Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Media Kadot dalam Pembelajaran Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Tiga Angka Bagi Siswa Kelas III SDN 2 Alas Sumur Kulon Kabupaten Probolinggo Saila, Nurul; Uswatun Hasanah; Dita Ananda Carolina; Ilse Yulia Rizti
Jurnal Pengabdian Ahmad Yani Vol. 3 No. 2 (2023): December
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTI) Bontang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53620/pay.v3i2.123

Abstract

The level of intellectual development of elementary school (SD) students is at the concrete operational level. At the concrete operational level, children are able to think logically, but can only apply logic to physical objects. So in studying mathematics which has an abstract nature, assistance is needed using learning media. The ability to determine the results of adding and subtracting three-digit numbers is an ability that must be mastered by third grade elementary school students. This ability is one of the basic abilities in calculating, so the student's inability will affect the student's ability to understand further elementary mathematics material. The problem that arises at SDN 2 Alas Sumur Kulon, Probolinggo Regency is that many class III students experience difficulties in learning to add and subtract three-digit numbers, because the teacher does not use media in their learning. The aim of this activity is to help class III students at SDN 2 Alas Sumur Kulon master the skill of determining the results of adding and subtracting three-digit numbers using the medium of khast (a number bag and a straw). This community service activity includes three stages of activity, namely the preparation stage, training implementation and evaluation. The achievements of this community service activity are (1) 86,674% of training participants obtained a final test score higher or equal to the KKM; (2) the level of participant satisfaction with training activities is 100%; and (3) 100% of the training participants stated that the training in using the gift medium to determine the results of adding and subtracting three-digit numbers helped them master the skill of determining the results of adding and subtracting three-digit numbers. Keywords: Training, Kadot Media, Addition and Substractions.
Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Luas Permukaan Bangun Ruang Saila, Nurul; Sulianti, Ani; Hasanah, Uswatun
BASICA Journal of Arts and Science in Primary Education Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/basica.v3i2.4606

Abstract

Mathematical representation ability is one of the five basic abilities which is the goal of mathematics learning. Through mathematical representation, problems that initially appear difficult and complicated can be seen more easily and simply, so that they can be presented simply and can be solved more easily. But in reality, the representation ability of elementary school students is still low. The aim of this research is to describe the mathematical representation abilities of class VI students at SD Negeri Kebonsari Kulon I Probolinggo, in solving surface area problems of geometric shapes. This research is qualitative research with a descriptive approach. The population in this study were all class VI students at SD Negeri Kebonsari Kulon I Probolinggo, totaling 19 students. The data collection method in this research is the test method. Next, the data obtained was analyzed to determine students' representational abilities in solving problems on the surface area of ​​geometric figures. The results of this research show that students' visual and symbolic mathematical representation abilities in solving mathematical problems on the surface area of ​​spatial figures can be categorized as good with a percentage of 78.94% and 89.47%, while their verbal mathematical representation abilities can be categorized as very good with a percentage of 55.26. %.
Edukasi pada Penguatan Profil Pelajar Pancasila Membentuk Karakter Gotong Royong pada Siswa Hasanah, Uswatun; Anjarwati, Ani; Q, Ryzca Siti; Saila, Nurul; Sulianti, Ani; Misdiyanto, Misdiyanto
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol 7, No 1 (2024): MEI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jmm.v7i1.155

