Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Toksisitas Ekstrak Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) Terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT): Toxocity Test of Sungkai Leaf Extract (Peronema canescens Jack) Against Artemia salina Leach Larvae Using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Method Vidi, Gabriella Cantika; Darsono, Putri Vidiasari; Rahmadani, Rahmadani
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7734

Abstract

Uji toksisitas merupakan suatu pengujian yang bertujuan untuk mendeteksi adanya aktivitas antikanker dari suatu senyawa dengan menggunakan serangkaian konsentrasi yang diterima dalam periode 24 jam. Kanker merupakan penyakit sel yang mengalami kegagalan mekanisme pengatur multiplikasi dan fungsi homeostatis lainnya pada organisme multiseluler. Tanaman daun sungkai (Peronema canescens Jack) merupakan tanaman yang banyak terdapat di wilayah Puruk Cahu, provinsi Kalimantan Tengah, dimana tanaman ini adalah tanaman obat yang dipakai oleh masyarakat sebagai obat penurun demam, flu, batuk, dan mengatasi kanker. Dimana senyawa bioaktif pada tanaman ini berpotensi sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC50 dari pengujian toksisitas ekstrak daun sungkai terhadap larva Artemia salina Leach menggunakan Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Simplisia daun sungkai (Peronema canescens Jack) diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% selama 3x24 jam menggunakan metode maserasi, kemudian filtrat disaring dan dikentalkan menggunakan mesin Rotary Evaporator. Ekstrak yang didapat dilakukan uji toksisitas terhadap larva Artemia salina Leach menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dan analisis data menggunakan Analisis Probit dengan Ms. Excel. Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak daun sungkai (Peronema canescens Jack) bersifat toksik terhadap larva Artemia salina Leach yang ditandai dengan nilai LC50 < 1000 μg/ml dengan hasil yaitu 291,743 μg/ml. Sehingga, ekstrak etanol daun sungkai (Peronema canescens Jack) memiliki kemampuan toksisitas terhadap larva Artemia salina Leach sehingga berpotensi sebagai antikanker.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pulutan (Urena lobata L) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus: Antibacterial Activity Test of Pulutan Leaf Extract (Urea lobata L) Againt Staphylococcus aureus Fitriani, Dyah; Rohama, Rohama; Darsono, Putri Vidiasari; Hakim, Ali Rakhman
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9006

Abstract

Penyakit infeksi merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena virus, bakteri, protozoa ataupun jamur. Penggunaan antibiotik dalam pengobatan infeksi dapat menimbulkan efek samping dan resistensi. Daun pulutan secara empiris digunakan sebagai penurun panas, rematik, luka, bisul, dan sebagai antiseptik. Daun pulutan mengandung metabolit sekunder alkaloid, saponin, dan flavonoid yang diduga memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak daun pulutan (Urena lobata L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus, menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak daun pulutan (Urena lobata L) Terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah true experimental. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dan dilusi cair. Kemudian data dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis dan Mann Whitney. Hasil ekstrak daun pulutan memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 100% zona hambat 14,09 mm dan konsentrasi 80% zona hambat 11,09 mm. Nilai KHM terdapat pada konsentrasi 80% dan tidak memiliki nilai KBM. Hasil uji statistik menunjukan terdapat perbedaan bermakna p value 0,004 pada Kruskall Wallis dan pada Mann Whitney menunjukan p value 0,025. Dapat disimpulkan Daun Pulutan (Urena lobata L) memiliki aktivitas antibakteri kategori kuat. Nilai KHM terdapat pada konsentrasi 80% dan tidak memiliki nilai KBM terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etil Asetat Daun Maritam (Nephelium Ramboutan-ake Leenh) Terhadap Pertumbuhan Salmonella typhi: Antibacterial Activity Test Of Maritam Leaf Ethyl Acetate Extract (Nephelium Ramboutan-ake Leenh) Against Salmonella typhi Bacteria Rachman, Muhammad Rezki; Darsono, Putri Vidiasari; Malahayati, Siti
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9015

