Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Mahang (Macaranga triloba (Thunb.) Mull. Arg) Terhadap Propionibacterium acnes Yustian, Alifira Adhany; Darsono, Putri Vidiasari; Hakim, Ali Rakhman; Mahdiyah, Dede
Sains Medisina Vol 3 No 3 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i3.617

Abstract

Propionibacterium acnes merupakan bakteri anaerob yang sering ditemukan pada jerawat. Jerawat pada kulit wajah akan menimbulkan ketidaknyamanan karena dapat mengurangi rasa percaya diri seseorang. Alternatif dalam mengatasi permasalahan jerawat, salah satunya dengan memanfaatkan bahan alam. Daun mahang telah digunakan masyarakat sebagai pengobatan jerawat. Daun mahang mengandung fenol, tanin, alkaloid dan flavonoid serta memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi aktivitas antibakteri ekstrak daun mahang (Macaranga triloba (Thunb.) Mull. Arg) terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Metode penelitian yang digunakan adalah True Experimental dengan desain penelitian Posttest-only Control Group. Hasil aktivitas antibakteri ekstrak daun mahang memiliki zona hambat dengan rata-rata 16,45 mm. Nilai KHM terdapat pada konsentrasi 75% dan tidak memiliki nilai KBM. Hasil analisis Kruskal wallis sebesar 0,007 dan Mann whitney sebesar 0,025 dengan nilai signifikan p<0,05 yang menyatakan terdapat perbedaan bermakna antara variasi konsentrasi ekstrak daun mahang terhadap Propionibacterium acnes.
EKSTRAK DAUN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) SEBAGAI ALTERNATIF ANTIBAKTERI ALAMI TERHADAP KARIES GIGI Rahimah, Asri; Darsono, Putri Vidiasari; Noval; Nastiti, Kunti
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Ibnu Sina
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v10i1.2223

Abstract

Dental caries is a major problem of dental and oral health. One of the bacteria that causes dental caries is Streptococcus mutans. Water hyacinth leaves contain flavonoids, tannins, alkaloids, and terpenoids that can be used as antibacterials. Objective for identifying the antibacterial activity of water hyacinth leaf extract (Eichhornia crassipes) against Streptococcus mutans bacteria. Type of research used True Experimental with a Posttest-only Control Group. Antibacterial activity using well-diffusion method and determination of MIC and MBC using liquid dilution method analyzed non-parametric statistics Kruskal-Wallis and Mann Whitney. Results from this water hyacinth leaves contain secondary metabolites, namely flavonoids, tannins, alkaloids and terpenoids. The antibacterial activity test of water hyacinth leaf extract has an inhibition zone diameter of 15.41 mm. The MIC value at a concentration of 50% and does not have a MBC. Research results show that hyacinth extract is bacteriostatic against Streptococcus mutans bacteria that cause tooth decay.
Hubungan Motivasi Keluarga terhadap Tingkat Kepatuhan Minum Obat pada Pasien ODGJ Akik, Try Rahayu; Rahman, Subhannur; Darsono, Putri Vidiasari; Latifah, Latifah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 2 (2025): April 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i2.6068

Abstract

Gangguan jiwa sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang serius di dunia. ODGJ cenderung mengalami kekambuhan dikarenakan tidak teraturnya meminum obat. ODGJ membutuhkan dorongan atau motivasi yang kuat dari keluarga. Keluarga sangat diperlukan dalam membimbing serta mengarahkan supaya pasien ODGJ tersebut dapat meminum obat dengan benar dan tertata. Tujuan untuk mengetahui hubungan motivasi keluarga terhadap tingkat kepatuhan minum obat pada pasien ODGJ di wilayah kerja UPT Puskesmas Melati Kuala Kapuas. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel adalah keluarga pasien dan pasien ODGJ pada bulan September - Oktober 2024 berjumlah 60 orang, diambil dengan teknik accidental sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hampir seluruh keluarga pasien ODGJ memberikan motivasi yang baik sebanyak 53 orang (88,3%) dengan kategori patuh sebanyak 35 orang (58,3%). Hubungan motivasi keluarga terhadap tingkat kepatuhan minum obat pada pasien ODGJ di wilayah kerja UPT Puskesmas Melati Kuala Kapuas (p-value 0,000<0,05). Terdapat hubungan motivasi keluarga terhadap tingkat kepatuhan minum obat pada pasien ODGJ di wilayah kerja UPT Puskesmas Melati Kuala Kapuas. Kepatuhan minum obat dari pasien ODGJ tidak lepas dari motivasi yang diberikan oleh keluarga.
Fomulasi dan Evaluasi Sediaan Lipgloss Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) sebagai Pewarna Alami Kosmetik Pertiwi, Pransiska Cahaya; Budi, Setia; Darsono, Putri Vidiasari; Audina, Mia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28683

