Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENERAPAN NEUROSAINS DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 10 REJANG LEBONG Irama, Debi Irama; Sari, Dewi Purnama; Nasution, Aida Rahmi
Jurnal Literasiologi Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v13i2.915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip-prinsip neurosains dalam pengembangan evaluasi pembelajaran di SMA Negeri 10 Rejang Lebong. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pendekatan pendidikan di era modern menuntut pembelajaran yang tidak hanya mengutamakan hasil akhir, tetapi juga memperhatikan proses kognitif, emosional, dan psikologis siswa. Neurosains, sebagai ilmu yang mempelajari cara kerja otak manusia, menawarkan wawasan penting mengenai bagaimana otak menerima, memproses, dan menyimpan informasi, serta bagaimana emosi dan kondisi psikologis memengaruhi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terstruktur dengan tiga guru dari mata pelajaran yang berbeda, observasi pada proses evaluasi pembelajaran, dan studi dokumentasi mengenai metode evaluasi yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun beberapa guru telah memahami pentingnya memperhatikan perbedaan gaya belajar dan kondisi psikologis siswa, penerapan prinsip neurosains dalam desain evaluasi masih terbatas. Evaluasi yang dilakukan mayoritas masih berfokus pada ujian tulis dan tugas individu, dengan sedikit inovasi seperti portofolio dan penilaian proyek. Diperlukan pelatihan dan sosialisasi lebih lanjut mengenai konsep-konsep neurosains agar evaluasi pembelajaran di sekolah ini dapat lebih adaptif dan sesuai dengan cara kerja otak, sehingga mendorong perkembangan kognitif, emosional, dan sosial siswa secara lebih maksimal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan evaluasi pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa dan mendukung prinsip-prinsip neurosains dalam pendidikan.
PENERAAPAN PRINSIP PEMBELAJARAN BERBASIS NEUROSAINS DALAM MENINGKATKAN EMPATI DAN AKHLAK SISWA DI MTS N 1 LEBONG Tiara, Meza; Sari, Dewi Purnama; Nasution, Aida Rahmi
Jurnal Literasiologi Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v13i2.927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan prinsip pembelajaran berbasis neurosains dalam meningkatkan empati dan akhlak siswa di MTs N 1 Lebong. Latar belakang dari penelitian ini berangkat dari kebutuhan akan pendekatan yang lebih efektif dalam pendidikan karakter, khususnya di era digital yang penuh dengan distraksi. Neurosains sebagai pendekatan ilmiah menawarkan pemahaman baru terkait bagaimana otak memproses nilai moral dan sosial, dengan fokus pada struktur seperti prefrontal cortex, amigdala, dan hippocampus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus.Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru PAI, guru BK, serta wali kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi seperti role-playing, diskusi etika, pembelajaran berbasis pengalaman, dan latihan mindfulness mampu meningkatkan empati, regulasi emosi, serta kesadaran moral siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis neurosains dapat menjadi strategi alternatif yang efektif dalam pendidikan karakter berbasis Islam. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan bagi guru serta integrasi pendekatan neurosains dalam kurikulum untuk mendukung penguatan karakter siswa secara holistik.
The Effectiveness of the MBKM-Aligned Research-Based Learning Model in Enhancing Students’ Problem-Solving Skills Nasution, Aida Rahmi; Ratnawati, Ratnawati; Meldina, Tika; Yonita, Wezi
Jurnal Tarbiyatuna Vol 16 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/tarbiyatuna.v16i1.13135

Abstract

This study investigates the effectiveness of the MBKM-based Research-Based Learning (RBL) model in enhancing students’ problem-solving skills in Madrasah Ibtidaiyah (MI) science instruction. The RBL model engages students in research-oriented activities to foster critical, analytical, collaborative, and innovative thinking. The study involved 58 students from the PGMI Study Program using a quantitative quasi-experimental design with a nonequivalent control group. One experimental and one control class were used, with data collected through observation, tests, and documentation. The objectives were to assess: (1) students’ problem-solving abilities prior to the implementation of the RBL model, and (2) the model’s effectiveness following its application. Data analysis included validity and reliability checks, tests of normality and homogeneity, and hypothesis testing using one-way ANOVA. Prior to the intervention, average problem-solving scores were comparable between the experimental (44.14) and control groups (44.83), indicating baseline equivalence. After implementing the RBL model, one-way ANOVA results showed a significant improvement in the experimental group’s problem-solving skills (F = 55.238, p < 0.001), indicating a positive effect of the intervention. Despite its promising results, the study is limited by its small sample size, short duration, and specific focus on MI science content within the PGMI program, which may limit broader generalizability. Nonetheless, the findings support the effectiveness of the MBKM-aligned RBL model in improving students’ problem-solving skills.
UPAYA KONSELING KELOMPOK ISLAMI DALAM MENGATASI PERILAKU MENYIMPANG PADA MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI ISLAM Akbar Wirawan, Pandy; Azwar, Beni; Hajja Ristianti, Dina; Sari, Dewi Purnama; Nasution, Aida Rahmi
Jurnal Psikotes Vol. 2 No. 2 (2025): Psikotes: Jurnal Ilmu Psikologi, Komunikasi dan Kesehatan
Publisher : Yayasan Haiah Nusratul Islam, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59548/ps.v2i2.452

