Claim Missing Document
Check
Articles

Efektifitas Latihan Isometric Dan Latihan ROM Pasif Terhadap Ambulansi Dini Pasien Post Operasi Close Fraktur Ekstremitas Bawah Di R. Bedah RSUD Dr. R.Soedarsono Kota Pasuruan Yulita Roospuspitasari; Achmad Kusyairi; Alwin Widhiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur memegang proporsi terbesar penyebab trauma atau cedera, dapat terjadi pada semua tingkat usia dan dapat menimbulkan perubahan yang signifikan pada aktualitas hidup individu. Perubahan yang ditimbulkan diantaranya terbatasnya aktifitas, karena rasa nyeri akibat tergesernya saraf motorik dan sensorik. Insiden terjadinya patah tulang terutama terjadi pada usia produktif antara 15-44 tahun. Masalah utama pada psien post operasi fraktur ekstremitas bawah adalah kemampuan ambulasi dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas latihan isometric dan latihan ROM pasif terhadap kemampuan ambulasi dini pasien post operasi close fraktur ekstermitas bawah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantiatif menggunakan desain Two Group Pretest Posttest. Populasi sebanyak 30 responden dengan sampel 15 responden yang memenuhi syarat inklusi penelitihan dipilih melalui tehnik Sampling inseidental/ Accidental Sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, kemudian data dikumpulkan melalui proses Editing, Coding, Scoring, dan Tabulating. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Normalitas Shapiro Wilk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat ambulasi dini sebelum diberikan Latihan isometric yaitu 0,15 dan setelah diberikan Latihan isometric 0,09. Nilai tersebut menunjukkan bahwa data berdistribusi normal karena >0,05. Sedangkan pada tingkat ambulasi dini sebelum diberikan Latihan ROM pasif yaitu 0,06 dan setelah diberikan Latihan ROM pasif 0,17. Hasil uji Analisa didapatkan ambulasi dini efektif apabila diberikan Latihan isometric. Hasil uji analisis didapatkan bahwa Latihan Isometric efektif untuk kemampuan ambulasi dini dengan nilai r= 0,000 dengan tingkat signifikan 0,05 (r= 0,000 < a = 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ambulasi dini efektif apabila diberikan Latihan isometric pada pasien post operasi Close fraktur ekstremitas bawah di Ruang Bedah RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan.
Hubungan Perawatan Diri Dengan Terjadinya Ulkus Pada Penderita Diabetes Melitus Di Unit Gawat Darurat Klinik Praditha Medica Pasuruan Nur Maulidiah; Sunanto; Alwin Widhiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulkus Diabetik adalah kerusakan integritas kulit atau infeksi yang meluas sampai jaringan kulit bawah, tendon, otot bahkan tulang. Ulkus diabetik tidak akan terjadi bila penderita Diabetes Mellitus (DM) mengetahui perawatan diri yang tepat untuk merawat kaki sebelum muncul komplikasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perawatan diri terhadap terjaidinya komplikasi ulkus pada penderita Diabetes Melitus di Unit Gawat Darurat Klinik Praditha Medica Pasuruan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan analitik menggunakan desain analitik korelasional. Pada penelitian ini Jumlah sampel yang diambil sebnayak 32 responden dengan menggunakan teknik non-probability sampling yang diambi di unit gawat darurat Klinik Praditha Medica Pasuruan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan Uji koefisien korelasi Spearman’s Rank. Hasil perawatan diri sebagian besar baik dengan jumlah 20 sampel yaitu 62,5 %. Ulkus pada penderita diabetes mellitus sebagian besar tidak terjadi dengan hasil (pp=0,000) Maka kesimpulannya terdapat Hubungan perawatan diri dengan terjadinya ulkus pada penderita DM di Unit Gawat Darurat Klinik Praditha Medica Pasuruan. Sejalan dengan kesimpulan di atas maka diharapkan adanya peran dari pasien untuk meningkatkan perawatan diri lebih tinggi dan konsisten agar tidak terjadi ulkus.
