Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENDALAMAN DAN PENGEMBANGAN MATERI PAI KELAS X MADRASAH ALIYAH BIDANG AL-QUR’AN HADIS Rainatul Agustina, Nadya; Fadhli Rabbi, Mim; Barni, Mahyuddin
Berajah Journal Vol. 4 No. 3 (2024): Berajah Journal
Publisher : CV. Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v4i3.348

Abstract

This study aims to explore and develop Islamic Religious Education (PAI) materials in the field of Al-Qur'an and Hadith at the Madrasah Aliyah level. The background of this research is the importance of a deep understanding and development of teaching materials to suit the times and the needs of students. The research method used was descriptive qualitative with a case study approach in several Madrasah Aliyah. Data were obtained through observation, interviews, and documentation studies. The results showed that there are several aspects of Al-Qur'an and Hadith materials that require further deepening, such as the historical context of verses and hadith, relevance to contemporary issues, and the application of the values contained in everyday life. In addition, material development also involves the use of more varied and interactive learning methods, including the use of information and communication technology (ICT) to increase the attractiveness and effectiveness of learning. This finding is expected to be a reference for PAI teachers in developing more effective curriculum and learning strategies. With the proper deepening and development of materials, it is expected that students can better master the knowledge of the Qur'an and Hadith, and be able to apply it in their lives.
PENDALAMAN DAN PENGEMBANGAN MATERI PAI BIDANG SKI DI SMP KELAS VII SEMESTER GENAP KURIKULUM MERDEKA Rohbiah, Rohbiah; Barni, Mahyuddin
Berajah Journal Vol. 4 No. 3 (2024): Berajah Journal
Publisher : CV. Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v4i3.351

Abstract

This research aims to develop teaching materials for Islamic Cultural History (SKI) in grade VII junior high school according to the Merdeka Curriculum. The approach used is descriptive qualitative, with steps including literature review, analysis of teaching materials, and identification of relevant textbooks. The developed materials cover the history of the Umayyad dynasty in Andalusia, the golden age of Islam in Andalusia, the development of science during the Umayyad period, and the Islamic values that can be derived from this history. The results show that good material development should consider the criteria for content which include facts, concepts, principles, and procedures, as well as relevance to regional characteristics and student potential. Additionally, materials should be organized according to the principles of relevance, consistency, and adequacy to ensure effective and meaningful learning for students.
PENDALAMAN DAN PENGEMBANGAN MATERI PAI BIDANG FIQIH DI MADRASAH TSANAWIYAH KELAS VII K13 Zulaikah, Eni; Saifullah, Saifullah; Barni, Mahyuddin
Berajah Journal Vol. 4 No. 3 (2024): Berajah Journal
Publisher : CV. Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v4i3.354

Abstract

This study aims to explore and develop Islamic Religious Education (PAI) materials in the field of fiqh taught in grade VII of Madrasah Tsanawiyah based on the 2013 Curriculum. Fiqh is one of the branches of science in Islam that studies the laws of Islamic law in depth. In the context of learning in Madrasah Tsanawiyah, fiqh material needs to be studied and developed to suit the times and the needs of students. This research uses a qualitative approach with the methods of literature study, observation of learning, and interviews with fiqh teachers and experts. Data were collected from relevant primary and secondary sources, such as fiqh books, PAI curriculum, and learning materials used in Madrasah Tsanawiyah. The results showed that the fiqh materials taught in the seventh grade of Madrasah Tsanawiyah are still general and less contextualized. Therefore, it is necessary to deepen and develop the material to make it more applicable and in accordance with the times, for example by adding examples of contemporary fiqh cases and linking them to the daily lives of students. This study provides recommendations on strategies for deepening and developing fiqh materials, as well as their implications for a more effective and meaningful PAI learning process for students.
Konsep Fitrah dan Pengembangannya dalam Perspektif Alquran dan Hadis Rosita; Iskandar; Barni, Mahyuddin
AZKIYA Vol 6 No 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v6i2.1419

