Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Hubungan Media Sosial Tipe Kepribadian Dan Tingkat Pendidikan Orang Tua Dengan Kesehatan Mental Remaja Di MTs Negeri 11 Jember Sahrul Gunawan; Maulida N Oktaviana; Alwin Widhiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2062

Abstract

Remaja sedang mengalami masa transisi penting. Di era digital, penggunaan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube meningkat dan berpotensi memengaruhi kesehatan mental. Tipe kepribadian dan pendidikan orang tua juga berperan, di mana remaja introvert dan dari keluarga berpendidikan rendah lebih rentan mengalami gangguan psikologis. Penelitian ini menganalisis hubungan ketiga faktor tersebut Dengan kesehatan mental remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan cross-sectional. Sampel sebanyak 97 responden dipilih secara purposive. Instrumen berupa kuesioner, dengan analisis data mencakup uji univariat (distribusi frekuensi), bivariat (uji Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik ordinal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja menggunakan media sosial tingkat sedang (55,7%), berkepribadian ekstrovert (53,6%), dan memiliki orang tua dengan pendidikan terakhir SD (45,4%), sedangkan kesehatan mental terbanyak berada pada kategori rendah dan tinggi (34%). Uji Chi-Square menunjukkan media sosial (p = 0,000), tipe kepribadian (p = 0,000), dan pendidikan orang tua (p = 0,001) berhubungan signifikan dengan kesehatan mental, namun uji regresi logistik ordinal memperlihatkan hanya media sosial (p = 0,000) dan tipe kepribadian (p = 0,037) yang berhubungan signifikan, sementara pendidikan orang tua (p = 0,481) tidak berhubungan. Media sosial menjadi faktor dominan yang memengaruhi kesehatan mental remaja, diikuti oleh tipe kepribadian. Temuan ini menekankan pentingnya pengawasan penggunaan media sosial dan pemahaman karakter remaja dalam menjaga kesehatan mental.
NAP Trainning Guna Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak Pada Pra Sekolah di TK Satu Atap Ketompen Pajarakan Yulia Rachmawati Hasanah; Alwin Widhiyanto
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v3i3.2778

Abstract

Sleeping for a child is as important as eating, drinking and playing, because many children neglect their sleep time because they play on their cellphones. This community service aims to increase parents' knowledge and understanding about NAP Training in order to optimize the growth and development of pre-school age children. This activity is carried out using counseling and training methods for mothers who have pre-school age children with the material presented including the concept of sleep, sleep time according to age, benefits of sleep, sleeping techniques and methods for children, the concept of growth and development, children's growth and development according to age stages. . The activities were carried out at the One Roof Kindergarten in Ketompen Village which was attended by 41 mothers. The results obtained were truly extraordinary where almost all participants (97%) were able to answer the questions asked.
The Correlation of Physical Activity and Medication Adherence with The Quality of Life in Type 2 Diabetes Mellitus Patients at Randuagung Health Center, Lumajang Ika Widiya Anggraeni; Mariani; Alwin Widhiyanto
Health and Technology Journal (HTechJ) Vol. 2 No. 6 (2024): December 2024
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/htechj.v2i6.288

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease that cannot be cured. Patients with diabetes mellitus will experience various problems in their life processes, which can affect their quality of life. To improve the quality of life of patients, physical activity and medication adherence are necessary. This study aims to determine the correlation between physical activity and medication adherence with the quality of life in diabetes mellitus patients. The research design used a correlational design with a crosssectional approach. The sample consisted of 44 respondents. The study employed the GPAQ, MMAS, and DQOL questionnaires. Data analysis was performed using chi-square. The results showed that most of the physical activity among patients with type 2 diabetes mellitus was categorized as moderate, with 26 (59.1%). Most patients had low medication adherence, with 17 (38.6%) falling into this category, and the majority had poor quality of life, with 20 (45.5%) in this category. The study found a significant correlation between physical activity and quality of life with p = 0.004 (p < α = 0.05) and a significant correlation between medication adherence and quality of life with p = 0.000 (p < α = 0.05). Quality of life is an important factor that can influence an individual's health condition. Physical activity and medication adherence have an impact on the quality of life for patients with type 2 diabetes mellitus. Based on the research findings, develop educational materials that promote the benefits of physical activity and the importance of medication adherence to improve the quality of life for patients.
Pengaruh Distraksi Audio Visual: Kartun terhadap Tingkat Kecemasan Anak dengan Hospitalisasi: The Effect of Audio-Visual Distractions: Cartoons on Anxiety Levels in Children with Hospitalization Anwar, Noer Riza; Hamim, Nur; Widhiyanto, Alwin; Sulistyono, R. Endro
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.217

