Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Determinan dan Faktor Risiko Stunting pada Remaja di Indonesia : Literature Review: Determinant and Risk Factor Stunting on Adolescents in Indonesia: Literature Review Alwi, M. Akbar; Hamzah, Hadzmawaty; Lewa, Abd. Farid
Svasta Harena: Jurnal Ilmiah Gizi Vol. 3 No. 1 (2022): Agustus 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shjig.v3i1.1489

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita karena kekurangan gizi kronis pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting yang terjadi pada masa balita bisa berefek mengalami stunting pada saat remaja. Oleh sebab itu, status gizi seorang remaja sangat perlu diperhatikan sehingga dapat menhasilkan keturunan yang sehat. Metode: Penelitian ini merupakan peneltian literatur review dengan menggunakan google schoolar dan Pubmed sebagai sumber pencarian artikel. Hasilnya kemudian disajikan dalam bentuk narasi. Hasil: Determinan dan faktor risiko stunting pada remaja yaitu asupan zink, asupan protein dan sosial ekonomi (jumlah anggota keluarga). Kesimpulan: Asupan gizi (protein dan zink), dan kondisi sosial ekonomi (jumlah berkeluarga) merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kejadian stunting pada remaja. Penelitian stunting pada remaja di Indonesia sangat perlu dilakukan karena referensi mengenai topik ini masih sangat terbatas.
Analisis Biaya Satuan (Unit Cost) Pada Penyelenggaraan Makanan Di Sekolah SMP/SMA Sukma Bangsa Sigi: Unit Cost Analysis on Food Organization at Sukma Bangsa Sigi Junior/Senior High School Rizka, Dian; Nurjaya; Adhyanti; Hafid, Fahmi; Lewa, Abd. Farid; Aslinda, Wery
Svasta Harena: Jurnal Ilmiah Gizi Vol. 4 No. 1 (2023): Agustus 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shjig.v4i1.3107

Abstract

Latar Belakang: Perhitungan unit cost dalam penyelenggaraan makanan perlu direncanakan secara efektif dan efisien agar makanan yang disajikan memenuhi kebutuhan gizi dan diterima oleh konsumen. Tujuan: Untuk menghitung biaya satuan (unit cost) pada penyelenggaraan makanan di Sekolah Sukma Bangsa Sigi. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan survey. Subjek pada penelitian ini adalah Direktur Sukma Bangsa Sigi dan Koordinator dapur umum. Objek pada penelitian ini adalah bahan makanan termasuk bumbu-bumbu, tenaga kerja dan overhead dalam proses pengolahan makanan di SMP/SMA Sukma Bangsa Sigi dengan rata-rata konsumen 140 orang/hari. Data diolah dengan perhitungan yang menggunakan aplikasi Microsoft excel. Data disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil: Menunjukkan bahwa biaya bahan makanan (food cost) yaitu Rp. 29.931/orang/hari, biaya tenaga kerja Rp. 21.214/orang/hari, biaya overhead Rp. 2.497/orang/hari, profit Rp. 0 sehingga unit cost Rp. 53.642. Persentase terhadap unit cost untuk biaya bahan makanan (food cost) sebesar 55,8%, biaya tenaga kerja sebesar 39,5%, biaya overhead sebesar 4,7% dan profit sebesar 0%. Kesimpulan: Penyelenggaraan makanan di Sekolah Sukma Bangsa Sigi diharapkan menggunakan biaya satuan (unit cost) menu sesuai hasil penelitian agar komposisi menu lebih lengkap dan sesuai pedoman gizi seimbang. Pemberian lauk hewani dan buah lebih ditingkatkan terutama pada makan pagi dan makan malam.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA USIA 6-23 BULAN DIKELURAHAN PANTOLOAN BOYA WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTOLOAN Lewa, Abd Farid
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1: JUNE 2016
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.477 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v6i1.3