Abstract

Merujuk pada tujuan penelitian dengan menggunakan desain metode kajian literature review yang mana berfokus pada pembahasan mengenai konsep fitrah dan pengembangannya dalam persepektif alquran dan hadis. Dari literature yang dilakukan, terdapat beberapa temuan, yaitu: kata fitrah (fathara) yang berarti menciptakan, yaitu untuk menyatakan penciptaan sesuatu, seperti khalaqallahus samawati wal ard dan khalaqal insana min alaq, baik secara al-jism maupun an-nafs, ayat tersebut menggunakan kata khalaqa, artinya menisbatkan pelakunya kepada Allah Swt. Makna fithrah (فطر) juga bisa diartikan kejadian, agama, kesucian, potensi dasar atau tabiat. Dalam pandangan pendidikan Islam fitrah diartikan sebagai potensi manusia yang meliputi kekuatan hidup, akal manusia dan kekuatan spritual keagamaan. Pengembangan fitrah dalam perspektif alquran tidak lepas dari penjelasan ayat alquran dalam QS. Ar-Rum (30): 30 dan penafsirannya memaparkan dengan tegas tentang fitrah manusia, yaitu agar manusia hanya beribadah kepada Allah Swt. Dan beberapa redaksi hadis salah satunya menyebutkan bahwa fitrah berarti kesucian jasmani dan rohani. Namun, tidak menutup kemungkinan dalam proses perkembangan dapat menjadikan anak tergelincir kearah yang jauh dari ajaran Islam, sebab didikan yang salah. Oleh sebab itu, pengembangan fitrah manusia yang hanif dalam pendidikan Islam, salah satunya yaitu dapat dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai dan mengolah potensi fitrah anak. Pendidik juga mampu menjadi fasilator bagi pelaksanaan seluruh pengaktualisasian potensi yang dimiliki anak dan didukung dengan kurikulum yang dapat membina seluruh aspek kehidupan manusia dan disusun berdasarkan prinsip-prinsip.
Konsep Kejujuran Dalam Perspektif Al Qur'an Hadits Dan Relevansinya Terhadap Implementasi Pendidikan Karakter Kemendikbud Nasiruddin Al Arifi; Iskandar; Barni, Mahyuddin
AZKIYA Vol 6 No 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v6i2.1421

Abstract

Kejujuran merupakan salah satu nilai moral yang menjadi inti dari karakter manusia. Sebagai prinsip dasar, kejujuran mencerminkan integritas dan kualitas moral yang membangun fondasi kuat bagi individu dan masyarakat. Al Qur’an dan hadits selaku inti dari syariat islam menyebut tema kejujuran dalam berbagai pembahasan. Maka penting kiranya memahami konsep kejujuran sesuai ketentuan Al-Qur’an maupun hadits sehingga dapat memaksimalkan implementasi nilai kejujuran sesuai dengan konsep pendidikan karakter yang di canangkan Kemendikbud. Penelitian library research ini menggunakan pendekatan tematik. Dengan teknik dokumentasi sebagai media pengumpulan data, berupa usaha mengumpulkan data dari dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Lalu data dianalisis dengan metode content analysis dan diverifikasi dengan triangulasi sumber. Hasil menunjukkan bahwa kejujuran menurut terminologi bahasa arab biasa disebut sebagai amanah, merujuk pada kejujuran dalam menunaikan hak kepada Allah dan sesama dan sidiq yang merujuk pada karakteristik lurus dan membenarkan janji Allah Swt. Lafadz amanah tersebut sebanyak 14 kali dan sidiq tersebut sebanyak 270 kali dalam Al Qur’an, adapun dalam hadits lafadz amanah tersebut 153 kali dan sidiq sebanyak 645 kali. Konsep kejujuran dalam perspektif Al Qur’an dan hadits bermuara kepada 3 pokok: 1) Pemenuhan hak kepada Tuhan, 2) Pemenuhan hak kepada sesama, 3) Keselarasan antara hati, lisan dan tindakan. Pokok-pokok tersebut menjadi dasar dari karakter kejujuran yang menjadi bagian dari nilai pendidikan karakter yang dicanangkan Kemendikbud
Konsep Fitrah dan Pengembangannya dalam Perspektif Alquran dan Hadis Rosita; Iskandar; Barni, Mahyuddin
AZKIYA Vol 6 No 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v6i2.1419

