Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisis Pengembangan Kurikulum di Lembaga Pendidikan Islam pada Masa New Normal Naldi, Anri; Nasution, Nurdila
Fitrah: Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2022): Juni (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agam Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/fitrah.v3i1.99

Abstract

This study aims to analyze curriculum development in Islamic educational institutions during the new normal period, focusing on curriculum changes, curriculum development in learning, and curriculum development outcomes. The research was carried out at MIS Elsusi Meldina because the madrasah has changed its curriculum. The research method used is qualitative with a case study approach. Collecting data using observation techniques, interviews, and documentation studies. Observations to observe learning activities by teachers and students, interviews to obtain data about the basis and development carried out by madrasa heads, and documentation used to analyze various policy documents related to curriculum development. The study results revealed that the curriculum changes occurred from the 2013 curriculum to the Free Learning Curriculum. The implementation of Islamic education in the new normal era is based on religious and general subjects and contains extracurricular materials with an Islamic education approach. The results achieved by students are mastering two knowledge at once and this development has given a different color from the learning in madrasas in general in the city of Medan.
Kepemimpinan Kepala Madrasah Menyikapi Pandemi Covid-19; Studi Kebijakan Penguatan Inteligensi Siswa Dalimunthe, Amsal Qori; Naldi, Anri; Nurriski, Fayza
Fitrah: Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2022): Juni (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agam Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/fitrah.v3i1.110

Abstract

This study aims to analyze the policy of madrasa principals in improving the quality of education during the Covid-19 pandemic. This research was conducted at Madrasah Aliyah Negeri 2 Deli Serdang. This study uses a qualitative research method with a case study approach. The main informant of the research was the head of the madrasah, and the supporting informants were teachers of the Islamic education science group of 5 people. Collecting data using observation techniques, interviews, and documentation studies. Data analysis was carried out with the stages of data reduction, data presentation and concluding. The results showed that there were several policies of the head of the madrasa, namely: (1) strengthening students' spirituality through the Koran and tahfiz Qur'an programs, (2) strengthening student intelligence through learning according to the curriculum structure and tahfiz Qur'an, (3) strengthening student morals by implementing independent learning, and honesty-based learning. All of these activities are carried out in two forms, namely online and the wave learning system. The implications of this research are of course in improving the quality of education, especially at the Madrasah Aliyah level.
Pengaruh Teknologi terhadap Kekerasan Seksual di Era Digital: Pendekatan Perlindungan Hukum Perdata, UU ITE dan Ajaran Islam di Desa Bandar Labuhan Agus, Azwir; Munthe, Riswan; Naldi, Anri
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 1 (2026): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i1.1250

Abstract

The development of digital technology in rural communities has both positive and negative impacts. One major challenge is the increased risk of digital-based sexual violence, such as the spread of immoral content, online harassment, and child exploitation. The lack of digital literacy and legal understanding among rural communities increases vulnerability to these crimes. Legal protection through civil law, the ITE Law, and the strengthening of Islamic religious values are crucial for preventing and addressing cases of sexual violence in the digital era. Partners in Bandar Labuhan Village face several key challenges: low awareness of the dangers of technology-based sexual violence; and limited public understanding of legal protection, both under civil law and the ITE Law. The Community Service Program (PKM) implementation methods include: Education and Socialization: understanding civil law, the ITE Law, and Islamic teachings through seminars, group discussions, and direct community outreach; ongoing digital literacy and legal education; and strengthening collaboration between the community, religious leaders, and village officials.
PERAN MASJID AR-RAHMAN TUAN SYEKH SILAU LAUT SEBAGAI PUSAT PERADABAN ISLAM LOKAL DI ASAHAN Firmansyah, Firmansyah; Naldi, Anri; Aulia, Dina
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 10, No 1 (2026): AT-TAZAKKI: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v10i1.28640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Masjid Ar-Rahman Tuan Syekh Silau Laut sebagai pusat peradaban Islam lokal di Desa Silau Laut, Kabupaten Asahan, khususnya dalam perkembangan dakwah, pendidikan Islam, serta penyebaran Tarekat Syattariyah. Masjid Ar-Rahman tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas sosial-keagamaan yang membentuk identitas religius masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah sosial, yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui studi dokumentasi, observasi lapangan, serta wawancara dengan tokoh agama dan masyarakat sekitar yang memiliki keterkaitan dengan sejarah masjid dan jaringan tarekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Ar-Rahman memainkan peran strategis dalam pembinaan keagamaan masyarakat melalui kegiatan pengajian, pembelajaran kitab-kitab klasik, serta pendidikan madrasah yang berkontribusi terhadap penguatan literasi Islam lokal. Selain itu, keberadaan Tuan Syekh Abdurrahman sebagai tokoh sentral memperkuat fungsi masjid sebagai pusat penyebaran Tarekat Syattariyah, yang kemudian membentuk pola keberagamaan masyarakat dengan corak sufistik yang moderat. Masjid ini juga menjadi ruang integrasi sosial yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat serta melahirkan tradisi keagamaan yang terus diwariskan hingga kini. Dengan demikian, Masjid Ar-Rahman dapat dipahami sebagai institusi penting dalam pembentukan peradaban Islam lokal yang tidak hanya berorientasi pada ritual, tetapi juga pada penguatan pendidikan dan transformasi sosial masyarakat Asahan.Kata kunci: Masjid Ar-Rahman, Tuan Syekh Silau Laut, sejarah sosial, dakwah, pendidikan Islam, Tarekat Syattariyah, Asahan.
IMPLEMENTASI KONSEP DAN TEORI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ISLAM DI MAN PERSIAPAN IV KOTA MEDAN Naldi, Anri; Cahaya, Cahaya
Jurnal Bilqolam Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi PAI Sekolah Tinggi Agama Islam Serdang Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51672/jbpi.v6i2.888