Abstract

Bibir memiliki sifat yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkunganserta berbagai produk perawatan kesehatan, kosmetik dan produk perawatan kulit lainnyayang dapat menyebabkan kerusakan kulit yaitu bibir menjadi kering, pecah-pecah, dan warna yang kusam. Dalam jenis sediaan kosmetik bibir, terdapat beberapa macam sediaankosmetik bibir seperti lipstik, lip gloss, lip balm, liquid lipstik dan lip liners. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui pengaruh variasi konsentrasi Cera Alba terhadap evaluasi fisikokimia sediaan Lipgloss pewarna alami Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) yang optimal. Metode yang digunakan lipgloss dengan variasi konsentrasi cera alba sebagai basis yaitu pada formula 1 yaitu 3%, formula 2 yaitu 6%, dan formula 3 yaitu 9% dan akan dievaluasi dengan uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji hedonik, dan uji iritasi. Hasil penelitian yang didapatkan adalah Formulasi lipgloss dengan pewarna alami dari ekstrak kulit buah naga menunjukkan hasil yang baik. Variasi konsentrasi Cera Alba berpengaruh signifikan terhadap karakteristik fisik. Formulasi III (9% Cera Alba) paling disukai, menunjukkan potensi optimal dalam kosmetik bibir. Ekstrak kulit buah naga dapat menjadi pewarna alami untuk lipgloss. Variasi konsentrasi Cera Alba (3%, 6%, 9%) memengaruhi karakteristik fisik. Formulasi III (9%Cera Alba) paling disukai dalam pengujian hedonik, menunjukkan potensi optimal.
Relationship between maternal knowledge and compliance with measles-rubella immunization Maryati; Salmarini, Desilestia Dwi; Darsono, Putri Vidiasari; Kusvitasari, Hairiana
Health Sciences International Journal Vol. 3 No. 1: February 2025
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v3i1.48

Abstract

Background: Measles and Rubella  are significant health threats to children, which can be prevented through immunization. Despite the availability of the Measles-Rubella (MR) vaccine, its coverage remains insufficient. Lack of maternal knowledge is a major factor contributing to non-compliance with the vaccination schedule. Objective: This study aims to assess the relationship between maternal knowledge and compliance with MR immunization for children under two years old. Method: A quantitative study with a descriptive analysis was conducted, involving 34 mothers with children aged 24-36 months at Long Kali Community Health Center. The total sampling method was used, and data were collected through a validated Guttman-scale questionnaire. Chi-square tests were employed to analyze the relationship between maternal knowledge and immunization compliance. Result: The study found that a significant proportion of mothers had poor knowledge (55.9%) about MR immunization. Furthermore, 70.6% of mothers were non-compliant with the MR immunization schedule. A significant association was identified between maternal knowledge and immunization compliance (p < 0.05). Conclusion: Maternal knowledge significantly influences compliance with the MR immunization schedule. Efforts to increase awareness and understanding of MR immunization are crucial to improve vaccine uptake and protect children from preventable diseases.
Effectiveness of consuming dates in increasing hemoglobin levels in pregnant women with anemia Nurdin, Nur Aini; Meldawati; Mariana, Frani; Darsono, Putri Vidiasari
Health Sciences International Journal Vol. 3 No. 1: February 2025
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v3i1.57

Abstract

Background: Anemia in pregnancy is a major global health issue, affecting maternal and fetal outcomes. It is often caused by iron deficiency due to increased physiological demands and inadequate nutritional intake. Dietary interventions, including consuming dates (Phoenix dactylifera), are gaining attention as complementary strategies to address this issue. Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of consuming dates in improving hemoglobin levels among pregnant women with anemia. Method: A quasi-experimental study with a one-group pre-test and post-test design was conducted. Twenty-two anemic pregnant women from the Tanjung Aru Public Health Center participated, consuming seven tamr dates (approximately 100 g) daily for 14 days. Hemoglobin levels were measured pre- and post-intervention using the Point of Care Testing (POCT) method. Data were analyzed using paired t-tests to determine statistical significance. Results: Before the intervention, 68.2% of participants had mild anemia, and 31.8% had moderate anemia, with no cases of normal hemoglobin levels. Post-intervention, 45.4% of participants achieved normal hemoglobin levels, while cases of mild and moderate anemia decreased to 36.4% and 18.2%, respectively. The mean hemoglobin level increased significantly from 13.81 g/dL pre-intervention to 14.62 g/dL post-intervention (p = 0.013). Conclusion: Consuming dates effectively improved hemoglobin levels in pregnant women with anemia, offering a promising, culturally appropriate dietary intervention. Further research with larger populations is recommended to validate these findings and explore long-term outcomes.
Application Of Feeding Rules And Tui Na Massage To Overcome Eating Difficulties In Toddlers Yuliana, Fitri; Rahmah, Elfa Olivia; Darsono, Putri Vidiasari; Kusvitasari, Hairiana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i8.20950

