Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisis Karakteristik Materi Pai Bidang Fikih Pada Jenjang Madrasah Tsanawiyah (Mts) Dan Madrasah Aliyah (MA) Qalbi, M. Dihyah; Muna, Zahratul; Barni, Mahyuddin
Action Research Literate Vol. 8 No. 2 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i2.256

Abstract

Dalam mendidik seorang pendidika melakukan usaha sadar dalam proses mengembangkan potensi, kecerdasan, akhlak baik peserta didik guna menghadapi kehidupan dunia dan akhirat dengan disengaja dan direncanakan sematang mungkin.  Maka sudah sepatutnya seorang pendidik mehamami jelas apa yang akan diajarkannya kepada peserta didik, tujuan dalam penulisan untuk menganalisis mata pelajaran fikih yang merupakan merupakan cabang dari Pendidikan Agama Islam pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Dalam artikel ini mendeskripsikan dan menguraikan tentang karakteristik mata pelajaran fikih pada jenjang MTs dan MA yang ditulis menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam artikel ini adalah studi kepustakaan (library research) mengunakan analisis data kualitatif teridiri tiga tahapan, yaitu tahap reduksi data, display data, dan kesimpulan atau verifikasi.Manfaat dari tulisan ini adalah untuk menambah wawasan bagi pembaca mengenai karakteristik materi fikih pada jenjang MTs dan MA, dan karakteristik materi Fikih dari Dirjen Kelembagaan Agama Islam Depag RI tahun 2020 pada tingkat MTs dan MA masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari isi materi, bobot materi maupun pendalaman materi. Kesimpulan dari penulisan ini masing-masing dari materi fikih pada tingkat MTs dan MA memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari isi materi, bobot materi maupun pendalaman materi dari tingkat kelas VII, VIII, IX, X, XI, dan XII. Tidak ada materi yang terulang walau menggunakan tema yang sama bisa jadi bobot materinya berbeda dengan yang sebelumnya atau pendalaman materinya berbeda, dari segi aspek psikologis, filosofis, sosiologis materi fikih ini dirasa sudah cukup cocok dengan siswa pada tingkat MTs dan MA.
KONSEP FITRAH DAN PENGEMBANGANNYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DISRUPSI DIGITAL (PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADIS) Wastuti, Wastuti; Barni, Mahyuddin; Abd. Majid, Abd. Majid; Iskandar, Iskandar
EDUPEDIA Vol. 9 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v9i2.3518

Abstract

This study aims to analyze the concept of fitrah from the perspective of the Qur’an and Hadith and to examine its relevance for the development of Islamic education in the digital disruption era. The research employs a library research method, using primary sources such as Qur’anic verses, Prophetic traditions, and classical literature on fitrah, as well as secondary sources derived from contemporary studies on Islamic education and the challenges of the digital age. The analysis was conducted through thematic content analysis, encompassing etymological, conceptual, and pedagogical dimensions. The findings indicate that fitrah represents the fundamental theological potential of human beings—encompassing an innate inclination toward monotheism, truth, and morality—which may either develop or deviate depending on environmental influences. The Qur’anic perspective (Qur’an Ar-Rum:30; Al-A’raf:172) and Prophetic traditions (Bukhari and Muslim) affirm that all humans are born in a state of purity and are naturally predisposed to receive divine values. In the educational context, the digital disruption era presents challenges such as the rapid flow of information, moral relativism, digital hedonism, and the shifting of educational authority. The results further emphasize that the development of fitrah must be carried out integrally through the strengthening of faith, the habituation of noble character, value-based digital literacy, educator role-modeling, and the creation of an Islamic educational environment. Thus, Islamic education holds a strategic role in preserving the purity of fitrah and shaping learners with a strong Islamic identity, moral resilience, and the capacity to adapt to technological change.
Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Al-Qur'an Hidayah, Aulia Azizatul; Barni, Mahyuddin
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i2.446

