Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

ANALISIS FLUKTUASI DAN TREND HARGA KOMODITAS TELUR AYAM RAS DI KABUPATEN BULUKUMBA amalia, Risqa; Mardiyanti, Mardiyanti; Nadir, Nadir
Jurnal Sains Agribisnis Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v3i1.855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengenalisis fluktuasi harga telur ayam ras dan untuk menganalisis trend harga komoditas telur ayam ras di kabupaten bulukumba. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis linear sederhana yaitu hubungan secara linear satu variable indevenden (X) dengan variable dependen (Y). Hasil penelitiaan ini menunjukkan bahwa Fluktuasi harga komoditas telur ayam ras di Kabupaten Bulukumba tahun 2017 sampai dengan tahun 2022 menunjukkan fluktuasi tinggi terjadi pada tahun 2019 disebabakan karena terjadinya penurunan produksi telur ayam ras dikarenakan ayam petelur yang memasuki masa aktif dini yang mengakibatkan ayam petelur mengalami penurunan produksi sebesar 20 – 25% dari kondisi normal, sehingga membuta harga telur ayam ras melambung tinggi karena kurangnya produk dan banyaknya permintaan konsumen.Trend harga komoditas telur ayam ras di Kabupaten Bulukumba dari bulan Juli tahun 2017 sampai dengan bulan Juli tahun 2022 rata-rata setiap bulan mengalami kenaikan sebesar Rp 2,54 per kilogram dengan koefisien determinan sebesar R2 = 0,0003 yang artinya hubungan antara variabel x dan y sebesar 0,03%.
PROFITABILITAS DAN KELAYAKAN USAHA CABAI KERITING DI DESA BALASSUKA KECAMATAN TOMBOLO PAO KABUPATEN GOWA Kaharuddin, Alfira Nurafni; Amruddin, Amruddin; Nadir, Nadir; Saleh, Muh Ikmal; Jumiati, Jumiati
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i1.1862

Abstract

Produksi cabai keriting di Desa Balassuka belum optimal akibat berbagai faktor seperti metode budidaya yang kurang tepat, pemilihan benih yang tidak sesuai, penggunaan pupuk yang belum maksimal, serta pengelolaan tanaman yang belum efisien. Selain itu, sebagian besar petani belum mampu menghitung biaya operasional usahatani secara rinci.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi dan keuntungan usahatani cabai keriting serta menilai kelayakannya untuk dikembangkan. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan memilih 35 petani berdasarkan strata luas lahan (0,24–1 hektar). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data mencakup perhitungan penerimaan, profitabilitas, dan rasio kelayakan (R/C).Hasil penelitian menunjukkan biaya produksi rata-rata sebesar Rp 8.774.954 dan pendapatan sebesar Rp 52.075.714 per musim, dengan keuntungan 4,98% dan R/C ratio 5,98. Ini menunjukkan bahwa usahatani cabai keriting sangat layak untuk dikembangkan.Disarankan adanya penguatan akses permodalan melalui kredit usaha tani dari pemerintah daerah maupun lembaga keuangan guna memperluas skala usaha. Selain itu, penyuluhan yang rutin dan berkualitas sangat dibutuhkan, karena sebagian petani masih belum memahami teknik pengendalian hama, prediksi cuaca, dan fluktuasi harga secara optimal.
KELAYAKAN USAHA PETERNAKAN KAMBING PERANAKAN ETAWA DI KECAMATAN TURATEA KABUPATEN JENEPONTO (STUDI KASUS TURATEA GOAT FARM DI DESA PARASANGAN BERU KECAMATAN TURATEA KABUPATEN JENEPONTO) Zahra, Mifta Fauzia; Amruddin, Amruddin; Nadir, Nadir
AgriMu Vol 4, No 1 (2024): AgriMu Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v3i2.10418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budidaya serta kelayakan finansial dan non finansial usaha ternak Turatea Goat Farm di Desa Parasangan Beru Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari di Desa Parasangan Beru Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto.Dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yakni suatu teknik penentuan dan pengambilan sampel yang ditentukan oleh peneliti dengan pertimbangan tertentu.Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah NPV dan  B/C ratio.Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya peternakan kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm mulai dari pemilihan bibit, reproduksi, pakan, perkandangan hingga penyakit pada kambing sangat di perhatikan dengan baik. Jumlah produksi usaha ternak kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm sebesar Rp. 293.500.000,00 dan jumlah pendapatan usaha ternak kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm sebesar Rp. 125.900.000,00. Berdasarkan kriteria NVP usaha Turatea Goat Farm mampu menghasilkan Rp 1.666.666 pada periode awal. Karena NVP 0, maka usaha ini layak untuk dilaksanakan. Sedangkan Net B/C Ratio yaitu 7,03 yang berarti usaha ternak Turatea Goat Farm layak untuk dikembangkan.Kata Kunci: Usaha Ternak Kambing Peranakan Etawa, pendapatan, Analisis Kelayakan
The Law Role of Business Competition to Develop the Global and Indonesian Economy Nadir, Nadir
International Journal of Law and Society Vol. 2 No. 3 (2025): International Journal of Law and Society
Publisher : Asosiasi Penelitian dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijls.v2i3.598

