Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Hubungan Konsumsi Kopi dan Membaca Informasi Nilai Gizi Dengan Status Gizi Mahasiswa: Studi Cross-Sectional di Universitas Widya Nusantara Nia Rahmadani; Lilik Sofiatus Solikhah; Masfufah
Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/medis.v1i2.139

Abstract

Mahasiswa usia 18–25 tahun berada pada fase transisi yang rentan mengalami masalah gizi, baik kurang maupun lebih. Status gizi berperan penting dalam energi, konsentrasi, dan produktivitas akademik. Kebiasaan konsumsi kopi berkalori tinggi serta rendahnya kebiasaan membaca label gizi diduga memengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsumsi kopi dan kebiasaan membaca informasi nilai gizi dengan status gizi mahasiswa Universitas Widya Nusantara. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik dan desain cross sectional. Sampel berjumlah 230 mahasiswa angkatan 2021–2022, dipilih dengan stratified random sampling. Hasil menunjukkan 53,8% mahasiswa dengan konsumsi kopi sering memiliki status gizi gemuk, sedangkan 57,5% yang sering membaca label gizi memiliki status gizi normal. Secara umum, 54,3% berstatus gizi normal, 17,0% kurus, dan 28,7% gemuk. Terdapat hubungan konsumsi kopi dengan status gizi (p=0,000), namun tidak pada kebiasaan membaca label gizi (p=0,249).
Hubungan Pengetahuan Nilai Gizi, Konsumsi Makanan Kemasan, dan Aktivitas Fisik dengan Gizi Lebih Siswa Laki-Laki SMP Negeri 1 Palu Merlin wulandari Agis; Nensy Florence Damanik; Lilik Sofiatus Solikhah
Indonesian Food and Nutrition Research Journal Vol 2 No 2 (2026): September
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi gizi lebih pada remaja terus mengalami peningkatan dan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit kronis. Tingginya konsumsi makanan kemasan serta rendahnya aktivitas fisik diduga menjadi faktor dominan, sedangkan pengetahuan mengenai informasi nilai gizi berperan dalam menentukan pilihan konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan gizi, konsumsi makanan kemasan, dan aktivitas fisik dengan kejadian gizi lebih pada siswa laki-laki. Metode Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 100 siswa laki-laki SMP Negeri 1 Palu, dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Variabel bebas mencakup pengetahuan gizi, konsumsi makanan kemasan, dan aktivitas fisik, sementara variabel terikat adalah status gizi lebih. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri serta penggunaan kuesioner pengetahuan gizi, FFQ, dan PAL. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebanyak 76% responden tergolong mengalami gizi lebih. Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan kemasan (p=0,04) dan aktivitas fisik (p=0,03) dengan status gizi lebih. Sebaliknya, pengetahuan tentang informasi nilai gizi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p=0,449). Nilai PR/OR tidak dilaporkan dalam penelitian ini. Kesimpulan: Frekuensi konsumsi makanan kemasan yang tinggi dan tingkat aktivitas fisik yang rendah berkontribusi terhadap meningkatnya risiko gizi lebih pada remaja. Sementara itu, pengetahuan gizi belum terbukti memberikan pengaruh langsung terhadap status gizi. Oleh karena itu, pendekatan intervensi yang berfokus pada perubahan perilaku dinilai lebih efektif dibandingkan hanya meningkatkan pengetahuan. Implikasi: Kebijakan gizi di lingkungan sekolah perlu diarahkan pada pengurangan konsumsi makanan kemasan serta peningkatan aktivitas fisik sebagai upaya utama dalam pencegahan gizi lebih pada remaja.
Hubungan Keyakinan Remaja, Dukungan Guru dan Teman Sebaya terhadap Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri Jum Aulia; Masfufah; Lilik Sofiatus Solikhah
Indonesian Food and Nutrition Research Journal Vol 2 No 2 (2026): September
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) masih rendah sehingga menjadi kendala dalam pencegahan anemia. Kepatuhan tersebut dipengaruhi oleh faktor individu dan lingkungan, seperti keyakinan remaja, dukungan guru, dan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor-faktor tersebut terhadap kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah remaja putri di MTS Nurul Islam, SMK Nurul Islam, dan SMPN No. 20 Palu. Sampel penelitian berjumlah 128 responden yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri tidak patuh dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Terdapat hubungan yang signifikan antara keyakinan remaja dengan kepatuhan konsumsi TTD (p-value = 0,000). Dukungan guru juga menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kepatuhan konsumsi TTD (p-value = 0,000). Namun, dukungan teman sebaya tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kepatuhan konsumsi TTD (p-value = 0,307). Kesimpulan: Terdapat hubungan keyakinan remaja dan dukungan guru terhadap kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri, sedangkan dukungan teman sebaya tidak berhubungan signifikan. Saran: Penelitian selanjutnya perlu mengkaji faktor psikologis dan sosial, serta penguatan peran keluarga dan sekolah dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri. Background: Adolescent girls’ compliance with iron supplement tablet (TTD) consumption remains low, posing a challenge to anemia prevention efforts. Compliance is influenced by individual and environmental factors, such as adolescents’ beliefs, teacher support, and peer support. This study aimed to analyze the influence of these factors on compliance with iron supplement tablet consumption among adolescent girls. Methods: This study employed a quantitative research design with a cross-sectional approach. The study population consisted of adolescent girls at MTS Nurul Islam, SMK Nurul Islam, and SMPN No. 20 Palu. The sample comprised 128 respondents selected using stratified random sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Chi-Square test. Results: The findings indicated that the majority of adolescent girls were non-compliant in consuming iron supplement tablets. There was a significant relationship between adolescents’ beliefs and compliance with iron supplement tablet consumption (p-value = 0.000). Teacher support also showed a significant relationship with compliance (p-value = 0.000). However, peer support did not demonstrate a significant relationship with compliance (p-value = 0.342). Conclusion: There is a significant relationship between adolescents’ beliefs and teacher support and compliance with iron supplement tablet consumption among adolescent girls, whereas peer support shows no significant relationship. Recommendation: Future research should further examine psychological and social factors, as well as strengthen the roles of families and schools in improving adolescent girls’ compliance with iron supplement tablet consumption.