Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi Pentingnya Kedisiplinan Kesehatan Keselamatan Kerja Kepada Kru Di Kapal Motor Nelayan Stambhapura Liza Putri Aardani; Maulana Randy Septian; Sri Damayanti; Abdurrozzaq Hasibuan
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 5 (2024): GJMI - MEI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i5.455

Abstract

Awak kapal harus disiplin dalam menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja. Ini akan menguntungkan Anda dan orang lain. Beberapa kejadian teridentifikasi akibat kurang disiplinnya awak Kapal Motor Nelayan Stambharpura dalam menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Oleh karena itu, sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman, penerapan, dan penggunaan K3 dengan benar. Sebelas responden dihubungi melalui sosialisasi, wawancara, dan observasi guna meningkatkan kedisiplinan penerapan K3. Luaran kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman setiap responden terhadap K3 mengalami peningkatan sebesar 55,84%. Sebagai upaya untuk mengurangi kecelakaan kerja dan menjaga kesehatan pekerja, disiplin K3 diterapkan di atas kapal. Perusahaan dapat menurunkan risiko kerugian finansial dengan menerapkan K3. Perusahaan dapat mengurangi biaya pengobatan dan pengeluaran kompensasi pekerja dengan meminimalkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Selain itu, dunia usaha dapat meningkatkan persepsi dan reputasi masyarakat dengan menyediakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Analisis Kesiapsiagaan di Rumah Sakit Dalam Menghadapi Bencana Sophie Zafira Tanjung; Syavira Desputri; Amanda Aulia; Abdurrozzaq Hasibuan
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 5 (2024): GJMI - MEI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i5.468

Abstract

Rumah sakit adalah fasilitas kesehatan yang dibutuhkan saat situasi bencana. Rumah sakit bertujuan sebagai sumber utama untuk melakukan triase, penyedia layanan medis, evakuasi, dan penanganan terhadap para korban bencana. Secara tertulis kesiapsiagaan rumah sakit dalam merespons bencana dituangkan dalam garis besar dan pemahaman umum tertuang dalam Hospital Disaster Plan (HDP). Dokumen yang memuat pedoman khusus pengorganisasian sumber daya manusia, logistik, dan strategi yang akan dilaksanakan jika terjadi bencana di lingkungan rumah sakit biasanya disebut dengan Hospital Disaster Plan (HDP). Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka atau kajian literatur. Metode ini melibatkan pengumpulan, evaluasi, dan sintesis dari penelitian-penelitian yang telah dipublikasikan dari lima tahun terakhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesiapsiagaan rumah sakit dalam menghadapi bencana, termasuk dalam hal pengelolaan data keuangan, perkiraan biaya, dan penghematan biaya terkait dengan manajemen bencana. Rumah sakit tidak siap menangani bencana karena tidak mempunyai pedoman dasar bagaimana menangani permasalahan yang timbul akibat bencana. Seluruh rumah sakit harus memiliki Panduan Rencana Kesiapsiagaan Bencana Rumah Sakit (Hospital Disaster Plan) sebagai katalis dan dorongan yang kuat bagi rumah sakit untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana dalam kerangka dan pemahaman yang sama. Jenis bencana yang mungkin terjadi di Rumah Sakit adalah kebakaran, gempa, dan tsunami. Dengan tahap perencanaan penanggulangan bencana dan beberapa kemungkinan pengelolaannya adalah tim penanggulangan bencana di rumah sakit, sistem perencanaan penanggulangan bencana rumah sakit, sistem operasional tim penanggulangan bencana rumah sakit, sistem logistik penanggulangan bencana rumah sakit, dan perencanaan dan pembiayaan penanggulangan bencana rumah sakit.  
Kebijakan Dan Strategi Nasional Penanganan Krisis Masalah Kesehatan Dalam Kondisi Tanggap Darurat Ghizka Aulia Putri; Taufik Hilmi; Abdurrozzaq Hasibuan
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2024): GJMI - JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i6.563