Abstract

This study examines the role of law in regulating business competition to develop the economy is needed. The purpose of this research is to find out and reveal the role of law in developing the economy. This research method uses normative legal research method, it is intended to identify and reveal the role of law in economic development. The results of this study indicate that the role of law in regulating business competition to develop the economy is very much needed so that business competition runs orderly and does not violate the rights of fellow business actors. The role of this law is manifested in government policies required by developing countries far beyond the needs of the developed industrial countries which have been established. The developed countries already have legal mechanisms in place to accommodate changes in their societies. Meanwhile, developing countries are not like that. In fact, the hopes and desires of people in developing countries for the realization of changes that bring about a greater improvement in living standards exceed the expectations needed by people in developed countries. The growth and economic development of the Indonesian state and in the world will be much influenced by fair business competition among business actors, both now and in the future. While, the healthy competition will be determined by legal policies in economic development; legal policies in business competition; politics of law formation and decision-making processes in the formation of business competition law
Implementasi Negara Hukum Indonesia dalam Kualifikasi Tindakan Pejabat Tata Usaha Negara sesuai Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) Nadir, Nadir; Mustari, Zir Nuriyah; Prasetyo, Eko
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30191

Abstract

Dalam sistem rechtsstaat yang menekankan perlindungan hak asasi manusia dan keserasian hubungan pemerintah dan rakyat, AUPB menjadi instrumen krusial untuk mencegah penyalahgunaan wewenang dan menjamin akuntabilitas pemerintahan. AUPB berfungsi sebagai pedoman bagi pejabat administrasi, alat uji bagi hakim PTUN, dan dasar gugatan bagi masyarakat. Penelitian ini mengkaji implementasi, kendala, dan peran Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) dalam menegakkan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) di Indonesia sebagai manifestasi negara hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum normatif dengan pendekatan undang-undang serta studi kepustakaan, menganalisis data secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun AUPB diakui dalam Pasal 10 UU No.30 Tahun 2014, implementasinya dihadapkan pada tantangan signifikan. Kendala utama meliputi kurangnya harmonisasi antara hukum positif dan AUPB akibat perumusan peraturan yang rigid, rendahnya pemahaman hakim terhadap AUPB yang cenderung fokus pada aspek prosedural, minimnya dukungan administratif dalam pengumpulan bukti, serta kurangnya pelatihan berkelanjutan bagi hakim dan aparat hukum. PTUN memegang peran vital dalam menegakkan AUPB melalui fungsi pengawasan a posteriori dan yuridis, terutama dalam putusan hakim yang bersifat "hukum yang hidup" (law in action). Putusan PTUN beradaptasi dengan praktik pemerintahan dan dapat menemukan serta membentuk hukum melalui interpretasi dan konstruksi. Meskipun sistem hukum Indonesia tidak menganut stare decisis, yurisprudensi PTUN yang memuat AUPB sangat penting sebagai pedoman bagi pemerintahan. Dengan demikian, penguatan AUPB memerlukan pendekatan komprehensif dan kolaboratif dari pemerintah, legislatif, dan institusi peradilan, termasuk reformasi kurikulum pendidikan hukum dan peningkatan kapasitas hakim, guna memastikan putusan yang tidak hanya legal tetapi juga mencerminkan keadilan substantif.
Restorative Justice dalam Kasus Anak Pelanggar Lalu Lintas Utoro, Rio Anggid Bambang; Nadir, Nadir; Pakendek, Adriana
Syura: Journal of Law Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58223/syura.v3i1.476

