Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Konsentrasi Hambat Minimal (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimal (KBM) Jamur Endofit Bajakah (Spatholobus Littoralis Hassk) Pada Escherichia Coli Fatimah, Siti; Nastiti, Kunti; Hastika, Febby Yulia; Darsono, Putri Vidiasari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4233

Abstract

Jamur endofit yang diisolasi dari tanaman inangnya diketahui mampu menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang memiliki kesamaan struktur maupun fungsi dengan senyawa yang diproduksi oleh tanaman tersebut. Keunggulan ini membuat jamur endofit menjadi sumber alternatif yang sangat potensial dalam penyediaan senyawa bioaktif tanpa harus melakukan ekstraksi langsung dari tanaman. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi eksploitasi tanaman obat, seperti bajakah (Spatholobus littoralis Hassk), tetapi juga mendukung upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang semakin terancam oleh meningkatnya kebutuhan bahan baku herbal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan aktivitas antibakteri jamur endofit dalam menghambat dan membunuh bakteri Escherichia coli serta mengidentifikasi jenis jamur endofit berdasarkan karakteristik makroskopis dan mikroskopisnya. Metode penelitian yang digunakan adalah True Experimental, meliputi uji zona hambat menggunakan cakram untuk melihat kemampuan penghambatan, serta uji KHM (Konsentrasi Hambat Minimum) dan uji KBM (Konsentrasi Bunuh Minimum) untuk menentukan efektivitas konsentrasi ekstrak jamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh isolat jamur endofit memiliki aktivitas antibakteri dengan kategori kuat. Isolat JEB 1 yang berwarna hitam menunjukkan hasil paling signifikan dengan zona hambat sebesar 16,20 mm. Nilai KHM isolat tersebut berada pada konsentrasi 4 × 10⁵ ppm, sedangkan nilai KBM berada pada konsentrasi yang sama dengan jumlah koloni <300. Kondisi ini menegaskan bahwa isolat JEB 1 bersifat bakteriostatik sekaligus bakterisidal terhadap E. coli. Dengan demikian, jamur endofit batang bajakah, terutama isolat JEB 1, berpotensi besar dikembangkan sebagai agen antibakteri alami yang efektif dan berkelanjutan
Hubungan Kek dan Anemia Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Margasari Kabupaten Tapin Ratu, Reni Puspita; Istiqomah, Istiqomah; Darsono, Putri Vidiasari; Kusvitasari, Hairiana
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 4 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i4.5267

Abstract

Stunting is a growth and developmental disorder among children under five caused by chronic malnutrition, resulting in height being below the standard for their age. This condition may begin as early as the prenatal period, even before pregnancy occurs. Based on data from the Margasari Health Center (EPPGBM), the prevalence of stunting increased consecutively from 5.8% in 2021 to 11.1% in 2022, and 16.2% in 2023. This study aimed to analyze the correlation between Chronic Energy Deficiency (CED) and anemia in pregnant women and the incidence of stunting among toddlers in the Margasari Health Center working area, Tapin Regency. The study employed a quantitative method with an analytical retrospective design. The population consisted of pregnant women who had children aged 24–59 months, totaling 80 respondents selected through total sampling. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between CED in pregnant women and stunting incidence (p-value K1 = 0.043 and K4 = 0.033). Similarly, anemia in pregnant women was significantly associated with stunting (p-value K1 = 0.025 and K4 = 0.043). In conclusion, CED and anemia during pregnancy are important contributing factors to stunting in the working area of Margasari Health Center, Tapin Regency.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa bunge) Pada Bakteri Propionibacterium Acnes Saputri, Nur Arida; Darsono, Putri Vidiasari; Mahdiyah, Dede; Audina, Mia
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v6i1.734

Abstract

Background: Acne or acne vulgaris is an inflammatory disease that often occurs in the facial area. Usually characterized by the appearance of small reddish or yellow lumps (because they contain pus). The main organism that causes acne is Propionibacterium acnes. The growth of Propionibacterium acne bacteria can be controlled with antibacterials and plants that contain secondary metabolite compounds including flavonoids, alkaloids, saponins, steroids and tannins. One of the plants that contains secondary metabolites is calamansi orange peel. Objective: This study aims to determine the antibacterial activity of calamansi orange peel extract (Citrofortunella microcarpa Bunge) against Propionibacterium acnes bacteria through MIC and KBM testing. Method: This type of research is a true experimental method with post test only with control group design. Results: Antibacterial testing using the disc diffusion method on calamansi orange peel extract (Citrofortunella microcarpa Bunge) resulted in an inhibition zone of 22.02 mm, while MIC testing with concentrations of 5%, 7,5% and 10% resulted in inhibiting the growth of Propionibacterium acnes bacteria. while KBM did not produce results. The results of the Kruskal Wallis statistical test of 0.007 and Mann Whitney of 0.025 showed a p value <0.05, indicating that there was a significant difference between the extract concentration groups and there was a difference in the increase in the results of the bacterial activity test that received the extract treatment. Conclusion: Calamansi orange peel extract (Citrofortunella microcarpa Bunge) against Propionibacterium acnes bacteria has inhibitory power at concentrations of 50%, 75% and 100% but does not have killing power.  
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Terhadap Bakteri Escherichia coli Azzahra, Fatimah; Darsono, Putri Vidiasari; Hidayah, Nur; Mahdiyah, Dede
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 10 No 1 (2026): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59053/bjp.v10i1.557