Abstract

Kementerian Kesehatan telah menerapkan kebijakan dan strategi untuk meningkatkan upaya pencegahan, penanggulangan, dan kesiapsiagaan dalam penanganan krisis kesehatan. Salah satu masalah utama yang dihadapi setelah bencana adalah dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah menetapkan prinsipprinsip pemulihan berdasarkan Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana No. 17 Tahun 2010. Peraturan tersebut mencakup prinsip-prinsip kesehatan mental, yang sangat penting dalam penanggulangan bencana. Fokus pemerintah untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) termasuk meningkatkan sistem kesehatan masyarakat dan akses ke layanan kesehatan. Pembangunan sektor kesehatan untuk SDGs bergantung pada peran aktif semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat dan daerah, parlemen, dunia usaha, media massa, lembaga sosial kemasyarakatan, organisasi profesi dan akademisi, mitra pembangunan serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pemerintah bertujuan untuk memastikan bahwa semua warga negara memiliki akses ke layanan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional. Ini juga bertujuan untuk memperkuat kapasitas semua negara dalam sistem peringatan dini dan langkah-langkah pengurangan risiko. Karena pertanyaan ini secara khusus berkaitan dengan Indonesia, penting untuk dicatat bahwa ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi cara Indonesia menangani krisis kesehatan. Ini termasuk kepadatan penduduk, geografi (sebagai negara kepulauan), efek perubahan iklim seperti bencana alam atau wabah penyakit akibat perubahan lingkungan. Selain itu, stabilitas politik juga dapat berperan dalam seberapa efektif kebijakan diterapkan.
Analisis Potensi Bahaya Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Nelayan Tradisional Di Indonesia Ade Irma Seftyani Lubis; Salshabila Azzahra Sirait; Aldi Syahputra Nasution; Abdurrozzaq Hasibuan
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2024): GJMI - JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i6.575

Abstract

Indonesia ialah negara kepulauan, dengan luas zona lautan lebih besar dari zona daratan. Salah satu mata pencaharian sektor bidang kelautan ialah nelayan. Dalam melaksanakan sebuah pekerjaan, nelayan pun tak luput dari bahaya atau resiko kecelakaan di lokasi bekerja. Dimana menurut Laporan Census of Fatal Occupational Injuries (CFOI) yang dilaksanakan oleh Bureau of Labour Statistics (BLS) mengatakan risiko kecelakaan kerja terhadap nelayan 20-30 kali lebih tinggi ketimbang pekerjaan lain. Faktor pokoknya ialah lingkungan kerja, semisal banyak kapal penangkap ikan tanpa alat pelindung diri (APD), serta tingkat pendidikan yang rendah meningkatkan risiko disebabkan wawasan yang buruk. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode literature review. Dimana sumber pustaka berasal artikel publikasi ilmiah terdahulu. Dari paparan diperoleh hasil ketika nelayan melaut bisa muncul beragam bahaya keselamatan serta kesehatan bekerja baik ketika di darat atau ketika di lautan. Bahaya yang dimunculkan pun beragam, dari bahaya potensial kimia, biologi, fisik, ergonomi, psikososial.
Kedaruratan K3 Dengan Kejadian Kecelakaan Pada Proyek Konstruksi Bangunan M Farouq Al Azid Mrp; Zanzabila Aulya Rokan; Naura Salsabilla Hrp; Abdurrozzaq Hasibuan
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2024): GJMI - JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i6.639

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ialah aspek teramat krusial di tiap proyek konstruksi, khususnya di lingkungan komplek yang terlibat aktivitas pembangunan. Kecelakaan kerja ialah permasalahan serius yang bisa berimbas negatif langsung pada pekerja, lingkungan, serta keseluruhan proyek. Karenanya, analisis kedaruratan K3 menjadi krusial teruntuk mengenali peluang kecelakaan serta perumusan tahapan mitigasi yang sesuai. Filosofi perawatan darurat ialah Penghematan Waktu Langsung teruntuk seluruh perbuatan yang dilasanakan ketika keadaan darurat perlu efektif serta efisien dan waktu respons dihitung dari perawatan darurat pasien datang untuk berobat. Kondisi ini mengingatkan pada pasien yang kehilangan nyawanya hidup dalam tiga cacat berikutnya bahkan sangat singkat. Tanggap darurat ialah wujud usaha manajemen teruntuk perlindungan aktivits produksi pada perusahaan serta menekan resiko kecelakaan, perihal ini menyerupai prinsip kelangsungan usaha. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi penerapan waktu respon perawat dalam penentuan prioritas penanganan pasien kecelakaan darurat.
Analisis Pengukuran Produktivitas Dengan Menggunakan Metode American Productvity Center (APC) Di UD. Harum Manis Cap Rajawali Kota Tebing Tinggi Wirda Novarika AK; Abdurrozzaq Hasibuan; Syafitri, Ilmi
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 1 (2024): EDISI MEI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v8i1.10502