Hubungan Frekuensi dan Jenis Pemberian Makanan Pendamping (MPASI) dengan Kenaikan Berat Badan Bayi Usia 6-24 Bulan Isvina Fawaidar Rohmah; Nafolion Nur Rahmat; Alwin Widhiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 11 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan pendamping ASI merupakan makanan selain ASI yang diberikan saat bayi sudah memasuki usia 6 bulan. Pemberian MPASI sangat penting bagi kebutuhan energi dan zat gizinya. Penelitian ini menguji adanya hubungan antara Frekuensi dan Jenis Pemberian MPASI dengan Kenaikan Berat Badan Bayi Usia 6-24 Bulan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan (Cross-sectional Method). Penelitian ini dilakukan di Posyandu Dusun Kebonsari Kabupaten Jember pada 12 Juni 2023 Sampel yang digunakan sebanyak 31 responden diambil dengan Teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner. Analisa data menggunakan uji Spearman rank. Hasil uji statistik menyimpulkan bahwa terdapat hubungan frekuensi pemberian MPASI dengan kenaikan berat badan bayi usia 6- 24 bulan dengan nilai p value 0.009 <0.05 dan terdapat hubungan jenis pemberian MPASI dengan kenaikan berat badan bayi usia 6-24 bulan dengan nilai p value 0.003 <0.05. Faktor yang paling dominan memengaruhi kenaikan berat badan bayi usia 6-24 bulan adalah jenis pemberian MPASI. Kata Kunci : Frekuensi MPASI, Jenis MPASI, Kenaikan berat badan bayi   ABSTRACT Complementary food which is given when the baby has entered the age of 6 months. Complementary feeding is very important for their energy and nutritional needs. This study examines the correlation between the frequency and type of complementary feeding with weight gain for infants aged 6-24 months. This research was a quantitative study using an approach (Cross-sectional Method). This research was conducted at the Kebonsari Posyandu, Jember on June 12, 2023. The sample used was 31 respondents, taken using the total sampling technique. The research instrument used a questionnaire. Data analysis used the Spearman rank test. The results of the statistical test concluded that there was a correlation between the frequency of complementary feeding and weight gain for infants aged 6-24 months with a p value of 0.009 <0.05 and there was a relationship between the type of complementary feeding and weight gain for infants aged 6-24 months with a p value 0.003 <0.05. The most dominant factor affecting weight gain for babies aged 6-24 months is the type of solid food administration.
Pengaruh Terapi Bekam Basah Titik Alkahil Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus (Studi Di Klinik Holistic Nursing Therapy Probolinggo) Habibah Abdillah; Dodik Hartono; Alwin Widhiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 11 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus ditandai dengan adanya hiperglikemia, yaitu merupakan keadaan yang menunjukan peningkatan kadar glukosa dalam darah. Dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang, disfungsi dan kegagalan berbagai macam organ, khususnya mata, ginjal, jantung, dan pembuluh darah. pengobatan diabetes melitus dapat dilakukan dengan farmakologi hingga non farmakologi atau komplementer. tujuan penelitian Untuk mengetahui Pengaruh terapi bekam basah titik al-kahil terhadap penurunan