Abstract

Background: Decreased appetite or difficulty eating in toddlers can have an impact on the growth and development stages because during this period nutrition is very much needed for daily activities. Symptoms of difficulty eating can occur in around 60.3% of toddlers aged 2-3 years so that to overcome this problem, structured eating rules are needed so that parents have guidance in feeding their children, in addition toddlers also need to get touch in the form of massage to facilitate digestion and blood circulation so that appetite increases and nutrient absorption in the body becomes more optimal.Objective: Analyzing the application of feeding rules and tui na massage to eating difficulties in toddlers aged 2-3 years.Methods: This type of research is Pre-experimental with a one group pretest posttest design, the target of this research is 15 toddlers who have difficulty eating, the instruments used are questionnaires and checklists, then the data is analyzed using the Wilcoxon test.Signed Rank Test.Results: The nutritional status of toddlers who experience eating difficulties is on average in the normal category (80%), the application of feeding rules and tui na massage has a significant effect on reducing eating difficulties in toddlers with test resultsWilcoxon Signed Rank Testobtained a Sig. value (2-tailed) of 0.001 which is smaller than 0.05, after being given treatment, eating difficulties in toddlers decreased by 80%.Conclusion: Based on the research results, it can be concluded that the combination of optimal application of feeding rules by parents and tui na massage can be used as an alternative solution in overcoming eating difficulties in toddlers, because toddlers' meal schedules become more structured, helping to train proper eating regulation and helping toddlers become more relaxed and sleep better. Keywords: Difficulty Eating, Feeding Rules, Tui Na Massage  ABSTRAK : PENERAPAN FEEDING RULES DAN PIJAT TUI NA UNTUK MENGATASI KESULITAN MAKAN PADA BALITA Latar Belakang: Penurunan nafsu makan atau kesulitan makan pada balita dapat berdampak pada tahapan tumbuh kembang karena pada periode tersebut nutrisi sangat diperlukan untuk aktivitas sehari-hari. Gejala kesulitan makan dapat terjadi sekitar 60,3% pada balita usia 2 – 3 tahun sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu aturan makan terstruktur agar orangtua memiliki panduan dalam memberikan makan pada anak, selain itu balita juga perlu mendapatkan sentuhan dalam bentuk pijat agar memperlancar pencernaan dan peredaran darah agar nafsu makan meningkat dan serapan nutrisi dalam tubuh menjadi lebih optimal.Tujuan: Menganalisis penerapan feeding rules dan pijat tui na terhadap kesulitan makan pada balita usia 2-3 tahun.Metode: Jenis penelitian ini adalah Pre-experimental dengan rancangan one group pretest posttest, sasaran penelitian ini yaitu balita yang mengalami kesulitan makan sebanyak 15 orang, instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan daftar tilik, kemudian data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.Hasil: Status gizi balita yang mengalami kesulitan makan rata-rata dalam kategori normal (80%), penerapan feeding rules dan pijat tui na berpengaruh signifikan terhadap penurunan kesulitan makan pada balita dengan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05, setelah diberikan perlakuan kesulitan makan pada balita mengalami penurunan sebesar 80%.Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi penerapan feeding rules oleh orangtua secara optimal dan pijat tui na dapat dijadikan sebagai alternatif solusi dalam mengatasi kesulitan makan pada balita, karena jadwal makan balita menjadi lebih terstruktur, membantu melatih regulasi makan yang tepat dan membantu balita menjadi lebih rileks, serta tidur lebih nyenyak. Kata Kunci: Feeding Rules, Kesulitan Makan, Pijat Tui Na 
POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BAYI (6-24) BULAN DI PUSKESMAS BABIRIK Muti’ah; Istiqamah, Istiqamah; Darsono, Putri Vidiasari; Istiqamah
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 12 No 2 (2023): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v12i2.2495

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah masalah gizi yang terjadi sebagai akibat dari kekurangan gizi dalam kurun waktu yang cukup lama. Menurut WHO Child Grwoth Standart Stunting dasarkan pada indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) atau tinggi badan dibanding umur (TB/U) dengan batas (z-score)kurang dari 2-SD.Pola asuh pemberian makan merupakan kemampuan orangtua dan keluarga untuk menyediakan waktu perhatian dan dukungan dalam memberikan makanan kepada anaknya. Tujuan: Mengetahui pola asuh  pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita  06 – 24 bulan di   wilayah kerja UPT Puskesmas Babirik. Metode: analisis kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Penelitian dilakukan di wilayah kerja UPT Puskesmas Babirik. Dengan populasi ibu yang memiliki balita stunting dan sampel diambil dengan menggunakan metode purvosive sampling.Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita stunting. sebanyak 30 orang. Data dianalisis menggunakan uji fisher extact. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada bayi/balita usia 6-24 bulan (p=0,007).
Penetepan Kadar Flavonoid Ekstrak Daun Sungkai (Peronema cannescens Jack) Berdasarkan Variasi Cara Pengeringan dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS: Determination of Flavonoid Content of Sungkai Leaf Extract (Peronema canescens Jack) Based on Variations of Drying Method with UV-Vis Spectrophotometry Method Mahmudah, Mahmudah; Darsono, Putri Vidiasari; Rohama, Rohama
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7233

