Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif sebagai Upaya Peningkatan Engagement Konsumen di Media Sosial Rudianto, Rudianto; Hidayati, Heny; Sutaguna, I Nyoman Tri; Nurcholifah, Ita; Saila, Nurul
CivicAction: Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): Artikel Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SORATEKNO PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/civicaction.v1i3.216

Abstract

Permasalahan engagement yang rendah pada platform media sosial menjadi tantangan signifikan bagi bisnis dalam era digital saat ini. Banyak usaha, khususnya usaha kecil dan menengah, belum memiliki pemahaman mendalam tentang strategi pembuatan konten yang efektif untuk meningkatkan interaksi konsumen. Persoalan ini menjadi krusial mengingat media sosial telah menjadi saluran pemasaran utama bagi komunikasi brand dan pembangunan hubungan dengan audiens target. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan tujuan utama meningkatkan kapasitas dan keterampilan pelaku usaha dalam mengembangkan konten yang kreatif, relevan, dan mampu mendorong engagement yang lebih tinggi di berbagai platform media sosial. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup pendekatan pelatihan interaktif melalui workshop tatap muka dan sesi pendampingan berkelanjutan. Peserta diberikan pengetahuan teoritis tentang prinsip-prinsip content marketing, psikologi konsumen digital, dan analisis perilaku audiens, diikuti dengan praktik langsung dalam membuat konten visual, copywriting, dan strategi posting yang terukur. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, serta analisis metrik engagement sebelum dan sesudah implementasi konten. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang strategi konten kreatif, dengan rata-rata peningkatan skor pengetahuan sebesar 65 persen. Implementasi konten yang telah dilatihkan menghasilkan peningkatan engagement rate rata-rata sebesar 48 persen dalam kuartal pertama pasca-pelatihan. Kesimpulannya, pelatihan pembuatan konten kreatif terbukti efektif sebagai solusi untuk memberdayakan pelaku usaha dalam memanfaatkan potensi media sosial guna meningkatkan visibilitas brand dan interaksi dengan konsumen secara signifikan.
Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif sebagai Upaya Peningkatan Engagement Konsumen di Media Sosial Rudianto Rudianto; Heny Hidayati; I Nyoman Tri Sutaguna; Ita Nurcholifah; Nurul Saila
CivicAction: Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): Artikel Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SORATEKNO PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/civicaction.v1i3.216

Abstract

Permasalahan engagement yang rendah pada platform media sosial menjadi tantangan signifikan bagi bisnis dalam era digital saat ini. Banyak usaha, khususnya usaha kecil dan menengah, belum memiliki pemahaman mendalam tentang strategi pembuatan konten yang efektif untuk meningkatkan interaksi konsumen. Persoalan ini menjadi krusial mengingat media sosial telah menjadi saluran pemasaran utama bagi komunikasi brand dan pembangunan hubungan dengan audiens target. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan tujuan utama meningkatkan kapasitas dan keterampilan pelaku usaha dalam mengembangkan konten yang kreatif, relevan, dan mampu mendorong engagement yang lebih tinggi di berbagai platform media sosial. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup pendekatan pelatihan interaktif melalui workshop tatap muka dan sesi pendampingan berkelanjutan. Peserta diberikan pengetahuan teoritis tentang prinsip-prinsip content marketing, psikologi konsumen digital, dan analisis perilaku audiens, diikuti dengan praktik langsung dalam membuat konten visual, copywriting, dan strategi posting yang terukur. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, serta analisis metrik engagement sebelum dan sesudah implementasi konten. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang strategi konten kreatif, dengan rata-rata peningkatan skor pengetahuan sebesar 65 persen. Implementasi konten yang telah dilatihkan menghasilkan peningkatan engagement rate rata-rata sebesar 48 persen dalam kuartal pertama pasca-pelatihan. Kesimpulannya, pelatihan pembuatan konten kreatif terbukti efektif sebagai solusi untuk memberdayakan pelaku usaha dalam memanfaatkan potensi media sosial guna meningkatkan visibilitas brand dan interaksi dengan konsumen secara signifikan.
Investigating the Impact of Problem-Based Learning on Students’ Critical Thinking and Learning Autonomy in the Context of Primary Education Alken Irwan; Dzuhrotul Ulumiyah; Dinda Dinda; Nurul Saila; Maymunah Andrayni
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v5i1.2831

Abstract

This study investigates the impact of the Problem-Based Learning (PBL) model on students’ critical thinking skills and learning autonomy in primary education, addressing the limited empirical evidence examining the simultaneous development of these competencies at the elementary school level in Indonesia. The research was conducted in a public elementary school in Bram Itam District involving two sixth-grade classes, Class VI A and Class VI B, each comprising 21 students. A quasi-experimental design with a pretest–posttest control group was employed, using a critical thinking test and a learning autonomy questionnaire as data collection instruments. The results indicated a substantial improvement in the experimental group compared to the control group, with mean critical thinking scores increasing from 68.10 to 84.29 and learning autonomy from 70.43 to 86.05. Independent samples t-test analysis revealed significant differences between groups for both critical thinking (t = 3.42, p < 0.05) and learning autonomy (t = 3.76, p < 0.05). These findings demonstrate that PBL effectively enhances analytical reasoning and self-regulated learning among elementary students. The study supports the integration of PBL as a strategic instructional model to promote higher-order thinking and independent learning in alignment with 21st-century educational demands and the Kurikulum Merdeka reform.
REKONSTRUKSI PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD BERBASIS STEAM SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN LITERASI NUMERASI DAN KETERAMPILAN ABAD KE-21 Isa, Muhammad; Saila, Nurul; Handayani, Linda; Elianti, Elianti; Erlina, Leni
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v12i1.6364

Abstract

The transformation of education in the 21st century requires mathematics learning that is not only oriented toward the mastery of concepts but also toward strengthening numeracy literacy and developing 21st-century skills. One approach considered capable of addressing these demands is the STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) approach, which integrates multiple disciplines within contextual and collaborative learning. This study aims to analyze the contribution of the STEAM approach in elementary school mathematics learning toward strengthening numeracy literacy and 21st-century skills, as well as to formulate a conceptual framework for reconstructing STEAM-based mathematics learning. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method with a qualitative approach. Data were obtained from the Google Scholar, SINTA, and Scopus databases using keywords relevant to STEAM-based mathematics learning. The article selection process was conducted through the stages of identification, screening, and comprehensive content review. The initial search identified 56 articles, which were subsequently narrowed down to 33 articles based on the relevance of their titles and abstracts, and finally 16 articles met the inclusion criteria and were analyzed further. Data analysis was carried out using content analysis and narrative synthesis to identify patterns in the research findings. The results of the review indicate that the STEAM approach contributes positively to improving numeracy literacy and developing 21st-century skills, including critical thinking, creativity, collaboration, and communication. Furthermore, the integration of STEAM with active learning models such as Project-Based Learning and Problem-Based Learning can create more meaningful and contextual mathematics learning experiences in elementary schools