Abstract

Hospitalisasi merupakan salah satu pengalaman yang tidak menyenangkan baik bagi anak maupun orang tua. Beberapa stressor akan dihadapi saat anak akan dirawat, selama perawatan hingga sampai pemulangannya kembali ke rumah. Dampak dari hospitalisasi yaitu gangguan fisik, psikis dan interaksi sosial anak akan mengalami perubahan, Distraksi audio visual adalah teknik non-farmakologis yang digunakan untuk mengalihkan perhatian seseorang dari rasa nyeri, kecemasan, atau ketidaknyamanan dengan memanfaatkan rangsangan suara dan gambar secara bersamaan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah quasi eksperimental dengan pendekatan two group pre and post test control group design. Teknik penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan pendekatan teknik non probability sampling dengan pendekatan accidental sampling dengan total 68 responden sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Alat ukur yang digunakan adalah VAAS dan kuisioner pre school anxiety scale Responden anak dengan hospitalisasi pada kelompok kontrol memiliki nilai pretest rerata tingkat kecemasan sebesar 56.24 dan nilai posttest sebesar 23,47. Responden anak dengan hospitalisasi pada kelompok eksperimen memiliki nilai pretest rerata tingkat kecemasan sebesar 54.5 dan nilai posttest sebesar 19,76 Berdasarkan uji analisa Mann whitney diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0.000, atau < α (0,05). Ada Pengaruh Distraksi Audio Visual: Kartun Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Dengan Hospitalisasi di Ruang Bougenville RSUD dr. Haryoto Lumajang. Kartun yang menarik secara visual dan auditori mampu mengalihkan perhatian anak dari lingkungan rumah sakit yang menakutkan atau prosedur yang menyakitkan .Penurunan kecemasan tercermin dalam perubahan fisiologis seperti penurunan denyut nadi dan skala kecemasan yang diukur sebelum dan sesudah intervensi.
Hubungan Perilaku Caring dengan Kepuasan Pelayanan pada Pasien Kusta di UPTD Puskesmas : The Correlation between Caring Behavior and Service Satisfaction, which Simultaneously Affects Leprosy Patients at UPTD Community Health Center Ulum, Moch. Fathul; Suhari; Handayani, Erna; Widhiyanto, Alwin
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.221

Abstract

Pendahuluan: Pasien kusta merupakan kelompok yang rentan mengalami stigma sosial dan diskriminasi, sehingga membutuhkan pelayanan kesehatan yang holistik, tidak hanya berfokus pada aspek medis tetapi juga menekankan pentingnya perilaku caring dari tenaga kesehatan. Perilaku caring yang ditunjukkan secara konsisten dapat membentuk persepsi positif pasien terhadap kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku caring dengan kepuasan pelayanan yang berpengaruh secara simultan terhadap pasien kusta di UPTD Puskesmas Tunjung,  Lumajang, Jawa Timur.. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional dan melibatkan 34 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa hampir separuh responden (44,1%) menilai perilaku caring perawat dalam kategori kurang, dan persentase yang sama juga menunjukkan bahwa responden merasa kurang puas terhadap pelayanan yang diberikan. Uji korelasi Spearman menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku caring dengan kepuasan pelayanan pasien. Kesimpulan: Hasil ini sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa hubungan empatik, komunikasi efektif, dan kepedulian perawat memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kepuasan pasien. Peningkatan kompetensi caring pada tenaga kesehatan sangat diperlukan sebagai  strategi peningkatan mutu pelayanan, termasuk pasien kusta.
Pengaruh Edukasi Media Visual Perilaku Cerdik Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi di Era Integrasi Layanan Primer di Desa Bades Kecamatan Pasirian: The Effect of Visual Media Education on CERDIK Behavior Toward Improving the Quality of Life of Elderly with Hypertension in the Era of Primary Care Integration in Bades Village, Pasirian District Hasanah, Uswatun; Widhiyanto, Alwin; Sulistyono, R. Endro; Isnawati, Iin Aini
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.233