Abstract

his study examines the criminal liability of children involved in traffic violations resulting in injury, viewed through the lens of restorative justice. The involvement of minors in traffic accidents often presents a legal dilemma, as it requires a careful balance between protecting the rights of victims and safeguarding the legal interests of the child offender. The primary objective of this research is to analyze the extent to which restorative justice principles can be applied to child offenders in traffic-related incidents and to identify the obstacles hindering their effective implementation. The research employs a normative juridical approach, drawing upon relevant statutory regulations, legal doctrines, and scholarly literature. The findings reveal a normative disharmony between Law No. 22 of 2009 on Road Traffic and Transportation, which emphasizes a retributive approach, and Law No. 11 of 2012 on the Juvenile Criminal Justice System, which prioritizes restorative justice. In practice, the application of diversion mechanisms and restorative justice in cases where child traffic offenders cause injury remains suboptimal. This is due to limited understanding among law enforcement officials, the absence of clear technical guidelines, and resistance from victims or their families. The study contributes to the academic discourse by recommending regulatory harmonization and capacity building among legal institutions to realize a juvenile justice system that is fair, educational, and restorative in nature.
PHILOSOPHICAL VALIDITY, THEORETICAL, NORMATIVE AND EMPIRICAL PARADIGM OF GENERAL PRINCIPLES OF GOOD GOVERNANCE (AUPB) AS A REVIEW OF PRESIDENTIAL IMPEACHMENT Nadir, Nadir; Soedarsono, Soedarsono; Hamidi, Jazim; Syafaat, Muchamad Ali
Brawijaya Law Journal Vol. 4 No. 1 (2017): Constitutional Issues and Indigenous Rights
Publisher : Faculty of Law, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.blj.2017.004.01.05

Abstract

Philosophical validity showed of the Principles of Good Governance (AUPB) as A review to Presidential impeachment, is a principle of AUPB that contains ethical normative values used as the foundation of good governance, clean and respectable, moreover to complement the shortcomings and ambiguities in law. Technically, the application of AUPB by the judges of the Constitutional Court (MK-RI) can be approached through induction and deduction legal reasoning. The method of implementing AUPB by the judges of the Constitutional Court (MK-RI) is accomplished by deductive at first, meaning that the special rules is focused more to the certain field of law, then these are deducted based on its basic rules and deducted again into the rules of substantive, and deducted again into the rules of cases. After that, it starts to applicate the rules of case based on the concrete case by the judge, because of the nature of the judges of the Constitutional Court (MK-RI) is kholifah fil'ardi as the representative of God on earth to uphold the law and justice. While theoretically AUPB is valid, the judge ius curia Novit as a verdict maker to perform legal discovery (rechtsvinding). Empirically AUPB is valid, it can be seen from the cases of impeachment against the President of the United States William Jefferson Clinton, on suspicion of "abominably act" (misdemeanors). Additionally, AUPB empirically has been tested through jurisprudence since Amtenarenwet 1929 officially applied on March 1, 1933. Centrale Raad van Beroep, in his verdict on June 22, 1933, and the jurisprudence verdict of Hoge Raad on November 13, 1936, and the jurisprudence verdict of Hoge Raad 1919. While the normative validity is based on the leading legal doctrine, that AUPB is positioned as the unwritten laws that must be obeyed by the government, and AUPB considered as a part of positive law. Moreover, in Indonesia AUPB incarnates in various legislations even though his name is remained as principal.
Enhancing Entrepreneurial Literacy of PKK Women through Agropreneurship-Based Training in Bulujaya, Jeneponto Burhanuddin, Burhanuddin; Mustari, Nuryanti; Nadir, Nadir; M., Sudirman; Nur, Indri Apriani; Chandra, Diky; Herman, Herman
Journal of Universal Community Empowerment Provision Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Universal Community Empowerment Provision
Publisher : Pusat Studi Pembangunan dan Pemberdayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55885/jucep.v5i2.758

