Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search
Journal : PRISMA FISIKA

Pendugaan Struktur Geologi Bawah Permukaan Daerah Lembar Amuntai Kalimantan Selatan Berdasarkan Anomali Magnetik Waras Selviani Octavia; Yudha Arman; Zulfian Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.60423

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode magnetik dilakukan di Amuntai Kalimantan Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur geologi bawah permukaan. Data yang digunakan berasal dari peta anomali magnet total Lembar Amuntai yang diterbitkan oleh Pusat Survei Geologi (PSG) Bandung. Pengolahan data dilakukan dengan koreksi variasi harian, koreksi IGRF, reduksi ke ekuator dan kontinuasi ke atas untuk mengetahui pola anomali yang terbentuk di daerah penelitian. Berdasarkan model yang dihasilkan, distribusi nilai anomali magnet total pada lokasi penelitian berada pada rentang -273 nT sampai 763 nT. Model penampang 2D sayatan A-B dan sayatan C-D menunjukkan keberadan patahan pada lokasi penelitian.
Pendugaan Jenis Batuan Bawah Permukaan Lembar Banjarmasin Kalimantan Selatan Berdasarkan Anomali Magnetik Yesi Dwi Jayanti; Yudha Arman; Zulfian Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.57850

Abstract

Telah dilakukan pendugaan jenis batuan bawah permukaan berdasarkan anomali magnetik di daerah dengan koordinat geografis 3° 00’ 00” hingga 3° 30’ 0.00” LS dan 115 °00’0.00” hingga 115° 30’ 0.00” BT. Data yang digunakan berasal dari peta anomali magnet total Lembar Banjarmasin yang diterbitkan oleh Pusat Survei Geologi Bandung. Reduksi ke ekuator dan kontinuasi ke atas dilakukan untuk mengetahui sebaran batuan bawah permukaan. Berdasarkan model yang dihasilkan, nilai anomali magnet total di lokasi penelitian berada di kisaran -725 nT sampai 458 nT. Model penampang 2D sayatan A-A’, sayatan B-B’, dan sayatan C-C’ yang dibuat menunjukkan keberadaan kuarsa, kuarsa pasir, batu pasir, lempung, batu gamping, batuan breksi gunung api, lava andesit, batuan beku basa, batuan andesit basalt, mineral diamagnetik, dan batuan ultramafik.
Analisis Kawasan Terbangun di Kota Pontianak Berdasarkan Dimensi Fraktal Adi Rahmad; Azrul Azwar; Zulfian Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.58311

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang signifikan di Kota Pontianak berbanding lurus dengan kebutuhan akan ruang yang semakin meningkat. Sebagai salah satu fenomena fisika kompleks, pertumbuhan kawasan terbangun dapat diamati menggunakan analisis fraktal. Penentuan nilai dimensi fraktal telah dilakukan pada citra digital Landsat 8 OLI TIRS+ tahun 2013, 2017 dan 2021. Prosesnya meliputi koreksi ToA (Top of Atmospheric), klasifikasi tutupan lahan berdasarkan nilai NDVI, dan penentuan dimensi fraktal secara komputasi menggunakan metode perhitungan kotak atau Box Counting. Penentuan dimensi fraktal dilakukan terhadap kawasan terbangun Kota Pontianak tahun 2013, 2017 dan 2021. Dimensi fraktal untuk Kota Pontianak selalu mengalami peningkatan tiap citra yang digunakan, masing-masing (2013 = 1,6934; 2017 = 1,7129; 2021 = 1,7664). Berdasarkan hasil tersebut dapat ditemukan bahwa kawasan terbangun Kota Pontianak yang diamati pada tahun 2013, 2017 dan 2021 mengalami perluasan kawasan terbangun.
Studi Teoretis Respon Optis Dimer Simetris Yuliana Nurmala Dewi; Bintoro Siswo Nugroho; Zulfian Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v11i2.65005

Abstract

Telah dilakukan studi secara teoretis untuk mempelajari respons optis sistem yang terdiri dari dua SQD yang dieksitasi dengan cahaya monokromatik. SQD dimodelkan sebagai three-level system dengan menggunakan formalisme density matrix 3 x 3.  Respons optis tersebut didapatkan dengan menyelesaikan persamaan gerak elemen density matrix. Elemen density matrix diselesaikan secara numerik dengan metode Runge-Kutta (4,5). Elemen density matrix menghasilkan nilai populasi dan nilai koheren yang digunakan untuk menghitung respons optis sistem quantum dimer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas medan pengeksitasi memberikan pengaruh pada respons optis SQD. Respons optis tersebut berupa dinamika waktu populasi dan spektrum serapan. Pada dinamika waktu populasi, sistem menunjukkan bahwa meningkatnya intensitas medan pengeksitasi menyebabkan osilasi populasi juga meningkat. Pada spektrum serapan, semakin besar intensitas yang digunakan menyebabkan semakin lebar interval daya serapan dan semakin tinggi puncak spektrum serapan yang dihasilkan.Kata Kunci : SQD, Dimer, Spektrum serapan, osilasi Rabi
Studi Kualitas Air Sungai Seberuang Kabupaten Kapuas Hulu Berdasarkan Parameter Fisika dan Kimia Carita, Hilda Grey Gayu; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v12i3.66281