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami oleh lansia dan berdampak pada penurunan kualitas hidup. Di era integrasi layanan primer, upaya edukasi berbasis media visual seperti perilaku CERDIK menjadi strategi yang relevan dan aplikatif dalam meningkatkan pemahaman serta kualitas hidup lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi media visual perilaku CERDIK terhadap peningkatan kualitas hidup lansia hipertensi di Desa Bades, Kecamatan Pasirian. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian mencakup seluruh lansia hipertensi sebanyak 65 orang, dan sebanyak 46 responden dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yang dilakukan pada bulan juni 2025. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner WHOQOL-BREF, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki kualitas hidup kategori sedang (67,4%), dan setelah intervensi meningkat menjadi 91,3%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z sebesar -4,359 dengan p-value 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang sangat signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi media visual perilaku CERDIK efektif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia hipertensi, sejalan dengan teori bahwa pendekatan edukatif yang sesuai dengan karakteristik lansia dapat meningkatkan kesadaran dan pengelolaan penyakit secara mandiri.
Pemanfaatan Daun Kelor Dan Terapi Rolling Massage Sebagai Upaya Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Menyusui Mariani; Widhiyanto, Alwin; Hakim, Bawon Nul
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 9 No. 2 (2026): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v9i2.961

Abstract

Abstrak Air Susu Ibu merupakan asupan terbaik bagi bayi, terutama pada masa 0–6 bulan pertama kehidupan. Namun, masih banyak ibu menyusui yang mengalami masalah produksi ASI. Hal ini berdampak pada tumbuh kembang bayi dan peningkatan risiko penyakit. Upaya peningkatan produksi ASI perlu dilakukan melalui pendekatan alami dan mudah diterapkan. Daun kelor diketahui mengandung senyawa galaktagog yang dapat merangsang produksi ASI. Sedangkan, rolling massage merupakan metode relaksasi dan stimulasi payudara yang juga berperan dalam memperlancar aliran ASI. Kombinasi keduanya berpotensi menjadi solusi efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemanfaatan daun kelor dan terapi rolling massage untuk meningkatkan produksi ASI ibu menyusui. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pre-test and post-test. Subjek penelitian adalah ibu menyusui yang dipilih secara purposive. Intervensi yang diberikan berupa kapsul daun kelor dan terapi rolling massage selama 14 hari. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi, serta dianalisis menggunakan uji Uji Paired simple T-Tes. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan produksi AS ibu menyusui setelah diberikan intervensi kombinasi kapsul daun kelor dan rolling massage, dimana P= 0,000 lebih kecil dari α=0.005, sehingga intervensi ini dapat dijadikan sebagai solusi berbasis herbal dan terapi non farmakolofis dalam meningkatkan produksi ASI. Kata kunci: daun kelor;rolling massage;produksi ASI;ibu menyusui;laktasi   Abstract Breast milk is the optimal source of nutrition for infants, especially during the first 0–6 months of life. However, many breastfeeding mothers still face problems with low milk production, which can affect infant growth and increase the risk of illness. Efforts to improve breast milk production are therefore essential, particularly through natural, safe, and practical methods. Moringa leaves contain galactagogue compounds that can stimulate milk secretion, while rolling massage is a relaxation and breast stimulation technique supporting smoother milk flow. The combination of these interventions offers an effective and efficient solution. This study aimed to determine the effectiveness of Moringa leaf supplementation combined with rolling massage therapy in increasing breast milk production. A quantitative approach was used with a pre-experimental one-group pre/post-test design. Breastfeeding mothers were selected purposively as study participants. The intervention consisted of administering Moringa leaf capsules and applying rolling massage therapy for 14 days. Data were collected using observation sheets and analyzed with paired t-tests. The results showed a significant increase in breast milk production after the intervention, with P=0.000, lower than α = 0.005. Thus, this combined therapy can be considered a promising herbal and non-pharmacological approach to enhance breast milk production. Keywords: moringa leaves; rolling massage; breast milk production; breastfeeding mothers; lactation
Edukasi Pijat Bayi dan Anak sebagai Upaya Optimalisasi Tumbuh Kembang Balita Siti Badria Asikin; Alwin Widhiyanto; Halbina Famung Halmar
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Toddler growth and development is a crucial aspect in determining the quality of their future health. One way to support toddler growth and development is through infant and child massage. Infant massage has benefits in improving blood circulation, sleep quality, and strengthening the bond between mother and child. However, many mothers still do not know the correct infant massage techniques. This community service activity aims to improve mothers' knowledge and skills in performing infant and child massage. The implementation method included counseling, demonstrations, and hands-on practice by participants. The results of the activity showed an increase in mothers' knowledge and skills in performing infant massage. Infant massage education is effective in supporting optimal toddler growth and development. Keywords: Infant Massage, Growth and Development, Toddler, Health Education Abstrak Tumbuh kembang balita merupakan aspek penting dalam menentukan kualitas kesehatan anak di masa depan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang balita adalah melalui pijat bayi dan anak. Pijat bayi memiliki manfaat dalam meningkatkan sirkulasi darah, kualitas tidur, serta mempererat ikatan antara ibu dan anak. Namun, masih banyak ibu yang belum mengetahui teknik pijat bayi yang benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat bayi dan anak. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, serta praktik langsung oleh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat bayi. Edukasi pijat bayi efektif dalam mendukung optimalisasi tumbuh kembang balita. Kata Kunci: Pijat Bayi, Tumbuh Kembang, Balita, Edukasi Kesehatan
Hubungan Penggunaan Smartphone Dengan Tumbuh Kembang Anak Usia 4-6 Tahun Di TK Satu Atap Ketompen – Probolinggo Alwin Widhiyanto; Yulia Rachmawati Hasanah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.581

