Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Model Pembelajaran PAI Berbasis Neurosains : Inquiry Learning Rukmini, Reni Dianti; Sutarto, Sutarto; Sari, Dewi Purnama; Nasution, Aida Rahmi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 4 (2024): December
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijim.v2i4.94

Abstract

This research discusses the neuroscience-based PAI learning model with the concept of the inquiry learning model. The aim of this research is to find out how the neuroscience-based PAI learning model uses the concept of the inquiry learning model. This type of research is library research. The data sources used in this research are primary sources and secondary sources. The primary data source in this research is a journal that discusses neuroscience-based PAI learning models and inquiry learning models, while secondary data sources consist of relevant journals and books. The results of the research show that Neuroscience is very appropriate to use in learning. All human potential is based on the brain or mind, therefore, in studying Islamic religious education, it is also necessary to collaborate with Neuroscience, so that the optimization of students' brain potential is achieved, because it is the only science that studies the brain or mind is Neuroscience.
Social Studies Learning Needs Analysis Based on Local Wisdom di Rejang Lebong Elementary School Nasution, Aida Rahmi; Ratnawati, Ratnawati; Supriatin, Atin; Amanisa, Rabbyatul
Al-Mudarris Vol 7 No 1 (2024): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/mdr.v7i1.7491

Abstract

21st-century learning is both a challenge and a great opportunity for teachers in presenting learning innovations that are more contextual and meaningful. Local wisdom is considered to contribute positively to shaping the ability to communicate, collaborate, critically thinking, and also an innovation of students' work because the learning patterns presented are concrete and close to daily activities. Need analysis is one way to obtain data related to teacher and student perspectives on local wisdom-based learning. This research uses a qualitative approach based on case studies with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Data analysis using Creswell includes data display, data reduction, and conclusions. The findings of this study resulted in; 1) based on the needs analysis of the interview this model needs to be developed; 2) the percentage of teachers is 80.85% in the "needed" category and 61.34 students in the "needed" category; 3) Based on observations and interviews, the model is intended to be developed by presenting products in the form of learning modules.
Hambatan dan Solusi Guru PAI dalam Mengembangkan Media Pembelajaran Inovatif di Sekolah Menengah Atas : Studi Kasus SMAN 2 RL Wiranata, Erik; Setiawan, Jamil; Aulia, Fairus; Kristina, Epa; Nasution, Aida Rahmi
Jurnal Literasiologi Vol 14 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v14i3.1059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hambatan-hambatan yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengembangkan media pembelajaran inovatif, serta mengidentifikasi solusi dan peran sekolah dalam mendukung proses tersebut di Sekolah Menengah Atas. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari guru PAI, kepala sekolah, dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum yang dipilih secara purposive. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menghadapi beberapa hambatan utama dalam pengembangan media pembelajaran inovatif, yaitu keterbatasan kemampuan teknologi, kurangnya kreativitas, minimnya fasilitas pendukung, serta beban administrasi yang tinggi. Meskipun demikian, guru berupaya mengatasinya dengan memanfaatkan media sederhana berbasis digital seperti Canva dan PowerPoint, mengikuti pelatihan daring, serta berkolaborasi melalui kelompok kerja guru (MGMP). Peran sekolah sangat berpengaruh dalam menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi, melalui penyediaan fasilitas, pelatihan, serta apresiasi terhadap guru yang berinovasi.
Hambatan Pengembangan Media Pembelajaran PAI Berbasis Buku Teks (Studi Kasus di MIN 4 Rejang Lebong) Irama, Debi Irama; Dewanti, Asri Hajar; Marinda, Aflia Bela; Kristina, Epa; Nasution, Aida Rahmi
Jurnal Literasiologi Vol 14 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v14i3.1063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hambatan yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis buku teks di MIN 4 Rejang Lebong, serta menganalisis faktor penyebab hambatan, upaya guru dalam mengatasinya, dan bentuk dukungan madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menghadapi beberapa hambatan utama, antara lain keterbatasan waktu, minimnya kemampuan teknis dalam memodifikasi buku teks menjadi media yang menarik, serta rendahnya ketersediaan media pembelajaran di madrasah. Faktor penyebab hambatan meliputi kurangnya pelatihan, tingginya beban administrasi, keterbatasan fasilitas, dan dukungan sarana yang belum optimal. Meskipun demikian, guru melakukan sejumlah upaya seperti memanfaatkan media sederhana, menggunakan sumber belajar digital, serta berkolaborasi melalui MGMP. Dukungan madrasah berupa penyediaan fasilitas dasar dan akses pelatihan turut membantu, meskipun masih perlu ditingkatkan agar pengembangan media pembelajaran dapat berjalan secara lebih efektif. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru dan penyediaan fasilitas madrasah untuk memperkuat pengembangan media pembelajaran PAI berbasis buku teks.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DALAM MEMBINA KECERDASAN SPIRITUAL SISWA DI SMP NEGERI 4 REJANG LEBONG Hanila, Sasi; Marhama, Revan; Hidayatullah, Hafidz; Daheri, Mirzon; Nasution, Aida Rahmi
Jurnal Literasiologi Vol 14 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v14i3.1066

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina kecerdasan spiritual siswa di SMP Negeri 4 Rejang Lebong. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menelusuri bagaimana guru menerapkan pembinaan spiritual di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran sentral sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan dalam membimbing siswa menginternalisasi nilai-nilai Islam. Kecerdasan spiritual dikembangkan melalui keteladanan guru, pelaksanaan kegiatan keagamaan rutin seperti salat dhuha dan tadarus Al-Qur’an, serta pengintegrasian nilai-nilai spiritual dalam proses pembelajaran di kelas.Penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan seperti keterbatasan waktu pembelajaran, motivasi siswa yang rendah, serta pengaruh negatif media sosial. Secara keseluruhan, guru PAI memberikan kontribusi yang signifikan dalam membentuk karakter spiritual siswa, meskipun diperlukan kerja sama yang lebih kuat antara sekolah, keluarga, dan lingkungan pendidikan yang lebih luas untuk mengoptimalkan upaya tersebut.Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi pembinaan yang holistik, konsisten, dan kontekstual dalam menumbuhkan kecerdasan spiritual pada remaja.