Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

 LOKAKARYA PENGENALAN STRATEGI PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS TEKS PROSEDUR DI SMP/MTS DI LOMBOK BARAT Yusra, Kamaludin; Lestari, Yuni Budi; Nurtaat, Lalu; Apgrianto, Kurniawan; Kurniawan Hoesnie, Rizky Kurniawan; Adeliya, Putri Adeliya; Isnaini, Puji
Jurnal Pepadu Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i4.9060

Abstract

Kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk (1) meningkatkan kompetensi pedagogis guru-guru bahasa Inggris SMP/MTs se-Lombok Barat (2) memecahkan salah satu permasalahan utama yang dihadapi guru-guru bahasa Inggris menghadapi kebijakan pendidikan baru bertajuk “deep learning” (DL), dan (3) mengembangkan langkah-langkah pembelajaran sebagai salah komponen kompetensi pedagogis yang mengakomodasi dan mengadopsi kebiajakan baru tersebut. Dari survey awal, ditemukan bahwa para guru belum mendapatkan pemahamana yang mendalam tentang paradigm baru tersebut sementara pelatihan kepada mereka belum dilaksanakan karena paradigm ini baru berusia kurang dari 100 hari. Oleh karena itu, perlu dilaksanakan lokakarya pengenalan paradigman tersebut sehingga para guru siap mengimplementasikan dan tidak mulai dari dasar saat pelatihan lanjutan diselenggarakan pemerintah. Kegiatan yang ditawarkan dalam kegiatan ini adalah lokakarya dimana tim pengabdi memperkenalkan konsep, metode dan strategi pembelajaran DL dalam pembelajaran teks prosedur dan peserta mempresentaskan secara berkelompok rencana dan karya DL yang akan mereka selenggarakan pada saat mengajarkan teks prosedur atau teks lain dalam pembelajaran real di kelas. Materi pembelajaran berdurasi 46 JPL kepada 30 orang guru bahasa Inggris SMP/MTs se-Lombok Barat yang direkrut atas kerja sama dengan forum-forum guru dan kepala sekolah se-Lombok Barat. Kegiatan dilaksanakan dengan pola integrasi antara sistem pengenalan teori dan konsep (dalam kegiatan loka) dengan praktek terbimbing dan mandiri (dalam kegiatan gelar karya). Luaran kegiatan ini adalah artikel bereputasi nasional yang ditulis oleh mahasiswa yang terlibat dan artikel internasional oleh tim pengabdi.
Address Terms Used In Relation To Social Identity In Mamben Daya Village Rahmani, Neli; Nurtaat, Lalu; Kamaludin, Kamaludin
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/4hj9b505

Abstract

The Sasak community of Gelumpang Hamlet in Mamben Daya Village, East Lombok, possesses a rich and culturally embedded system of address terms that reflects core values such as age hierarchy, social status, and communal solidarity. However, modernization and increasing contact with Indonesian and global languages have begun to influence the linguistic practices of younger speakers. This study aims to analyze the forms, functions, and factors influencing the use of address terms in this community. This study employed a qualitative sociolinguistic case study design. Data were collected through naturalistic observation, audio-recorded everyday conversations, and semi-structured interviews with Sasak speakers. Data analysis was conducted using content analysis and discourse analysis, involving transcription, coding, categorization, and sociolinguistic interpretation. The findings reveal that Sasak address terms consist of nominal and pronominal forms that are systematically used to index power, politeness, and social solidarity. Age and social status were identified as the most influential factors in address selection, while intimacy and situational context further shape usage patterns. Theoretically, these findings contribute to sociolinguistic studies by demonstrating how address systems function as mechanisms for negotiating social relationships. Practically, this research supports the documentation and preservation of Sasak linguistic and cultural practices in the face of social change. Nevertheless, this study is limited to a single community with a relatively small number of participants and a restricted observation period; therefore, the findings should be interpreted with caution and not overgeneralized.