Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

SOSIALISASI PENTINGNYA PENGURANGAN SAMPAH PLASTIK DAN BAHAYA PLASTIK Saila, Nurul; Hasanah, Uswatun; Misdiyanto, Misdiyanto
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/scsej.v2i1.18

Abstract

Plastik merupakan bahan yang selalu dipakai dalam kehidupan kita sehari-hari, karena plastik salah satu bahan yang digunakan untuk membungkus sesuatu, baik itu makanan ataupun barang. Masyarakat zaman sekarang memilih plastik sebagai pembungkus dikarenakan lebih praktis tanpa mengetahui dampak atau bahaya dari plastik itu sendiri. Kesadaran masyarakat atas bahaya plastik masih rendah, maka sangat diperlukan sosialisasi pengurangan sampah plastik dan bahayanya. Tujuan pelaksanaan sosialisasi atau edukasi tentang pentingnya pengurangan sampah plastik dan bahaya plastik adalah untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan kesadaran masyarakat khusus nya ibu rumah tangga untuk dapat mengurangi sampah plastik dan mengetahui bahaya plastik untuk kesehatan dan bahaya sampah plastik pada lingkungan. Kegiatan ini sangat penting dilakukan, karena untuk menyadarkan masyarakat harus dilakukan berulang-ulang khususnya untuk merubah perilaku masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, sehingga tidak mencemari lingkungan yang berdampak pada kesehatan juga. Sudah saat nya masyarakat sadar untuk menjaga lingkungan agar selalu bersih dan rapi dari sampah plastic
Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Luas Permukaan Bangun Ruang Saila, Nurul; Sulianti, Ani; Hasanah, Uswatun
BASICA Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/basica.v3i2.4606

Abstract

Mathematical representation ability is one of the five basic abilities which is the goal of mathematics learning. Through mathematical representation, problems that initially appear difficult and complicated can be seen more easily and simply, so that they can be presented simply and can be solved more easily. But in reality, the representation ability of elementary school students is still low. The aim of this research is to describe the mathematical representation abilities of class VI students at SD Negeri Kebonsari Kulon I Probolinggo, in solving surface area problems of geometric shapes. This research is qualitative research with a descriptive approach. The population in this study were all class VI students at SD Negeri Kebonsari Kulon I Probolinggo, totaling 19 students. The data collection method in this research is the test method. Next, the data obtained was analyzed to determine students' representational abilities in solving problems on the surface area of ​​geometric figures. The results of this research show that students' visual and symbolic mathematical representation abilities in solving mathematical problems on the surface area of ​​spatial figures can be categorized as good with a percentage of 78.94% and 89.47%, while their verbal mathematical representation abilities can be categorized as very good with a percentage of 55.26. %.
PPENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP NURUL ISLAM PROBOLINGGO Saila, Nurul; Hasanah, Uswatun; Sulianti, Ani
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/scsej.v3i2.102

Abstract

Motivasi belajar merupakan salah satu  faktor  penting yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar.  Beberapa penelitian  menunjukkan  bahwa  motivasi belajar siswa berbanding lurus dengan hasil belajar siswa. Hasil observasi dalam pembelajaran PKn di kelas VII SMP Nurul Islam pada semester ganjil tahun pelajaran    2024/2025 menunjukkan kurangnya motivasi belajar siswa. Guru mengajar menggunakan metode ceramah dan kurang variasi. Hasil wawancara dengan siswa menyebutkan bahwa mereka merasa bosan dalam  pembelajaran  PKn. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah membantu siswa kelas VII SMP Nurul Islam meningkatkan motivasi belajar pada mata  pelajaran  PKn,dengan  menerapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams    Achievement Divisons). Metode pelaksanaan  kegiatan ini  meliputi  kegiatan-kegiatan: persiapan, pelaksanaan dan evaluasi.  Hasil kegiatan  pengabdian ini  adalah  motivasi  belajar  siswa pada pembelajaran PKn di kelas VII SMP Nurul Islam dapat ditingkatkan dengan penerapan model pembelajaran  kooperatiftipe  STAD. Hasil angket respon siswa terhadap kegiaatan  pengabdian  menunjukkan 100 % memberikan respon positif terhadap kegiatan penerapan model pembelajaran  kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran PKn. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan pentingnya variasi dalam penggunaan model-model pembelajaran dalam pembelajaran, khususnya pada pelajaran PKN agar motivasi belajar siswa stabil.
Pendampingan Penerapan Pembelajaran Kooperatif untuk Meningkatkan Kemampuan Mengajar Guru di MIS Hidayat Probolinggo Saila, Nurul; Jannah, Faridatul; Sulianti, Ani; Qomariyah, Ryzca Siti; Inayati, Tatik
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.03 KB) | DOI: 10.56855/income.v1i2.94

