Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMASI FORMULA FAST DISINTEGRATING TABLET CETIRIZINE HCL DENGAN FILLER BINDER AVICEL PH 102, STARCH 1500 DAN MANITOL DALAM KOMPLEKS INKLUSI ?- SIKLODEKSTRIN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN Vincentia Santy Assem; Lukman Hardia
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 1 No. 1 (2021): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v1i1.1734

Abstract

Cetirizine HCl merupakan antagonis reseptor histamin-1 yang digunakan sebagai antihistamin dengan aksi panjang. Formulasi cetirizine HCl dalam sediaan fast disintegrating tablet cetrizine HCl dalam kompleks inklusi ?-siklodekstrin merupakan alternatif yang tepat untuk meningkatkan kenyamanan dengan rasa yang menyenangkan dan cepat hancur di mulut. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi dan mengevaluasi pengaruh dari optimasi starch 1500, manitol avicel dan PH 102 terhadap wetting time, waktu hancur, kerapuhan, kekerasan, rasa dan pelepasan obat pada fast disintegrating tablet cetirizine HCl dalam kompleks inklusi ?–siklodekstrin. Metode simplex lattice design diaplikasikan untuk mengoptimasi fast disintegrating tablet cetirizine HCl dalam kompleks inklusi ?-siklodekstrin. Menggunakan variabel starch 1500, manitol dan avicel PH 102, sebagai variabel bebas. Daerah optimum ditentukan dengan superimposed contour plot dari wetting time, waktu hancur, kerapuhan, kekerasan, jumlah obat yang terlepas pada menit 1 dan dissolution efficiency menggunakan software Design Expert. Hasil menunjukkan variabel starch 1500 berpengaruh terhadap peningkatan wetting time, waktu hancur dan pelepasan obat. Peningkatan manitol meningkatkan mutu rasa dan kekerasan, serta menurunakan wetting time, waktu hancur dan kerapuhan. Avicel PH 102 dapat membantu proses wicking sehingga menurunkan waktu hancur. Interaksi antara manitol dan avicel PH 102, starch 1500 dan avicel PH 102 serta interaksi antara ketiga variabel menurunkan wetting time dan pelepasan obat. Diperoleh formula optimum fast disintegrating tablet cetirizine dalam kompleks inklusi ?–siklodekstrin dengan kombinasi komponen starch 1500 : 0 mg, manitol : 103,218 mg, avicel PH 102 : 11,782 mg.
UJI EFEKTIVITAS ANTIHIPERKOLESTEROLEMIA EKSTRAK ETANOL DAUN KATUK (SAUROPUS ADROGYNUS (L) MERR) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS) Retna Parica Lanipi; Lukman Hardia; Nuhidayah Sarifuddin
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 1 No. 1 (2021): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v1i1.1735

Abstract

Daun katuk adalah daun yang memiliki kandungan kimia seperti flavonoid, saponin, dan polifenol, yang diduga mempunyai efek dalam menurunkan kadar kolesterol darah, oleh karena itu telah dilakukan penelitian tentang uji efektivitas antihiperkolesterolemia ekstrak etanol daun katuk (Sauropus adrogynus (L) Merr.) terhadap tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh ekstrak daun katuk terhadap penurunan kadar kolesterol total terhadap tikus putih jantan dan untuk menentukan dosis yang efektif yang dapat menurunkan kadar kolesterol total darah tikus putih jantan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik analisis sidik ragam (ANSIRA) pada taraf kepercayaan 95% yang menggunakan 25 ekor tikus putih jantanyang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, tiap perlakuan terdiri dari 5 ekor tikus putih jantan. Kelompok 1 sebagai kelompok kontrol negatif yang diberi suspensi Na.CMC 0,5%, kelompok II sebagai kelompok kontrol positif yang diberi suspensi simvastatin, kelompok III, IV dan V diberi ekstrak daun katuk masing-masing dengan dosis 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB dan 600 mg/kg BB. Semua kelompok perlakuan diberi pakan tinggi kolesterol. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa variasi dosis ekstrak daun katuk memiliki pengaruh terhadap penurunan kadar kolesterol total darah tikus putih jantan. Berdasarkan uji lanjut (BNJ) diperoleh hasil bahwa ekstrak daun katuk yang efektif adalah 400 mg/kg BB
EFEK HIPOGLIKEMIK EKSTRAK ETANOL KAPUK RANDU (CEIBA PENTANDRA GAERTH) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA MENCIT Lukman Hardia; Nuhidayah Sarifuddin; Retna Parica Lanipi
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 1 No. 1 (2021): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v1i1.1736