Abstract

Pendidikan Islam idealnya membentuk manusia secara utuh melalui pengembangan aspek intelektual, spiritual, dan sosial yang saling melengkapi. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam beberapa surah Al-Qur’an yang memuat prinsip dasar pendidikan dalam Islam. Penelitian ini bertujuan mengungkap dimensi pendidikan yang terdapat dalam tiga surah Al-Qur’an, yaitu QS. Al-Alaq: 1–5, QS. Al-Hujurat: 13, dan QS. Al-Ma’un, serta menjelaskan relevansinya dalam konteks pendidikan Islam masa kini. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an. Data diperoleh dari kajian literatur yang mencakup tafsir ulama klasik dan kontemporer, kemudian dianalisis secara kontekstual untuk menemukan nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Alaq menegaskan pentingnya literasi, penguasaan ilmu, serta orientasi tauhid sebagai fondasi intelektual pendidikan Islam. QS. Al-Hujurat menonjolkan nilai kesetaraan, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan sosial sebagai basis pembentukan karakter masyarakat yang harmonis. Sementara QS. Al-Ma’un menekankan nilai moral dan sosial berupa empati, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama dalam kehidupan nyata. Ketiga surah ini secara integratif menggambarkan konsep pendidikan Islam yang seimbang antara aspek kognitif, afektif, dan sosial. Temuan ini menyiratkan bahwa kurikulum pendidikan Islam perlu diarahkan pada pembentukan akhlak, kecerdasan spiritual, dan kepedulian sosial untuk menghasilkan insan yang berilmu, bertakwa, dan berakhlak mulia
Pendidikan Keluarga dalam Al-Qur’an; Tinjauan QS At-Tahrim Ayat 6 dan QS Luqman Ayat 12-19 Muflihah, Nisa; Barni, Mahyuddin
Arini: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru Vol. 2 No. 2 (2025): ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/arini.v2i2.449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep pendidikan keluarga dalam Al-Qur’an melalui kajian terhadap QS. At-Tahrim: 6 dan QS. Luqman: 12–19. Ayat-ayat tersebut secara eksplisit menegaskan peran orang tua sebagai pendidik utama yang bertanggung jawab atas pembinaan akidah, moral, dan perilaku anak. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif serta analisis tafsir tematik (maudhu‘i). Data primer diperoleh dari Al-Qur’an dan beberapa karya tafsir, seperti tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Misbah, sedangkan sumber sekunder diperoleh dari buku dan jurnal ilmiah yang relevan dengan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. At-Tahrim: 6 menekankan kewajiban spiritual orang tua untuk menjaga keluarga dari penyimpangan akidah dan perilaku melalui keteladanan, pengajaran, serta pembinaan moral secara berkelanjutan. Sementara itu, QS. Luqman: 12–19 memuat prinsip-prinsip pendidikan keluarga yang komprehensif, mencakup pendidikan tauhid, penghormatan kepada orang tua, disiplin ibadah, tanggung jawab sosial, serta pembentukan akhlak melalui sikap rendah hati dan pengendalian diri. Kedua rangkaian ayat ini menunjukkan bahwa pendidikan keluarga dalam Islam berorientasi pada pembentukan karakter yang utuh dan seimbang, yang tidak hanya menekankan dimensi spiritual tetapi juga etika sosial. Dengan demikian, konsep pendidikan keluarga dalam Al-Qur’an memberikan landasan yang kuat dan relevan bagi orang tua dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern.
Pendidikan Pendidikan Akhlak Dalam Al-Qur’an (QS. Al-Hujurat: 10-13 & QS. Al-Qalam: 4) ., Khairunnida; Barni, Mahyuddin
Journal of Religion and Social Community | E-ISSN : 3064-0326 Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore the moral education values contained in Surah Al-Hujurāt verses 10–13 and Surah Al-Qalam verse 4, as well as their relevance to character formation in the modern era. The research focuses on essential principles of social ethics such as brotherhood, the prohibition of mockery, the avoidance of suspicion and backbiting, the affirmation of human equality, and the exemplary character of Prophet Muhammad ﷺ as the central model of moral education. This study employs a library research method by examining various tafsir books, academic journals, and scholarly works related to Islamic moral education. The findings indicate that these Qur’anic verses provide a comprehensive foundation for building noble character within educational settings, families, and society. Furthermore, they highlight the Qur’an’s role as a timeless source of moral guidance that remains highly relevant for shaping future generations with strong ethical values.
Degradasi Lingkungan Sebagai Pedagogi Moral: Pembacaan Pendidikan Al-Qur’an terhadap Q.S. Ar-Rūm (30) : 41 Rahmawati, Mutia; Barni, Mahyuddin
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.1.543.45-58