Abstract

ABSTRAK Indonesia menghadapi masalah gizi ganda, yaitu masalah gizi kurang dan masalah gizi lebih. Hasil riskesdas, secara nasional pada tahun 2013 menunjukan prevalensi status gizi anak balita menurut (BB/U) yaitu prevalensi gizi buruk sebesar 5,7%, dan gizi kurang 13,9%. Di kota palu tahun 2013 prevalensi status gizi anak balita menurut (BB/U), yaitu prevalensi gizi buruk sebesar 6,6%, dan gizi kurang 17,5%.sedangkan di Puskesmas Pantoloan tahun 2014 prevalensi status gizi anak balita menurut (BB/U) yaitu prevalensi gizi kurang sebesar 9,7%, gizi buruk 3,9%, dan gizi lebih 4,1%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan ibu tentang Makanan Pendamping ASI dengan status gizi balita usia 6-23 bulan di kelurahan Pantoloan Boya Wilayah Kerja Puskesmas Pantoloan. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan metode crossectional dan pengambilan data menggunkan data primer. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibuyang memiliki balita umur 6-23 bulan,dilakukan di Posyandu kelurahan Pantoloan Boya wilayah kerja Puskesmas Pantoloan pada bulan Mei-Juni 2015. Sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik accidental sampling yaitu responden yang kebutulan ada atau tersedia disuatu tempat yang berjumlah 76 balita. Hasil penelitian menggunakan uji fisher’s exact menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,145 > 0,05 untuk pendidikan , p = 0,075 (p value > 0,05) untk pekerjaan, berarti secara statistik tidak ada hubungan antara pendidikan, pekerjan ibu dengan status gizi balita, sedangkan dari hasil uji fishes’r exact didapatkan nilai p = 0,000 (p value < 0,05) artinya secara statistic ada hbungan pengetahuan ibu dengan status gizi balita umur 6-23 bulan di puskesmas Pantoloan Kecamatan Tawaeli Tahun 2015. Kesimpulandalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan pendidikan ibu dan pekerjaanibu namun ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan Ibu tentang Makanan Pendamping ASI dengan Status Gizi pada balita usia6-23 bulan di kelurahan Pantoloan Boya Wilayah Kerja Puskesmas Pantoloan.Kepada Petugas Puskesmas Pantoloan agar dapat menjadi sarana penyelenggara penyuluhan kepada ibu tentang Makanan Pendamping ASI. Kata kunci : Pendidikan, Pekerjaan, Pengatahuan, Status Gizi
Determinants of stunting in children aged 24-59 months: a case- control study Muliani, Muliani; Tondong, Henrietta Imelda; Lewa, Abd Farid; Mutmainnah, Mutmainnah; Maineny, Arie; Asrawaty, Asrawaty
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 12, No 3: September 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v12i3.22313

Abstract

Stunting is a sign of persistent malnutrition during a critical period of child development, especially in the second trimester of pregnancy. This study aimed to determine the causes of stunting in infants between 24 and 59 months. The Kamaipura Health Center in Sigi Regency, Indonesia is the location for the research. Data was collected from January to December 2020 from medical record data. The population consisted of 156 children under the age of five, of which 134 samples were selected using a purposive sampling technique and were divided into two groups: stunting and non-stunting. Analytic test using Chi-square, OR, and logistic regression (p=0.05). Infants who are not exclusively breastfed have a 9.44 times higher risk of stunting (OR=9.44; 95% CI=4.28 to 20.7), according to an analysis with a CI of -95%. Chronic energy deficiency and low birth weight during pregnancy are associated with an increased risk of growth disorders by 5.98 (OR=5.98; 95% CI=2.47 to 14.43) and 4.6 times (OR=4.6) respectively; 95% CI=1.73 to 12.42). In addition, the R-square logistic regression analysis of 0.374 indicates that the overall influence of the variables is 37.4%. A history of exclusive breastfeeding, low birth weight (LBW) babies, and chronic energy deficiency (CED) during pregnancy is strongly associated with the prevalence of stunting. To reduce the prevalence of poor growth, better health promotion is needed from the beginning of pregnancy.
Potential of Pilsbryoconcha exilis Clam Floss as a Protein and Amino Acid Source for Stunting Prevention in Pregnant Women Aslinda, Wery; Faisal, Elvirah; Ansar, Ansar; Lewa, Abd. Farid; Nurjaya, Nurjaya
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 6 No. 4 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v6i4.3530

Abstract

Introduction: Stunting in children is associated with low concentrations of protein and amino acids in blood serum, which can potentially be prevented by consuming essential nutrients during pregnancy. Pilsbryoconcha exilis clam, highly available in Morowali, Central Sulawesi, is currently used to produce floss dishes. This study aimed to calculate the potential of protein and amino acids in clam floss (Pilsbryoconcha exilis) as an alternative dish to prevent stunting in pregnant women. Methods: This quantitative descriptive study compared the Recommended Dietary Allowances (RDA) for pregnant women with the content analysis of clam floss (Pilsbryoconcha exilis). Protein analysis was conducted using the AOAC method, while amino acid analysis was performed using HPLC. Results: The potential protein intake from clam floss was 223.07 g/kg body weight per day. The essential and non-essential amino acid content in clam floss (g/kg body weight per day) was as follows: histidine (5.47), isoleucine (3.62), leucine (5.04), lysine (4.8), methionine + cystine (9.65), phenylalanine + tyrosine (3.67), threonine (3.51), tryptophan (50.3), and valine (3.85). Conclusion: The potential of protein and amino acids in clam floss is concluded to be an average of 223.07 g/day and 9.98 g/kg body weight per day, respectively. Clam floss could serve as an alternative dish for pregnant women to prevent stunting. Further research considering in-vivo evaluations is encouraged.
The Talking Sticks Method Enhances the Skills of Community Empowerment Cadres in the Early Prevention of Stunting Incidents Sudarman, Yulianus; Tampake, Rina; Lewa, Abd Farid; Efendi, Fauzan
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v7i1.3929