kadar gula darah di Klinik Holistic Nursing therapy Probolinggo. Jenis penelitian Pra Eksperimen, dengan desain studi One-group pre-post test design, sampel dalam penelitian ini adalah pasien dengan kadar gula darah tinggi yang berjumlah 20 responden yang di ambil dengan cara accidental sampling instrument yang digunakan lembar obsevasi dan alat easy touch GCU, responden dilakukan bekam sebanyak 1 kali dan kadar gula darah akan di ukur sebelum dan sesudah dilakukan intervensi terapi bekam Hasil penelitian ini didapatkan rata rata hasil sebelum dilakukan terapi bekam basah titik al-kahil sebesar 186.05 mg/dl dan standar deviasi 27.070 rata rata kadar gula darah setelah di lakukan intervensi sebesar 165.60 mg/dl dan standar deviasi 28.734. Hasil analisis menggunakan paired sampel test ada Pengaruh Terapi Bekam Basah Titik Al-Kahil Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus dengan nilai ρ-valeu= 0.000 Terapi Bekam Basah Titik Al-Kahil efektif tes menurunkan Kadar Gula Darah pada pasien Diabetes Melitus diharapkan terapi bekam basah dapat menjadi pengobatan secara alternative tradisional yang dapat dilakukan secara rutin untuk proses penyembuhan kadar gula darah tinggi dengan terapi bekam titik al-kahil
Analisis Faktor Pemicu Kadar Gula Darah Pada (DM) Tipe 1 Di UOBK RSUD Dr. Mohammad Saleh Kota Probolinggo Vannifal Rizky Alfiandra; Alwin Widhiyanto; Dodik Hartono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 12 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) Tipe 1 merupakan kelainan metabolik yang disebabkan oleh reaksi autoimun, menyebabkan kerusakan pada sel beta pankreas yang ditandai dengan Hiperglikemi akibat kekurangan insulin berat. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis faktor pemicu kadar gula darah pada DM Tipe 1 di UOBK RSUD Dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan Cross Sectional Method. Penelitian ini dilakukan di UOBK RSUD Dr. Muhamad Saleh Kota Probolinggo pada tanggal 24-28 Agustus 2023 dengan jumlah populasi 31 responden. Sampel yang digunakan yaitu semua responden sebanyak 31 dengan syarat inklusi dan diambil dengan cara Teknik total sampling. Instrument penelitian ini menggunakan Kuesioner. Analisa data menggunakan uji Analisis Regresi Logistik Ordinal untuk mencari faktor dominan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa sebanyak 31 responden (100%) menyatakan bahwa Tingkat Stress mengarah ke kategori rendah sebanyak 21 responden (67,7%), menyatakan bahwa Tingkat Pengetahuan mengarah ke kategori rendah sebanyak 15 responden (48,4%), menyatakan bahwa Tingkat Kepatuhan mengarah ke kategori cukup patuh sebanyak 15 responden (48,4%), menyatakan bahwa Aktivitas Fisik mengarah ke kategori sedang sebanyak 18 responden (58,1%), menyatakan bahwa Kadar Gula mengarah ke kategori normal sebanyak 18 responden (58,1%). Hasil uji statistik dapat diketahui bahwa Aktifitas Fisik adalah variabel paling dominan dengan nilai p value 0.070. Untuk meningkatkan kualitas hidup pada pasien DM Tipe 1 perlu melakukan hal-hal seperti mengontrol tingkat stress, lebih mendalami pengetahuan tentang penyakit yang di derita (DM Tipe 1), mematuhi kepatuhan minum obat serta diet makanan dan minuman manis, dan mengontrol aktivitas fisik atau rutin ber olahraga.
