Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN MINYAK GORENG KEMASAN DAN MINYAK GORENG CURAH DI KELURAHAN SEPANCAR LAWANG KULON Puspitasari, Diah; Ogari, Putri Ayu; Lastinawati, Endang
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 9, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v9i2.10368

Abstract

This study has directions to find out the factors that influence consumer decisions to purchase packaged cooking oil and bulk cooking oil in the Kelurahan Sepancar Lawang Kulon. This research method was carried out using a quantitative method where the research used binary logistic regression analysis. The data were obtained by interviewing the respondents in the sample using a questionnaire as a data collection tool that had been prepared beforehand. The results of this study are the factors that have a significant influence on consumer decisions on purchasing packaged cooking oil, namely the education variable (X2), income variable (X3), environmental influence variable (X5) and product quality variable (X6). Meanwhile, the variable price (X1) and the number of family members (X4) have no significant effect on the consumer's decision to purchase packaged cooking oil and bulk cooking oil.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN BERAS MEDIUM DI PASAR TRADISONAL BATURAJA TIMUR KABUPATEN OGAN KOMERING ULU Eviani, Cheniya; Lastinawati, Endang; Ogari, Putri Ayu
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 9, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v9i2.10269

Abstract

This study aims to analyze the factors that influence the demand for medium rice in the East Baturaja Traditional Market, Ogan Komering Ulu District. The implementation of this research was carried out from December to February 2023. The research method was carried out using a  survey method. The method of determining the sample used is incidental sampling. The sample used is 60 consumers consisting of 30 new market samples and 30 upper market samples. The analytical method used is multiple linear regression. The results showed that the factors that significant influence the demand for medium rice in the East Baturaja Traditional Market, Ogan Komering Ulu District ware medium rice prices, substituted rice prices, opinions, and number of family members. While educations has no significant effect on the demand for medium rice in the East Baturaja Traditional Market, Ogan Komering Ulu District.
Pembiayaan Rancang Bangun Smart Greenhouse Hidroponik NFT Untuk Budidaya Sayuran Ritonga, Utan Sahiro; Ogari, Putri Ayu
Cannarium Vol 22, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v22i2.9240

Abstract

Konsumsi sayuran hidroponik mencerminkan perubahan pada cara pandang konsumen terhadap pangan dan pertanian saat ini. Sayuran hidroponik kini tersedia di supermarket, toko online, pasar tradisional dan pedagang sayuran eceran yang berkeliling. Kemudahan dalam memperoleh dan kesadaran manfaat kesehatan menjadikan sayuran hidroponik sebagai pilihan utama dan mendorong peningkatan budidaya sayuran secara hidroponik. Smart greenhouse sistem hidroponik pada budidaya sayuran hidroponik semakin penting dalam menghadapi berbagai isu lingkungan di sektor pertanian. Sistem hidroponik dapat menghemat lebih banyak air dibandingkan dengan sistem pertanian yang konvensional. Selain dapat mengurangi masalah erosi dan degradasi tanah sistem hidroponik juga efisien dalam penggunaan nutrisi dan pengurangan limbah yang mencemari lingkungan. Produksi sayuran dengan sistem hidroponik lebih memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan sayuran berkelanjutan sepanjang waktu tanpa bergantung pada musim. Namun pengembangan smart greenhouse hidroponik Nutrient Film Technique (NFT) memiliki tantangan karena tingginya biaya awal dalam pembangunan dan pengadaan teknologi canggih. Melalui pendekatan analisis kuantitatif diketahui kebutuhan biaya rancang bangun smart greenhouse NFT seluas 450 m2 dengan 2.000 lubang tanam adalah sebesar Rp. 988.954.500-. Lamanya pengembalian biaya pembangunan smart greenhouse hidroponik NFT adalah 2 tahun 1 bulan tergolong ideal dibanding dengan umur bisnis sayuran hidroponik. Strategi skema pembiayaan melalui kemitraan antara sektor publik dan swasta, hibah maupun subsidi, serta pinjaman koperasi dan berbagai sumber keuangan lainnya akan sangat membantu dalam mendorong percepatan adopsi teknologi bagi petani skala usaha kecil.
Pemberdayaan Masyarakat Teknik Sambung Pucuk Tanaman Hias Bougenville di Desa Gunung Kuripan Kabupaten OKU Pusvita, Ema; Lastinawati, Endang; Rosmawati, Henny; Septianita, Septianita; Ogari, Putri Ayu; Danial, Ekawati; Gribaldi, Gribaldi; Nurlaili, Nurlaili; Purwadi, Purwadi; Lestari, Windi; Putri, Piranti Herdaning
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1719

