Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Indeks Kepuasan Masyarakat Pada Kualitas Pelayanan Program Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Rosella PT Bukit Asam, Tbk. (PTBA) Sahadi Humaedi; Meilanny Budiarti Santoso; Luthfiansyah Hadi Ismail
Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i1.34207

Abstract

Kehadiran industri yang secara langsung maupun tidak langsung akan membawa perubahan baik fisik maupun non fisik pada kehidupan masyarakat sekitarnya. Perubahan tersebut salah satunya dilakukan perusahaan melalui implementasi program corporate social responsibility (CSR) yang dipandang sebagai salah satu upaya membangun hubungan baik dengan masyarakat sekitar, begitupun dengan PT Bukit Asam (PTBA). Program unggulan CSR PTBA adalah Program SIBA Rosella yang bermaksud memberdayakan masyarakat melalui kegiatan budidaya tanaman rosella dan produksi aneka olahan turunannya. Sebagai salah satu pihak yang melakukan pelayanan publik melalui program SIBA Rosella, tentunya perlu dilakukan evaluasi terhadap pelayanan yang dilakukan terhadap masyarakat penerima program. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan program CSR PTBA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif  deskriptif untuk menjelaskan indeks kepuasan masyarakat (IKM) terhadap program yang dilaksanakan. Hasil keseluruhan IKM berada pada interval 3.54 dan berdasarkan tabel interval dalam Permen PAN RB No. 14 Tahun 2017 mengenai Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat, maka mutu program CSR SIBA Rosella dalam kategori A dengan nilai konversi 88.50, ini artinya kinerja program berada pada kategori sangat baik. Capaian nilai pada IKM yang telah didapatkan tersebut menunjukkan pelayanan yang sangat baik karena berbagai indikator penyusunnya dapat dicapai secara keseluruhan mulai dari kepastian waktu pelayanan, akurasi pelayanan, kesopanan dan keramahan, tanggung jawab, kelengkapan, dan kemudahan mendapatkan pelayanan.
PENGASUHAN DENGAN METODE MENANGGAPI TINDAKAN ANAK Nandang Mulyana; Ishartono Ishartono; Meilanny Budiarti Santoso
Share : Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.547 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i2.19787

Abstract

 Abstrak Mengasuh anak merupakan kewajiban orang tua. Dalam pelaksanaanya tidak semua orang tua dapat menjalankan pola asuh sesuai dengan keutuhan dari anak. Orang tua seringkali tidak menyadari bahwa telah melakukan perlakuan yang salah dalam mengasuh anak. Hal ini berkaitan dengan budaya dalam mengasuh anak dalam masyarakat. Banyak kasus kekerasan yang secara tidak langsung dilakukan oleh orang tua. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan adanya teknik parenting ynag dimiliki oleh oramg tua. Teknik kajian yang digunakan dalam artikel ini adalah kualitatfi dengan tujuan untuk memperoleh gambaran secara mendalam mengenai teknik parenting yang dilakukan oleh orang tua. Informan merupakn orang tua yang memmpunyai anak dan melakukan pengasuhan. Orang tua yang menjadi informan terbagi atas orang tua yang salah satu bekerja dan keduanya bekerja. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa orang tua yang menjadi informan telah menjalankan teknik parenting seperting yang diemukakan oleh Grusec. Hal ini dapat dilihat dari jawaban yang bersifat positif dari setiap indikator kajian. Dengan demikian informan telah mengetahui dan memahami dan menjalankan teknik parenting. Abstract Parenting is an obligation of parents. In the implementation not all parents can carry out parenting according to the integrity of the child. Parents often do not realize that they have done wrong treatment in parenting. This is related to the culture of parenting in the community. Many cases of violence are indirectly carried out by parents. To overcome this problem, there is a need for parenting techniques that are owned by older people. The study technique used in this article is qualified in order to obtain an in-depth picture of parenting techniques carried out by parents. Informants are parents who have children and do care. Parents who become informants are divided into parents whose one works and both work. The results of this study indicate that parents who were informants had carried out parenting techniques as suggested by Grusec. This can be seen from the positive answers from each study indicator. Thus the informant has known and understood and carried out the parenting technique. 
PERAN PEMBIMBING KEMASYARAKATAN DALAM PENANGANAN ANAK BERKONFLIK DENGAN HUKUM OLEH BALAI PEMASYARAKATAN Meilanny Budiarti Santoso; Rudi Saprudin Darwis
Share : Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.251 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i1.13819