HUBUNGAN PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT WIJAYA KUSUMA LUMAJANG Anisaul Mukodimah; Alwin Widhiyanto; Titik Suhartini
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i1.6604

Abstract

Tingkat kepuasan pasien yang akurat sangat dibutuhkan dalam upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan. Karena layanan kesehatan menjadi pasar yang semakin kompetitif, mempelajari pengalaman pasien tentu dapat membantu praktisi untuk lebih baik mencakup perspektif pasien dalam pemberian layanan dan meningkatkan kepuasan pasien. Kepuasan pasien berdampak baik bagi rumah sakit. Tujuan umum penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya Hubungan Pelayanan Keperawatan dan Komunikasi Terapeutik dengan Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Wijaya Kusuma Lumajang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif accidental sampling dengan metode cross sectional. Populasi dan sampel penelitian ini yaitu pasien ruang rawat inap di rumah sakit Wijaya Kusuma Lumajang. Pengumpulan data menggunakan quisioner pelayanan keperawatan, komunikasi terapeutik dan kepuasan pasien. Hasil pengukuran pelayanan keperawatan 64 responden (63,4) berada dalam kategori sedang, penilaian komunikasi terapeutik sebanyak 75 responden (74,3) menyatakan dalam kategori cukup, penilaian kepuasan pasien sebanyak56 responden (55,4) berada dalam kategori cukup. Hasil Pengukuran pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien yaitu 62 responden (61,3%) dengan hasil sedang cukup dan hasil pengukuran komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien yaitu 61 responden (60,3%) dengan hasil komunikasi cukup. Hasil analis data menggunakan uji rank spearman dengan indikator pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,959 dengan tingkat signifikansi 0,0001 (p<0,05), begitu juga dengan hubungan komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,277 dengan tingkat signifikasi 0,0005 (p<0,05). Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi pelayanan keperawatan dan komunikasi terapeutik, maka semakin tinggi kepuasan pasien yang dicapai. Hubungan yang erat ini mengindikasikan bahwa pelayanan keperawatan dan komunikasi terapeutik dapat menjadi salah satu hal penting dalam meningkatkan kepuasan pasien, yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap kunjungan pasien.
EFEKTIFITAS SENAM DIABETES MELLITUS DAN TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS DI DESA SUMBERWRINGIN Abidin, Akhmad Zaenal; Widhiyanto, Alwin; Laili, Nurul
Jurnal Keperawatan Vol. 18 No. 1 (2025): Volume 18, Nomor 1, Januari 2025
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/jk.v18i1.378

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang paling umum dan berpotensi mengancam jiwa di seluruh dunia. Penyakit ini ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah yang disebabkan oleh gangguan metabolisme insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas senam diabetes mellitus (DM) dan terapi tertawa terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus di Desa Sumberwringin. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan model two group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 30 responden yang dibagi menjadi dua kelompok: 15 responden kelompok terapi senam DM dan 15 responden kelompok terapi tertawa, yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden di Desa Sumberwringin memiliki kadar glukosa darah kategori hiperglikemia berat, dengan 12 responden (80%) pada kelompok senam DM dan 13 responden (80%) pada kelompok terapi tertawa. Setelah intervensi, terdapat penurunan signifikan pada kadar glukosa darah, di mana 10 responden (66,7%) pada kelompok senam DM mencapai kategori glukosa normal, sementara 8 responden (53,3%) pada kelompok terapi tertawa mencapai kategori prediabetes. Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa baik senam DM maupun terapi tertawa berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar glukosa darah dengan nilai p<0,05, yaitu 0,000 untuk senam DM dan 0,001 untuk terapi tertawa. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua intervensi tersebut efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus di desa Sumberwringin, dengan senam DM memberikan pengaruh yang lebih signifikan. Penelitian ini memberikan bukti bahwa senam DM dan terapi tertawa dapat digunakan sebagai intervensi non-farmakologis untuk pengelolaan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus.
Upaya Pengawasan Orang Tua terhadap Penggunaan Smartphone pada Anak melalui Metode 3 P Alwin Widhiyanto; Yulia Rachmawati H
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 2 No. 5 (2024): ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v2i5.774

Abstract

In the current era of globalization, advances in information media and technology are felt by almost all levels of society. One manifestation of technological development is smartphones. Smartphones really attract children's attention and interest, so they are one of the factors in increasing the percentage of children using smartphones. A very sensitive period of child development is the age of 1-5 years, so it is often called the golden age. The aim of this Community Service is to increase knowledge and understanding about the importance of the role of parents at home in limiting the use of smartphones so that children can achieve their growth and development process. This activity is carried out in the form of Health Education through counseling, lectures, discussions and questions and answers (counseling). The target of the activity was parents (mothers) whose children attended the One Roof Kindergarten in Ketompen Village, totaling 41 participants. The material provided is about the impact of smartphone use (Positive and Negative) and how parents monitor smartphone use through the 3 P method which includes Understanding, Limiting and Controlling. The result of this activity was that the majority of participants knew and understood how to supervise children when using smartphones.