Abstract

This community service aims to improve the skills and knowledge of Gunung Kuripan Village residents in ornamental plant propagation techniques, especially through the grafting method on bougainvillea. This activity was motivated by the high public interest in ornamental plants with economic value but still limited understanding of efficient vegetative propagation techniques. Through an educational and demonstrative approach, 20 participants were given direct training starting from selecting rootstocks and scions, cutting techniques, grafting, to post-grafting care. The evaluation results showed that after 14 days, most of the grafts showed positive growth in the form of new shoots and good tissue unity. This technique allows one plant to produce various flower colors, increasing the aesthetic and commercial value of bougainvillea. This innovation is also a solution to limited planting space and strengthening opportunities for household-scale ornamental plant entrepreneurship. Thus, this activity succeeded in providing applicable technology transfer with the output of grafted plants, increasing community capacity in the field of horticulture, and encouraging the development of a creative economy based on ornamental plants. This service is expected to be an educational model that can be replicated in other areas with similar potential.ABSTRAKPengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan warga Desa Gunung Kuripan dalam teknik perbanyakan tanaman hias, khususnya melalui metode sambung pucuk (grafting) pada bougenville. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya minat masyarakat terhadap tanaman hias bernilai ekonomis namun masih terbatasnya pemahaman terhadap teknik perbanyakan vegetatif yang efisien. Melalui pendekatan edukatif dan demonstratif, peserta yang berjumlah 20 orang diberikan pelatihan langsung mulai dari pemilihan batang bawah dan atas, teknik pemotongan, penyambungan, hingga perawatan pasca-grafting. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa setelah 14 hari, sebagian besar sambungan menunjukkan pertumbuhan positif berupa tunas baru dan kesatuan jaringan yang baik. Teknik ini memungkinkan satu tanaman menghasilkan berbagai warna bunga, meningkatkan nilai estetika dan komersial bougenville. Inovasi ini juga menjadi solusi terhadap keterbatasan ruang tanam serta memperkuat peluang wirausaha tanaman hias skala rumah tangga. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil memberikan transfer teknologi yang aplikatif dengan luaran hasil tanaman yang telah di sambung pucuk, meningkatkan kapasitas masyarakat di bidang hortikultura, serta mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis tanaman hias. Pengabdian ini diharapkan menjadi model edukatif yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan potensi serupa.
PENGARUH LUAS LAHAN, BIAYA PRODUKSI, DAN JUMLAH PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI JERUK (Citrus sinensis) DI DESA TUNGKU JAYA KECAMATAN SOSOH BUAY RAYAP KABUPATEN OGAN KOMERING ULU Endang Lastinawati; Sa’diah, Iis; Ayu Ogari, Putri; Chuzaimah; Swasdiningrum Putri, Trisna Wahyu
Jurnal AGRIBIS Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v18i2.8444

Abstract

Orange is one of the superior fruits that is widely developed in Indonesia. This study aims to calculate the income of orange farming and analyze the effect of land area, production costs, and production volume on orange farming income. The study was conducted in Tungku Jaya Village, which is one of the orange production centers in Ogan Komering Ulu (OKU) Regency. The research method used was the survey method. Farmer samples were taken using a simple random method, as many as 30 farmers from 50 orange farmers in the research location. The data were processed using a mathematical formula for income, and multiple linear regression methods. The results showed that the income of orange farming in Tungku Jaya Village, Sosoh Buay Rayap District was IDR 12,874,012.71/ha/year. The income of orange farming in Tungku Jaya Village was influenced by the amount of production and production costs. While the area of ​​land had no significant effect on orange farming income.
KELAYAKAN USAHA PENGEMUKAN SAPI SECARA LEPAS LIAR PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (STUDI KASUS DI KECAMATAN LUBUK BATANG KABUPATEN OGAN KOMERING ULU) Ogari, Putri Ayu; Ritonga, Utan Sahiro; Pusvita, Ema; Rosmawati, Henny; Lastinawati, Endang
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.20627