Abstract

Merujuk pada tujuan penelitian dengan menggunakan desain metode kajian literature review yang mana berfokus pada pembahasan mengenai konsep fitrah dan pengembangannya dalam persepektif alquran dan hadis. Dari literature yang dilakukan, terdapat beberapa temuan, yaitu: kata fitrah (fathara) yang berarti menciptakan, yaitu untuk menyatakan penciptaan sesuatu, seperti khalaqallahus samawati wal ard dan khalaqal insana min alaq, baik secara al-jism maupun an-nafs, ayat tersebut menggunakan kata khalaqa, artinya menisbatkan pelakunya kepada Allah Swt. Makna fithrah (فطر) juga bisa diartikan kejadian, agama, kesucian, potensi dasar atau tabiat. Dalam pandangan pendidikan Islam fitrah diartikan sebagai potensi manusia yang meliputi kekuatan hidup, akal manusia dan kekuatan spritual keagamaan. Pengembangan fitrah dalam perspektif alquran tidak lepas dari penjelasan ayat alquran dalam QS. Ar-Rum (30): 30 dan penafsirannya memaparkan dengan tegas tentang fitrah manusia, yaitu agar manusia hanya beribadah kepada Allah Swt. Dan beberapa redaksi hadis salah satunya menyebutkan bahwa fitrah berarti kesucian jasmani dan rohani. Namun, tidak menutup kemungkinan dalam proses perkembangan dapat menjadikan anak tergelincir kearah yang jauh dari ajaran Islam, sebab didikan yang salah. Oleh sebab itu, pengembangan fitrah manusia yang hanif dalam pendidikan Islam, salah satunya yaitu dapat dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai dan mengolah potensi fitrah anak. Pendidik juga mampu menjadi fasilator bagi pelaksanaan seluruh pengaktualisasian potensi yang dimiliki anak dan didukung dengan kurikulum yang dapat membina seluruh aspek kehidupan manusia dan disusun berdasarkan prinsip-prinsip.
Konsep Kejujuran Dalam Perspektif Al Qur'an Hadits Dan Relevansinya Terhadap Implementasi Pendidikan Karakter Kemendikbud Nasiruddin Al Arifi; Iskandar; Barni, Mahyuddin
AZKIYA Vol 6 No 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v6i2.1421

Abstract

Kejujuran merupakan salah satu nilai moral yang menjadi inti dari karakter manusia. Sebagai prinsip dasar, kejujuran mencerminkan integritas dan kualitas moral yang membangun fondasi kuat bagi individu dan masyarakat. Al Qur’an dan hadits selaku inti dari syariat islam menyebut tema kejujuran dalam berbagai pembahasan. Maka penting kiranya memahami konsep kejujuran sesuai ketentuan Al-Qur’an maupun hadits sehingga dapat memaksimalkan implementasi nilai kejujuran sesuai dengan konsep pendidikan karakter yang di canangkan Kemendikbud. Penelitian library research ini menggunakan pendekatan tematik. Dengan teknik dokumentasi sebagai media pengumpulan data, berupa usaha mengumpulkan data dari dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Lalu data dianalisis dengan metode content analysis dan diverifikasi dengan triangulasi sumber. Hasil menunjukkan bahwa kejujuran menurut terminologi bahasa arab biasa disebut sebagai amanah, merujuk pada kejujuran dalam menunaikan hak kepada Allah dan sesama dan sidiq yang merujuk pada karakteristik lurus dan membenarkan janji Allah Swt. Lafadz amanah tersebut sebanyak 14 kali dan sidiq tersebut sebanyak 270 kali dalam Al Qur’an, adapun dalam hadits lafadz amanah tersebut 153 kali dan sidiq sebanyak 645 kali. Konsep kejujuran dalam perspektif Al Qur’an dan hadits bermuara kepada 3 pokok: 1) Pemenuhan hak kepada Tuhan, 2) Pemenuhan hak kepada sesama, 3) Keselarasan antara hati, lisan dan tindakan. Pokok-pokok tersebut menjadi dasar dari karakter kejujuran yang menjadi bagian dari nilai pendidikan karakter yang dicanangkan Kemendikbud
Ilmu dan Islam: Mengurai Konsep dan Sumber Ilmu dalam Al-Qur Rahman, Fadli; Barni, Mahyuddin
NALAR Vol 5 No 2 (2021): Thought and Living Islam
Publisher : Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah, State Islamic University of Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/njppi.v5i2.3821