Abstract

Pandemi Covid-19 berefek pada pembelajaran daring menyebabkan usia minimal penggunaan smartphone turun hingga usia 6 tahun. Berbeda dengan informasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, usia penggunaan smartphone ialah berusia 13 tahun. Orang tua kurang mengetahui dampak smartphone terhadap anak di bawah umur jika penggunaannya berlebihan, terutama anak usia 4-5 tahun karena berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan penelitian ingin mengetahui hubungan penggunaan smartphone dengan tumbuh kembang anak usia 4-5 Tahun di TK Satu Atap – Ketompen – Probolinggo. Desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan Crossectional. Populasinya adalah seluruh orang tua (ibu) yang anaknya sekolah TK Zainul Hasan Genggong berusia 4-5 tahun, jumlahnya 39 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan Purposive Sampling. Penelitian dilakukan tanggal 15 Agustus 2024. Instrumen penelitian menggunakan kuessioner dan Lembar KPSP. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan smartphone sebagian besar kategori rendah sebanyak 29 responden (74,3%). Tumbuh kembang anak sebagain besar kategori sesuai sebesar 24 responden (61.6%). H1 ditolak yang berarti tidak ada hubungan penggunaan gadget dengan tumbuh kembang anak usia 4-5 tahun di TK Satu Atap – Ketompen dengan nilai P value 0.064 > 0.05. Penggunaan smartphone pada anak memang sudah menjadi kebutuhan di era saat ini tetapi kebutuhan dasar anak juga harus tetap terpenuhi agar tumbuh kembang anak dapat sesuai dengan usianya. Sebagai orang tua perlu adanya pembatasan dalam penggunaan smartphone pada anak diantara dengan kegiatan seperti tidur siang, mengajarkan anak mengaji, atau bermain dengan teman sebaya yang bisa merangsang perkembangan sosial, bahasa, motorik halus dan gerak motorik kasarnya.
Five-finger hypnosis alleviates fatigue in chronic kidney patients Ida Rochani; Rizka Yunita; Alwin Widhiyanto
Nursing and Health Sciences Journal (NHSJ) Vol. 5 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : KHD-Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/nhsj.v5i1.457