Abstract

Penggemukan sapi secara lepas liar memberikan keleluasaan ternak untuk hidup secara alami karena dapat bergerak dengan bebas yang berbeda dengan sapi yang selalu berada pada kandang. Pengeluaran untuk perawatan ternak lebih ekonomis karena pakan dapat disediakan dengan memanfaatkan tanaman di sekitar area penggembalaan. Cara lepas liar dalam beternak sapi selain cocok untuk peternak yang memiliki keterbatasan sumberdaya lahan dan juga sangat baik dilakukan pada lahan yang belum termanfaatkan secara optimal. Keberdaan sapi di lahan perkebunan dapat berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan rumput atau tanaman lainnya yang tidak diinginkan, sementara kotoran sapi dapat menjadi pupuk yang mendukung kesuburan tanah.Berdasarkan manfaat-manfaat penggemukan sapi liar dan minimalisasi biaya pakan ternak perlu dikaji kelayakan usaha secara ekonomi, agar memberikan informasi dalam pengambilan keputusan bagi pelaku usaha dan pemerintah. Penelitian ini menggunakan persamaan matematika sebagai pendekatan kuantitatif untuk mengukur biaya-biaya yang dikeluarkan, dan perhitungan R/C rasio serta B/C rasio untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha penggemukan sapi. Data dikumpulkan dari 21 unit usaha yang ditentukan secara acak sederhana. Hasil penelitian ini menemukan bahwa biaya tetap dalam penggemukan sapi secara lepas liar terdiri dari biaya kandang, peralatan, kendaraan bermotor, dan anakan sapi. Sementara biaya tidak tetap terdiri dari obat-obatan dan bahan bakar minyak (BBM). Menurut perhitungan R/C rasio diperoleh nilai 1.99, dan perhitungan B/C rasio menunjukkan nilai 0,99. Dengan demikian penggemukan sapi dengan cara lepas liar layak dikembangkan. Untuk penelitian lebih lanjut diperlukan analisis dengan jumlah sampel yang lebih besar agar ditemukan adanya dampak penurunan penerimaan karena masalah lain seperti gangguan kesehatan yang tidak ditemukan pada penelitian ini.
KELAYAKAN USAHA PENGEMUKAN SAPI SECARA LEPAS LIAR PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (STUDI KASUS DI KECAMATAN LUBUK BATANG KABUPATEN OGAN KOMERING ULU) Ogari, Putri Ayu; Ritonga, Utan Sahiro; Pusvita, Ema; Rosmawati, Henny; Lastinawati, Endang
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.20627

