Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

KELAYAKAN USAHA PETERNAKAN KAMBING PERANAKAN ETAWA DI KECAMATAN TURATEA KABUPATEN JENEPONTO (STUDI KASUS TURATEA GOAT FARM DI DESA PARASANGAN BERU KECAMATAN TURATEA KABUPATEN JENEPONTO) Zahra, Mifta Fauzia; Amruddin, Amruddin; Nadir, Nadir
AgriMu Vol 4, No 1 (2024): AgriMu Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v3i2.10418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budidaya serta kelayakan finansial dan non finansial usaha ternak Turatea Goat Farm di Desa Parasangan Beru Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari di Desa Parasangan Beru Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto.Dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yakni suatu teknik penentuan dan pengambilan sampel yang ditentukan oleh peneliti dengan pertimbangan tertentu.Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah NPV dan  B/C ratio.Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya peternakan kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm mulai dari pemilihan bibit, reproduksi, pakan, perkandangan hingga penyakit pada kambing sangat di perhatikan dengan baik. Jumlah produksi usaha ternak kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm sebesar Rp. 293.500.000,00 dan jumlah pendapatan usaha ternak kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm sebesar Rp. 125.900.000,00. Berdasarkan kriteria NVP usaha Turatea Goat Farm mampu menghasilkan Rp 1.666.666 pada periode awal. Karena NVP 0, maka usaha ini layak untuk dilaksanakan. Sedangkan Net B/C Ratio yaitu 7,03 yang berarti usaha ternak Turatea Goat Farm layak untuk dikembangkan.Kata Kunci: Usaha Ternak Kambing Peranakan Etawa, pendapatan, Analisis Kelayakan
The Law Role of Business Competition to Develop the Global and Indonesian Economy Nadir, Nadir
International Journal of Law and Society Vol. 2 No. 3 (2025): International Journal of Law and Society
Publisher : Asosiasi Penelitian dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijls.v2i3.598

Abstract

This study examines the role of law in regulating business competition to develop the economy is needed. The purpose of this research is to find out and reveal the role of law in developing the economy. This research method uses normative legal research method, it is intended to identify and reveal the role of law in economic development. The results of this study indicate that the role of law in regulating business competition to develop the economy is very much needed so that business competition runs orderly and does not violate the rights of fellow business actors. The role of this law is manifested in government policies required by developing countries far beyond the needs of the developed industrial countries which have been established. The developed countries already have legal mechanisms in place to accommodate changes in their societies. Meanwhile, developing countries are not like that. In fact, the hopes and desires of people in developing countries for the realization of changes that bring about a greater improvement in living standards exceed the expectations needed by people in developed countries. The growth and economic development of the Indonesian state and in the world will be much influenced by fair business competition among business actors, both now and in the future. While, the healthy competition will be determined by legal policies in economic development; legal policies in business competition; politics of law formation and decision-making processes in the formation of business competition law
Implementasi Negara Hukum Indonesia dalam Kualifikasi Tindakan Pejabat Tata Usaha Negara sesuai Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) Nadir, Nadir; Mustari, Zir Nuriyah; Prasetyo, Eko
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30191

Abstract

Dalam sistem rechtsstaat yang menekankan perlindungan hak asasi manusia dan keserasian hubungan pemerintah dan rakyat, AUPB menjadi instrumen krusial untuk mencegah penyalahgunaan wewenang dan menjamin akuntabilitas pemerintahan. AUPB berfungsi sebagai pedoman bagi pejabat administrasi, alat uji bagi hakim PTUN, dan dasar gugatan bagi masyarakat. Penelitian ini mengkaji implementasi, kendala, dan peran Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) dalam menegakkan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) di Indonesia sebagai manifestasi negara hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum normatif dengan pendekatan undang-undang serta studi kepustakaan, menganalisis data secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun AUPB diakui dalam Pasal 10 UU No.30 Tahun 2014, implementasinya dihadapkan pada tantangan signifikan. Kendala utama meliputi kurangnya harmonisasi antara hukum positif dan AUPB akibat perumusan peraturan yang rigid, rendahnya pemahaman hakim terhadap AUPB yang cenderung fokus pada aspek prosedural, minimnya dukungan administratif dalam pengumpulan bukti, serta kurangnya pelatihan berkelanjutan bagi hakim dan aparat hukum. PTUN memegang peran vital dalam menegakkan AUPB melalui fungsi pengawasan a posteriori dan yuridis, terutama dalam putusan hakim yang bersifat "hukum yang hidup" (law in action). Putusan PTUN beradaptasi dengan praktik pemerintahan dan dapat menemukan serta membentuk hukum melalui interpretasi dan konstruksi. Meskipun sistem hukum Indonesia tidak menganut stare decisis, yurisprudensi PTUN yang memuat AUPB sangat penting sebagai pedoman bagi pemerintahan. Dengan demikian, penguatan AUPB memerlukan pendekatan komprehensif dan kolaboratif dari pemerintah, legislatif, dan institusi peradilan, termasuk reformasi kurikulum pendidikan hukum dan peningkatan kapasitas hakim, guna memastikan putusan yang tidak hanya legal tetapi juga mencerminkan keadilan substantif.
Restorative Justice dalam Kasus Anak Pelanggar Lalu Lintas Utoro, Rio Anggid Bambang; Nadir, Nadir; Pakendek, Adriana
Syura: Journal of Law Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58223/syura.v3i1.476

