Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Terhadap Kepatuhan Minum Obat Anti Epilepsi (OAE) Pada Pasien Anak Di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak Purwanti, Nera Umilia; Susanti, Ressi; fannysha, Fanny
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i4.18142

Abstract

Pengobatan epilepsi  yang berlangsung dalam jangka waktu panjang akan membuat peluang terjadinya ketidakpatuhan minum obat menjadi besar, sehingga peran orang tua sangat penting dalam hal pengawasan. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji tingkat pengetahuan orang tua dan kepatuhan minum OAE pada anak serta menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan minum OAE di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Kota Pontianak. Metode penelitian yang digunakan yaitu cross sectional study dengan menggunakan data primer serta pengisian kuesioner Guttman dan MMAS-8 oleh orang tua pasien. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Februari 2024 dengan peritungan sampel menggunakan rumus Lemeshow sebanyak 12 responden. Hasil penelitian diperoleh karakteristik responden didominasi usia 30-40 tahun, jenis kelamin yaitu perempuan, pendidikan terakhir dijenjang SMA dengan status bekerja, kuesioner tingkat pengetahuan berdasarkan kategori baik (41,7%) cukup (58,3%), dan kuesioner tingkat kepatuhan minum OAE berdasarkan kategori tinggi (33,3%), sedang (25%), rendah (41,7%) serta hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p=0,002. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua terhadap kepatuhan minum OAE pada anak di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Kota Pontianak. 
ANALISIS AKSESIBILITAS MASYARAKAT WILAYAH PERBATASAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN: STUDI KASUS DI DESA SEBUNGA KECAMATAN SAJINGAN BESAR KALIMANTAN BARAT Maharani, Shindy; Robiyanto; Purwanti, Nera Umilia; Haulaini, Shahiroh; Erwansani, Enggy
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah perbatasan termasuk dalam kategori daerah 3T yang menghadapi keterbatasan akses pelayanan kefarmasian. Desa Sebunga di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, merupakan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia yang hanya bergantung pada Puskesmas Sajingan Besar sebagai penyedia layanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi aksesibilitas masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kefarmasian. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan wawancara. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan purposive dan accidental sampling serta dianalisis dengan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas fisik, ekonomi, dan sosial mempengaruhi kemudahan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Peningkatan aksesibilitas perlu disertai dengan perbaikan kualitas pelayanan guna membentuk persepsi masyarakat yang lebih positif terhadap pelayanan kefarmasian di wilayah perbatasan.
STUDI KASUS AKSESIBILITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI PERBATASAN INDONESIA-MALAYSIA: EKSPLORASI KUALITATIF DI DESA SANATAB, KALIMANTAN BARAT Hafizul Haq, Iqbal; Robiyanto; Purwanti, Nera Umilia
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aksesibilitas pelayanan kefarmasian di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan infrastruktur, tenaga kesehatan, dan ketersediaan obat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi secara mendalam aksesibilitas pelayanan kefarmasian di Desa Sanatab, Kalimantan Barat. Studi kasus kualitatif ini melibatkan enam informan yang dipilih secara purposive and accidental sampling, terdiri dari tokoh masyarakat dan pengguna layanan. Data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi dua tema utama: akses geografis dan transportasi, serta akses terhadap ketersediaan obat dan logistik farmasi. Hambatan utama meliputi ketiadaan angkutan umum dan ketidaklengkapan stok obat esensial di puskesmas. Masyarakat mengembangkan strategi adaptif berupa self-medikasi, pengobatan tradisional, pemanfaatan tenaga mantri, serta pengobatan lintas negara ke Malaysia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aksesibilitas pelayanan kefarmasian di perbatasan tidak cukup hanya dengan keberadaan fasilitas kesehatan, tetapi harus didukung transportasi publik yang terjangkau dan jaminan ketersediaan obat esensial secara berkelanjutan.