Abstract

Infectious diseases are health problems that can spread from one individual to another and are dangerous if not treated. One of the bacteria that causes disease is Escherichia coli. The high rate of irrational use of antibiotics is the cause of cases of antibiotic resistance. As an alternative option, use traditional medicine from plants, namely water hyacinth (Eichhornia crassipes) which has secondary metabolite compounds that function as antibacterials. To determine the antibacterial effectiveness of water hyacinth (Eichhornia crassipes) extract in inhibiting the growth of Escherichia coli. Antibacterial activity used the well diffusion method and determination of the Minimum Inhibitory Concentration and Minimum Kill Concentration using the liquid dilution method which was analyzed statistically by the non-parametric Kruskal-Wallis Test and Mann Whitney Test. Water hyacinth extract (Eichhornia crassipes) contains secondary metabolite compounds of flavonoids, alkaloids, tannins and terpenoids showing antibacterial activity against Escherichia coli with an inhibitory zone diameter of 12.34 mm, MIC value at a concentration of 25% and does not have MBC. The results of statistical analysis show that there is a significant difference with a p value of 0.004 in Kruskal-Wallis and in Mann-Whitney it shows a p value of 0.025. Water hyacinth extract (Eichhornia crassipes) has an effect on Escherichia coli.
Studi Deskriptif Upaya Penerapan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi di Puskesmas Lanjas Kabupaten Barito Utara Tahun 2022 Arbayanti, Arbayanti; Dona, Sismeri; Darsono, Putri Vidiasari; Istiqamah, Istiqamah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1059

Abstract

Pendahuluan: Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki angka kematian ibu (AKI) bersalin yang cukup tinggi. Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) adalah upaya pemerintah untuk menurunkan AKI. Pelaksanaan P4K yang difasilitasi bidan di desa dalam rangka meningkatkan peran aktif suami, keluarga, dan masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman serta persiapan menghadapi komplikasi bagi ibu hamil, bersalin, dan nifas, serta penggunaan KB pascapersalinan, termasuk perencanaan untuk meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan bagi ibu. Tujuan: Mengetahui upaya penerapan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi di Puskesmas Lanjas, Kabupaten Barito Utara. Metode: Penelitian dengan desain deskriptif. Sampel adalah ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Lanjas yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Lanjas pada tahun 2022 sebanyak 70 orang, diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan data sekunder. Data dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil: Upaya penerapan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) di Puskesmas Lanjas Kabupaten Barito Utara tahun 2022 menunjukkan bahwa yang menerapkan P4K sebanyak 47 orang (67,1%) dan yang tidak menerapkan P4K sebanyak 23 orang (32,9%). Simpulan: Penerapan P4K di Puskesmas Lanjas sebesar 67,1% menerapkan dan 32,9% tidak menerapkan. Puskesmas diharapkan meningkatkan pelaksanaan program dengan diadakan kembali refreesing kembali dengan sweeping ke rumah ibu-ibu hamil agar hubungan dengan keluarga dan masyarakat di lingkungan ibu hamil lebih dekat.
Identifikasi Breastfeeding Self Efficacy pada Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Lanjas Januriah, Januriah; Yuliantie, Putri; Darsono, Putri Vidiasari; Yuliana, Fitri
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1073

Abstract

Pendahuluan: Capaian pemberian ASI eksklusif menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Hal ini disebabkan rendahnya cakupan pemberian ASI secara eksklusif. Di Puskesmas Lanjas didapatkan cakupan ASI eksklusif 65% di tahun 2023, sedangkan target SPM 100%, target RENSTRA 75%, dan cakupan ASI eksklusif 64,2% di tahun 2022 serta 63% di tahun 2021. Banyak faktor yang memengaruhi ibu dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, salah satunya adalah efikasi diri, Efikasi diri merupakan satu keyakinan yang mendorong individu untuk melakukan dan mencapai sesuatu. Pentingnya mengetahui keyakinan ibu dalam pemberian ASI eksklusif, khususnya dalam menentukan keberhasilan ASI eksklusif. Tujuan: Mengidentifikasi Breastfeeding Self-Efficacy pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Lanjas. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif, dengan populasi 30 orang ibu menyusui yang memiliki bayi berusia 0-12 bulan. Pengkajian data dilakukan menggunakan instrumen Breastfeeding Self-Efficacy Scale-Short Form (BSES-SF). Analisis univariat digunakan untuk mengetahui distribusi frekuensi responden. Hasil: Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan mengidentifikasi Breastfeeding Self Efficacy Pada Ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Lanjas didapatkan kategori responden mayoritas dengan usia ibu 20-35 tahun sebanyak 30 responden atau 100%, usia anak responden sebagian besar berusia 6 bulan yaitu 9 orang atau 30%, jumlah anak responden mayoritas 2 anak dengan jumlah responden 22 orang atau 73.3% Dan efikasi diri ibu menyusui sebagian besar ditemukan dengan efikasi tinggi yaitu 19 responden atau 63.3%. Simpulan: Terdapat efikasi yang tinggi pada ibu yang memiliki keinginan dan niat untuk menyusui bayinya, yang diidentifikasi berdasarkan pola pikir, reaksi emosional dalam menghadapi kesulitan menyusui, usaha kegigihan, dan pemilihan perilaku menyusui.