Hubungan Persepsi Penyakit Jantung Dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Jantung Koroner (PJK) Di RSUD Grati Pasuruan Yuli Maulidil Warid; Achmad Kusyairi; Alwin Widhiyanto
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v3i2.1519

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) memiliki prevalensi yang tinggi di populasi dengan akibat mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Meskipun PJK merupakan penyakit tidak menular (PTM), namun PJK menjadi penyebab kecacatan dan penurunan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan persepsi tentang penyakit jantung dengan kualitas hidup pasien Penyakit Jantung Koroner. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional analitik. Data diambil melaui pengukuran dengan kuesioner Brief-Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) untuk mengukur persepsi penyakit dan WHOQOL-Bref Questionnaire untuk mengukur kualitas hidup. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2023. Besar sampel 30 responden. Pengumpulan data meliputi editing, codding, scoring, tabulating. Kemudian data dimasukkan pada Excel dan dianalisis menggunakan SPSS 25 dengan uji Chi-square. Berdasarkan peenlitian yang sudah dilakukan didapatkan hasil distribusi frekuensi persepsi penyakit sebesar (63,3%) dalam kategori baik dan kualitas hidup (30%) dalam kategori sedang. Analisis hasil penelitian menggunakan uji Chi-square (p value = 0,000 < a), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan persepsi penyakit jantung dengan kualitas hidup pasien penyakit jantung koroner (PJK). Pengelolaan penyakit menjadi kunci dalam mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Penyakit jantung koroner sebagai penyakit kronis maka kemampuan pengelolaan penyakit jantung dan persepsi penyakit berperan penting didalamnya. Semakin buruk persepsi penyakit pasien maka akan menurunkan kualitas hidup yang dirasakan. Hasil penelitian ini agar dijadikan masukkan dan landasan bagi perawat memperhatikan cara meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit jantung koroner (PJK). Perawat dapat memberikan edukasi tentang penyakit untuk meningkatkan persepsi penyakit yang baik, sehingga pasien penyakit jantung koroner (PJK) dapat menjalankan pengobatan dengan baik.
EFEKTIFITAS PREPARASI KULIT MENGGUNAKAN KLORHEXIDIN 7,5% SETRIMID 15%-POVIDON IODIN 10% DAN POVIDON IODIN 10%-ALKOHOL 70% TERHADAP INFEKSI LUKA OPERASI SEKSIO SESAREA DI RSUD DR. HARYOTO LUMAJANG Alwin Widhiyanto; Mashuri; Setyo Budi Laksono; Zainal Abidin
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.456

Abstract

Surgical wound infections are the second most common cause of nosocomial infections and have high morbidity and mortality rates. The use of antiseptic skin preparations is effective in preventing surgical wound infections. There is still insufficient evidence to evaluate the type, concentration and method of use of antiseptic agents for skin preparation in cesarean section. The aim of the study was to determine the effectiveness of skin preparation using chlorhexidine 7.5%, cetrimide 15%-povidone iodine 10% and povidone iodine 10%-alcohol 70% against Wound Infections for Caesarean Section Operations in RSUD Dr. Haryoto Lumajang. The research design used is quantitative research with a quasi-experimental approach, post test only-control group design. The population in this study were patients who underwent cesarean section at RSUD Dr. Haryoto Lumajangl. The sample was selected by accidental sampling from 27 February 2023 to 25 March 2023, and 66 respondents were found who met the inclusion and exclusion criteria. The samples were divided into 2 groups: the test group (33 samples) received a combination skin preparation of 7.5% chlorhexidine, setrimide 15% - 10% povidone iodine and the control group (33 samples) received a skin preparation combination of 10% povidone iodine - 70% alcohol . Observation of the surgical wound was carried out on day 3 and day 10. The results of this study indicated that there was no incidence of surgical wound infection on the third day. Surgical wound infections on the 10th day in the 7.5% chlorhexidine skin preparation group, setrimide 15% - 10% povidone iodine by 2 respondents and in the 10% povidone iodine skin preparation group - alcohol by 4 respondents. But statistically it was not significantly different from the value of p = 0.395, meaning that Ho was accepted and Ha was rejected, so there was no significant difference between skin preparation using chlorhexidine 7.5% setrimide 15% - 10% povidone iodine and 10% povidone iodine - 70% alcohol on the Incidence of Wound Infection by Caesarean Section at RSUD Dr. Haryoto Lumajang. With the difference in the incidence of surgical wound infection, it can be considered and an alternative for Dr. Haryoto Lumajang to use skin preparation using 7.5% chlorhexidine, 15% setrimide-10% povidone iodine Keywords: Surgical wound infection, skin preparation, chlorhexidine, povidone iodine, alcohol, cesarean section.