Abstract

Kapuk randu (Ceiba pentandra Gaerth.) secara turun temurun telah dipercaya dan digunakan oleh masyarakat Papua sebagai salah satu pengobatan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, salah satunya adalah sebagai obat bagi penderita Diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek hipoglikemik ekstrak etanol biji kapuk randu (Ceiba pentandra Gaerth.) terhadap mencit jantan (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan hewan uji mencit jantan sebanyak 15 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, tiap kelompok terdiri dari 3 ekor mencit jantan. Kelompok I diberi suspensi Na-CMC 1 % (kontrol negatif), kelompok II, III dan IV diberi ekstrak etanol biji kapuk randu masing-masing 10,5 mg/kg BB, 21 mg/kg BB, 42 mg/kg BB, dan kelompok V diberi tablet glibenklamid 0,433 mg/kg BB yang disuspensikan dengan Na-CMC 1% (kontrol positif). Pemberian dilakukan dengan cara peroral dengan volume pemberian 1 mL/30 g BB, dan pengukuran kadar glukosa darah dilakukan setelah jam ke-1, 2, 3, 4, dan 5 dengan menggunakan glukometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengukuran kadar glukosa darah mencit jantan pada kelompok I, II, III, IV dan V yaitu 19,59%, 50,43%, 64,43%, 65,31%, dan 54,33%. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol biji kapuk randu (Ceiba pentandra Gaerth.) terhadap mencit jantan (Mus musculus) tidak ada perbedaan efek dengan kontrol positif suspensi tablet glibenklamid 0,433 mg/kg BB sehingga memberikan efek hipoglikemik.
PENGARUH KONSENTRASI ASAM HIALURONAT TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK COENZYM Q10 DALAM SISTEM NANOSTRUCTURE LIPID CARRIER (NLC) Nuhidayah Sarifuddin; Lukman Hardia
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 1 No. 1 (2021): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v1i1.1737

Abstract

Koenzim Q10, sering juga dikenal sebagai ubiquinone, koenzim Q10 atau Q10, larut dalam lipid dan secara alami terdapat pada tumbuhan, hewan, dan mitokondria. Coenzyme Q10 berfungsi sebagai antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Asam hialuronat dikenal sebagai polimer hidrofilik yang berasal dari polisakarida yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan penetrasi perkutan dengan mengubah komposisi sel stratum korneum yang tersusun rapat untuk meningkatkan permeabilitas kulit. Nanoructured Lipid Carrier merupakan modifikasi dari sistem SLN yang terdiri dari campuran lipid padat dan cair (minyak), distabilkan dengan larutan surfaktan berair, merupakan salah satu metode untuk meningkatkan penetrasi obat melalui stratum korneum karena memiliki beberapa keunggulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penambahan asam hialuronat terhadap karakteristik Nanostructure Lipid Carrier (NLC) sebagai anti aging. Pemeriksaan karakteristik meliputi organoletis, pH, ukuran partikel dan indeks polidispersitas dilakukan. Hasil pemeriksaan organoleptik koenzim NLC Q10-HA diperoleh warna jingga tua, konsistensi cair, bau khas lipid dan tekstur lembut. Hasil pengukuran pH sediaan berkisar antara 5,12-5,43. Hasil pengujian ukuran partikel berkisar antara 120-151 nm dan distribusi ukuran partikel berkisar antara 0,205-0,248.
Pengaruh Variasi Pelarut Ekstrak Daun Bungkus (Smilax rotundifolia) Sebagai Antibakteri Wael, Muh. Dahlan; Irwandi, Irwandi; Hardia, Lukman
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 1 (2026): Februari 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i1.2441