Abstract

The learning model used by the teacher is one of the factors that influence student learning outcomes. If the teacher in learning only applies one learning model, students will get bored in participating in learning. Boredom of students will reduce their learning motivation and reduce their learning outcomes. The problem that arises at MTs Hidayah Probolinggo is the low student learning outcomes in Mathematics. This is indicated by the low percentage of students who achieve KKM scores, some students who do not pay attention to the teacher while teaching, namely chatting with friends, falling asleep, playing with their stationery, etc. The results of interviews with several students, obtained information that the teacher taught using the lecture method only, which made them feel bored. From the results of the interviews with the teacher, information was obtained that the teacher taught using the lecture, question and answer and assignment methods, and the teacher had never used the cooperative learning model. This is due to the teacher's lack of understanding of various kinds of learning models. The purpose of this activity is to add to the teacher's insight about learning models that are able to activate students in learning by providing assistance to teachers in implementing cooperative learning. The implementation of this activity includes two activities, namely the socialization of cooperative learning models, which is carried out in a classical manner, to broaden teachers' insights about cooperative learning models and assistance in preparing lesson plans using cooperative learning models and their application in classroom learning, which is carried out individually. The achievement of this activity was that 100% of Hidayat's MIS teachers attended and were active in socialization activities of cooperative learning models, 83.3% of teacher-made lesson plans with cooperative learning model syntax and 84.2% of implementing cooperative learning according to lesson plans. Keywords: teaching skills, mentoring, cooperative learning.
Pengaruh Perubahan Kurikulum Pendidikan Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sulianti, Ani; Hasanah, Uswatuh; Saila, Nurul
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 5 No. 5 (2024): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v5i5.1928

Abstract

This research aims to investigate the impact of curriculum changes on students' learning motivation at the secondary education level. The curriculum is a key element in the education system that can influence the learning process and student achievement. The data collection technique uses qualitative with a literature study approach. The data source used is a literature study, the data analysis technique used is a comparative study of the literature and identifying the impacts of main curriculum changes on student learning motivation, both positive and negative impacts. The research results show that curriculum changes can have varying impacts on student learning motivation. Positive impacts can occur when curriculum changes include refreshing learning materials, a more interactive teaching approach, clear educational goals, fair evaluation, and challenges that are appropriate to students' ability levels.
Sosialisasi Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja di Desa Klaseman Cahyanti, Tri; Hasanah, Uswatun; Elly, Mohammad Iskak; Wardana, Ludfi Arya; Misdiyanto, Misdiyanto; Saila, Nurul
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol 8, No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jmm.v8i2.193

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu ancaman serius bagi generasi muda yang dapat berdampak pada kesehatan fisik, mental, dan masa depan mereka. Remaja berada pada fase perkembangan yang rentan terhadap pengaruh lingkungan dan pergaulan. Rasa ingin tahu yang tinggi menjadi salah satu faktor remaja terjerumus dengan narkoba. Remaja, sebagai kelompok usia yang rentan, perlu mendapatkan edukasi yang tepat agar mampu memahami dan menghindari bahaya narkoba. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi mengenai penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja Desa Klaseman. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dan diskusi interaktif. Peserta kegiatan adalah remaja desa berjumlah 20 remaja yang terlibat secara aktif dalam tanya jawab serta deklarasi komitmen anti narkoba. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 70% terkait jenis-jenis narkoba, dampak kesehatan, serta konsekuensi hukum yang ditimbulkan. Selain itu, remaja menunjukkan sikap positif dengan berkomitmen menjauhi narkoba dan berperan sebagai agen perubahan di lingkungannya. , setelah dilakukan kegiatan sosialisasi tersebut remaja di desa Klaseman sadar dan berkomitmen untuk menjauhi narkoba, data tersebut diperoleh dari wawancara peserta sosialisasi.  Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu menjadi langkah preventif dalam upaya membangun Desa Klaseman yang sehat, produktif, dan bebas dari narkoba.
Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif sebagai Upaya Peningkatan Engagement Konsumen di Media Sosial Rudianto, Rudianto; Hidayati, Heny; Sutaguna, I Nyoman Tri; Nurcholifah, Ita; Saila, Nurul
CivicAction: Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): Artikel Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SORATEKNO PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/civicaction.v1i3.216

Abstract

Permasalahan engagement yang rendah pada platform media sosial menjadi tantangan signifikan bagi bisnis dalam era digital saat ini. Banyak usaha, khususnya usaha kecil dan menengah, belum memiliki pemahaman mendalam tentang strategi pembuatan konten yang efektif untuk meningkatkan interaksi konsumen. Persoalan ini menjadi krusial mengingat media sosial telah menjadi saluran pemasaran utama bagi komunikasi brand dan pembangunan hubungan dengan audiens target. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan tujuan utama meningkatkan kapasitas dan keterampilan pelaku usaha dalam mengembangkan konten yang kreatif, relevan, dan mampu mendorong engagement yang lebih tinggi di berbagai platform media sosial. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup pendekatan pelatihan interaktif melalui workshop tatap muka dan sesi pendampingan berkelanjutan. Peserta diberikan pengetahuan teoritis tentang prinsip-prinsip content marketing, psikologi konsumen digital, dan analisis perilaku audiens, diikuti dengan praktik langsung dalam membuat konten visual, copywriting, dan strategi posting yang terukur. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, serta analisis metrik engagement sebelum dan sesudah implementasi konten. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang strategi konten kreatif, dengan rata-rata peningkatan skor pengetahuan sebesar 65 persen. Implementasi konten yang telah dilatihkan menghasilkan peningkatan engagement rate rata-rata sebesar 48 persen dalam kuartal pertama pasca-pelatihan. Kesimpulannya, pelatihan pembuatan konten kreatif terbukti efektif sebagai solusi untuk memberdayakan pelaku usaha dalam memanfaatkan potensi media sosial guna meningkatkan visibilitas brand dan interaksi dengan konsumen secara signifikan.
Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif sebagai Upaya Peningkatan Engagement Konsumen di Media Sosial Rudianto Rudianto; Heny Hidayati; I Nyoman Tri Sutaguna; Ita Nurcholifah; Nurul Saila
CivicAction: Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): Artikel Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SORATEKNO PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/civicaction.v1i3.216