Abstract

Pendidikan sangat penting diperoleh oleh masyarakat agar untuk membentuk warga negara yang berintelektual. Generasi muda yang cerdas diharapkan mempunyai karakter yang baik. Kurikulum di Indonesia mengalami beberapa perubahan dan kurikulum yang kita saat ini yaitu kurikulum merdeka. Edukasi pada anak sangatlah penting, dimana sebagai generasi muda bangsa Indonesia harus mengetahui nilai-nilai Pancasila, salah satu caranya yaitu dengan Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Tujuan memberikan edukasi tersebut yaitu untuk membentuk karakter yang baik khususnya karakter gotong royong. Gotong royong merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama dan dilakukan dengan hati yang tulus dan ikhlas. Edukasi penguatan profil pelajar Pancasila dapat meningkatkan pengetahuan siswa khususnya karakter gotong royong dan dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari serta dapat meningkatkan nasionalisme peserta didik atau generasi muda bangsa Indonesia agar kelak tidak kehilangan jati diri bangsa.
Meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas IV dengan penerapan blended learning Nurul saila; Abdul Basit; Ayu Wulandari; Siti Nur Hidayati; Siti Maryam
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 1 (2022)
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kompetensi FPB dan KPK dengan menggunakan model pembelajaran Blended learning yang akan menjadikan siswa memiliki keleluasaan untuk mempelajari materi atau bahan ajar dengan memanfaatkan bahan ajar yang tersimpan secara online. Di dalam pelaksanaan pembelajaran matematika pada saat ini ditemukan masalah seperti siswa merasa bosan, siswa kesulitan dalam memahami materi, siswa selalu dihadapkan dengan soal-soal dan juga rumus-rumus, karena dalam proses pembelajaran tidak menggunakan model yang bervariasi. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di SDN Kanigaran 3 kelas IV yang diterapkan dalam 2 (dua) siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 (empat) empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap pengamatan (Observasi) dan tahap refleksi, dengan teknik pengambilan data kualitatif melalui wawancara dan data kuantitatif melalui tes hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian, hasil yang di capai pada setiap siklus mengalami peningkatan. Pada siklus I presentase ketuntasan siswa dalam mencapai KKM 75 adalah 72% dengan rata-rata kelas 80. Pada siklus II presentase ketuntasan siswa dalam mencapai KKM 75 adalah 94% dengan rata-rata kelas 96. Dengan demikian dapat diketahui bahwa penerapan model pembelajaran Blended Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika materi FPB dan KPK kelas IV di SDN Kanigaran 3.
Implementasi Kurikulum Medeka Belajar Di Lembaga Pendidikan Shofia Hattarina; Nurul Saila; Adenita Faradilla; Dita Refani Putri; RR. Ghina Ayu Putri
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 1 (2022)
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini dalah mengkaji lebih mendalam mengenai struktur kurikulum merdeka belajar dan implementasinya di lembaga pendidikan. Penulisan artikel ilmiah ini menggunakan metode studi literatur dengan menggunakan berbagai jenis sumber baik dari buku, artikel ilmiah dari berbagai jurnal untuk mencari teori dan data-data yang mendukung. Penelitian ini adalah juga merupakan hasil ekstraksi dari asistensi mahasiswa dalam mata kuliah Pengembangan Kurikulum SD. Kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di S1 Universitas Panca Marga dengan jenis kegiatan penelitian dosen bersama mahasiswa dalam bidang pendidikan. Ada tiga hal kunci yang melandasi strategi implementasi Kurikulum Merdeka, yaitu Kurikulum merdeka adalah pilihan, implementasi kurikulum adalah proses belajar, dan dukungan implementasi kurikulum dilakukan secara komprehensif. 
Pengaruh Perubahan Kurikulum Pendidikan Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sulianti, Ani; Hasanah, Uswatuh; Saila, Nurul
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 5 No. 5 (2024): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v5i5.1928

Abstract

This research aims to investigate the impact of curriculum changes on students' learning motivation at the secondary education level. The curriculum is a key element in the education system that can influence the learning process and student achievement. The data collection technique uses qualitative with a literature study approach. The data source used is a literature study, the data analysis technique used is a comparative study of the literature and identifying the impacts of main curriculum changes on student learning motivation, both positive and negative impacts. The research results show that curriculum changes can have varying impacts on student learning motivation. Positive impacts can occur when curriculum changes include refreshing learning materials, a more interactive teaching approach, clear educational goals, fair evaluation, and challenges that are appropriate to students' ability levels.
Sosialisasi Kurikulum Merdeka pada pembuatan Modul Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Hasanah, Uswatun; Sulianti, Ani; Saila, Nurul; Misdiyanto, Misdiyanto; Arif, Mochammad Firman
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol 7, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jmm.v7i2.166

Abstract

Lembaga pendidikan mempunyai tugas yang sangat penting terkait dengan pendidikan moral dan karakter. Kurikulum merupakan landasan utama dalam sistem pendidikan suatu negara. Di Indonesia, sistem kurikulum telah mengalami sejumlah perubahan dan transformasi selama bertahun-tahun. bermakna dalam proses pembelajaran. Pendidikan yang penting membentuk generasi cerdas, berkarakter dan nasionalis, maka dengan adanya  Kurikulum Merdeka, dan nilai Pancasila dapat mencapai tujuan bangsa. Kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang terbaru di sistem pendidikan Indonesia. Ciri khas dari kurikulum merdeka yaitu Projek Penguatan Profil Pancasila hal tersebut ssuai dengan visi pendidikan Indonesia yaitu Mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila. Pada kurikulum Merdeka ada dua modul yaitu modul ajar untuk pembelajaran intrakurikuler dan modul proyek untuk Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Pada penyusunan modul bisa dilihat pada buku panduan khususnya modul proyek, dimana pada modul proyek sudah ada tema yang sudah ditentukan sesuai dengan fase peserta didik. Pada pembuatannya juga diharapkan dapat disesuaikan dengan karakteristik disatuan pendidikan dan peserta didik. Dengan diterapkannya Kurikulum Merdeka diharapkan dapat mencetak generasi muda yang cerdas, kritis dan berdaya saing global sehingga dapat memajukan bangsa Indonesia secara global.
Penanaman Sikap Tanggung Jawab dan Kedisiplinan Peserta Didik melalui Pendidikan Kewarganegaraan Ani Sulianti; Nurul Saila; Dzaky Isyuniandri
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 9: Agustus 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i9.2132