Abstract

Daun bungkus (Smilax rotundifolia) adalah tanaman jenis flora yang tumbuh di Indonesia, khususnya pada daerah timur papua. Daun bungkus (S. rotundifolia) sering dikenal dengan khasiatnya sebagai obat kejantanan. Daun bungkus (S. rotundifolia) mempunyai kemiripan dengan daun sirih, namun tidak memiliki bau. metode kuantitatif dengan desain True eksperimental. Penelitian ini menggunakan variasi pelarut yaitu pelarut etanol dan kloroform, masing-masing dengan konsentrasi 10% dan 15%. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan ANOVA (Analisis Varians) Selanjutnya, untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata (mean) antar data, analisis dilanjutkan menggunakan uji LSD (Least Significant Difference). Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kedua jenis ekstrak daun bungkus (S. rotundifolia) memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Hal tersebut tampak pada ekstrak etanol maupun kloroform pada konsentrasi 10% dan 15% yang masing-masing menghasilkan zona hambat di sekitar kertas cakram sesuai konsentrasi ekstrak yang digunakan. Sebaliknya, pada uji terhadap E. coli tidak ditemukan adanya aktivitas penghambatan. Kondisi ini ditunjukkan oleh tidak terbentuknya zona bening di area sekitar cakram sehingga dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan E. coli tidak terpengaruh oleh perlakuan tersebut. Pada analisis data, ekstrak etanol dan kloroform terhadap bakteri S. aureus dengan nilai sig. >0,05, namun pada bakteri E. coli tidak menunjukkan efektivitas pada ekstrak etanol dan kloroform daun bungkus
Studi Fitokimia Senyawa Aktif Ekstrak Batang Nelambo suon (Rubiaceae) Rossardy, Marzella Dea; Muslihin, A.M.; Watora, Wahyuni; Budiyanto, Angga Bayu; Hardia, Lukman; Irwandi, Irwandi; Aponno, Alyssa Mileta; Utami, Hikmahtul Putri
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i1.1333

Abstract

Background: Papua has high biodiversity with significant potential as a source of traditional medicinal plants, including Nelambo suon (Rubiaceae), which has been empirically used by local communities. However, scientific information regarding the active compounds in its stem bark remains limited. Objective: This study aimed to identify the secondary metabolite groups present in the ethanol extract of Nelambo suon stem bark through phytochemical screening. Methods: The research was conducted experimentally using the maceration method with 80% ethanol as the solvent. The stem bark simplicia was extracted and qualitatively screened for alkaloids, flavonoids, tannins, and saponins using specific reagents. Results: The results showed that the ethanol extract of Nelambo suon stem bark contained alkaloids, flavonoids, tannins, and saponins, indicated by characteristic color changes, precipitate formation, and foam production. Conclusion: These findings suggest that Nelambo suon stem bark is a potential source of bioactive compounds and may be further developed as a herbal medicinal material based on local wisdom.
Efficacy of Akway (Drymis sp.) Bark Extract in Restoring Hemoglobin Levels: A Preclinical Study in a Sodium Nitrite-Induced Anemia Mice Model Lukman Hardia; Fabanyo, Syahrul H.; Budiyanto, Angga Bayu; Muslihin, A. M.; Rossardy, Marzella Dea; Irwandi, Irwandi; Watora, Wahyuni
Farmasains : Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/farmasains.v11i1.44062

Abstract

The high prevalence of anemia prompted us to explore the potential of local herbs in Papua, Indonesia, which is known for its rich natural resources. In this study, we aim to conduct preclinical tests on anemia model test animals to validate the effectiveness of akway bark extract (ABE) as the basis for the development of effective and safe herbal antianemia drugs in the future. This study employs a quantitative analytical approach, utilizing an experimental design with a pre-posttest with a control group design. The research sample used 20 mice test animals, divided into 5 groups consisting of 4 animals each, namely: the control group (positive and negative), and the intervention group using ABE doses of 10, 30, and 50mg/kg. This study was approved by the Health Research Ethics Committee of STIFAR Makassar (Number: 299/EC.1.1.B/III/KEPK/2024). Data analysis showed that a 14-day intervention using ABE was able to increase Hb levels (D% = 52.00±27.13 [ABE dose 10mg/kg]; 49.72±7.86 [ABE dose 50mg/kg] and 42.82±12.75 [ABE dose 30mg/kg]) significantly (p<0.05) when compared with the negative control (D% = 4.54±5.14), but when compared with the positive control (D% = 52.57±10.85) the average increase in Hb levels was not significant (p>0.05). In conclusion, our study showed that mice of the anemia model, intervened using ABE at doses of 10, 30, and 50mg/kg once daily for 14 days, experienced increased Hb levels.
Evaluasi Kelengkapan Administrasi dan Farmasetik Resep di Apotek Kimia Farma A. Yani Kota Sorong Ernifan Ernifan; Lukman Hardia; Wahyuni Watora
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56679