Abstract

Permasalahan engagement yang rendah pada platform media sosial menjadi tantangan signifikan bagi bisnis dalam era digital saat ini. Banyak usaha, khususnya usaha kecil dan menengah, belum memiliki pemahaman mendalam tentang strategi pembuatan konten yang efektif untuk meningkatkan interaksi konsumen. Persoalan ini menjadi krusial mengingat media sosial telah menjadi saluran pemasaran utama bagi komunikasi brand dan pembangunan hubungan dengan audiens target. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan tujuan utama meningkatkan kapasitas dan keterampilan pelaku usaha dalam mengembangkan konten yang kreatif, relevan, dan mampu mendorong engagement yang lebih tinggi di berbagai platform media sosial. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup pendekatan pelatihan interaktif melalui workshop tatap muka dan sesi pendampingan berkelanjutan. Peserta diberikan pengetahuan teoritis tentang prinsip-prinsip content marketing, psikologi konsumen digital, dan analisis perilaku audiens, diikuti dengan praktik langsung dalam membuat konten visual, copywriting, dan strategi posting yang terukur. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, serta analisis metrik engagement sebelum dan sesudah implementasi konten. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang strategi konten kreatif, dengan rata-rata peningkatan skor pengetahuan sebesar 65 persen. Implementasi konten yang telah dilatihkan menghasilkan peningkatan engagement rate rata-rata sebesar 48 persen dalam kuartal pertama pasca-pelatihan. Kesimpulannya, pelatihan pembuatan konten kreatif terbukti efektif sebagai solusi untuk memberdayakan pelaku usaha dalam memanfaatkan potensi media sosial guna meningkatkan visibilitas brand dan interaksi dengan konsumen secara signifikan.
Investigating the Impact of Problem-Based Learning on Students’ Critical Thinking and Learning Autonomy in the Context of Primary Education Alken Irwan; Dzuhrotul Ulumiyah; Dinda Dinda; Nurul Saila; Maymunah Andrayni
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v5i1.2831

Abstract

This study investigates the impact of the Problem-Based Learning (PBL) model on students’ critical thinking skills and learning autonomy in primary education, addressing the limited empirical evidence examining the simultaneous development of these competencies at the elementary school level in Indonesia. The research was conducted in a public elementary school in Bram Itam District involving two sixth-grade classes, Class VI A and Class VI B, each comprising 21 students. A quasi-experimental design with a pretest–posttest control group was employed, using a critical thinking test and a learning autonomy questionnaire as data collection instruments. The results indicated a substantial improvement in the experimental group compared to the control group, with mean critical thinking scores increasing from 68.10 to 84.29 and learning autonomy from 70.43 to 86.05. Independent samples t-test analysis revealed significant differences between groups for both critical thinking (t = 3.42, p < 0.05) and learning autonomy (t = 3.76, p < 0.05). These findings demonstrate that PBL effectively enhances analytical reasoning and self-regulated learning among elementary students. The study supports the integration of PBL as a strategic instructional model to promote higher-order thinking and independent learning in alignment with 21st-century educational demands and the Kurikulum Merdeka reform.
EDUCATIONAL PARADIGM: STRATEGY TO IMPROVE THE QUALITY OF LEARNING BY IMPLEMENTING LESSON STUDY Amstrong Harefa; Ibnu Mustopo Jati; Nurul Saila
International Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 3 (2024): International Journal of Teaching and Learning (INJOTEL)
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning as a part of education is the spearhead of determining whether or not educational goals are achieved, so that the quality of learning is intimately associated with the caliber of education. Lesson study implementation is one attempt to raise the standard of education in the modern world. Lesson Study is a coaching endeavor aimed at enhancing the learning process that is carried out by a group of teachers in a collaborative and ongoing manner when it comes to organizing, carrying out, monitoring, and reporting learning outcomes. An educational paradigm that includes strategies to raise the standard of instruction by using the application of lesson study is a very relevant and effective approach. Lesson Study is a cooperative approach where educators plan, monitor, and reflect on their learning together. The learning community is one of the cornerstones of lesson study. The research method used in this article is a literature review. The quality of learning, autonomous learning during lesson study, and methods for putting lesson study into practice to raise learning quality are all included in this research.