Abstract

Mengetahui efektivitas antibakteri ekstrak etil asetat daun maritam (Nephelium Ramboutan-ake Leenh) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella tyhpi.Jenis penelitian yang digunakan adalah True Experimental dengan desain penelitian Posttest-only Control Group. Skrining aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat daun maritam (Nephelium Ramboutan-ake Leenh) terhadap Salmonella typhi menggunakan metode difusi sumuran dan penentuan Konsentrasi Hambat Minimum dan Konsentrasi Bunuh Minimum menggunakan metode dilusi kemudian dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis Test dan Mann Whitney Test. Ekstrak etil asetat daun maritam (Nephelium Ramboutan-ake Leenh) menunjukan adanya aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi dengan diameter zona hambat sebesar 15,21 mm kategori Intermediate dan nilai KHM pada konsentrasi 75%. Hasil analisis statistik menunjukan terdapat perbedaan bermakna dengan p value 0,004 pada Kruskal-Wallis Test dan pada Man Whitney Test menunjukan p value 0,025. Ekstrak daun maritam (Nephelium Ramboutan-ake Leenh) tidak memiliki kemampuan daya bunuh terhadap Salmonella typhi.
Karakterisasi Self Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Ekstrak Daun Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) dengan Variasi Konsentrasi Virgin Coconut Oil (VCO): Characterization of Self Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Water Hyacinth Leaf Extract (Eichhornia Crassipes) with Variation of Virgin Coconut Oil (VCO) Concentrations Ramadhani, Rizki Adhie; Noval, Noval; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9034

Abstract

Salah satu jenis tanaman obat yang dapat digunakan untuk terapi adalah eceng gondok (Eichhornia crassipes). Ekstrak daun eceng gondok (Eichhornia crassipes) pada uji fitokimia mempunyai aktivitas sebagai antidiabetes. Bahan alam memiliki beberapa kelemahan seperti bioavabilitasnya yang rendah, salah satu cara mengatasi permasalahan tersebut adalah membuat sediaan Self Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). SNEDDS adalah sediaan yang terdiri dari minyak, surfaktan, dan ko-surfaktan dengan komposisi yang sesuai sehingga mampu menciptakan campuran isotropik yang stabil. Metode ini digunakan untuk menambah kelarutan, laju disolusi dan absorpsi zat aktif di dalam tubuh. Metode peneltian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan desain penelitian yaitu post test only with control group design. Pembuatan SNEDDS ekstrak daun Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dengan variasi konsentrasi VCO. Karakterisasi SNEDDS meliputi penetapan ukuran droplet, zeta potensial, dan efisiensi penjerapan. Dihasilkan pada uji ukuran droplet F1 ukuran droplet sebesar (746,6 nm), F2 (286,2 nm), dan F3 (2.336 nm). Uji zeta potensial F1 (-8,2 mV), F2 (-32,3 mV), dan F3 (-34,3 mV). Uji efisiensi penjerapan >99%. Variasi konsentrasi VCO memiliki pengaruh terhadap karakteristik SNEDDS yang dihasilkan.
A Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kopi Aranio (Coffea canephora ) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes: Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kopi Aranio (Coffea canephora ) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes Rahmah, Aulia; Nastiti, Kunti; Mahdiyah, Dede; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.417

Abstract

Background: Acne is a skin disease due to chronic inflammation with complex pathogenesis, excessive bacterial colonization, and inflammation. One of the causes of acne is due to excessive sebum gland activity and is exacerbated by bacterial infection, one of the bacteria that causes acne is Propionibacterium acnes. Coffee leaves are used by the community, especially in Babayau Village, Balangan Regency, South Kalimantan, to treat acne naturally and traditionally by mixing the cleaned coffee leaves with wet powder and then rubbing it evenly all over the face.         Objective: Knowing the effectiveness of coffee leaf extract (Coffea canephora) in inhibiting the growth of Propionibacterium acnes bacteria, and knowing the Minimum Inhibitory Concentration and Minimum Bactericidal Concentration against Propionibacterium acnes bacteria.                                              Methods: The type of research to test the antibacterial activity of aranio coffee leaf extract against Propionibacterium acnes bacteria was true expertimental with a post test only control group design, control group 100%, 75%, 50% and 25%, negative control using DMSO, positive control with clindamycin. Screening for antibacterial activity of aranio coffee leaf extract using the disc diffusion method and determining the Minimum Inhibitory Concentration and Minimum Bactericidal Concentration using the dilution method.                                                                Results: Coffee leaf extract (Coffea canphora) contains secondary metabolites, namely flavonoids, tannins, and saponins which have antibacterial activity. The antibacterial activity test of coffee leaf extract (Coffea canphora) in the disc diffusion method had an inhibition zone of 27.86 ± 2.14 while in the dilution method the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) was at a concentration of 75% and did not have a Minimum Bactericidal Concentration (MBC).                                                Conclusion: Coffee leaf extract (Coffea canphora) can inhibit Propionibacterium acnes at a concentration of 75%, and cannot kill Propionibacterium acnes.                                               
U Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pulutan (Urena lobata L) Terhadap Bakteri Streptococcus pyogenes Pusvita, Shela; Rohama, Rohama; Yuwindry, Iwan; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.420

