Claim Missing Document
Check
Articles

KELAYAKAN USAHA PENGEMUKAN SAPI SECARA LEPAS LIAR PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (STUDI KASUS DI KECAMATAN LUBUK BATANG KABUPATEN OGAN KOMERING ULU) Ogari, Putri Ayu; Ritonga, Utan Sahiro; Pusvita, Ema; Rosmawati, Henny; Lastinawati, Endang
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.20627

Abstract

Penggemukan sapi secara lepas liar memberikan keleluasaan ternak untuk hidup secara alami karena dapat bergerak dengan bebas yang berbeda dengan sapi yang selalu berada pada kandang. Pengeluaran untuk perawatan ternak lebih ekonomis karena pakan dapat disediakan dengan memanfaatkan tanaman di sekitar area penggembalaan. Cara lepas liar dalam beternak sapi selain cocok untuk peternak yang memiliki keterbatasan sumberdaya lahan dan juga sangat baik dilakukan pada lahan yang belum termanfaatkan secara optimal. Keberdaan sapi di lahan perkebunan dapat berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan rumput atau tanaman lainnya yang tidak diinginkan, sementara kotoran sapi dapat menjadi pupuk yang mendukung kesuburan tanah.Berdasarkan manfaat-manfaat penggemukan sapi liar dan minimalisasi biaya pakan ternak perlu dikaji kelayakan usaha secara ekonomi, agar memberikan informasi dalam pengambilan keputusan bagi pelaku usaha dan pemerintah. Penelitian ini menggunakan persamaan matematika sebagai pendekatan kuantitatif untuk mengukur biaya-biaya yang dikeluarkan, dan perhitungan R/C rasio serta B/C rasio untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha penggemukan sapi. Data dikumpulkan dari 21 unit usaha yang ditentukan secara acak sederhana. Hasil penelitian ini menemukan bahwa biaya tetap dalam penggemukan sapi secara lepas liar terdiri dari biaya kandang, peralatan, kendaraan bermotor, dan anakan sapi. Sementara biaya tidak tetap terdiri dari obat-obatan dan bahan bakar minyak (BBM). Menurut perhitungan R/C rasio diperoleh nilai 1.99, dan perhitungan B/C rasio menunjukkan nilai 0,99. Dengan demikian penggemukan sapi dengan cara lepas liar layak dikembangkan. Untuk penelitian lebih lanjut diperlukan analisis dengan jumlah sampel yang lebih besar agar ditemukan adanya dampak penurunan penerimaan karena masalah lain seperti gangguan kesehatan yang tidak ditemukan pada penelitian ini.
Pemberian Kapur Pertanian Untuk Meningkatkan pH Tanah di Desa Tanjung Sari, Kabupaten OKU Novriani, Novriani; Pusvita, Ema; Asroh, Ardi; Gribaldi, Gribaldi; Nurlaili, Nurlaili; Danial, Ekawati; Yulhasmir, Yulhasmir; Diana, Susanti; Dewi, Nurmala; Sakalena, Firnawati; Fatmanurshanti, Dora; Lastinawati, Endang; Rosmawati, Henny; Ogari, Putri Ayu; Lestari, Windi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2041

Abstract

Acidic soils are one of the major constraints in agricultural development in tropical regions, including in Tanjung Sari Village, Ogan Komering Ulu (OKU) Regency. Field surveys indicated that most farmlands in this village have soil pH ranging from 4.5 to 5.0, which is categorized as acidic. This condition negatively affects nutrient availability, microbial activity, and the productivity of food and horticultural crops. One of the recommended practices to overcome this problem is the application of agricultural lime (liming). This activity aimed to improve farmers’ knowledge and skills regarding the benefits, dosage, and techniques of lime application, as well as to directly improve soil pH through field demonstration. The method consisted of three stages: preparation (survey and soil analysis), implementation (training, extension, and field practice), and evaluation (measurement of soil pH and assessment of farmers’ knowledge improvement). The training materials included soil pH concepts, its influence on crop growth, types of agricultural lime, calculation of lime requirements, and proper application techniques. The results of this activity indicated an increase in farmers’ understanding of the importance of liming and an improvement in soil pH in demonstration plots after lime application. In conclusion, liming practices in Tanjung Sari Village proved beneficial for improving soil quality and supporting sustainable agricultural productivity. It is expected that farmers will be able to apply this technology independently in the future, with continuous support from local government through the provision of agricultural lime.ABSTRAKTanah masam merupakan salah satu kendala utama dalam pengembangan pertanian di daerah tropis, termasuk di Desa Tanjung Sari, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar lahan pertanian di desa ini memiliki pH tanah berkisar antara 4,5–5,0, yang tergolong masam dan berdampak negatif terhadap penyerapan unsur hara, aktivitas mikroorganisme, serta produktivitas tanaman pangan dan hortikultura. Salah satu upaya untuk memperbaiki kondisi tersebut adalah melalui pemberian kapur pertanian atau pengapuran. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengenai manfaat, dosis, dan teknik aplikasi kapur pertanian, sekaligus memperbaiki pH tanah melalui penerapan langsung di lahan. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan (survei dan analisis tanah), pelaksanaan (penyuluhan, pelatihan, dan praktik lapangan), serta evaluasi (pengukuran pH tanah dan peningkatan pengetahuan peserta). Materi kegiatan mencakup konsep pH tanah, pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman, jenis kapur pertanian, perhitungan dosis kapur, serta teknik aplikasi di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani mengenai peran kapur pertanian, serta adanya perbaikan pH tanah di lahan percontohan setelah pengapuran. Dengan demikian, kegiatan pengapuran di Desa Tanjung Sari terbukti bermanfaat dalam meningkatkan kualitas tanah dan mendukung produktivitas pertanian berkelanjutan. Ke depan, diharapkan petani dapat menerapkan teknologi ini secara mandiri dan pemerintah daerah dapat memberikan dukungan melalui penyediaan kapur pertanian secara berkelanjutan.
PEMANFAATAN LIMBAH BATANG JAGUNG SEBAGAI PUPUK ORGANIK DI DESA KUNGKILAN Nurshanti, Dora Fatma; Ogari, Putri Ayu; Al Hadad, Muhamad; Astuti, Elis Yuni; Sera, Belta; Lorenza, Dina
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.1949