Abstract

his study examines the criminal liability of children involved in traffic violations resulting in injury, viewed through the lens of restorative justice. The involvement of minors in traffic accidents often presents a legal dilemma, as it requires a careful balance between protecting the rights of victims and safeguarding the legal interests of the child offender. The primary objective of this research is to analyze the extent to which restorative justice principles can be applied to child offenders in traffic-related incidents and to identify the obstacles hindering their effective implementation. The research employs a normative juridical approach, drawing upon relevant statutory regulations, legal doctrines, and scholarly literature. The findings reveal a normative disharmony between Law No. 22 of 2009 on Road Traffic and Transportation, which emphasizes a retributive approach, and Law No. 11 of 2012 on the Juvenile Criminal Justice System, which prioritizes restorative justice. In practice, the application of diversion mechanisms and restorative justice in cases where child traffic offenders cause injury remains suboptimal. This is due to limited understanding among law enforcement officials, the absence of clear technical guidelines, and resistance from victims or their families. The study contributes to the academic discourse by recommending regulatory harmonization and capacity building among legal institutions to realize a juvenile justice system that is fair, educational, and restorative in nature.
PHILOSOPHICAL VALIDITY, THEORETICAL, NORMATIVE AND EMPIRICAL PARADIGM OF GENERAL PRINCIPLES OF GOOD GOVERNANCE (AUPB) AS A REVIEW OF PRESIDENTIAL IMPEACHMENT Nadir, Nadir; Soedarsono, Soedarsono; Hamidi, Jazim; Syafaat, Muchamad Ali
Brawijaya Law Journal Vol. 4 No. 1 (2017): Constitutional Issues and Indigenous Rights
Publisher : Faculty of Law, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.blj.2017.004.01.05

