the preponderance of Chinese investment. The enactment of the U.S. Inflation Reduction Act (IRA) has further exacerbated the already complex situation in Indonesia by imposing restrictions on subsidies for battery materials, thereby limiting their availability to those sourced exclusively from official U.S. trading partners. This research utilizes a qualitative approach and a literature study to reveal that the Republic of Indonesia is currently confronted with a complex geopolitical dilemma. It is imperative to implement a hedging strategy to ensure the maintenance of balanced relations with both major powers while concurrently expanding strategic partnerships with other nations. The findings offer policy insights that could be used to strengthen Indonesia's role in the global clean energy supply chain.
Co-Authors Abdul Musyawardi Chalid Abdul Musyawardi Chalid, Abdul Musyawardi Aditya Sukma Bimantoro Adrian Maulana Firmansyah Ahmad, Radja Kusuma Maulidhan Akim Akim - Akim Akim Akim, Akim Alena Alenka Alfarizi, Baqi Zaenulhaq Alif Oktavia Aliyya Mahira Ana Kuswanti Anggia Utami Dewi Anggia Utami Dewi, Anggia Utami Anwari, Mohammad Raihan Arfin Surdirman Arfin Surdirman, Arfin Aulia, Kirana Putri Azzahra, Jelita Eka Azzumar, Muhammad Arsy Cecep Hermawan Cecep Hermawan Chenika Fricila Dairatul Ma’arif Deasy Silva Sari Deasy Silvya Sari Deasy Silvya Sari Deniati, Nia Dzikiara Pesona Sadewa Dzikiara Pesona Sadewa Ellissa Priyanka Fabian Nur Farizan Fariz Ruhiat Faustina Tamisari Faustina Tamisari, Faustina Habib Arsyad Hamdani Hidayat, Nashwa Safa Jihan Nadra Liani Kamaluddin N., Asep Kusumajanti, Kusumajanti Laode Muhammad Fathun, Laode Liani, Jihan Nadra Maulida Marisa Qonita Mohammad Benny Alexandri Mohammad Raihan Anwari Muhammad Fadhlan Firasyan Aclamuf Muhammad Fawwaz Afif Muhammad Ferdryansyah Muhammad Ferdryansyah, Muhammad Muhammad Rifqi Naufal Mulyono, Ainul Mutmainnah Nainggolan, Tiffany Abigail Natasya Shalika Putri Ni Made Cantya Fauza Adelamajid Nuraeni Suparman Nuraeni Suparman, Nuraeni Nurul Adhaniah Pasaribu, Rachel Graceya Epipania Junissi Rai, I Nyoman Aji Suadhana Ramadhan Pancasilawan Rezasyah, Teuku Rezky Ramadhan Antuli Sar, Deasy Sylvia Septi Annissa Rahmania silvyasari, Deasy Soni Akhmad Nulhaqim Taufik Hidayat Teuku Rezasyah Usi Alfiani Nur Waki'ah Waki'ah Waki'ah, Waki'ah Wawan Budi Darmawan Wu, Cherly Shereyah Yogi Suprayogi Sugandi Yusuf, Dedi