Co-Authors Abidin, Akhmad Zaenal Achmad Agil Mustaqim Achmad Kusyairi Achmad Kusyairi Achmad Ahmad effendi Ahmad Fathoni Aziz Ahmad Fauzan Ahmad Wildan Fahrizi Ahmat Maulana Rahima Ainul Yakin Salam Ainul Yaqin Ainul Yaqin Salam Ali Syahbana Ana Fitria Nusantara Anisaul Mukodimah Anwar, Noer Riza Davi Nur Ainun Arifin Dimas Eka Saputra Dodik Hartono Dodik Hartono Dodik Hartono Dodik Hartono Dwi Rifanika Dwi Sulistiyo Agustin Dyah Esti Pratiwi Erica Sroka Firda Dwi Cahyaningtias Fran Asiska Dwi Maulinda Grido Handoko Sriyono Habibah Abdillah Hakim, Bawon Nul Handayani, Erna Hasanah, Yulia Rachmawati Heni Pujiastuti Holidatur Riskiyah Ida Rochani Idi Mashuri Ika Widiya Anggraeni Indah Nurkholizah Indriwati Indriwati Intan Dewi Irfanda Isnani Mauly Masruri Isnawati, Iin Aini Isvina Fawaidar Rohmah Iwan Efendi Iwan Efendi Kholifatur Rizqiyah Laeilatul Mukarromah Lia Herlina Lia Herlina Liana Riskiyatus Sholehah M Zainul Arifin Mariani Mariani Mariani Mariani Mashuri Maulida N Oktaviana MUHAMMAD ARIF BASTOMI NASAH HUDIN Nafolion Nur Rachmat Nafolion Nur Rahmat Nafolion Nur Rahmat Nafolion Nur Rahmat, Nafolion Nur Nanin Isharianti Novitasari, Yeni Nur Aulia Utami Nur Hamim Nur Hamim Nur Hamim Nur Hartatik Nur Maulidiah Nurul Laili Pranoto Prasetyanto, Deni Puji Affan Dwi Miriyanto Pujita Anggraeni Putri Aliya Antasya Putri Meilinda Pristiwati Nenobesi Putri, Putri Sekar Arum L T R Endro Sulistyono Riska Wati Rizka Yunita RizkaYunita Rizqi Naimatul Fitriana Sahrul Gunawan Setyo Budi Laksono Siti Faaradila N.L.M Siti Laelatul Badriah Siti Sulaiha Suhari Suhari Suhari Suhari Suhari Suhari Sunanto Sunanto Syafi’udin Hasan Syaiful anwar effendi Titik Suhartini Tiwik Suryanti Ulum, Moch. Fathul Umi Wardana Uswatun Hasanah Vannifal Rizky Alfiandra Vika Febriayu W.Q, Al Firdaus Widya Addiarto Yeni Eka Irawati Yuli Maulidil Warid Yulia Rachmawati H Yulia Rachmawati Hasanah Yulia Rachmawati Hasanah Yulia Rachmawati hasanah Yulia Rahmawati Yulia Rahmawati Hasanah Yulita Roospuspitasari Zainal Abidin