Abstract

Penelitian ini dilakukan di UD. Harum Manis Cap Rajawali Kota Tebing Tinggi yang dimana bertujuan untuk mengidentifikasi hasil produktivitas serta untuk memberikan solusi perencanaan dalam peningkatan produktivitas. Metode APC (American Productivity Center) ialah metode untuk mengukur indikator produktivitas, indeks profitabilitas serta perbaikan harga yang memperhitungkan tenaga kerja, bahan baku, energi, modal dan input total terhadap output. Untuk dapat mengetahui sebab akibat permasalahan dan usulan perbaikan masalah penulis menggunakan metode diagram tulang ikan. Berdasarkan hasil penelitian tingkat profitabilitas mengalami naik turun yang tidak konstan yaitu tenaga kerja 5,44%, bahan baku 3,92%, energi 5,46%, modal 11,58%. Hasil analisa dan pembahasan bahwa peningkatan indeks produktivitas dan indeks profitabilitas mengalami peningkatan dibulan Desember  yaitu tenaga kerja 1,37%, energi 1,38%, bahan baku 7% modal 8,39%. Dari hasil produktivitas dan profitabilitas faktor yang paling terpengaruh adalah tenaga kerja yang tidak adanya motivasi serta tidak adanya intensif bagi karyawan, faktor material pemborosan bahan baku serta penggunaan yang kurang hati-hati, faktor energi penggunaan yang kurang optimal, faktor modal karena menurunnya pendapatan setiap bulannya.
PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA RUMAH SAKIT (K3RS) PADA PELAYANAN INTALASI GAWAT DARURAT (IGD) : STUDI KASUS Diadara Nandani Rambe; Lila Yannur Nasution; Muhammad Iqbal Firdaus; Abdurrozzaq Hasibuan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2024

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) merupakan sistem penting untuk menjamin perlindungan tenaga kesehatan, pasien, dan pengunjung dari risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan K3RS pada pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit Daerah (RSD) Tipe C Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, serta didukung oleh studi kasus kecelakaan kerja tenaga keperawatan selama satu tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kecelakaan kerja yang paling sering terjadi adalah tertusuk jarum suntik, kontak kulit dengan darah atau cairan tubuh, serta terpapar uap disinfektan dan radiasi. Meskipun rumah sakit telah melaksanakan workshop dan menyediakan alat pelindung diri (APD), sebagian besar tenaga keperawatan belum mengikuti pelatihan formal K3RS, dan sistem pelaporan insiden belum berjalan optimal. Faktor risiko lain meliputi lingkungan kerja yang tidak terstruktur dan tingginya beban kerja. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan K3RS, pengawasan aktif, dan penguatan budaya keselamatan kerja untuk menekan angka kecelakaan kerja dan mewujudkan pelayanan IGD yang aman dan berkualitas.
PERAN DIGITALISASI DALAM MONITORING KESELAMATAN KERJA DI PROYEK KONTRUKSI BESAR Najwa Hanni Hasibuan; Rizka Aulia Hasibuan; Sahroma Dani Siregar; Abdurrozzaq Hasibuan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2043

Abstract

Digitalisasi telah menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas pengawasan keselamatan kerja di proyek konstruksi besar, yang dikenal memiliki risiko kerja tinggi dan kompleksitas manajemen yang besar. Penerapan teknologi digital seperti sistem pemantauan real-time berbasis sensor, perangkat wearable, aplikasi mobile, serta integrasi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI), memberikan terobosan dalam pengawasan kondisi kerja yang sebelumnya bergantung pada metode manual. Teknologi ini tidak hanya memungkinkan pemantauan langsung terhadap kondisi pekerja dan lingkungan kerja, tetapi juga mampu memberikan rekomendasi otomatis untuk pengambilan keputusan keselamatan yang lebih akurat dan cepat. Penggunaan digitalisasi dalam pengelolaan dokumen dan pelaporan K3 secara daring juga mempercepat alur informasi dan meningkatkan transparansi antar pihak yang terlibat. Studi ini menunjukkan bahwa digitalisasi dapat menurunkan tingkat kecelakaan kerja hingga 35% dan memberikan dampak positif dalam efisiensi manajemen keselamatan konstruksi. Namun, penerapannya di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, kurangnya tenaga kerja yang kompeten di bidang digital, serta resistensi budaya kerja terhadap perubahan sistem manual ke digital. Selain itu, biaya investasi awal yang tinggi juga menjadi hambatan utama, terutama bagi perusahaan konstruksi berskala kecil dan menengah.
Transormasi Pengembangan HRD melalui Pendekatan Sistem Keputusan Berbasis Data untuk Meningkatkan Kinerja Organisasi Alya Zia Annisa; Tengku Maryam Arief Delikhan; Nabila Veronica; Abdurrozzaq Hasibuan
Saturnus: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Vol. 3 No. 2 (2025): April : Saturnus : Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/saturnus.v3i1.1301