Abstract

This study aims to describe the efforts of Islamic group counseling in addressing deviant behavior among students at the Faculty of Ushuluddin, Adab, and Dakwah (FUAD) IAIN Curup. Islamic group counseling is a guidance approach that combines modern counseling techniques with Islamic teachings, such as reciting verses from the Qur'an, praying together, dhikr, and reflective discussions. The research method used a qualitative case study approach with observation, in-depth interviews, and documentation techniques. The research findings indicate that Islamic group counseling effectively helps students recognize the negative impacts of deviant behavior, enhance religious awareness, strengthen self-control, and build commitment to change. The counseling process is implemented through stages of planning, group formation, counseling sessions, and periodic evaluations. Although proven to have positive impacts, the program faces challenges such as a shortage of competent counselors and insufficient supporting facilities. Therefore, institutional support and collaboration with student organizations are needed to ensure that Islamic group counseling can be implemented sustainably as a holistic and contextual model for student character development.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Berbasis Neurosains terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Pembelajaran PAI Wiranata, Erik; Nasution, Aida Rahmi; Sutarto, Sutarto; Sari, Dewi Purnama
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30109

Abstract

Penelitian ini bertujuan pertama, mengetahui penerapan model problem based learning (PBL) berbasis Neurosains pada pembelajaran PAI. Kedua, mengetahui keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran PAI. Ketiga, mengetahui pengaruh model problem based learning (PBL) berbasis Neurosains terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran PAI. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, populasi sebanyak 36 dan sampel semua populasi dijadikan sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, dalam pembelajaran PAI, peserta didik 0% sangat tidak setuju, 4% tidak setuju, 22% netral, 46% setuju dan 34% sangat setuju penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbasis Neurosains pada pembelajaran PAI. Kedua, hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI, bahwa 31% memiliki keterampilan berpikir kritis sangat baik, 38% memiliki keterampilan berpikir kritis baik, 26% memiliki keterampilan berpikir kritis cukup, 5% memiliki keterampilan berpikir kritis kurang dan 0% siswa-siswi dalam pembelajaran PAI memiliki keterampilan berpikir kritis sangat kurang Ketiga, terdapat pengaruh penerapan model Problem based learning (PBL) berbasis neurosains terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran PAI dengan nilai rhitung > rtabel atau 0.398 > 0.334, dengan hasil uji-t 2.528 signifikan 0.016.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Berbasis Neurosains terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Pembelajaran PAI Wiranata, Erik; Nasution, Aida Rahmi; Sutarto, Sutarto; Sari, Dewi Purnama
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30229