Abstract

Philosophical validity showed of the Principles of Good Governance (AUPB) as A review to Presidential impeachment, is a principle of AUPB that contains ethical normative values used as the foundation of good governance, clean and respectable, moreover to complement the shortcomings and ambiguities in law. Technically, the application of AUPB by the judges of the Constitutional Court (MK-RI) can be approached through induction and deduction legal reasoning. The method of implementing AUPB by the judges of the Constitutional Court (MK-RI) is accomplished by deductive at first, meaning that the special rules is focused more to the certain field of law, then these are deducted based on its basic rules and deducted again into the rules of substantive, and deducted again into the rules of cases. After that, it starts to applicate the rules of case based on the concrete case by the judge, because of the nature of the judges of the Constitutional Court (MK-RI) is kholifah fil'ardi as the representative of God on earth to uphold the law and justice. While theoretically AUPB is valid, the judge ius curia Novit as a verdict maker to perform legal discovery (rechtsvinding). Empirically AUPB is valid, it can be seen from the cases of impeachment against the President of the United States William Jefferson Clinton, on suspicion of "abominably act" (misdemeanors). Additionally, AUPB empirically has been tested through jurisprudence since Amtenarenwet 1929 officially applied on March 1, 1933. Centrale Raad van Beroep, in his verdict on June 22, 1933, and the jurisprudence verdict of Hoge Raad on November 13, 1936, and the jurisprudence verdict of Hoge Raad 1919. While the normative validity is based on the leading legal doctrine, that AUPB is positioned as the unwritten laws that must be obeyed by the government, and AUPB considered as a part of positive law. Moreover, in Indonesia AUPB incarnates in various legislations even though his name is remained as principal.
PERAN MODAL SOSIAL DALAM USAHATANI RUMPUT LAUT DI DESA BONTOSUNGGU KECAMATAN TAMALATEA KABUPATEN JENEPONTO Rasyid, Nurul Fadhila; enre, amruddin ambo; Nadir, Nadir; Halil, Abdul
AgriMu Vol. 2 No. 1 (2022): AgriMu Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v2i1.7165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan dan peran modal sosial dalam usahatani rumput laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto.Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan informan secara purposive sampling yaitu informan yang dipilih atau ditentukan secara sengaja. Teknik analisis data yang digunakan analisis deskriftif kualitatif meliputipenyajian data, reduksi, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan rumput laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto di awali dengan pembibitan, penanaman di laut dan pemanenan pasca panen yang dilakukan oleh petani hanya sampai pengeringan saja. Adapun modal sosial yang dianut oleh petani dan pedagang dalam usahatani rumput laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto (1) Kepercayaan rasa saling percaya ini tumbuh dan berakar dari nilai-nilai yangmelekat pada budaya masyarakat, salah satu unsur terpenting dalam kepercayaan adalah adanya perilaku jujur, toleransi, dan adil. (2) Norma merupakan aturan yang di harapkan dipatuhi dan diikuti oleh masyarakat baik tertulis maupun tidak tertulis norma sosial yang di anut oleh petani terbentuk melalui tradisi yang selalu dilakukan oleh petani. (3) Jaringan sosial yang masih mempunyai ikatan erat dan kental melalui saling tukar informasi selain itu dengan adanya jaringan maka petani mudah melakukan penjualan hasil usahataninya (4) Hubungan Timbal Balik yang masih dilakukan baik petani maupun pedagang yaitu saling membantu baik dalam segi tenaga maupun modalmaka dapat memudahkan pekerjaan petani rumput laut dalam meyelesaikan pekerjaannya dalam berusahatani rumput laut. Kata kunci : modal sosial, rumput laut, usahatani, peran
KELAYAKAN USAHA PETERNAKAN KAMBING PERANAKAN ETAWA DI KECAMATAN TURATEA KABUPATEN JENEPONTO (STUDI KASUS TURATEA GOAT FARM DI DESA PARASANGAN BERU KECAMATAN TURATEA KABUPATEN JENEPONTO) Zahra, Mifta Fauzia; Amruddin, Amruddin; Nadir, Nadir
AgriMu Vol. 4 No. 1 (2024): AgriMu Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v3i2.10418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budidaya serta kelayakan finansial dan non finansial usaha ternak Turatea Goat Farm di Desa Parasangan Beru Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari di Desa Parasangan Beru Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto.Dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yakni suatu teknik penentuan dan pengambilan sampel yang ditentukan oleh peneliti dengan pertimbangan tertentu.Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah NPV dan  B/C ratio.Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya peternakan kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm mulai dari pemilihan bibit, reproduksi, pakan, perkandangan hingga penyakit pada kambing sangat di perhatikan dengan baik. Jumlah produksi usaha ternak kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm sebesar Rp. 293.500.000,00 dan jumlah pendapatan usaha ternak kambing peranakan etawa Turatea Goat Farm sebesar Rp. 125.900.000,00. Berdasarkan kriteria NVP usaha Turatea Goat Farm mampu menghasilkan Rp 1.666.666 pada periode awal. Karena NVP > 0, maka usaha ini layak untuk dilaksanakan. Sedangkan Net B/C Ratio yaitu 7,03 yang berarti usaha ternak Turatea Goat Farm layak untuk dikembangkan.Kata Kunci: Usaha Ternak Kambing Peranakan Etawa, pendapatan, Analisis Kelayakan
PENGARUH KEPEMIMPINAN PROFETIK TERHADAP MUTU PENDIDIKAN DI MA’HAD ALY DAN MA’HAD AL JAMI’AH: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Jaswadi, Jaswadi; Muhajir, As’aril; Fitri, Agus Zaenul; Jabbar, Moch. Rikza Alkhubra Abdul; Nadir, Nadir
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i3.6943