Abstract

Penanganan Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum (ABH) tidak dapat dilakukan seperti terhadap orang dewasa. Balai Pemasyarakatan (BAPAS), melalui peran Pendamping Kemasyarakatan yang dimilikinya, berperan penting dalam proses peradilan ABH sesuai dengan peraturan perundanganundangan yang berlaku. Pada tulisan ini akan dipaparkan pelaksanaan peran dari Pendamping Kemasyarakatan (PK) dalam menjalankan fungsi BAPAS pada penanganan ABH. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif guna mencermati perilaku, tindakan, lingkungan sosial serta aspek lainnya yang terkait dengan pelaksanaan peran (PK) pada setiap tahap dalam proses peradilan yang dijalani oleh ABH, yaitu pada tahap sebelum pengadila (pra-adjudikasi), tahap pengadilan (adjudikasi), dan tahap setelah pengadilan (post-adjudukasi).Hasil penelitian menunjukan bahwa PK tidak dapat melakukan pendampingan secara penuh sebagaimana mestinya kepada ABH yang menjalani proses peradilan. Hal ini antara lain disebabkan oleh keterbatasan jumlah PK yang dimiliki BAPAS sehingga seorang PK harus mendampingi beberapa orang ABH yang seringkali lokasinya berjauhan dengan waktu yang terbatas. Meskipun demikian, fungsi BAPAS dalam proses penanganan ABH dapat dijalankan sesuai tahapan yang ditetapkan. BAPAS dapat menjalankan fungsi sebagai lembaga yang menangani ABH berbeda dengan cara penanganan orang dewasa, sesuai perundangan-undangan.
KESEHATAN MENTAL DALAM PERSPEKTIF PEKERJAAN SOSIAL Meilanny Budiarti Santoso
Share : Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.715 KB) | DOI: 10.24198/share.v6i1.13160

Abstract

Kehidupan manusia bersifat dinamis dan dari kedinamisan tersebut dapat dipastikan menimbulkan berbagai masalah dan bahkan juga solusi bagi kehidupan manusia itu sendiri, baik bagi diri perorangan ataupun bagi masyarakat sebagai satuan kumpulan individu. Sebagai makhluk yang memiliki aspek bio-psiko-sosio-spiritual dalam dirinya, manusia merupakan makhluk yang mengusung nilai, sehingga tidak dapat mengenyampingkan nilai-nilai sebagai pegangan dan pedoman dalam kehidupannya. Kedinamisan hidup dan keberadaan nilai-nilai saling mempengaruhi satu sama lain dalam diri manusia, sayangnya yang terjadi adalah dengan semakin dinamisnya kehidupan manusia, justru semakin rendah pemahaman manusia terhadap nilai dan semakin pudarnya nilai-nilai yang dianut dan dimiliki oleh manusia, sehingga menjadi pemicu munculnya berbagai macam masalah kesehatan mental di masyarakat.
DISKURSUS CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DALAM MEWUJUDKAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) Meilanny Budiarti Santoso; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 11, No 2 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i2.37076

Abstract

Corporate social responsibility (CSR) masih menjadi konsep yang ambigu. Ambiguitas terjadi antara lain karena konsep CSR melintasi beberapa disiplin ilmu, yang secara konseptual tidak diajarkan secara komprehensif di lembaga pendidikan dan secara global telah menantang peran serta tanggung jawab dari karyawan, perusahaan dan juga Negara. Terlepas dari persepsi ambiguitas berdasarkan tinjauan literatur yang luas tersebut, secara konsepsual CSR terkait dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang pada umumnya dianggap berhubungan dengan pengambilan keputusan bisnis yang mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Bahkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) menjadi isu tersendiri dalam program-program CSR di seluruh dunia, demikian pula Indonesia. Kajian ini dilakukan secara kualitatif dan melalui studi pustaka. Dari ketiga aspek yang berbeda, namun saling berhubungan, studi ini menemukan ada sejumlah besar penelitian yang menilai hubungan antara CSR dengan kinerja bisnis keuangan (ekonomi) dan CSR dengan aspek manusia (sosial), tetapi kurang menilai hubungan CSR dengan aspek lingkungan. Penelitian tentang aspek lingkungan yang sudah dipelajari oleh para pakar masih terbatas, dan berbagi literatur secara signifikan menunjukkan kurangnya integritas atau universalitas. Beberapa hasil penelitian mengklaim bahwa hal tersebut dikarenakan kurangnya kerangka kerja analitis yang sistematis, sehingga kondisi tersebut menantang berbagai pihak untuk mengembangkan berbagai tools untuk mendorong praktik CSR dengan memperhatikan ketiga aspek tersebut, khususnya terkait aspek lingkungan.
DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN SOSIAL LANSIA DI PANTI Camelia Kristika Pepe; Hetty Krisnani; Dessy Hasanah Siti A.; Meilanny Budiarti S.
Share : Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.523 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i1.13809

