Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Daya Terima dan Kandungan Gizi Kroket Ubi Banggai Isi Ikan Katombo dan Kelor sebagai Alternatif Makanan Selingan Hikma, Anisa Nurul; Solikhah, Lilik Sofiatus; Masfufah, Masfufah
NUTRITURE JOURNAL Vol. 3 No. 3 (2024): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v3i3.4886

Abstract

Latar Belakang: Kroket umumya berupa kentang tumbuk diisi daging cincang dan dicampur sayuran. Ubi banggai, ikan katombo, dan kelor merupakan pangan lokal yang mengandung karbohidrat, protein, Fe, dan vitamin C yang dapat digunakan sebagai bahan kreasi kroket. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh ubi banggai, ikan katombo dan kelor terhadap daya terima, serta mengetahui kandungan protein, karbohidrat, Fe dan vitamin C pada formulasi terpilih.Metode: Desain eksperimen dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Formulasi kroket dengan perbandingan ubi banggai, ikan katombo dan kelor secara berurutan F1 (18%: 2% : 2%), F2 (13% : 5% : 3%), dan F3 (9%: 9% : 4%). Panelis tidak terlatih sebanyak 30 orang. Analisis data menggunakan Krusskal Wallis dan Mann Whitney dengan signifikansi <0,05. Uji kadar protein menggunakan metode biuret, karbohidrat metode anthron, Fe metode spektometer UV-Vis dan vitamin C metode iodimetri.Hasil Penelitian: Ada pengaruh kroket terhadap daya terima pada parameter rasa dan tekstur (p= 0,024 dan p=0,003), perbedaan signifikan antar formulasi diketahui antara F1 dan F2 (p=0,007 dan p<0,001). Selanjutnya, tidak ada pengaruh pada parameter warna dan aroma (p=0,504 dan p=0,194). Nilai rerata daya terima pada semua parameter tertinggi pada F2 (terpilih). F2 mengandung protein 11,723%, karbohidrat 11,612 mg, Fe 1,177 mg dan vitamin C 16,814 mg.Kesimpulan: Ada pengaruh daya terima pada parameter rasa dan tekstur. F2 mengandung 11,723% protein, 11,612 mg karbohidrat, 1,177 mg Fe dan 16,814 mg vitamin C.Saran: Perlu analisis kandungan gizi lebih lengkap dan dikreasikan dengan pangan lokal lainnya, seperti bavoa dan rono dange khas Sulawesi Tengah. Kata Kunci: Daya Terima, Ikan katombo, Kelor, Kroket, Ubi banggai
Hubungan Konsumsi Makanan Tinggi Natrium, Sikap, dan IMT dengan Kejadian Prehipertensi pada Mahasiswa Sabbu, Halima Putri; Solikhah, Lilik Sofiatus; Masfufah, Masfufah
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i1.1177