Abstract

Abstrak Kelengkapan administrasi dan farmasetik pada resep merupakan tahapan penting dalam pelayanan kefarmasian untuk menjamin keselamatan pasien serta meminimalkan risiko medication error. Seiring dengan meningkatnya jumlah apotek di Indonesia, tuntutan terhadap mutu pelayanan kefarmasian juga semakin tinggi, khususnya dalam proses skrining resep. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kelengkapan administrasi dan farmasetik resep di Apotek Kimia Farma A. Yani Kota Sorong pada periode Januari–Desember 2024. Sampel penelitian terdiri atas 370 lembar resep untuk evaluasi aspek administrasi dan 689 item obat untuk evaluasi aspek farmasetik. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung persentase kelengkapan masing-masing komponen yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh resep (100%) mencantumkan nama pasien, jenis kelamin (52,7%), umur (46,2%), berat badan pasien (11,1%), dan alamat pasien (9,7%). Pada aspek identitas dokter, sebanyak 97,5% resep mencantumkan nama dokter dan 100% mencantumkan alamat praktik, sedangkan nomor Surat Izin Praktik (SIP) hanya tercantum pada 11,1% resep dan nomor telepon dokter pada 4,6% resep. Tanggal penulisan resep ditemukan pada 97,8% resep. Dari aspek farmasetik, sebanyak 73,9% resep memenuhi kriteria kelengkapan. Seluruh item obat (100%) mencantumkan jumlah obat yang diresepkan, dan 97% mencantumkan aturan pakai. Namun demikian, hanya 59,9% item obat yang mencantumkan bentuk sediaan dan 38,8% yang mencantumkan kekuatan sediaan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun beberapa komponen telah terpenuhi dengan baik, masih terdapat kekurangan pada aspek administrasi dan farmasetik tertentu yang berpotensi meningkatkan risiko kesalahan pengobatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kepatuhan terhadap standar penulisan resep guna meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian. Kata kunci: aspek administrasi, aspek farmasetik, kelengkapan resep, medication error, pelayanan kefarmasian.
Studi In Vivo Efek Nefroprotektif Ekstrak Etanol Batang Tali Kuning (Anamirta cocculus (L.) Wight & Arn.) terhadap Profil Kreatinin Serum Mencit Dian Nur Khofifah; A. M. Muslihin; Lukman Hardia
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i2.1522

Abstract

Background: Nephrotoxicity due to the use of drugs such as gentamicin can cause kidney damage characterized by increased creatinine levels. The use of medicinal plants as nephroprotective agents is a potential alternative; one such plant is yellow rope stem (Anamirta cocculus (L.) Wight & Arn.), known to contain antioxidant compounds. Objective: This study aims to assess the nephroprotective activity of yellow rope stem ethanol extract and determine the optimal dose for reducing gentamicin-induced increases in creatinine levels in mice. Method: The study was conducted experimentally with a pre-test and post-test design using the maceration method with 70% ethanol solvent. Mice were divided into six groups, namely negative control, positive control (vitamin E), healthy control, and three treatment groups with varying extract doses. Creatinine levels were measured using the Jaffe method with a UV-Vis spectrophotometer. Results: The results showed that the yellow rope stem ethanol extract at a dose of 77 mg/kgBW was able to reduce creatinine levels significantly (p<0.05), while lower doses did not show a significant difference. Conclusion: Ethanol extract of yellow rope stems has nephroprotective activity at an optimal dose of 77 mg/kgBW, thus having the potential to be developed as a herbal agent to protect kidney function.
Research Trends of Stunting Related to Insulin-Like Growth Factor-1: Bibliometric Analysis Lukman Hardia; Agus Sangka Pratama; A. M. Muslihin
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No SpecialIssue (2023): UNRAM journals and research based on science education, science applic
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9iSpecialIssue.6903