Abstract

Penggemukan sapi secara lepas liar memberikan keleluasaan ternak untuk hidup secara alami karena dapat bergerak dengan bebas yang berbeda dengan sapi yang selalu berada pada kandang. Pengeluaran untuk perawatan ternak lebih ekonomis karena pakan dapat disediakan dengan memanfaatkan tanaman di sekitar area penggembalaan. Cara lepas liar dalam beternak sapi selain cocok untuk peternak yang memiliki keterbatasan sumberdaya lahan dan juga sangat baik dilakukan pada lahan yang belum termanfaatkan secara optimal. Keberdaan sapi di lahan perkebunan dapat berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan rumput atau tanaman lainnya yang tidak diinginkan, sementara kotoran sapi dapat menjadi pupuk yang mendukung kesuburan tanah.Berdasarkan manfaat-manfaat penggemukan sapi liar dan minimalisasi biaya pakan ternak perlu dikaji kelayakan usaha secara ekonomi, agar memberikan informasi dalam pengambilan keputusan bagi pelaku usaha dan pemerintah. Penelitian ini menggunakan persamaan matematika sebagai pendekatan kuantitatif untuk mengukur biaya-biaya yang dikeluarkan, dan perhitungan R/C rasio serta B/C rasio untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha penggemukan sapi. Data dikumpulkan dari 21 unit usaha yang ditentukan secara acak sederhana. Hasil penelitian ini menemukan bahwa biaya tetap dalam penggemukan sapi secara lepas liar terdiri dari biaya kandang, peralatan, kendaraan bermotor, dan anakan sapi. Sementara biaya tidak tetap terdiri dari obat-obatan dan bahan bakar minyak (BBM). Menurut perhitungan R/C rasio diperoleh nilai 1.99, dan perhitungan B/C rasio menunjukkan nilai 0,99. Dengan demikian penggemukan sapi dengan cara lepas liar layak dikembangkan. Untuk penelitian lebih lanjut diperlukan analisis dengan jumlah sampel yang lebih besar agar ditemukan adanya dampak penurunan penerimaan karena masalah lain seperti gangguan kesehatan yang tidak ditemukan pada penelitian ini.
Pemberian Kapur Pertanian Untuk Meningkatkan pH Tanah di Desa Tanjung Sari, Kabupaten OKU Novriani, Novriani; Pusvita, Ema; Asroh, Ardi; Gribaldi, Gribaldi; Nurlaili, Nurlaili; Danial, Ekawati; Yulhasmir, Yulhasmir; Diana, Susanti; Dewi, Nurmala; Sakalena, Firnawati; Fatmanurshanti, Dora; Lastinawati, Endang; Rosmawati, Henny; Ogari, Putri Ayu; Lestari, Windi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2041

Abstract

Acidic soils are one of the major constraints in agricultural development in tropical regions, including in Tanjung Sari Village, Ogan Komering Ulu (OKU) Regency. Field surveys indicated that most farmlands in this village have soil pH ranging from 4.5 to 5.0, which is categorized as acidic. This condition negatively affects nutrient availability, microbial activity, and the productivity of food and horticultural crops. One of the recommended practices to overcome this problem is the application of agricultural lime (liming). This activity aimed to improve farmers’ knowledge and skills regarding the benefits, dosage, and techniques of lime application, as well as to directly improve soil pH through field demonstration. The method consisted of three stages: preparation (survey and soil analysis), implementation (training, extension, and field practice), and evaluation (measurement of soil pH and assessment of farmers’ knowledge improvement). The training materials included soil pH concepts, its influence on crop growth, types of agricultural lime, calculation of lime requirements, and proper application techniques. The results of this activity indicated an increase in farmers’ understanding of the importance of liming and an improvement in soil pH in demonstration plots after lime application. In conclusion, liming practices in Tanjung Sari Village proved beneficial for improving soil quality and supporting sustainable agricultural productivity. It is expected that farmers will be able to apply this technology independently in the future, with continuous support from local government through the provision of agricultural lime.ABSTRAKTanah masam merupakan salah satu kendala utama dalam pengembangan pertanian di daerah tropis, termasuk di Desa Tanjung Sari, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar lahan pertanian di desa ini memiliki pH tanah berkisar antara 4,5–5,0, yang tergolong masam dan berdampak negatif terhadap penyerapan unsur hara, aktivitas mikroorganisme, serta produktivitas tanaman pangan dan hortikultura. Salah satu upaya untuk memperbaiki kondisi tersebut adalah melalui pemberian kapur pertanian atau pengapuran. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengenai manfaat, dosis, dan teknik aplikasi kapur pertanian, sekaligus memperbaiki pH tanah melalui penerapan langsung di lahan. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan (survei dan analisis tanah), pelaksanaan (penyuluhan, pelatihan, dan praktik lapangan), serta evaluasi (pengukuran pH tanah dan peningkatan pengetahuan peserta). Materi kegiatan mencakup konsep pH tanah, pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman, jenis kapur pertanian, perhitungan dosis kapur, serta teknik aplikasi di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani mengenai peran kapur pertanian, serta adanya perbaikan pH tanah di lahan percontohan setelah pengapuran. Dengan demikian, kegiatan pengapuran di Desa Tanjung Sari terbukti bermanfaat dalam meningkatkan kualitas tanah dan mendukung produktivitas pertanian berkelanjutan. Ke depan, diharapkan petani dapat menerapkan teknologi ini secara mandiri dan pemerintah daerah dapat memberikan dukungan melalui penyediaan kapur pertanian secara berkelanjutan.
PEMANFAATAN LIMBAH BATANG JAGUNG SEBAGAI PUPUK ORGANIK DI DESA KUNGKILAN Nurshanti, Dora Fatma; Ogari, Putri Ayu; Al Hadad, Muhamad; Astuti, Elis Yuni; Sera, Belta; Lorenza, Dina
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.1949