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah, yang dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisonal, salah satunya adalah daun sungkai (Peronema canescens Jack). Daun sungkai adalah tanaman yang paling banyak ditemukan di Kalimantan dan Sumatra. Secara empiris digunakan masyarakat untuk penurun panas atau demam. Salah satu senyawa yang terkandung dalam daun sungkai yaitu flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa fenol terbesar yang ditemukan pada tanaman dan flavonoid memiliki banyak aktivitas farmakologi salah satunya sebagai antipiretik. Kadar flavonoid dari suatu tanaman dapat di pengaruhi oleh metode pengeringan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kadar flavonoid daun sungkai (Peronema canescens Jack) dengan menggunakan metode pengeringan berbeda. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif observasional dengan melihat hasil dari data kualitatif yaitu dengan uji reaksi warna dan data kuantitatif yaitu dengan spektrofotometri UV-Vis untuk melihat kadar flavonoid dengan pengeringan matahari dan oven. Hasil analisis kualitatif senyawa flavonoid dengan reaksi warna hijau kehitaman menunjukkan positif mengandung senyawa flavonoid. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kadar flavonoid pada ekstrak daun sungkai dengan metode pengeringan sinar matahari didapatkan sebesar 2,727 mg QE/g dan pada pengeringan oven didapatkan hasil sebesar 3,636 mg QE/g. Dapat disimpulkan bahwa daun sungkai menggunakan pengeringan dengan suhu oven mengasilkan kadar flavonoid yang lebih besar dibandingankan dengan pengeringan sinar matahari.
Aktivitas Antibakteri Fraksi Metanol dan Etil Asetat Daun Benalu (Dendrophthoe Petandra (L) Miq.) Terhadap Bakteri Streptococcus Pyogenes dan Eschrichia Coli: Antibacterial Activity of Metanol and Etil Acetat Fractions of Mistletoe (Dendrophthoe Petandra (L) Miq.) on Streptococcus Pyogenes and Eschrichia Coli Putri, Trias Sofia; Nastiti, Kunti; Melviani, Melviani; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7723

Abstract

Indonesia merupakan salah satu Negara yang memanfaatkan tanaman obat tradisional untuk membantu kesehatan masyarakat. Daun benalu mengandung senyawa aktif yang dapat menjadi antibakteri. Pemakaian daun benalu secara empiris dimasyarakat mantewe kabupaten tanah bumbu Kalimantan selatan biasa digunakan untuk mengobati amandel atau tonsillitis. Salah satu daun benalu yang digunakan masyarakat adalah daun benalu yang menempel pada tanaman jeruk nipis. Untuk mengetahui aktivitas fraksi metanol dan etil asetat sebagai antibakteri terhadap bakteri Streptococcus Pyogenes dan Escherichia Coli. jenis penelitian ini menggunakan true experimental dalam pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasi dan metode uji aktivitas antibakteri digunakan metode papper disk dan ditentukan konsentrasi 25%,50%,100%. Hasil diameter rata-rata zona hambat menunjukkan bahwa fraksi yang diperoleh menggunakan pelarut etil asetat terhadap bakteri Streptococcus Pyogenes pada konsentrasi 25%,50%,100% masing-masing sebesar 10,286mm, 12,235mm, 13,966mm. dan pada pelarut metanol pada konsentrasi 25%, 50%, 100% masing-masing sebesar 9,606mm, 10,486mm, 10,736mm. sedangkan pada fraksi yang diperoleh menggunakan pelarut etil asetat terhadap bakteri Escherichia Coli pada konsentrasi 25%,50%,100% masing-masing sebesar 8,356mm, 12,665mm, 13,436mm. dan pada pelarut metanol pada konsentrasi 25%, 50%, 100% masing-masing sebesar 7,456mm, 8,525mm, 12,858mm. sedangkan hasil diameter rata-rata zona hambat pada kontrol positif kloramfenikol pada bakteri Streptococcus Pyogenes yaitu 26,178mm, dan diameter rata-rata zona hambat pada control positif pada bakteri Escherichia Coli yaitu 28,5 mm. fraksi metanol dan etil asetat daun benalu jeruk nipis (Dendrophthoe Petandra (L) Miq.) resisten terhadap bakteri Streptococcus Pyogenes dan Escherichia Coli.