Abstract

Background: Pharyngitis or sore throat has a fairly high prevalence rate in Indonesia caused by Streptococcus pyogenes bacteria. Pulutan has experience as a medicine for sore throat, rheumatic fever, antipyretic, fracture, antifertility, and vaginal discharge. Based on research on ethanol extract that was done previously, pulutan leaf extract has antibacterial activity. Objective: To determine the antibacterial activity of pulutan leaf extract (Urena lobata L) which has the potential as an antibacterial against the growth of Streptococcus pyogenes and to determine the minimum inhibitory concentration and minimum killing concentration. Methods: This type of true experimental research design, namely research methods that look for causal relationships between independent and dependent variables. Antibacterial testing using disc diffusion and dilution methods. With concentrations of 100%, 75%, 50%, 25%, positive control amoxicillin and DMSO negative control. Results: The results of the disc diffusion test were able to inhibit the growth of the Streptococcus pyogenes bacteria which was indicated by the presence of a clear zone around the disc paper. The results of the dilution test obtained the MIC value at a concentration of 50% indicated by the media tube which looks clear. There was no KBM value at all the concentrations of the extracts tested, indicated by the growth of bacteria in the test medium. Conclusion: Pulutan leaf extract (Urena lobata L) has antibacterial activity which is indicated by the presence of an inhibition/clear zone around the disc paper. MIC results found at a concentration of 50%, KBM results on pulutan leaf extract (Urena lobata L) did not have killing power at all concentrations. Keywords: Antibacterial, Pulutan Leaf Extract (Urena lobata L), Streptococcus pyogenes.
F Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Essence Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) Sebagai Anti Jerawat: Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Essence Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) Sebagai Anti Jerawat Dewi, Sinta; Malahayati, Siti; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.425

Abstract

Background: Piper betel leaf extract has antibacterial activity against P.acnes because it contains tannins, flavonoids, alkaloids, and terpenoid compounds. Objective: The purpose of this study is to formulate piper betel leaf extract in the form  of essence that meets the requirements of physical quality and has antibacterial activity against P.acnes. Methods:  This study uses true experimental method  and well diffusion method for antibacterial test. The essence preparation was  made with 3 different extract concentrations (concentrations of 5%, 10%, and 20%), then a physical evaluation was carried out and then the formulation was tested for antibacterial activity against P.acnes. The data obtained were statistically analyzed ANOVA with a significance value of 0.05. Results: The results showed that  the essence preparation  had a yellowish-brown to dark brown color, liquid form and characteristic smell of betel leaves with a pH of 5.4-5.5, homogeneous preparation, viscosity 324-463, dispersion power 9.74 mm-11.62mm, and in antibacterial activity tests showed the ability to inhibit the growth of P.acnes bacteria  by having inhibitory power that was categorized as strong. Conclusion: The results of the physical evaluation and the results of the antibacterial activity test for essence preparations had a significant effect on variations in extract concentrations because the p-value was <0.05. Based on the evaluation results, all formulas met the specifications, and the most optimal was formula II
F Formulasi Dan Evaluasi Fast Disintegrating Tablet (FDT) Dari Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Dengan Variasi Konsentrasi AC-DI-SOL Sebagai Superdisintegran Kamalia, Hasna; Noval, Noval; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.483