Abstract

This study aims to determine: 1. The role of civic education in instilling the responsible attitude of students, 2.The role of civic education in instilling disciplinary attitudes in students. This type of research is a descriptive study with a qualitative approach, research subjects are students in SMP Negeri 2 Kunir. The results showed that: 1. Citizenship education has a very important contribution in instilling the attitude of responsibility towards students through learning materials, guidance and direction from the teacher and the direction of daily activities outside the classroom to be able to develop the attitude of social responsibility 2. Education Citizenship has an important role in instilling moral values of discipline toward students through the learning process in shaping attitudes and behavior that obeys the rules that apply both within the school and in the community.
Peranan Guru PPKn dalam Penguatan Karakter Integritas Sebagai Upaya Pencegahan Perundungan Kelas VII di Smp Sunan Giri Ardila, Syamriba; Sriwijayanti, Ribut Prastiwi; Saila, Nurul
JURNAL DIMENSI Vol 14, No 2 (2025): JURNAL DIMENSI (JULI 2025)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/dms.v14i2.7756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru PPKn dalam membangun karakter integritas siswa sebagai upaya pencegahan perundungan, mengidentifikasi strategi yang digunakan, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya. Studi dilakukan di SMP Sunan Giri, Kota Probolinggo, Jawa Timur, dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi aktivitas pembelajaran dan program sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PPKn memainkan peran strategis dalam menanamkan nilai integritas melalui pembelajaran di kelas dan kegiatan ekstrakurikuler seperti OSIS dan kepramukaan. Strategi yang digunakan mencakup pembelajaran kolaboratif, penekanan pada nilai kejujuran dan tanggung jawab, serta keteladanan guru. Program sekolah “LAWAS” (Laporin WA Saja) juga menjadi sarana efektif dalam mencegah perundungan melalui pelibatan aktif siswa dan guru. Faktor pendukung utama meliputi dukungan kepala sekolah dan sesama guru, sedangkan hambatan utama adalah minimnya perhatian orang tua dan pengaruh negatif media sosial. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan karakter integritas siswa melalui peran aktif guru PPKn dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga sangat penting sebagai faktor keberhasilan. Namun, keterbatasan dalam studi ini terletak pada cakupan lokasi penelitian yang terbatas, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan secara luas.
PERAN GURU PPKn DALAM MENGEMBANGKAN RASA NASIONALISME SISWA KELAS VIII DENGAN MEMANFAATKAN PENAYANGAN VIDEO DOKUMENTER PERISTIWA BERSEJARAH DI MTs WALISONGO 1 MARON syarofah, Alfiatus; Saila, Nurul; Hasanah, Uswatun
JURNAL DIMENSI Vol 14, No 2 (2025): JURNAL DIMENSI (JULI 2025)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/dms.v14i2.7735

Abstract

Penanaman nilai nasionalisme pada generasi muda menjadi tantangan di era globalisasi yang sarat akan pengaruh budaya asing.“Sekolah suatu lembaga pendidikan formal yang memiliki peran sangat penting guna membentuk karakter bangsa melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).”Namun, pembelajaran yang monoton sering kali kurang menarik perhatian siswa terhadap materi kebangsaan. Tujuan“penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran guru PPKn dalam mengembangkan rasa nasionalisme siswa kelas VIII melalui penayangan video dokumenter peristiwa bersejarah di MTs Walisongo 1”Maron. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari guru PPKn dan siswa kelas VIII A.“Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa guru PPKn berperan aktif dalam menanamkan nasionalisme melalui video” dokumenter. Media ini mampu meningkatkan sebuah pemahaman siswa terhadap peristiwa sejarah, empati, dan rasa cinta tanah air. Hambatan seperti keterbatasan waktu dan sarana dapat diatasi dengan perencanaan yang lebih matang. Kesimpulannya, video dokumenter efektif mendukung peran guru PPKn dalam mengembangkan rasa nasionalisme siswa karena memberikan pengalaman belajar yang menarik dan kontekstual.