Abstract

Penelitian ini membahas kualitas air sungai Seberuang di Desa Sejiram Kabupaten Kapuas Hulu, dengan menggunakan parameter fisika dan kimia. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pengumpulan data dari lapangan, hasil penelitian sebelumnya, serta pengujian laboratorium. Tiga titik sampel yang dipilih adalah dekat dengan daerah PETI, pemukiman warga, dan perkebunan kelapa sawit yang berada dalam aliran sungai yang sama. Parameter yang diuji meliputi kekeruhan, TDS, warna, suhu, pH, kadar besi (Fe), dan kandungan merkuri (Hg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks pencemaran di daerah PETI adalah 8,03, di pemukiman warga sebesar 6,41, dan di perkebunan kelapa sawit sebesar 5,61. Rentang nilai indeks pencemaran tersebut mengindikasikan bahwa kualitas air sungai Seberuang termasuk dalam kategori tercemar sedang. Temuan ini penting sebagai acuan untuk pengelolaan dan pemulihan kualitas air sungai di wilayah tersebut. Namun, studi lebih lanjut yang melibatkan parameter lain dan pemantauan jangka panjang diperlukan untuk pemahaman yang lebih komprehensif tentang perubahan kualitas air sungai dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Studi Sifat Fisika dan Kimia pada Air Sumur Garam Desa Manis Raya Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang Irawan, Muhamad Fajar; Muhardi, Muhardi; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v12i3.78581

Abstract

Air sumur garam Desa Manis Raya terletak di Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang yang berada jauh dari daerah pesisir telah dimanfaatkan sebagai produksi garam lokal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian terhadap sifat fisika dan kimia air sumur garam Desa Manis Raya Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang. Studi Sifat fisika dan kimia dilakukan pada dua sumur yaitu sumur 1 merupakan sumur yang telah produksi garam dan sumur 2 merupakan sumur yang belum produksi garam. Sifat fisika diidentifikasi dengan melakukan pengukuran secara langsung pada parameter salinitas, suhu air, Daya Hantar Listrik (DHL), dan Total Dissolved Solid (TDS), serta pengujian di laboratorium pada parameter Total Suspended Solid (TSS) dan kekeruhan. Sifat kimia diidentifikasi dengan pengujian di laboratorium terhadap parameter pH dan kadar NaCl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisika pada sumur 1 berupa salinitas sebesar 86,8 ppt, suhu air sebesar 28,9 °C, DHL sebesar 8,18 S/m, TDS sebesar 88.028 ppm, TSS sebesar 816,5 mg/l dan kekeruhan sebesar 250 NTU, sedangkan sifat fisika sumur 2 berupa salinitas sebesar 46 ppt, suhu air sebesar 32,4 °C, DHL sebesar 6,042 S/m, TDS sebesar 79.198 ppm, TSS sebesar 50 mg/l, dan kekeruhan sebesar 6 NTU. Sementara itu, sifat kimia pada sumur 1 berupa pH sebesar 6,57 dan kadar NaCl sebesar 87,6%, sedangkan sifat kimia pada sumur 2 berupa pH sebesar 6,83 dan kadar NaCl sebesar 85,6%.
Studi Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut di Pesisir Kabupaten Ketapang Menggunakan Metode Wilson Gustiani, Siska; Putra, Yoga Satria; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i2.81305