Abstract

This study examines the influence of prophetic leadership on educational quality in Islamic higher education institutions, specifically Ma'had Aly and Ma'had al-Jami'ah, using the Systematic Literature Review (SLR) method. Through an analysis of 26 articles published between 2015 and 2025, this study aims to answer three main questions: how is prophetic leadership conceptualized from an Islamic educational perspective, how it impacts educational quality, and effective implementation strategies. The results indicate that prophetic leadership, rooted in the values ??of shiddiq (belief), amanah (trustworthiness), tabligh (discipline), and fathanah (prophetic conduct), plays a crucial role in creating a spiritual atmosphere, shaping character, and strengthening a management system based on Islamic values. These values ??have been shown to improve academic and spiritual quality, discipline, and institutional loyalty. Identified best practices include exemplary leadership, the integration of prophetic values ??into the curriculum, spiritual training for educators, and the revitalization of values-based governance. This study emphasizes the importance of adopting a transformative and values-oriented leadership model in addressing the gap between the ideal goals of Islamic education and the reality on the ground. Theoretically, this study provides a conceptual synthesis linking prophetic leadership to improving educational quality. Practically, it provides strategic recommendations for institutional leaders. The findings also open up opportunities for further research that empirically tests the implementation of this model in a broader institutional context. Thus, prophetic leadership presents itself as a contextual, adaptive, and integrative leadership model to strengthen the quality assurance of Islamic education. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji pengaruh kepemimpinan profetik terhadap mutu pendidikan pada lembaga pendidikan tinggi Islam, khususnya Ma’had Aly dan Ma’had al-Jami’ah, dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Melalui analisis terhadap 26 artikel yang diterbitkan dalam kurun waktu 2015–2025, kajian ini bertujuan menjawab tiga pertanyaan utama: bagaimana konsep kepemimpinan profetik dalam perspektif pendidikan Islam, bagaimana pengaruhnya terhadap mutu pendidikan, serta strategi implementasi yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan profetik yang berakar pada nilai shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah, memiliki peran penting dalam menciptakan atmosfer spiritual, membentuk karakter, dan menguatkan sistem manajemen yang berbasis nilai-nilai Islam. Nilai-nilai tersebut terbukti mampu meningkatkan kualitas akademik dan spiritual, kedisiplinan, serta loyalitas kelembagaan. Praktik terbaik yang teridentifikasi mencakup keteladanan pemimpin, integrasi nilai profetik dalam kurikulum, pelatihan ruhiyah bagi pendidik, serta revitalisasi tata kelola berbasis nilai. Kajian ini menekankan pentingnya adopsi model kepemimpinan yang transformatif dan berorientasi pada nilai dalam merespons kesenjangan antara tujuan pendidikan Islam yang ideal dan kenyataan di lapangan. Secara teoretis, studi ini menyusun sintesis konseptual yang menghubungkan kepemimpinan profetik dengan peningkatan mutu pendidikan. Secara praktis, kajian ini memberikan rekomendasi strategis bagi para pemimpin lembaga. Temuan ini juga membuka ruang untuk penelitian lanjutan yang menguji implementasi model ini secara empiris dalam konteks kelembagaan yang lebih luas. Dengan demikian, kepemimpinan profetik hadir sebagai model kepemimpinan yang kontekstual, adaptif, dan integratif untuk memperkuat penjaminan mutu pendidikan Islam.
Mengukur Prinsip Demokrasi Pancasila untuk Menciptakan Formulasi Tunggal antara Pendukung dan Penentang Demokrasi dalam Pemilu Presiden Indonesia Nadir, Nadir; Malasari, Della; Ahmadi, Nur
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31480

Abstract

Demokrasi Pancasila sebagai sistem politik khas Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mengakomodasi keberagaman pandangan politik, terutama dalam konteks pemilihan presiden yang sering memunculkan polarisasi. Ketegangan antara aspirasi demokratis dan kebutuhan stabilitas nasional menuntut pendekatan yang tidak hanya pragmatis, tetapi juga berpijak pada nilai-nilai ideologis bangsa. Prinsip-prinsip dasar Pancasila—seperti musyawarah, keadilan sosial, dan persatuan—harus dapat diukur secara konseptual dan diterapkan secara praktis untuk meredam fragmentasi politik dan memperkuat kohesi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis normatif guna memahami dinamika penerapan nilai Pancasila dalam demokrasi elektoral Indonesia. Hasilnya menunjukkan pentingnya sinergi antara partisipasi politik yang inklusif dan stabilitas sosial yang berkelanjutan. Hal ini dapat dicapai melalui penguatan institusi demokrasi dan pemeliharaan etika politik yang berakar pada nilai-nilai luhur Pancasila.
Efektivitas Hukum Pelaksanaan Pendidikan Politik Dalam Pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden Dan Wakil Presiden Indonesia Wardani, Win Yuli; Nadir, Nadir
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap efektivitas hukum pelaksanaan pendidikan politik dalam pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Untuk mengungkap efektivitas hukum ini, maka diperlukan beberapa faktor, baik faktor hukum maupun non hukum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum dengan pendekatan sosiologi hukum, hal ini dimaksudkan untuk menganalisis dan memberikan jawaban terhadap isu-isu efektivitas hukum pelaksanaan daripada pendidikan politik di masyarakat. Data yang digunakan primary sources or authorities, secondary sources or authorities. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hekekat pemilihan umum Presiden dan wakil Presiden di Indonesia sebagai wujud realitas dari suatu pelaksanaan konstitusi negara Indonesia dan sebagai wujud realitas kehendak umum rakyat Indonesia untuk menentukan Presiden Indonesia maju sejahtera sebagai amanat konstitusi. Untuk mengukur efektivitas hukum pelaksanaan pendidikan politik dalam pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Indonesia dapat ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu: pertama substansi hukum, dalam hal ini adalah penegasan pengaturan norma hukum pelaksanaan pendidikan politik itu sendiri melalui hukum psositif Indonesia telah mengatur secara eksplisit. Kedua, tercapainya pembelajaran pemahaman hak dan kewajiban warga negara. Ketiga, terbentuknya kultur masyarakat Indonesia menolak politik uang. Keempat, tercapainya peningkatan partisipasi politik pemilih. Kelima, terpenuhinya sarana pendukung pelaksana pendidikan politik selama pelaksanaan berlangsung.