Abstract

Penelitian ini bertujuan pertama, mengetahui penerapan model problem based learning (PBL) berbasis Neurosains pada pembelajaran PAI. Kedua, mengetahui keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran PAI. Ketiga, mengetahui pengaruh model problem based learning (PBL) berbasis Neurosains terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran PAI. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, populasi sebanyak 36 dan sampel semua populasi dijadikan sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, dalam pembelajaran PAI, peserta didik 0% sangat tidak setuju, 4% tidak setuju, 22% netral, 46% setuju dan 34% sangat setuju penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbasis Neurosains pada pembelajaran PAI. Kedua, hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI, bahwa 31% memiliki keterampilan berpikir kritis sangat baik, 38% memiliki keterampilan berpikir kritis baik, 26% memiliki keterampilan berpikir kritis cukup, 5% memiliki keterampilan berpikir kritis kurang dan 0% siswa-siswi dalam pembelajaran PAI memiliki keterampilan berpikir kritis sangat kurang Ketiga, terdapat pengaruh penerapan model Problem based learning (PBL) berbasis neurosains terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran PAI dengan nilai rhitung > rtabel atau 0.398 > 0.334, dengan hasil uji-t 2.528 signifikan 0.016.
Pendekatan Konseling Multidimensional Pada Remaja Menyikapi Dampak Bulliying Adeko, Uun; Rizal, Syamsul; Sari, Dewi Purnma; Nasution, Aida Rahmi
Jurnal Literasiologi Vol 13 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v13i3.965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas pendekatan konseling multidimensional dalam membantu remaja menghadapi dampak bullying di SMKN 4 Kepahiang. Pendekatan ini mengintegrasikan lima dimensi utama: emosional, kognitif, sosial, fisik, dan spiritual untuk memberikan dukungan secara holistik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu membantu siswa korban bullying dalam mengelola emosi, membangun kepercayaan diri, memperbaiki pola pikir negatif, memperkuat hubungan sosial, dan meningkatkan ketenangan spiritual. Keberhasilan konseling sangat dipengaruhi oleh hubungan suportif antara konselor dan siswa, keterlibatan aktif guru BK, serta dukungan lingkungan sekolah. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa konseling multidimensional merupakan strategi yang efektif dan komprehensif untuk pemulihan psikologis siswa korban bullying.
Upaya Konseling Kelompok Islami Dalam Mengatasi Perilaku Menyimpang Pada Mahasiswa Di Perguruan Tinggi Islam Wirawan, Pandy Akbar; Azwar, Beni; Ristianti, Dina Hajja; Sari, Dewi Purnama; Nasution, Aida Rahmi
Jurnal Literasiologi Vol 13 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v13i3.966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya konseling kelompok Islami dalam mengatasi perilaku menyimpang pada mahasiswa di Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Curup. Konseling kelompok Islami merupakan pendekatan bimbingan yang memadukan teknik konseling modern dengan nilai-nilai ajaran Islam, seperti pembacaan ayat Al-Qur’an, doa bersama, dzikir, dan diskusi reflektif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok Islami efektif membantu mahasiswa menyadari dampak negatif perilaku menyimpang, meningkatkan kesadaran religius, memperkuat kontrol diri, dan membangun komitmen untuk berubah. Pelaksanaan konseling dilakukan melalui tahapan perencanaan, pembentukan kelompok, pelaksanaan sesi konseling, hingga evaluasi berkala. Kendati terbukti memberikan dampak positif, program ini menghadapi kendala berupa keterbatasan jumlah konselor yang kompeten dan kurangnya fasilitas penunjang. Oleh karena itu, diperlukan dukungan institusi dan sinergi dengan organisasi kemahasiswaan agar konseling kelompok Islami dapat diterapkan secara berkelanjutan sebagai model pembinaan karakter mahasiswa yang holistik dan kontekstual.
Sistem Kerja Otak pada Neurosains dalam Upaya Meningkatkan Pembelajaran PAI di Era Society 5.0 Abdiyantoro, Restu; Sutarto, Sutarto; Sari, Dewi Purnama; Nasution, Aida Rahmi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 2 (2024): June
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijim.v2i2.75

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai penggunaan neurosains dalam pembelajaran PAI, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagian dan sistem kerja otak serta peranannya dalam pembelajaran PAI di era society 5.0, sumber primer dan sumber sekunder, Sumber data primer dalam penelitian ini menggunakan Guru Milenial dan tantagan society 5.0 yang di tulis oleh Hani Rafiqo dan Richardus eko indrajid serta jurnal mengenai neurosains dan data sekunder yang di gunakan jurnal dan buku buku yang relavan, hasil penelitian ini menunjukan bahwa pentingnya seorang guru memahami fungsi otak dalam merancang, melaksanakan pembelajaran serta komunikasi antara guru dan siswa agar pembelajaran dapat berjalan dengan optimal.
Neurosains dalam Pemikiran Tokoh Al-Ghazali, Al-Farabi Dan Ibnu Sina Damayanti, Wiwik; Sutarto, Sutarto; Sari, Dewi Pernama; Nasution, Aida Rahmi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 3 (2024): September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijim.v2i3.86

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pemikiran tokoh-tokoh neurosains dalam Pendidikan agama islam, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gamaimana pemikiran NeurosainTokoh Al-Ghazali, Al-Farabi Dan Ibnu Sina. Dari penelitian ini hasilnya adalah bahwa tiga orang filosof ternama dunia Al-Ghazali, Al-Farabi dan Ibnu Sina adalah yang membawa pemikiran yang luar biasa dan sangat relevan dengan filsafat Pendidikan islam dan ilmu berkaitan dengan ilmu neurosain. Dari karya-karya merekalah sehingga membuat dunia tercerahkan baik dalam bidang pendidikan maupun dalam bidang keilmuan yang lain seperti filsafat, akal dan jiwa yang tertuang dalam pembahasan tersebut. Al-Ghazali, Al-Farabi dan Ibnu Sina menjadi ujung tombak bagi generasi Islam setelahnya, dari merekalah generasi Islam belajar banyak hal tentang filsafat Islam dan pemikirannya yang menkaitan dengan neurousains.