Abstract

Stunting is a condition in which a person's height is less than normal based on age and gender. The prevalence of stunting in Indonesia in 2021 is 24.4%. This illustrates that stunting is still a problem that cannot be resolved in Indonesia. Research on the incidence of stunting was carried out to determine its relationship with insulin-like growth factor-1 (IGF-1) levels. Search results on the Pubmed database obtained 446 English-language articles published from 1993 – April 12, 2023. The results of bibliometric analysis and VOSViewer show that new research trends began to be seen in 2018 to 2023 even though there had been publications previously in 1993 and 2000, but very minimal amount. The most dominating document types were journal articles with 310 publications (69.51%) and reviews with 89 publications (19.96%). The most trending keywords are humans (268), female (176), male (145), animals (142), insulin-like growth factor i/metabolism (94), child (74), adult (60), mice (56), pregnancy (47) and child preschool (43). The publishing journals that published the most articles were Frontiers in Endochronolgy (22 publications), International Journal of Molecular Sciences (19 publications), Scientific Reports (13 publications). The highest number of author collaborations is from the USA with 78 articles being the country with the most collaboration on both SCP and MCP with an MCP to SCP ratio of 0.244. China ranks second with the number of articles of 63 with an MCP ratio of 0.190.
Co-Authors A. M. Muslihin Achmad Noerkhaerin Putra Agus sangka pratama Angga Bayu Budianto Angga Bayu Budiyanto Anisa, Meilinda Aponno, Alyssa Mileta Arif Radhika Mentari Arni, Veni Zafi Assem, Vincentia Santy Astuti, Ratih Arum Aulia Mifthakul Jannah Budianto, Angga Bayu Carmel Josuhua Paulus Darmayanti Tumpu Diah Wulandari Dian Nur Khofifah Dika Rahayu Dion Fahcrul Rozi Eka Savira Ni'ma Arfiani Erawati, Rika Ernifan Ernifan Eva Maya Sari Fabanyo, Syahrul H. fania, vikafania Fransiska, Gilda Indah Amelia Rizky Indah Diah Ningrum Irwandi Irwandi Irwandi Irwandi Irwandi Irwandi Irwandi Jannah, Aulia Mifthakul Lanipi, Retna Parica Lanipi, Retna Paricca Levina Virginia M Natsir Djide M. Yogi Riyantama Isjoni Mansyur Arief Maulana, Fajar Meilinda Anisa Muh Ishar Difinubun Nanik Sulistyani Nazla Wati Sanaky Ningrum, Indah Diah Nuhidayah Sarifuddin Nuhidayah Sarifuddin Nur ‘Azah Nurwahyuni Paulus, Johan Kartino Pratama, Agus Sangka putri puspitawati, devyana Rahayu, Dika Rasi Fitri Yanti Tuasikal Retna Parica Lanipi Retna Parica Lanipi Retna Paricca Lanipi Rizqi Fadil Nadila Rossardy, Marzella Dea Sanaky, Nazla Wati Sarifuddin, Nuhidayah Selfiana Iek Serlin Marsela Sintya Sari Dwi Kusumaningrum Siska Siska Siti Fatma Z.F. Sun, Suny Syahrul H. Fabanyo Titiek Suhardi Haripurnomo Kushadiwijaya Hidayati Tuasikal, Rasi Fitri Yanti Tunnazilah, Nurhikmah Tutuhatunewa, Priscillia Ryani ulandari, clarista windi Umpain, Agnes Nesa Utami, Hikmahtul Putri Vincentia Santy Assem Wa Ode Nurwahida Wael, Muh. Dahlan Wahyuni Watora Wasaraka, Fadila Alfiah Watora, Wahyuni Wiwik Triyani Wiwik Wiwik, Wiwik Triyani Yanti, Inda Dwi Yapsenang, Amar Jansen Yuniatri, Nur Khusna Yusnita La Goa Zf, Siti Fatma