Abstract

Lanjut usia merupakan fase kehidupan yang umumnya akan dilalui oleh setiap manusia. Fase ini merupakan proses dari berkurang dan hilangnya beberapa sumber primer yang mendukung kehidupan lansia, baik sumebr biologis, ekonomi, soaial dan ekonomi. Panti Lansia (wreda atau jompo) disediakn dengan tujuan utama adalah menopang atau mendukung kehidupan lansia. Tidak sedikit para lanjut usia yang tinggal di Panti masih memiliki keluarga, baik keluarga keluarag inti atau keluarga besar. Namun demikian dukungan sosial keluarga tetap diperlukan bagi lansia walau lansia telah berada di Panti. Para lansia perlu dukungan perhargaan, masih membutuhkan informasi tentang perkembangan di luar panti, membutuhkan dukungan ekonomi dan penyaluran minat-bakat, serta masih membutuhkan dukungan sosial lainnya. Ssehingga dukungan sosial dari keluarga sangat penting dalam proses palayanan Lansia di Panti-panti yang ada.
ASSESSMENT KEBERFUNGSIAN SOSIAL PADA REMAJA DENGAN LATAR BELAKANG ORANG TUA BERCERAI meilanny budiarti santoso; nunung nurwati; salsabila wahyu hadianti
Share : Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.134 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i1.16027

Abstract

Topik remaja selalu menarik untuk dibahas, terlebih mengenai remaja dengan latar belakang orang tua bercerai. Bukan hanya perceraian orang tua yang menjadi permasalahan dalam keluarga, melainkan keberadaan anak usia remaja dalam keluarga bercerai seringkali menjadi bermasalah, yaitu sebagai bentuk ekspresi kekecewaan anak (terlebih pada usia remaja) terhadap keadaan orang tuanya. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa terjadinya perceraian pada orang tua dapat dipandang dari sisi yang positif oleh anak, yaitu dijadikan sebagai motivasi bagi anak agar terhindar dari pengalaman buruk yang telah dialami oleh orang tuanya. Keberadaan remaja dengan latar belakang orang tua bercerai yang menjadi informan dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan instrument assessment keberfungsian sosial bagi remaja dengan berfokus pada poin-poin sebagai berikut: (1). Penampilan di sekolah; (2). Hubungan dengan orang tua; (3). Seksualitas remaja; dan (4). Masalah yang bisa terjadi.
LGBT DALAM PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA MEILANNY BUDIARTI SANTOSO
Share : Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.871 KB) | DOI: 10.24198/share.v6i2.13206

Abstract

Resolusi tentang pengakuan atas hak-hak LGBT adalah resolusi PBB yang pertama yang secara spesifik mengangkat isu pelanggaran HAM berdasarkan orientasi seksual dan identitas gender. Resolusi tentang pengakuan atas hak-hak LGBT inilah yang dijadikan sebagai landasan tuntutan bagi kaum LGBT dalam menuntut hak-hak mereka dengan mengatasnamakan hak asasi manusia. Namun demikian, di Indonesia, tentunya berbicara mengenai penegakkan hak asasi manusia, khususnya yang diperjuangkan oleh komunitas LGBT, penegakkannya harus disesuaikan dengan aturan hukum dan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar Negara dan landasan falsafah kehidupan berbangsa dan bernegara.
STRATEGI PENCEGAHAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM SITUASI BENCANA (STUDI KASUS PENERAPAN STRATEGI PENCEGAHAN DP3AKB JABAR) Anisa Anisa; Muhammad Fedryansyah; Meilanny Budiarti Santoso
Share : Social Work Journal Vol 10, No 2 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i2.31243