Abstract

This Community Service Program was conducted in Ogan Komering Ulu Regency, Kungkilan Village, Sosoh Buay Rayap District, , in August 2025. The purpose of this activity was to empower farmers in processing corn stalk waste into organic fertilizer. The methods used included lectures, discussions, and practical simulations of organic fertilizer production. The activities began with providing theoretical material on the benefits of corn stalks and composting methods, followed by practical exercises on making organic fertilizer. This program involved 25 farmers as participants, who were the target partners in the village. Evaluation results showed a 40% increase in knowledge, with an improvement in understanding the benefits of corn stalks from 45% to 85%, using pre-test and post-test questionnaires. The composting techniques from 50% to 90%, and the impact of organic fertilizer on agricultural yields from 40% to 80%. The program also successfully reduced farmers' dependence on chemical fertilizers, with 60% of farmers reporting a decrease in chemical fertilizer usage and 75% of farmers starting to process corn stalks into organic fertilizer. This activity also supported environmentally friendly farming practices by reducing the burning of agricultural waste and improving farmers' welfare. Overall, this program successfully achieved its objectives and has the potential to be implemented in other areas.ABSTRAKProgram Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Kabupaten Ogan Komering Ulu tepatnya pada Desa Kungkilan, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, pada bulan Agustus 2025. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberdayakan petani dalam mengolah limbah batang jagung menjadi pupuk organik. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan simulasi praktis pembuatan pupuk organik. Tahapan kegiatan dimulai dengan pemberian materi teori mengenai manfaat limbah jagung dan cara pengolahan kompos, diikuti dengan praktik langsung pembuatan pupuk organik. Program ini melibatkan 25 petani sebagai peserta, yang merupakan mitra sasaran di desa tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 40%, dengan pemahaman manfaat limbah jagung meningkat dari 45% menjadi 85%, melalui kuesioner pre-test dan post-test. teknik pengolahan kompos dari 50% menjadi 90%, dan pengaruh pupuk organik terhadap hasil pertanian dari 40% menjadi 80%. Program ini juga berhasil mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia, dengan 60% petani melaporkan pengurangan penggunaan pupuk kimia dan 75% petani mulai mengolah limbah jagung menjadi pupuk organik. Kegiatan ini juga mendukung pertanian ramah lingkungan dengan mengurangi pembakaran limbah, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mencapai tujuannya dan berpotensi diterapkan di wilayah lain.
ANALYSIS OF INCOME AND EFFICIENCY OF SHRIMP FLOSS PRODUCT INNOVATION AS AN EFFORT TO UTILIZATE SHRIMP RECEK WASTE IN AYAKH UGAN MSME’S Windi Lestari; Antika Dedes Juleha; Ema Pusvita; Endang Lastinawati; Henny Rosmawati; Putri Ayu Ogari; Septianita; Citra Pratiwi Prayitno; Doris Saputra; M. Aldoni; Herdaning Putri
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 4 No. 11 (2025): OCTOBER
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v4i11.1169

Abstract

This study aims to analyze the income and efficiency of the shrimp floss product innovation business based on shrimp waste at Ayakah Ugan MSMEs, Ogan Komering Ulu Regency. Shrimp waste, which has been considered to have no economic value and has the potential to pollute the environment, is processed into shredded shrimp as an effort to diversify products while reducing and utilizing waste. The method in this study is an experimental method with a case study approach, where researchers conducted a trial of shrimp floss production using shrimp waste as the raw material. Data were analyzed descriptively quantitatively by calculating production costs, revenues, income, operating profits and business efficiency using the revenue cost ratio (R/C ratio). The results of the analysis show that the shrimp floss processing innovation product has an R/C ratio of 2.68. This value indicates that this business is efficient and feasible to be developed because every expenditure of 1 rupiah can generate income of more than 1 rupiah. The average income per production is Rp. 626,777. Based on the results of the study, the shrimp floss processing innovation product business is proven to be financially feasible and has great potential for further development. This innovation not only provides financial benefits for MSMEs but also supports the principles of a circular economy by utilizing fishery waste into value-added products.