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Islamic education learning concepts and theories at MAN Persiapan IV in Medan. This qualitative research, using a phenomenological approach, employed data collection techniques such as observation, interviews, and document analysis. Primary data was obtained through observations and interviews, while secondary data came from document studies. Data analysis followed the Miles and Huberman approach. The findings reveal that the learning concepts and theories in Islamic education cannot be separated, as they align with the current curriculum, providing a deeper understanding of the meaning of learning. However, a challenge identified is the need to integrate these concepts and theories with the development of media and technology. The study concludes that the correlation between learning concepts and theories in Islamic education must be adapted to technological advancements to achieve the optimal goals of Islamic education.
PERAN MASJID AR-RAHMAN TUAN SYEKH SILAU LAUT SEBAGAI PUSAT PERADABAN ISLAM LOKAL DI ASAHAN Firmansyah, Firmansyah; Naldi, Anri; Aulia, Dina
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 10, No 1 (2026): AT-TAZAKKI: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v10i1.28640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Masjid Ar-Rahman Tuan Syekh Silau Laut sebagai pusat peradaban Islam lokal di Desa Silau Laut, Kabupaten Asahan, khususnya dalam perkembangan dakwah, pendidikan Islam, serta penyebaran Tarekat Syattariyah. Masjid Ar-Rahman tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas sosial-keagamaan yang membentuk identitas religius masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah sosial, yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui studi dokumentasi, observasi lapangan, serta wawancara dengan tokoh agama dan masyarakat sekitar yang memiliki keterkaitan dengan sejarah masjid dan jaringan tarekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Ar-Rahman memainkan peran strategis dalam pembinaan keagamaan masyarakat melalui kegiatan pengajian, pembelajaran kitab-kitab klasik, serta pendidikan madrasah yang berkontribusi terhadap penguatan literasi Islam lokal. Selain itu, keberadaan Tuan Syekh Abdurrahman sebagai tokoh sentral memperkuat fungsi masjid sebagai pusat penyebaran Tarekat Syattariyah, yang kemudian membentuk pola keberagamaan masyarakat dengan corak sufistik yang moderat. Masjid ini juga menjadi ruang integrasi sosial yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat serta melahirkan tradisi keagamaan yang terus diwariskan hingga kini. Dengan demikian, Masjid Ar-Rahman dapat dipahami sebagai institusi penting dalam pembentukan peradaban Islam lokal yang tidak hanya berorientasi pada ritual, tetapi juga pada penguatan pendidikan dan transformasi sosial masyarakat Asahan.Kata kunci: Masjid Ar-Rahman, Tuan Syekh Silau Laut, sejarah sosial, dakwah, pendidikan Islam, Tarekat Syattariyah, Asahan.
Bullying pada Remaja: Tinjauan Peran Konselor Sekolah dalam Intervensi Preventif Imam, Mujhirul; Naldi, Anri
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying pada remaja merupakan permasalahan yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dan berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, serta akademik siswa. Remaja sebagai individu yang berada pada fase perkembangan pencarian identitas sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan sosial, termasuk perilaku bullying. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan yang sistematis dan berkelanjutan di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena bullying pada remaja serta peran konselor sekolah dalam melakukan intervensi preventif berdasarkan kajian literatur ilmiah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur berupa buku dan artikel jurnal nasional yang relevan dengan topik bullying dan bimbingan konseling di sekolah. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi konsep, peran, dan strategi intervensi preventif yang dilakukan oleh konselor sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa konselor sekolah memiliki peran strategis sebagai agen pencegahan bullying melalui layanan bimbingan dan konseling yang bersifat preventif, seperti layanan informasi, bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, konseling individual, serta kolaborasi dengan guru, orang tua, dan siswa melalui program konselor sebaya. Intervensi preventif yang dilakukan secara terencana dan kolaboratif terbukti mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan remaja secara optimal. Dengan demikian, penguatan peran konselor sekolah dalam intervensi preventif menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan bullying pada remaja. Bullying among adolescents remains a prevalent problem in school environments and has negative impacts on students’ psychological, social, and academic development. Adolescence is a critical developmental stage characterized by identity formation and strong dependence on peer relationships, making adolescents particularly vulnerable to bullying behaviors. Therefore, systematic and sustainable preventive efforts within schools are essential. This study aims to examine the phenomenon of bullying among adolescents and to analyze the role of school counselors in implementing preventive interventions based on relevant scientific literature. This study employed a qualitative approach using a library research method. Data were collected from various sources, including books and nationally accredited Indonesian journal articles related to bullying and school guidance and counseling. Data analysis was conducted using content analysis techniques to identify key concepts, roles, and preventive intervention strategies carried out by school counselors. The findings indicate that school counselors play a strategic role as agents of bullying prevention through preventive guidance and counseling services, such as information services, classroom guidance, group guidance, individual counseling, and collaboration with teachers, parents, and students through peer counseling programs. Well-planned and collaborative preventive interventions contribute to creating a safe, inclusive, and supportive school environment that promotes optimal adolescent development. Therefore, strengthening the role of school counselors in preventive interventions is a crucial step in addressing bullying among adolescents.