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan sebagai kelompok rentan dalam situasi bencana adalah isu yang kurang mendapat perhatian dalam proses penanggulangan bencana. Padahal isu ini sering kali terjadi, mulai dari tindak kekerasan yang ringan seperti diskriminasi, subordinasi, marginalisasi, beban ganda. Hingga tindak kekerasan yang serius seperti kekerasan secara fisik, psikis hingga ekonomi. Jawa Barat sebagai salah satu provinsi yang rawan terjadi bencana, baik bencana alam, non – alam, ataupun bencana sosial memerlukan pedoman untuk pencegahan kekerasan terhadap perempuan dalam situasi bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dalam situasi bencana dengan menggunakan analasis manajemen stratefi David (2011). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptf dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi non pastipatif dan studi dokumentasi. Dalam penelitian ini informan yang terlibat berjumlah 11 orang. Hasil penelitian ini menggambarkan upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dalam situasi bencana yang telah di lakukan oleh lembaga DP3AKB Jabar. Di dalamnya membahas tiga tahap manajemen strategi yaitu tahap perumusan strategi, tahap implementasi strategi dan tahap evaluasi strategi. Namun, hasil pelaksanaan strategi masih belum dapat mencapai tujuan. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis merekomendasikan sebuah plan of treatment berupa kegiatan Penguatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Situasi Bencana dengan tujuan untuk meningkatkan dan menguatkan peran masyarakat dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dalam segala situasi termasuk dalam situasi bencana.
NEURO-LINGUISTIC PROGRAMMING UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI PADA REMAJA PENGHUNI PANTI ASUHAN ROHADATUL JANNAH Meilanny Budiarti Santoso; Marsha Nurul Lutfiah; Hery Wibowo
Share : Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i1.25653