Abstract

Pembangkit listrik energi terbarukan sangat dibutuhkan guna membantu Pemerintah mengatasi penggunaan listrik yang semakin tahun mengalami peningkatan. Salah satunya di Kabupaten Ketapang, yang produksi listrik dari tahun 2018 hingga 2021 mengalami peningkatan sebesar 62.477.359 KWh. Energi gelombang laut merupakan salah satu sumber energi pembangkit listrik terbarukan yang ramah lingkungan dan dapat ditemukan di perairan Indonesia. Secara umum, energi gelombang laut adalah energi yang dihasilkan dari pergerakan gelombang laut menuju ke daratan atau sebaliknya. Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL) telah banyak dikembangkan, diantaranya, yaitu teknologi buoy tipe, teknologi overtopping devices, dan teknologi Oscillating Water Column (OWC).Peramalan gelombang digunakan untuk mencari nilai tinggi signifikan gelombang laut dan periode gelombang laut. Karakteristik ombak yang menuju ke tepi pantai pada saat angin berhembus dapat diprediksi dengan metode Wilson. Periode datangnya gelombang dapat dihitung menggunakan persamaan yang disarankan dari Kim Niels. Daya listrik yang dihasilkan pada ketiga titik lokasi tersebut mempunyai daya listrik yang tinggi pada wilayah pantai Pulau Bawal. Pantai Pulau Bawal memiliki lokasi yang tidak menyatu dengan dengan daratan, sehingga hal ini yang menyebabkan pada lokasi tersebut memiliki nilai daya yang tinggi. Pertama, ketinggian signifikan gelombang laut di lokasi penelitian menggunakan metode Wilson memiliki ketinggian signifikan gelombang laut pada bulan Agustus yang berkisar antara 0,02-0,01 m dari tahun 2017-2021. Kedua, potensi daya listrik yang dihitung dari nilai signifikan gelombang laut dari metode Wilson, menghasilkan daya listrik yang tidak berpotensi untuk membangkitkan PLTGL. Karena, dari hasil daya listrik yang dihasilkan dari metode Wilsom kecil, berkisar antara 6,9-2,9 watt.
Identifikasi Keberadaan Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Di Desa Kapur Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat Bayangkari, Emilia Kristin; Zulfian, Zulfian; Sutanto, Yuris
PRISMA FISIKA Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i2.81474

Abstract

Identifikasi air tanah di Desa Kapur Kabupaten Kubu Raya telah berhasil dilaksanakan. Metode yang digunakan untuk identifikasi tersebut adalah metode geolistrik resistivitas dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Res2Dinv untuk memperoleh penampang resistivitas 2D di bawah permukaan pada lokasi penelitian. Lintasan yang dibuat sebanyak 2 lintasan dengan panjang lintasan masing-masing 120 m. Jarak antar elektroda adalah 5 m .Dari hasil inversi lapisan tanah pada daerah penelitian berupa tanah gambut, lempung dan pasir. Air tanah diduga terdapat pada lapisan gambut yang merembes ke lapisan lempung dan terakumulasi pada lapisan pasir dengan nilai resistivitas (1,00 "“ 128) Ω𝑚. Keberadaan air tanah diduga dari kedalaman (1,25 - 19,8) m dengan nilai resistivitas (1 "“ 4,01) Ω𝑚. Dari interpretasi ini, air tanah pada daerah penelitian berjenis akuifer bebas dan dangkal yang terletak pada lapisan gambut, lempung dan pasir. Informasi terkait keberadaan air tanah ini dapat digunakan oleh warga sekitar untuk melakukan pengeboran air tanah. Pengeboran air tanah disarankan pada jarak (45-80) m pada lintasan 1 dan pada jarak (60- 66) m untuk lintasan 2 pada kedalaman (17-19,8) m dan lapisan pasir.
Identifikasi Lapisan Bawah Permukaan Sekitar Sumur Air Garam di Desa Manis Raya dengan Metode Geolistrik Resistivitas Purba, Indra Sanjaya; Muhardi, Muhardi; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i1.77608

Abstract

Penelitian terkait penerapan metode geolistrik resistivitas untuk mengidentifikasi lapisan bawah permukaan sekitar sumur air garam telah dilakukan di Desa Manis Raya Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi wenner-schlumberger   dengan 3 lintasan yang memiliki panjang masing-masing 195 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, lapisan bawah permukaan daerah penelitian terdiri dari 3 lapisan hingga 39,4 m. Lapisan pertama diidentifikasi sebagai lapisan gambut dengan nilai resistivitas 0,134 sampai dengan 0,766 Ωm. Lapisan kedua berupa lapisan lempung yang berada di bawah tanah gambut dengan nilai resistivitas 0,863 Ωm sampai dengan 2,18 Ωm. Lapisan ketiga berupa pasir berada di bawah lapisan lempung dengan nilai resistivitas 4,57 Ωm   sampai dengan   38,7 Ωm. Lapisan pasir ini diduga sebagai lapisan akuifer yang menjadi wadah terakumulasinya air garam di lokasi penelitian yang berasal dari connate water dengan ketebalan mencapai 35 m.
Studi Pengaruh Curah Hujan dan Suhu Udara Terhadap Aridity Index di Kalimantan Barat Menggunakan Metode Thornthwaite Adiningsih, Nadia; Putra, Yoga Satria; Adriat, Riza; muhardi, muhardi; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 13, No 3 (2025): PRISMA FISIKA, Vol. 13, No. 03 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i3.66231