Abstract

This study aims to improve agropreneurship-based entrepreneurial literacy for Family Welfare Empowerment (PKK) women in Bulujaya Village, Jeneponto Regency through training in processing corn into value-added products. The background of the study is based on the low entrepreneurial literacy of rural women, especially in aspects of business management, marketing, and the use of digital technology. This study used the Participatory Action Research (PAR) method with a qualitative descriptive approach. The research subjects were PKK women who were active in organizational activities, had an interest in entrepreneurship, and were willing to participate in the training program. Data were collected through observation, in- depth interviews, FGDs, and documentation. The results showed a significant increase in the participants' entrepreneurial literacy after the training, as evidenced by a comparison of pre- test and post-test results. Participants were able to understand the concept of entrepreneurship more professionally, including in managerial, financial, and marketing aspects. In terms of technical skills, participants successfully processed corn into popcorn with various flavors and attractive packaging, thereby increasing the added value of local products. In addition, there was an increase in digital literacy, where PKK women began to utilize social media as a means of product promotion. This training also has social and economic impacts, including increased self-confidence, group solidarity, and the emergence of additional family income, even on a small scale. Thus, agropreneur-based entrepreneurial literacy training has proven effective in empowering women, strengthening family economic resilience, and encouraging the development of local potential in a sustainable manner.
PERAN MODAL SOSIAL DALAM USAHATANI RUMPUT LAUT DI DESA BONTOSUNGGU KECAMATAN TAMALATEA KABUPATEN JENEPONTO Rasyid, Nurul Fadhila; enre, amruddin ambo; Nadir, Nadir; Halil, Abdul
AgriMu Vol. 2 No. 1 (2022): AgriMu Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v2i1.7165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan dan peran modal sosial dalam usahatani rumput laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto.Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan informan secara purposive sampling yaitu informan yang dipilih atau ditentukan secara sengaja. Teknik analisis data yang digunakan analisis deskriftif kualitatif meliputipenyajian data, reduksi, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan rumput laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto di awali dengan pembibitan, penanaman di laut dan pemanenan pasca panen yang dilakukan oleh petani hanya sampai pengeringan saja. Adapun modal sosial yang dianut oleh petani dan pedagang dalam usahatani rumput laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto (1) Kepercayaan rasa saling percaya ini tumbuh dan berakar dari nilai-nilai yangmelekat pada budaya masyarakat, salah satu unsur terpenting dalam kepercayaan adalah adanya perilaku jujur, toleransi, dan adil. (2) Norma merupakan aturan yang di harapkan dipatuhi dan diikuti oleh masyarakat baik tertulis maupun tidak tertulis norma sosial yang di anut oleh petani terbentuk melalui tradisi yang selalu dilakukan oleh petani. (3) Jaringan sosial yang masih mempunyai ikatan erat dan kental melalui saling tukar informasi selain itu dengan adanya jaringan maka petani mudah melakukan penjualan hasil usahataninya (4) Hubungan Timbal Balik yang masih dilakukan baik petani maupun pedagang yaitu saling membantu baik dalam segi tenaga maupun modalmaka dapat memudahkan pekerjaan petani rumput laut dalam meyelesaikan pekerjaannya dalam berusahatani rumput laut. Kata kunci : modal sosial, rumput laut, usahatani, peran
KELAYAKAN USAHA PETERNAKAN KAMBING PERANAKAN ETAWA DI KECAMATAN TURATEA KABUPATEN JENEPONTO (STUDI KASUS TURATEA GOAT FARM DI DESA PARASANGAN BERU KECAMATAN TURATEA KABUPATEN JENEPONTO) Zahra, Mifta Fauzia; Amruddin, Amruddin; Nadir, Nadir
AgriMu Vol. 4 No. 1 (2024): AgriMu Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v3i2.10418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budidaya serta kelayakan finansial dan non finansial usaha ternak Turatea Goat Farm di Desa Parasangan Beru Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari di Desa Parasangan Beru Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto.Dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yakni suatu teknik penentuan dan pengambilan sampel yang ditentukan oleh peneliti dengan pertimbangan tertentu.Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah NPV dan  B/C ratio.Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya peternakan kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm mulai dari pemilihan bibit, reproduksi, pakan, perkandangan hingga penyakit pada kambing sangat di perhatikan dengan baik. Jumlah produksi usaha ternak kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm sebesar Rp. 293.500.000,00 dan jumlah pendapatan usaha ternak kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm sebesar Rp. 125.900.000,00. Berdasarkan kriteria NVP usaha Turatea Goat Farm mampu menghasilkan Rp 1.666.666 pada periode awal. Karena NVP > 0, maka usaha ini layak untuk dilaksanakan. Sedangkan Net B/C Ratio yaitu 7,03 yang berarti usaha ternak Turatea Goat Farm layak untuk dikembangkan.Kata Kunci: Usaha Ternak Kambing Peranakan Etawa, pendapatan, Analisis Kelayakan