Abstract

Tulisan ini mengupas tentang aplikasi Neuro-Linguistic Programming dalan menunjang proses pengembangan diri, khususnya dalam upaya meningkatkan kepercayaan remaja di Panti Asuhan Rohadatul Jannah. Remaja, merupakan satu tahap perkembangan yang lekat dengan isu kepercayaan diri, depresi, perlaku beresiko, kecenderungan melanggar aturan dan sebagainya. Pada lain pihak, remaja merupakan tahapan perkembangan yang masih memerlukan pembimbingan orang tua. Remaja yang tinggal jauh dari orang tua, berpotensi memiliki sejumlah permasalahan ‘tambahan’ dibanding mereka yang hidup bersama orang tua dan keluarganya. Beragam pemikiran berpontesi muncul sebagai efek keterpisahan tersebut.  Pikiran yang mendominasi adalah cemas, ketakutan dan kegelisahan. Pikiran-pikiran tersebut dapat menghambat perkembangan diri remaja. Pada sisi lain, pekerja sosial memiliki sejumlah metode bekerja dengan individu yang memiliki kegunaan untuk membangun potensi diri, kepercayaan diri dan konsep diri remaja. Berbasis penuturan dimuka, maka dibangun sebuah aktivitas yang menggunakan metode Neuro-Linguistic Programming dalam treatment atau intervensinya, untuk menumbuhkan pikiran-pikiran positif pada diri remaja seperi rasa percaya diri dan keyakinan yang kuat serta dapat mengontrol diri dan emosinya.
Co-Authors -, Anisa - A. Rachim, Hadiyanto AA Sudharmawan, AA Abi Muhammad Nugraha Abie Besman Afifah Septiani Agus Wahyudi Riana Ahmad Buchari Aisyah Roziika Aldi Ahmad Rifa'i Aldi Ahmad Rifai ALI AR-RIDHO Alma Amarthatia Azzahra AMANDA, MAUDY PRITHA Aminnita, Febyana Sri Ana Nur Latifah Andy Yudha Hutama Anisa Anisa Anjani, Dina Anjumiz Sunani Annasjla Byandra Haer Annisa N. Fadhlillah Annisa Nabila Annisa Nabila, Annisa AR-RIDHO, ALI Ari Afriansyah Arie Surya Gutama Arik Anfasa Salsabil Aritonang, Johan Immanuel Arsy Adziem Wal Hamdir assidiq, rizky adrian Athaya Sekar Noviana Aulia, Adis Prita Awalia Nur Azizah Ayu Martina Ayu Martina, Ayu Azizah, Zahra Qisthi Azlinda Azman, Azlinda B, Megawati Bagus Dimas Wibisono Bilantara, Naila Hisanah Bimbi Gita Rama Putri Bimby Gita Rama Putri Binahayati Rusyidi Budhi Gunawan Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi budhi wubhawa Budi M. Taftazani Budi M. Taftazani Budi Muhammad Taftazani Camelia Kristika Pepe Camelia Kristika Pepe Camelia Kristika Pepe, Camelia Kristika Chenia Ilma Kirana Chenia Ilma Kirana, Chenia Ilma Chika Nur Pebriani Chika Nur Pebriani, Chika Nur Cita Insaniah Muhammad DADAN SUMARA SUMARA Damayanty, Siska Darwis, Rudi S. Dede Rahmaida Nurlaeli Dessy Hasanah S Dessy Hasanah Siti A. Dessy Hasanah Siti A., Dessy Hasanah Siti Dessy Hasanah Siti Asiah Dessy Hasanah Siti Asiah Destin Putri Dewi Luqmania Dian Indira Dian Indira Dinda Azzahra Syauqina Diva Salma Hanifah Dudi Dudi dwinata, mahda diva Dyta Mardyani Dyta Mardyani Efri Mardawati ELA ZAIN ZAKIYAH Elis Fauziyah Elisabeth Risky Puspitasari Elprida Ryanny Syalis Enggal Wildan Prabowo Enggal Wildan Prabowo, Enggal Wildan Enggarati, Lanita Eva Nuriyah Hidayat Fachria Octaviani Fachruddin, Vanindya Fadhlillah, Annisa N. Faris Harsen Faris Harsen Farrelia Azzahra Febi Agus Dwi Riyanto Fernanda, Raida Devany Fikri Anarta Fikri Anarta franzeska venty Franzeska Venty, Franzeska Galuh Hanesty Gunawan Gatot Sudarsono Gevia Nur Isna Deraputri Ghea Cantika Noorsyarifa Gigin Ginanjar Kamil Basar Hadiyanto A. Rachim, Hadiyanto A. Hadiyanto Abdul Rachim Hadrasari, Ifani Haeruddin Mujuddin Hana Hanifah Hanifah Fatwa Nadilla Hanifiyatus Shamhah Hendri Mulyono Hendri Mulyono Herdiana, Mochamad Fauzan Putra Herlina Marta Herni Wulandari Herni Wulandari Herni Wulandari Hery Wibowo, Hery HETTY KRISNANI Hetty krisnani Hetty Krisnani Hetty Krisnani Hetty Krisnani, Hetty Humaerah Nisai Husnawati Djabbar Idim Mumajad Idris, Haifa