Abstract

Background: One of the risk factors that can cause an increase in the incidence of morbidity and mortality in patients with hypertension is patient non-adherence in taking antihypertensive drugs. As we get older, there is a decrease in the function of the tongue in achieving muscle pressure to make effective movements, which can cause difficulty swallowing drugs in solid dosage forms. This can be overcome with FDT preparations which can be disintegrated in the mouth without having to use water. Objectives: To compare the evaluation results of fast disengtengrating papaya leaf tablet formulation (Carica papaya L.) and to determine the effect of Ac-Di-sol concentration from fast desingtengriting tablet (Carica papaya L.) preparation Method: The method used is a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design by comparing the results of the intervention with a control group from the formulation evaluation. Results: The tablet hardness test (hardness tester) obtained a significance result of 0.17 <0.05, which means that there is a difference in tablet hardness in all formulas. In the friability tester, the significance results were obtained for formula I, namely in formula III with a significance value (sig) of 0.000 <0.05, which means that the fragility data did not spread normally in all formulas. At the time of disintegration, a significant result of 0.027 < 0.05 was obtained, which means that there was a difference in the disintegration time of the tablets in each formulation. In the disintegration time test, a significance result of 0.139 <0.05 was obtained, which means that there is a difference in each disintegration result in all formulas. In the wetting time test, the significance result was 1.7 < 0.05, namely the wetting test aimed to determine the time required for the tablet to be wetted by water. So it can be said that there are significant differences in each formulation. Conclusion: Based on the results of the organoleptic test, all of the tablet formulations produced had a brown color, with a bitter taste, smelled of mint and papaya extract and were round in shape. The combination of the concentration ratio of Ac-Di-Sol and Mannitol has the effect of evaluating friability, hardness, disintegration time and wetting time on Fast Disintegrating Tablets Papaya leaf extract (Carica papaya L.) Formulation III with 5 mg Ac-Di-Sol is the most effective formulation. optimal for Fast Disintegrating Tablets Papaya leaf extract (Carica papaya L.).  
Studi Farmakognostik Daun Pepaya (Carica papaya L) Asal Banjarmasin Ngongo, Marselina; Hakim, Ali Rakhman; Mustaqimah, Mustaqimah; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 5 No 2 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v5i2.654

Abstract

Latar Belakang: Indonesia memiliki kekayaan alam berupa tanaman yang dapat memberikan manfaat bagi manusia dalam hal pengobatan dan kesehatan, salah satunya adalah daun pepaya. Tanaman ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti sebagai sumber nutrisi, antioksidan, membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, mengelola diabetes, membantu meredakan peradangan, dan membantu kesehatan kulit. Pada daun pepaya telah diindentifikasi adanya kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid/triterpenoid. Studi farmakognostik adalah suatu proses sistematis untuk menyelidiki, mempelajari, dan menganalisis suatu topik, masalah, atau fenomena dengan menggunakan metode-metode ilmiah atau pendekatan yang terstruktur.Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk memahami sifat-sifat fisik, kimia, dan farmakologis dari simplisia daun pepaya.Metode: jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, pada pengujian daun pepaya dibuat ekstrak dengan metode maserasi.Hasil: Berdasarkan penelitian hasil analisis menunjukkan bahwa susut pengeringan sampel daun pepaya sebesar -63,04%, sesuai dengan standar farmakope herbal yang mengharuskan susut pengeringan ≤ 10%. Sementara itu, uji kadar ekstrak larut air menghasilkan nilai sebesar 21,976%, sementara uji kadar ekstrak larut etanol menunjukkan nilai sebesar 21,872%. Hasil uji parameter non-spesifik menunjukkan bahwa kadar abu total daun pepaya adalah sebesar 11,025%, sedangkan kadar abu tidak larut asamnya adalah sebesar 0,82%.Simpulan: Metode ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 96% terbukti efektif dalam mengekstraksi senyawa-senyawa tersebut dari daun pepaya
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Fast Disintegratig Tablet Dengan Ekstrak Buah Pare (Momordica charantia L.) Sebagai Anti Diabetes Melitus Gumarus, Ellora Griselda; Budi, Setia; Darsono, Putri Vidiasari; Audina, Mia
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 5 No 2 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v5i2.700

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masuk ke dalam kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik atau gejala gula darah yang melebihi nilai normal bisa juga disebut dengan hiperglikemia. Buah pare mengandung senyawa saponin dan senyawa kompleks lainnya yang berperan dalam menurunkan kadar glukosa darah. Explotab diformulasikan dengan ekstrak buah pare menjadi sediaan FDT. Tujuan: Mengetahui efek explotab sebagai penghancur serta perbedaan karakteristik pada sifat fisik tablet yang dihasilkan dalam formulasi fast disintegrating tablet ekstrak buah pare. Metode: Penelitian menggunakan metode quasi experimental dengan rancangan one-group posttest only. Dibuatnya 3 formulasi dengan variasi jumlah explotab berbeda menggunakan metode kempa langsung kemudian dilakukan evaluasi uji waktu alir granul, uji kelembaban granul, uji organoleptis, uji keseragaman bobot, uji kekerasan, uji kerapuhan, uji waktu terdisintegrasi, dan uji waktu hancur. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan statistic menggunakan uji perbandingan One Way ANOVA. Hasil: Hasil evaluasi sediaan fast disintegrating tablet ekstrak buah pare dengan variasi explotab memenuhi syarat uji evaluasi sediaan FDT. Simpulan: Dari hasil evaluasi fisikokimia sediaan FDT ekstrak buah pare yang telah dilakukan, semua formulasi memenuhi syarat pengujian FDT