Abstract

Environmental degradation has increasingly become a critical issue within contemporary education, yet it is often approached from technical and scientific perspectives with limited attention to moral and spiritual dimensions. This article examines environmental degradation as a form of moral pedagogy through a Qur’anic educational reading of Q.S. ar-Rūm (30):41. The study aims to explore how the Qur’an conceptualizes environmental damage as a moral consequence of human actions and how this perspective can inform Islamic educational thought. Employing a qualitative and conceptual research design, this study is based on textual analysis of classical and contemporary Qur’anic exegesis, supported by relevant literature in Islamic education and moral philosophy. The analysis reveals that Q.S. ar-Rūm (30):41 frames environmental corruption as an educational sign that functions pedagogically to awaken moral awareness, ethical responsibility, and human accountability before God. Environmental crises are not merely physical phenomena, but moral lessons intended to correct human behavior and restore ethical balance. This study argues that positioning environmental degradation as moral pedagogy enriches Islamic education by integrating ecological awareness with Qur’anic moral reasoning. The findings contribute to the development of value-based environmental education grounded in Qur’anic epistemology and offer a conceptual framework for strengthening moral and ecological consciousness in Islamic educational discourse.
Trilogi Pendidikan Islam Dalam Al-Qur’an: Analisis Komparatif Al-Ta’lim, Al-Tarbiyah, Dan Al-Tazkiyah Rajiannor, Muhammad; Barni, Mahyuddin
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2026): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v3i1.454

Abstract

Pendidikan dalam pandangan Islam merupakan sebuah mekanisme fundamental dan sangat penting untuk melestarikan kesinambungan peradaban, dengan tujuan utama menanamkan nilai-nilai luhur dan membentuk karakter positif individu secara utuh. Agama Islam memberikan penekanan yang kuat terhadap keharusan menuntut ilmu sebagai sebuah proses sepanjang hayat (long life education), yang berfungsi sebagai modal esensial untuk menjalani kehidupan. Perintah pertama yang diturunkan, “iqra'”, secara eksplisit menegaskan urgensi ini. Dalam wacana keilmuan Islam, konsep pendidikan seringkali merujuk pada tiga istilah terminologis utama, yaitu Al-Ta’lim (pengajaran), al-tarbiyah (pembinaan atau pendidikan), dan al-tazkiyah (penyucian diri). Studi ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan fokus pada analisis etimologis dan terminologis untuk mengupas makna hakiki dari ketiga konsep tersebut, yang sumber acuannya bersumber dari refferensi yang relevan. Temuan penelitian ini menggarisbawahi bahwa secara substansial ketiganya saling melengkapi dan membentuk suatu kesatuan yang integral. Al-Ta’lim berpusat pada aspek kognitif melalui transfer pengetahuan (transfer of knowledge); Al-Tarbiyah mengadopsi pendekatan holistik yang meliputi dimensi moral, spiritual, sosial, dan fisik untuk mencapai pembinaan kepribadian yang seimbang; sementara Al-Tazkiyah berorientasi spesifik pada penyucian jiwa, yang mencakup proses pembersihan dari sifat buruk (al-takhalli) dan pengisian dengan sifat baik (al-tahalli) demi mewujudkan akhlakul karimah. Secara fungsional, Al-Ta’lim bertindak sebagai penyedia basis pengetahuan yang diperlukan. Al-Tarbiyah kemudian berfungsi memastikan ilmu yang diperoleh dihayati dan diamalkan secara nyata. Sementara itu, Al-Tazkiyah bertugas menyempurnakan moralitas dan etika. Sinergi harmonis dari ketiga konsep ini merupakan pencapaian ideal pendidikan Islam, yang bertujuan melahirkan individu yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan peradaban.