Abstract

Prehipertensi adalah kondisi berisiko kearah hipertensi. Hipertensi dan prehipertensi disebabkan oleh pola hidup tidak sehat dan tidak hanya berisiko pada usia dewasa tetapi juga pada usia remaja. Prevalensi hipertensi pada kelompok usia ≥18 tahun terjadi peningkatan dari 4,5% menjadi 13,2% di tahun 2013 dan 2018. Prevalensi hipertensi di Provinsi Sulawesi Tengah pada penduduk usia ≥18 tahun sebesar 29,75%. Tujuan penelitian mengetahui hubungan konsumsi makanan tinggi natrium, sikap, IMT dengan kejadian prehipertensi pada mahasiswa. Desain penelitian cross sectional dan populasi seluruh mahasiswa Universitas Widya Nusantara. Jumlah sampel sebanyak 100 responden diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Data IMT diperoleh dengan melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, konsumsi natrium dan sikap melalui wawancara menggunakan kuesioner SQ-FFQ dan kuesioner sikap serta tekanan darah menggunakan Sphygmomanometer. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 34% mahasiswa mengkonsumsi makanan tinggi natrium berlebih, 6% memiliki sikap negatif, dan 21% memiliki IMT kegemukan dan obesitas serta 31% prehipertensi dan hipertensi. Tidak ada hubungan konsumsi makanan tinggi natrium dengan prehipertensi (p=1,000) dan adanya hubungan sikap dan IMT dengan kejadian prehipertensi pada Mahasiswa (p=0,072 dan p=0,000). Kesimpulannya yaitu terdapat hubungan sikap dan IMT dengan kejadian prehipertensi pada mahasiswa kecuali konsumsi makanan tinggi natrium.
Edukasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Pencegahan ?Penyakit Degeneratif pada Remaja SMP Solikhah, Lilik Sofiatus; Tumewu, Zefanya; Weiha, Rati Oktrin; ., Nurjannah; Sari, Putri Mayang; Ramadhan, Doni
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Spesial Issue
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit degeneratif tidak hanya terjadi pada lansia dan dewasa saja, melainkan juga pada remaja jika pola makannya tidak sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Pedoman gizi seimbang merupakan kumpulan makanan dan minuman dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai dengan kebutuhan harian tubuh dengan tetap memperhatikan prinsip keberagaman makanan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan pemantauan berat badan secara teratur. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa/siswi tentang gizi seimbang. Metode yang digunakan adalah ceramah, Focus Groub Discussion (FGD), dan tanya jawab. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan yang diberikan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil yang diperoleh adalah adanya peningkatan pengetahuan siswa/siswi terkait gizi seimbang dari nilai rata-rata 59% menjadi 85%. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi mampu meningkatkan pengetahuan gizi siswa/siswi sehingga tenaga gizi di puskesmas setempat disarankan untuk turut memberikan edukasi tentang pedoman gizi seimbang pada siswa/siswi agar pencegahan penyakit degeneratif dapat dilakukan sejak dini.
STIK KEJU BERBASIS BAHAN LOKAL KAYA ANTIOKSIDAN: SUBSTITUSI EKSTRAK BUNGA TELANG DAN TEPUNG UBI JALAR UNGU Nuristha Febrianti; Febr Yolanda Pasau; Lilik Sofiatus Solikhah
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 6 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/8cqspj97

Abstract

This study aimed to develop an alternative snack rich in antioxidants and to examine differences in acceptability and nutrient content among formulations. A completely randomized design (CRD) was used with three formulations combining butterfly pea flower extract and purple sweet potato flour: F1 (50%:50%), F2 (65%:35%), and F3 (70%:30%). Organoleptic testing was conducted with 30 semi-trained panelists using a 7-point hedonic scale, while nutritional analysis measured antioxidant content, carbohydrates, protein, and fiber. The sensory evaluation found no significant differences (p>0.05) in color, aroma, taste, and texture. However, the nutritional analysis showed significant differences (p<0.05) in antioxidant, carbohydrate, and protein contents, but not in fiber levels. F1 had the highest antioxidant content (89.10 ppm), with carbohydrate at 13.91%, protein at 6.20%, and fiber at 8.16%. Based on these results, F1 was identified as the best formulation and shows potential for development as a healthy, locally sourced snack with high antioxidant content.
Frekuensi dan Durasi Penyakit Infeksi pada Balita Stunting Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura: Frequency and Duration of Infectious Diseases in Stunted Toddlers Aged 24-59 Months in the Working Area of Kamaipura Health Center Arif Nursin; Adilah Imansari; Lilik Sofiatus Solikhah
Integrated Nutrition Journal Vol. 1 No. 2 (2025): Integr. Nutr. J.
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Alamat: Jl. Sambaliung Kampus Gunung Kelua Samarinda 75123, Kalimantan Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/q5sfte20