Abstract

This study aims to explore the meaning or concept of the word
Analisis Karakteristik Materi Pai Bidang Fikih Pada Jenjang Madrasah Tsanawiyah (Mts) Dan Madrasah Aliyah (MA) Qalbi, M. Dihyah; Muna, Zahratul; Barni, Mahyuddin
Action Research Literate Vol. 8 No. 2 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i2.256

Abstract

Dalam mendidik seorang pendidika melakukan usaha sadar dalam proses mengembangkan potensi, kecerdasan, akhlak baik peserta didik guna menghadapi kehidupan dunia dan akhirat dengan disengaja dan direncanakan sematang mungkin.  Maka sudah sepatutnya seorang pendidik mehamami jelas apa yang akan diajarkannya kepada peserta didik, tujuan dalam penulisan untuk menganalisis mata pelajaran fikih yang merupakan merupakan cabang dari Pendidikan Agama Islam pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Dalam artikel ini mendeskripsikan dan menguraikan tentang karakteristik mata pelajaran fikih pada jenjang MTs dan MA yang ditulis menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam artikel ini adalah studi kepustakaan (library research) mengunakan analisis data kualitatif teridiri tiga tahapan, yaitu tahap reduksi data, display data, dan kesimpulan atau verifikasi.Manfaat dari tulisan ini adalah untuk menambah wawasan bagi pembaca mengenai karakteristik materi fikih pada jenjang MTs dan MA, dan karakteristik materi Fikih dari Dirjen Kelembagaan Agama Islam Depag RI tahun 2020 pada tingkat MTs dan MA masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari isi materi, bobot materi maupun pendalaman materi. Kesimpulan dari penulisan ini masing-masing dari materi fikih pada tingkat MTs dan MA memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari isi materi, bobot materi maupun pendalaman materi dari tingkat kelas VII, VIII, IX, X, XI, dan XII. Tidak ada materi yang terulang walau menggunakan tema yang sama bisa jadi bobot materinya berbeda dengan yang sebelumnya atau pendalaman materinya berbeda, dari segi aspek psikologis, filosofis, sosiologis materi fikih ini dirasa sudah cukup cocok dengan siswa pada tingkat MTs dan MA.
Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Al-Qur'an Hidayah, Aulia Azizatul; Barni, Mahyuddin
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i2.446

Abstract

Pendidikan Islam idealnya membentuk manusia secara utuh melalui pengembangan aspek intelektual, spiritual, dan sosial yang saling melengkapi. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam beberapa surah Al-Qur’an yang memuat prinsip dasar pendidikan dalam Islam. Penelitian ini bertujuan mengungkap dimensi pendidikan yang terdapat dalam tiga surah Al-Qur’an, yaitu QS. Al-Alaq: 1–5, QS. Al-Hujurat: 13, dan QS. Al-Ma’un, serta menjelaskan relevansinya dalam konteks pendidikan Islam masa kini. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an. Data diperoleh dari kajian literatur yang mencakup tafsir ulama klasik dan kontemporer, kemudian dianalisis secara kontekstual untuk menemukan nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Alaq menegaskan pentingnya literasi, penguasaan ilmu, serta orientasi tauhid sebagai fondasi intelektual pendidikan Islam. QS. Al-Hujurat menonjolkan nilai kesetaraan, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan sosial sebagai basis pembentukan karakter masyarakat yang harmonis. Sementara QS. Al-Ma’un menekankan nilai moral dan sosial berupa empati, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama dalam kehidupan nyata. Ketiga surah ini secara integratif menggambarkan konsep pendidikan Islam yang seimbang antara aspek kognitif, afektif, dan sosial. Temuan ini menyiratkan bahwa kurikulum pendidikan Islam perlu diarahkan pada pembentukan akhlak, kecerdasan spiritual, dan kepedulian sosial untuk menghasilkan insan yang berilmu, bertakwa, dan berakhlak mulia