Abstract

Fatigue is a common symptom experienced by chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis, which significantly affects their quality of life. This study aims to evaluate the effect of five-finger hypnosis therapy on reducing fatigue in chronic kidney failure patients in the hemodialysis room of Bhayangkara Lumajang Hospital. The research design used was pre-experiment with pre-and post-test approaches. The population in this study were chronic kidney failure patients undergoing regular hemodialysis, with a total of 40 patients. The sample consisted of 36 respondents selected through the purposive sampling technique. Data were collected using the Fatigue Assessment Scale (FAS) questionnaire to measure fatigue levels and the five-finger hypnosis module for intervention techniques. Data were analyzed bivariate using the paired sample t-test. The results showed that the average value of the fatigue level before the five-finger hypnosis intervention was 31.83, with a standard deviation of 4.98. After the intervention, the respondents' average fatigue level was 25.27, with a standard deviation of 4.53. Data analysis using the Paired Sample T-Test showed a significant effect between five-finger hypnosis therapy on reducing fatigue levels with a value of ρ = 0.000 (ρ <0.05). Five-finger hypnosis therapy can be integrated as part of a non-pharmacological care program to improve the quality of life of patients in hemodialysis units.
Co-Authors Abidin, Akhmad Zaenal Achmad Agil Mustaqim Achmad Kusyairi Achmad Kusyairi Achmad Ahmad effendi Ahmad Fathoni Aziz Ahmad Fauzan Ahmad Wildan Fahrizi Ahmat Maulana Rahima Ainul Yakin Salam Ainul Yaqin Ainul Yaqin Salam Ali Syahbana Ana Fitria Nusantara Anisaul Mukodimah Anwar, Noer Riza Davi Nur Ainun Arifin Dimas Eka Saputra Dodik Hartono Dodik Hartono Dodik Hartono Dodik Hartono Dwi Rifanika Dwi Sulistiyo Agustin Dyah Esti Pratiwi Erica Sroka Firda Dwi Cahyaningtias Fran Asiska Dwi Maulinda Grido Handoko Sriyono Habibah Abdillah Hakim, Bawon Nul Halbina Famung Halmar Handayani, Erna Hasanah, Yulia Rachmawati Heni Pujiastuti Holidatur Riskiyah Ida Rochani Idi Mashuri Ika Widiya Anggraeni Indah Nurkholizah Indriwati Indriwati Intan Dewi Irfanda Isnani Mauly Masruri Isnawati, Iin Aini Isvina Fawaidar Rohmah Iwan Efendi Iwan Efendi Kholifatur Rizqiyah Laeilatul Mukarromah Lia Herlina Lia Herlina Liana Riskiyatus Sholehah M Zainul Arifin Mariani Mariani Mariani Mariani Mashuri Maulida N Oktaviana MUHAMMAD ARIF BASTOMI NASAH HUDIN Nafolion Nur Rachmat Nafolion Nur Rahmat Nafolion Nur Rahmat Nafolion Nur Rahmat, Nafolion Nur Nanin Isharianti Novitasari, Yeni Nur Aulia Utami Nur Hamim Nur Hamim Nur Hamim Nur Hartatik Nur Maulidiah Nurul Laili Pranoto Prasetyanto, Deni Puji Affan Dwi Miriyanto Pujita Anggraeni Putri Aliya Antasya Putri Meilinda Pristiwati Nenobesi Putri, Putri Sekar Arum L T R Endro Sulistyono Riska Wati Rizka Yunita Rizka Yunita RizkaYunita Rizqi Naimatul Fitriana Sahrul Gunawan Setyo Budi Laksono Siti Badria Asikin Siti Faaradila N.L.M Siti Laelatul Badriah Siti Sulaiha Suhari Suhari Suhari Suhari Suhari Suhari Sunanto Sunanto Syafi’udin Hasan Syaiful anwar effendi Titik Suhartini Tiwik Suryanti Ulum, Moch. Fathul Umi Wardana Uswatun Hasanah Vannifal Rizky Alfiandra Vika Febriayu W.Q, Al Firdaus Widya Addiarto Yeni Eka Irawati Yuli Maulidil Warid Yulia Rachmawati H Yulia Rachmawati Hasanah Yulia Rachmawati hasanah Yulia Rachmawati Hasanah Yulia Rachmawati Hasanah Yulia Rahmawati Yulia Rahmawati Hasanah Yulita Roospuspitasari Zainal Abidin