Dinda Shafiyyah Ifani Hadrasari Imas Siti Setasih Imas Siti Setiasih In-In Hanidah Intania Ihsani Ishartono Ishartono Ishartono ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono, Ishartono Isna Deraputri, Gevia Nur Ivan Darmawan Jatnika, Dyana Chusnulitta Jihan Kamilla Azhar Julian Rizky Kamal , Mustfa Lathifa, Gumanty Ayu Leny Indriyanti Luthfiansyah Hadi Ismail M. Andhika Putra M. Yogi Alfarobi mahda diva dwinata Mailani, Silvia Dwi Astuti Mardina, Mutiara Marlina, Nina Marsha Nurul Lutfiah Martha Sintaully Agustine Martha Sintaully Agustine, Martha Sintaully MAUDY PRITHA AMANDA Maulana - Irfan Maulana Irfan Maulana Irfan, Maulana Maya Lutviana Aulia Megawati B Mia Uswatun Hasanah Mirajani, Inara moch zaenuddin Moch Zaenudiin Moch Zainuddin Moch Zainudiin MOCH. ZAINUDDIN Moch. Zainuddin Moch. Zainuddin, Moch. Moch. Zainudiin Moch. Zainudin Monica Kristiani Widhawati Muhamad Burhanudin Muhammad Fedryansyah Muhammad Husaini Ansori Muhammad Noor Muhammad Riyandi Firdaus Muhammad, Cita Insaniah Mustafa Kamal Mustajir Mustajir Mustajir SH Muthia Dwi Candtika Mutiara Ayu Lestari Mutiara Ayu Lestari Mutiara Mardina Nabila Nur Arsyila Nadira Putri Kowara Nandang Mulyana Nandang Mulyana Naomi Shinta Pasila Naomi Shinta Pasila Naufaldy Azzura Herdiana Naufaldy Azzura Herdiana Nazmi Nur Alifa Nunung Nurwati Nunung Nurwati Nunung Nurwati NUNUNG NURWATI Nurazizah, Siti Nurhadi, Aan Nurlaeli, Dede Rahmaida Nurliana C. Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurliana Cipta Apsari Nurwari, R. Nunung Nurwati , R. Nunung Nurwati, R. Nunung Pandhit Pringgo Harjo PHILIA ANINDITA GINTING Pipit Ratnawati Purwanto, Shaneshia Prameswari Parsa Putri Saeza Ramadhini Putri Wardatul Asriyah Putri Wardatul Asriyah, Putri Wardatul Putri, Bimby Gita Rama Putri, Destin Putri, Nadila Auludya Rahma R Nunung Nurwati R Nunung Nurwati R Nunung Nurwati R Nunung Nurwati Rachmat Putro Ferdiawan Putro Ferdiawan Ragil Abimayu Raihan Akbar Khalil Ridwan Mawala Kurnia Rifai, Aldi Ahmad Rifky Taufiq Fardian Rini Rizkiawati Rini Rizkiawati, Rini RISNA RESNAWATY Risna Resnawaty, Risna Rivani, Rivani - Rizki Muhammad Fauzi Rizki Muhammad Fauzi rizky adrian assidiq Rizky, Julian Rodhi Dwi Priono Romayana Sari Lumbantoruan Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Runia Hanifa Runia Hanifa, Runia S, Dessy Hasanah Sabila Dina Hanifah Sabrina Hani Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI SAHADI HUMAEDI Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI SAHADI HUMAEDI Sahadi Humaedi Salsa - Haura SALSABILA WAHYU HADIANTI salsabila wahyu hadianti Salsabila Wahyu Hadianti, Salsabila Wahyu Santoso T. Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo SANTOSO TRI RAHARJO Sarah Dhea Pratiwi Sarah Dhea Pratiwi Saraswati Widuri Sazia Husna Setasih, Imas Siti Shabihah, Ulya Salwa Shafa Yuandina Sekarayu Shafira Putri Septiyanti Shella Adelina Shella Adelina, Shella Silva Amanda Durratul Hikmah Silvi Alpera Setiawan Silvia Dwi Astuti Mailani Siti Arieta Slamet Usman Ismanto Soni Akhmad Nulhaqim Sri Sulastri Sri Sulastri Suci Rahmadhani Sujalmi, Yuri Budi SUMARA, DADAN SUMARA Syalis, Elprida Ryanny Syauqina, Dinda Azzahra Tabita Titah Dewanti Taufik Arbain Teguh Setiandika Igiasi Theresia Vania Radhitya W Theresia Vania Radhitya Widiandari Tiara Salsabilla Vini Oktaviani Viqa Nanda Prajatami Viqa Nanda Prajatami, Viqa Nanda Wandi Adiansah, Wandi Widhawati, Monica Kristiani Widuri, Saraswati Wilga Secsio Ratsja Putri Wilga Secsio Ratsja Putri, Wilga Secsio Ratsja wubhawa, budhi Yessi Rachmasari Yessi Rachmasari, Yessi Yogi Suprayogi Sugandi Yolanda Triana Siregar Yosi Damayanti Yosi Damayanti, Yosi Yustika Tri Dewi Yustika Tri Dewi Yustika Tri Dewi, Yustika Tri zaenuddin, moch Zainudiin, Moch Zainudin, Moch. ZAKIYAH, ELA ZAIN