Abstract

This Community Service Program was conducted in Ogan Komering Ulu Regency, Kungkilan Village, Sosoh Buay Rayap District, , in August 2025. The purpose of this activity was to empower farmers in processing corn stalk waste into organic fertilizer. The methods used included lectures, discussions, and practical simulations of organic fertilizer production. The activities began with providing theoretical material on the benefits of corn stalks and composting methods, followed by practical exercises on making organic fertilizer. This program involved 25 farmers as participants, who were the target partners in the village. Evaluation results showed a 40% increase in knowledge, with an improvement in understanding the benefits of corn stalks from 45% to 85%, using pre-test and post-test questionnaires. The composting techniques from 50% to 90%, and the impact of organic fertilizer on agricultural yields from 40% to 80%. The program also successfully reduced farmers' dependence on chemical fertilizers, with 60% of farmers reporting a decrease in chemical fertilizer usage and 75% of farmers starting to process corn stalks into organic fertilizer. This activity also supported environmentally friendly farming practices by reducing the burning of agricultural waste and improving farmers' welfare. Overall, this program successfully achieved its objectives and has the potential to be implemented in other areas.ABSTRAKProgram Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Kabupaten Ogan Komering Ulu tepatnya pada Desa Kungkilan, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, pada bulan Agustus 2025. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberdayakan petani dalam mengolah limbah batang jagung menjadi pupuk organik. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan simulasi praktis pembuatan pupuk organik. Tahapan kegiatan dimulai dengan pemberian materi teori mengenai manfaat limbah jagung dan cara pengolahan kompos, diikuti dengan praktik langsung pembuatan pupuk organik. Program ini melibatkan 25 petani sebagai peserta, yang merupakan mitra sasaran di desa tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 40%, dengan pemahaman manfaat limbah jagung meningkat dari 45% menjadi 85%, melalui kuesioner pre-test dan post-test. teknik pengolahan kompos dari 50% menjadi 90%, dan pengaruh pupuk organik terhadap hasil pertanian dari 40% menjadi 80%. Program ini juga berhasil mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia, dengan 60% petani melaporkan pengurangan penggunaan pupuk kimia dan 75% petani mulai mengolah limbah jagung menjadi pupuk organik. Kegiatan ini juga mendukung pertanian ramah lingkungan dengan mengurangi pembakaran limbah, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mencapai tujuannya dan berpotensi diterapkan di wilayah lain.
Analisis Pendapatan Usahatani Jagung Hibrida di Desa Peracak, Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Larita, Suci; Lastinawati, Endang; Ogari, Putri Ayu; Lestari, Windi; Pusvita, Ema; Rosmawati, Henny; Swasdiningrum Putri, Trisna Wahyu
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 33 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v33i1.2613

Abstract

Jagung hibrida merupakan tanaman pangan penting di samping komoditas pokok lainnya seperti beras, singkong, ubi jalar, talas, dan sagu. Namun, fluktuasi produksi jagung hibrida menyebabkan ketidakstabilan pendapatan petani, yang juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan pendapatan pertanian jagung hibrida dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan di Desa Peracak, Kecamatan Bunga Mayang, menggunakan metode penelitian survei. Sampel responden sebanyak 30 petani jagung hibrida dipilih secara acak. Pendapatan petani dihitung menggunakan analisis pendapatan standar sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhinya dianalisis menggunakan model regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata yang diperoleh petani dari pertanian jagung hibrida adalah Rp 10.078.628,04 per musim tanam. Pendapatan pertanian jagung hibrida dipengaruhi secara signifikan oleh biaya produksi, volume produksi, dan harga jual.