Abstract

Latar belakang: Stunting masih menjadi masalah prioritas. Kondisi ini bukan hanya disebabkan oleh asupan zat gizi yang kurang, tetapi juga diperburuk oleh penyakit infeksi yang sering terjadi pada anak. Tujuan: Tujuan untuk melihat hubungan frekuensi dan durasi penyakit infeksi pada balita stunting. Metode: Penelitian desain case-control pada populasi balita usia 24-59 bulan dengan jumlah sampel 92 balita yang dibagi menjadi dua kelompok case dan control. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, pengukuran tinggi badan serta pencatatan riwayat penyakit infeksi dalam enam bulan terakhir menggunakan buku KIA. Hasil: Proporsi balita memiliki frekuensi penyakit infeksi jarang sebesar 75%, serta balita yang memiliki durasi penyakit infeksi tidak lama sebesar 59,8%. Diketahui balita stunting dengan penyakit infeksi jarang sebesar 89,1% dan dengan durasi lama sebesar 58,7% Terdapat hubungan antara frekuensi dan durasi penyakit infeksi dengan kejadian stunting (masing masing p< 0,001). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara frekuensi dan durasi penyakit infeksi pada balita stunting usia 24-59 bulan. Penyakit infeksi perlu menjadi prioritas dalam upaya penurunan stunting melalui perbaikan sanitasi, serta edukasi kepada ibu balita.
Sosialisasi dan pelatihan daur ulang sampah plastik menjadi eco-paving block pada karang taruna kelurahan Talise Lilik Sofiatus Solikhah; Rati Oktrin Weiha; Zefanya Tumewu; Dwi Nurhasana; Fikriansyah Almahdali; Ilham S. Mulungan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25412

Abstract

Abstrak Masalah sampah di Kelurahan Talise sampai saat ini masih menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk menangani sampah. Eco-paving block merupakan paving block yang menggunakan bahan dasar dari bahan-bahan daur ulang sampah plastik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya mitra dalam penanganan sampah melalui pembuatan eco-paving block. Adapun mitra yang berkerja sama dalam kegiatan ini adalah Karang Taruna Abadi dengan jumlah peserta yang terlibat dalam sosialisasi sebanyak 20 orang. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan tanya jawab, sedangkan media yang digunakan adalah modul dan PowerPoint (PPT). Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi terkait eco-paving block dan peserta juga tampak aktif pada saat diskusi. Kata kunci: sampah; eco-paving block; daur ulang; karang taruna Abstract The waste problem in Talise Village remains a primary concern. This issue persists due to the lack of public awareness and concern for waste management. Eco-paving blocks are paving blocks made from recycled plastic waste materials. This community service activity aims to enhance public knowledge, particularly among partners, in waste management through the production of eco-paving blocks. Karang Taruna Abadi collaborated in this activity with 20 participants involved in the socialization process. The methods employed included lectures, discussions, and question-and-answer sessions, while the media used were modules and PowerPoint (PPT) presentations. The results of this activity showed an increase in partner knowledge before and after receiving information about eco-paving blocks, and participants were also active during the discussions. Keywords: waste; eco-paving block; recycling; karang taruna
Daya Terima dan Kandungan Serat, Protein, Daya Antioksidan Keciput Kulit Buah Naga Merah dengan Penambahan Tepung Beras Merah Sebagai Jajanan Sehat Apriliani Dwi Cahyanti; Lilik Sofiatus Solikhah; Nurdiana Nurdiana
Jurnal Siti Rufaidah Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Siti Rufaidah
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jasira.v2i3.104

Abstract

Red dragon fruit peel has high antioxidant content and abundant availability in Indonesia but is still rarely utilized. Brown rice has a higher fiber content than white rice. Brown rice and dragon fruit skin can be processed into keciput snacks. Keciput is a snack made from glutinous rice flour wrapped in sesame seeds that can be varied in shape, color and taste. The aim is to determine the effect of the acceptability of red dragon fruit peel keciput with the addition of brown rice flour as a healthy snack. Completely randomized design (CRD) experiment with 3 treatments on red dragon fruit peel and brown rice F1 (50%:50%), F2 (60%:40%) and F3 (70%:30%). Acceptability test on 30 untrained panelists and analyzed using Kruskal Wallis and Mann Whitney tests with a significance of p<0.05. Analysis of fiber content, protein, and antioxidant power was done twice on the selected formulations. There was an effect on the acceptability of red dragon fruit skin snails and brown rice flour (p<0.001). There was no effect of acceptability in the comparison of F2 and F3 on color, aroma, and taste (p=0.252; p=8.24; p=0.247). The highest mean value of acceptability was in F2 (selected). F2 contained 27.653% fiber, 17.346% protein, and 107.268 ppm antioxidant power.
Kesehatan Mental, Konsumsi Rokok dengan Status Gizi Remaja Putra SMK Negeri 3 Palu Dian Mulyanti; Ni Ketut Kariani; Lilik Sofiatus Solikhah
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): Maret: Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v3i1.2878