Abstract

The transformation of Human Resource Development (HRD) through a data-driven decision-making system has become a strategic necessity for organizations aiming to improve performance and competitiveness. This study employs a qualitative descriptive approach by reviewing several relevant journals that discuss the integration of data analytics into HRD functions. The findings indicate that data-driven decision systems enable organizations to accurately identify training needs, predict employee performance, and design development programs that align with evolving organizational demands. Furthermore, the use of data reduces subjective bias in evaluation processes and enhances the objectivity of performance assessments. This transformation also strengthens the strategic role of HRD by providing timely and evidence-based recommendations that support organizational goals. However, successful implementation requires technological readiness, digital competencies among HR personnel, and an organizational culture that encourages data utilization. Overall, the literature review shows that adopting data-driven decision approaches significantly contributes to improving HRD effectiveness and organizational performance.
Analisis Strategi Pengendalian Paparan Bahan Toksik melalui Program Higiene Industri dan Keselamatan Kerja Aprilyautami Aprilyautami; Muhammad Ramadhan Ginting; Rabbaniyah Rabbaniyah; Abdurrozzaq Hasibuan
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 4 No. 2 (2026): April : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v4i2.704

Abstract

Exposure to toxic materials in the workplace remains a major occupational health and safety issue, particularly in industrial sectors with high chemical use intensity. Various control efforts have been implemented through industrial hygiene and occupational safety (OHS) programs, but their effectiveness varies. This study aims to analyze strategies for controlling toxic material exposure through industrial hygiene and OHS programs based on literature review over the past five years. The method used was literature review of 10 national journals relevant  the topic of toxic material exposure in various industrial sectors. The analysis results indicate that toxic material exposure is still found in various sectors, with types of materials such as heavy metals, organic solvents, toxic gases, and industrial dust. The most commonly implemented control strategies are the use personal protective equipment (PPE), administrative controls, and some engineering controls such as ventilation. However, the effectiveness of these controls is less than optimal due low worker compliance, limited supervision, and the minimal implementation of higher-level controls such as elimination and substitution. Therefore, it is necessary to strengthen integrated industrial hygiene programs, improve worker compliance, and implement a more comprehensive hierarchy of controls to minimize the risk of toxic material exposure in the workplace.
Co-Authors Abdul Bais Lubis Abrar Guntar Damanik Ade Irma Seftyani Lubis Aditya Tri Wardana Adriansyah Arya Pratama Ahsan Abdul Aziz Bintang Aldi Syahputra Nasution Alif Afsal Z Alya Zia A Alya Zia Annisa Amanda Aulia Aprilyautami Aprilyautami Baehaqi Bonar Harahap Citra Aulia Amanda Dena Yulianti Dia Sari Br Manurung Diadara Nandani Rambe Dwi Syahputri Purba Erva Ahsana Afifa Fadila, Siti Faiz Agung Luthfiansyah Faiza Dia Amanda Br Harahap Faradillah Farid Al Buqhori Fiska Dilla Aulia Pulungan Friska Dela Oktapiani Ghizka aulia Putri Gibrina Meinal Salisa Br Ginting Hasanatun Laili Hayatur Rahmi Istiana Putri Josua Manurung Kimberly F.K Lila Yannur Nasution Liza Putri Aardani Liza Putriwardani M Farouq Al Azid Mrp Mahrani Arfah Manurung, Josua Maulana Randy Septian Mayumi Ershanda Meutia Hafni Indah Triana Muhammad Asyazili Muhammad Iqbal Firdaus Muhammad Ramadhan Ginting Muhammad Rifqy Muhammad Rizki Sofyan Nabila Veronica Nadia Syaibah Nasution Najwa Hanni Hasibuan Natasya Andara Natasya Putri Lika Naura Salsabilla Hrp Nazwa Aulia Ramadhani Novi Andaresta Novita Sari Nur Chairani Rizki Nasution Nurdiana Tanjung Nurwijayanti Panggabean, Diani Sari Perdana Sitompul Puteriyani Khairunisa Rabbaniyah Rabbaniyah Rahmat Zulfatli Ramadhan Putra Pratama Rendy Purwanto Rifky Rifaldi Riska Ramadhani Rizka Aulia Hasibuan Ryan Dimas Rasdiyatno Sahroma Dani Siregar Salshabila Azzahra Sirait Salwa Lutfiah Putri Salwa Luthfiah Putri Sandiyatun Daulay Siti Aminah Siti Rahma Sibuea Sophie Zafira Tanjung Sri Wahdina Tanjung Suhela Putri Nasution Sukma Amelia Wardani Suliawati Syafitri, Ilmi Syavira Desputri Taufik Hilmi Taufik Sadewa Tengku Maryam Arief Delikhan Trinanda S Wirda Novarika AK Yughni Aulia Nabila Zahra Ananda Zamy Anwar Zanzabila Aulya Rokan