Abstract

Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang dilalui oleh garis khatulistiwa dan memiliki tingkat kelembapan tinggi akibat curah hujan sepanjang tahun. Namun, suhu yang tinggi dan periode penurunan intensitas hujan dalam waktu yang lama pada wilayah ini dapat menyebabkan terjadinya kekeringan. Salah satu indeks yang digunakan untuk menilai tingkat kekeringan suatu wilayah adalah Aridity Index (AI) yang dihitung menggunakan metode Thornthwaite dengan mempertimbangkan rata-rata curah hujan dan suhu udara untuk menghitung evapotranspirasi potensialnya. Perhitungan AI menggunakan metode Thornthwaite telah berhasil dilakukan untuk periode 10 tahun (2012-2021) dan hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kekeringan di wilayah Kalimantan Barat berdasarkan AI sangat dipengaruhi oleh besar curah hujan yang ditunjukkan oleh besar korelasi bernilai positif pada tahun 2014 sebagai tahun terkering dan 2016 sebagai tahun terbasah yaitu +0,99 dan +0,75. Suhu udara memiliki korelasi bernilai negatif yakni -0,94 dan -0,88 sebagai faktor yang juga berpengaruh secara langsung terhadap perubahan nilai indeks kekeringan berdasarkan AI.
Co-Authors . Apriansyah A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Muid Abdullah Abdullah Abriyanti, Okta Adi Rahmad Adiningsih, Nadia Adityo Raynaldo Agung, Medha Pradipta Alhuda, Ervan Andi Ihwan Apriany, Rina Asifa Asri Asifa Asri Auliansyah, Auliansyah Ayuningsih, Vita Lestari Azrual Azwar Azrul Azwar Bayangkari, Emilia Kristin Bintoro Siswo Nugroho Boni Pahlanop Lapanporo Can, Bella Ankara Carita, Hilda Grey Gayu D. Wahyuni Danti, Namira Deni Alpito Saputra Dian Rahmawati Dwihastuty, Leny Dwiria Wahyuni dzulfahmi, dzulfahmi Esau Cornelius Fahridhal Fahridhal Febriyadi Romadhan Fitriana, Zuliya Eka Galuh Utamia Dillayati Gustiani, Siska H. Gemma Hakim, Yusuf Umar Al Harmawanda, Salsabila Hartono Hartono Hasanuddin Hasanuddin Hendri Hendri Hidayat Hidayat Hidayat, Erik Saputra Hosea, Jeremi Huaan, Hildegordis Ilyas, Nail Radhy Indah Yuliastuti, Indah Indra Sanjaya Purba, Indra Sanjaya Irawan, Muhamad Fajar Irfana Diah Faryuni Isbiantoro, Ryan Isharianto, Isharianto Jakarius, Jakarius Jayawarsa, A.A. Ketut Joko Sampurno Joko Sampurno Jumarang, Muh Ishak Juwaini Juwaini Kanyawan, Oktavia Erviana Karno - Karno Kushadiwijayanto, Arie Antasari Kusumardana, Setra Maghfianti, Azzahara Marwan, Ade Zahara Marzuki, M. Fathin Shafly Mazlan, Muhamad Fakarudin Bin Mega Nurhanisa Mega Sari Juane Sofiana Muh. Ishak Jumarang Muhammad Sajidin Muhammad Yusuf Muhardi Muliadi Muliadi Muliadi Muliadi Multazam, Multazam Muqsit J.A, Ibrahim Noviandita, Dwi Ishika Novianti, Teti Amalia Nurhasanah Nurhasanah Nursalam, Lodri Khairul Oktavia, Dwi Intan Okto Ivansyah Pangestu, Yogi Prabowo Perdana, Radhitya Perdhana, Radhitya Pranata, Dedy Pratomo, Rizky Dwi Purnama, Freddy Surya Purry, Allishya Purwaningrum, Ratna Putra, Novfreezal Iskandar Putra, Nurdin Satria Radhitya Perdhana Rahayu Rahayu Rahma, Aulia Rasyidin, Muhammad Amrul Rifatul Auzan Risko, Risko Riza Adriat Rolita, Devia Rudianto, Arif Rusmayanti, Rusmayanti Rusmini, Hetti Safira, Cut Siska Santi, Maria Aventri Satria Putra, Yoga Septiansyah, Muhammad Riyan Sri Rahayu Ningsih Sunardi Sunardi Suryani Suryani Susanto, Yuris Suwiryo, Karto Tegar Dharmawan Triningsih, Endang Triyono Triyono Tusy Triwahyuni Utami, Pratita Budi Vietsaman, Dionisius Endy Vikki Vikki Waras Selviani Octavia Widyastuti, Anggi Wildan, Raina Yesi Dwi Jayanti Yoga Satria Putra Yudha Arman Yuliana Nurmala Dewi Yuris Sutanto Yusuf Arief Nurrahman Yusuf Umar Al Hakim Zibar, Zan