Abstract

Adolescents are a vulnerable group facing nutritional problems, therefore nutritional needs are crucial. Unhealthy lifestyle changes, such as excessive cigarette consumption, can lead to nutritional status problems. This study aims to analyze the relationship between mental health and cigarette consumption with the nutritional status of male adolescents at SMK Negeri 3 Palu. This study was quantitative, using a cross-sectional approach with a population of adolescents at SMK Negeri 3 Palu aged 16-18 years. This study was conducted in December 2024. The sample size was 103 individuals, using a stratified random sampling technique. Based on the results of the Spearman rank test, it shows that the adolescents who experience the most mental health problems are at a mild level with a nutritional status of 42.6% (p = 0.724) > value ∝ 0.05 and the adolescents who have the most heavy cigarette consumption with a nutritional status of 48.8% (p = 0.221) > value ∝ 0.05, which means there is no relationship between mental health and nutritional status and there is no relationship between cigarette consumption and the nutritional status of male adolescents at SMK Negeri 3 Palu.
Penguatan Perilaku Sehat Berbasis Komunitas di Desa Ganti Lilik Sofiatus Solikhah; Mutiara Mutiara; Nekaristi Caessar
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i2.1092

Abstract

Kegiatan penguatan perilaku hidup sehat berbasis komunitas di Desa Ganti dilaksanakan untuk menanggapi rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan, perilaku hidup bersih, dan pengelolaan lingkungan. Tujuan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan serta praktik masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui integrasi pemeriksaan kesehatan dasar, edukasi gizi berbasis pangan lokal, dan aksi lingkungan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat, kader kesehatan, dan tokoh desa pada setiap tahapan. Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan asam urat dilakukan untuk deteksi dini penyakit tidak menular. Edukasi kesehatan disampaikan melalui penyuluhan interaktif dan demonstrasi pengolahan pangan lokal, sedangkan aksi lingkungan difokuskan pada pembuatan sarana kebersihan dan kegiatan gotong royong. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan penyakit serta meningkatnya partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ditemukan beberapa kasus tekanan darah dan asam urat tinggi yang kemudian diarahkan untuk tindak lanjut pemeriksaan medis. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pendekatan partisipatif terintegrasi efektif membangun perilaku hidup sehat berkelanjutan.
Hubungan Status Gizi dengan Citra Tubuh Remaja Putri di SMKN 1 Palu Putri Ambar; Adillah Imansari; Lilik Sofiatus Solikhah
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): Maret: Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v3i1.2877

Abstract

Nutritional status plays an important role in shaping body image among adolescents, particularly female adolescents who experience rapid physical and psychosocial changes. Adolescents with nutritional problems are more likely to feel dissatisfied withitheiribody shape, whichimay lead to unhealthy behaviors such as strict dieting or excessive eating to gain weight. Thisistudy aimed toianalyze theirelationship betweeninutritional statusiand bodyiimage amongifemale adolescentsiat SMK Negeri 1 Palu. This research employedia quantitativeiapproachiwith aicross-sectionalidesign. Aitotal ofi169 femaleistudentsiwere selected using stratified random sampling. Body image data were collected using the Body Self Relation Questionnaire–Appearance Scale, while nutritional status was assessed using Body Mass Index for Age (BMI-for-Age) and Height for Age (HFA). Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. The results indicated that there was no significant relationship between nutritional status based on BMI-for-Age and body image, with a p-value of 0.329. Similarly, no significant relationship was found between Height-for-Age and body image among female adolescents, with a p-value of 0.892. Most respondents were aged 16–17 years, had a negative body image perception, normal BMI-for-Age nutritional status, and normal Height-for-Age category. These findings suggest that body image among female adolescents is not solely influenced by nutritional status but may also be affected by other psychosocial and environmental factors. Therefore, future research is recommended to apply a cohort study design and explore other determinants of body image, such as social media exposure, peer influence, and infectious diseases, to provide a more comprehensive understanding of factors affecting adolescent body image.