Claim Missing Document
Check
Articles

Expressing Emotions in Activity Write a Poetry: an Investigation of Literacy Abilities (Ekspresi Emosi pada Aktivitas Menulis Puisi: Sebuah Investigasi Kemampuan Literasi) Turahmat Turahmat; Mohammad Afandi; Atikah Syamsi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i1.13631

Abstract

Penelitian ini berupaya menawarkan dan menyajikan pembelajaran bahasa Indonesia yang menarik melalui pengungkapan emosi dalam kegiatan menulis puisi sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi berdasarkan pengalaman belajar bahasa siswa sekolah dasar di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimental). Penelitian ini mengambil sampel sekolah dasar di Jakarta, Bekasi dan Cirebon dengan jumlah sampel sebanyak 107 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, tes, dan observasi. Hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen sebesar 68,52 dan kelas kontrol sebesar 53,70. Hal ini menunjukkan bahwa pembiasaan literasi melalui ekspresi emosi membaca puisi cocok untuk meningkatkan kemampuan literasi bahasa siswa, sehingga pembiasaan literasi dapat menjadi alternatif bagi guru untuk meningkatkan kemampuan literasi bahasa siswa.This research seeks to offer and present interesting Indonesian language learning through conveying emotions in writing poetry activities as an effort to improve literacy skills based on the language learning experiences of elementary school students in Indonesia. This type of research is quasi-experimental (Quasi Experimental). This research took samples from elementary schools in Jakarta, Bekasi and Cirebon with a total sample of 107 respondents. The data collection techniques used in this research were questionnaires, tests and observations. The research results showed that the average learning outcome for experimental class students was 68.52 and that of the control class was 53.70. This shows that literacy habituation through the emotional expression of reading poetry is suitable for improving students' language literacy skills, so that literacy habituation can be an alternative for teachers to improve students' language literacy skills.
EKSPRESIF KOMENTAR WARGANET TERHADAP MINI SERIES PERJALANAN TERBAIK SEPANJANG MASA SEBAGAI ALTERNATIF MODUL TEKS ULASAN Raihana, Irba Akifa; Arsanti, Meilan; Wardani, Oktarina Puspita; Turahmat, Turahmat
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 12, No 2 (2024): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v12i2.78078

Abstract

Penayangan film mini series dapat mempengaruhi emosional atau perasaan penontonnya, sehingga menjadi alasan warganet untuk menanggapi hasil karya film mini series tersebut. Berbagai cara warganet menanggapi hasil karya film mini series seperti melalui kolom komentar, sehingga terbentuk berbagai tuturan salah satunya tuturan ekspresif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi tuturan ekspresif komentar warganet terhadap film mini series Perjalanan Terbaik Sepanjang Masa serta alternatif modul ajar teks ulasan. Selain itu, manfaat dari penelitian ini untuk menambah wawasan pengetahuan mengenai bentuk, makna, dan fungsi tindak tutur ekspresif dalam komentar warganet serta alternatif modul ajar untuk membantu guru dan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan data yang diperoleh peneliti berjumlah 41 data tuturan. Tuturan yang mengandung ekspresif memuji berjumlah 18 data, ekspresif menyindir berjumlah 2 data, ekspresif berterima kasih berjumlah 10 data, ekspresif mengkritik berjumlah 6 data, dan ekspresif mengeluh berjumlah 5 data. Bentuk ekspresif memuji lebih banyak ditemukan membuktikan bahwa film mini series tersebut menarik dan layak untuk ditonton. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan alternatif modul ajar pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VIII pada materi teks ulasan.