Abstract

Introduction: In 2022, the World Health Organization reported 148.1 million children under five suffering from stunting, reflecting poor nutritional patterns globally. The WHO targets a maximum stunting prevalence of 20%. Indonesia, with a stunting rate of 31.8% in 2020, ranks second in Southeast Asia. In Central Sulawesi, 34% of toddlers are malnourished, as observed in a survey at Pagimana Health Center, which covers 24 villages and includes 135 community health workers.  Purpose: This study aims to evaluate the impact of the talking stick intervention on improving Posyandu cadres' knowledge, attitudes, and behaviors in providing stunting counseling. Research Method:An experimental research design with a quantitative approach was used,  specifically a Pre-Experimental Design with a One Group Pretest-Posttest Design. The sample included 88 Posyandu cadres. Data analysis involved normality tests and hypothesis testing using t-tests to assess the effectiveness of the intervention. Results: The paired t-test revealed significant differences between the results of the pre-test, post-test 1, and post-test 2, with a p-value of 0.00, indicating a significant impact of the talking stick method on the knowledge of community empowerment cadres in the early prevention of stunting. Conclusion: The talking stick intervention effectively enhances Posyandu cadres' knowledge, attitudes, and actions, proving valuable for early stunting prevention in Pagimana District, Banggai Regency.
Serum Progranulin Levels as Markers of Mammary Tumors in Women Wahyuni, Rosa Dwi; Rahma, Rahma; Ngatimin, Dachruddin; M. Sabir, M. Sabir; Lewa, Abd. Farid
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v6i1.3445

Abstract

Introduction: Carcinoma mammae is a malignant tumor that develops from breast cells and has the potential to invade the surrounding tissue (invasive) or metastasize to other parts of the body. While it is more frequently diagnosed in women, there are cases where it is also found in males. Purpose: This study aims to identify variations in serum progranulin levels as distinguishing factors between benign mammary tumors and mammary carcinoma. Method: The research adopts a quantitative approach with a cross-sectional design to ascertain the significance of serum progranulin levels in patients with mammary tumors. The study includes the entire accessible population diagnosed with mammary tumors by clinicians in the Surgical Oncology Department of Dr. Wahidin Sudirohusodo Teaching Hospital in Makassar, with a sample size of 78 individuals. Normality is assessed using the Kruskal-Wallis test, and differences are examined through the Mann-Whitney test. Result: A substantial difference exists in serum progranulin levels among breast carcinoma patients with benign mammary tumors and the control group (P<0.001). The mean difference in benign tumors is 121.08±56.84, whereas in breast carcinoma, it is 239.54±34.79. Conclusion: Serum progranulin levels can be employed as a potential alternative for diagnostic support in the early detection of both benign mammary tumors and mammary carcinoma.
Co-Authors Adhyanti Adhyanti Agusrianto Aminudin Aminudin Amsal Andi Fatmawati Anna Veronica Pont Ansar Ansar Ansar Ansar Aslinda, Wery Asrawaty Asrawaty Asri Widyayanti Azizah Saleh Azwar Azwar Baiq Emy Candriasih, Putu Christina Entoh Christine Christine Condeng, Baharuddin Dafrosia Darmi Manggasa Dedi Mahyudin Syam Diah Ayu Hartini Diah Mutiarasari Diana Nurhayati Sinurat Djadid Subchan Dwi Erma Kusumawati Dwi Kartika Efendi, Fauzan Eka S. Riyanto Ekasari Dewi Pertiwi Elfyrah Faisal Evie, Sova Fahmi Hafid Faisal, Elvirah Faisal, Elvyrah Fajrillah Kolomboy Firdaus Hi Jahja Kunoli Gabriella Bamba Ratih Lintin Gina Andyka Hutasoit Gusman Hadina, Hadina Hadriani Hamsiah Hamsiah Hamzah, Hadzmawaty Hanum Sasmita Hasbunsyah Hasbunsyah Hasdrini Hasnawati Hasnawati Hasni Hasni Hastuti Usman I Wayan Supetran Indro Subagyo Irsanty Collein Jayawarsa, A.A. Ketut Junaidi Junaidi Kadar Ramadhan Lili Suryani Linda Linda Lindanur Sipatu Lisda Widianti Longgupa Lisnawati M. Akbar Alwi, M. Akbar M. Sabir, M. Sabir Maineny, Arie Mardani Mangun Masda Masda Masudin Masudin Mercy Joice Kaparang Moammar Safari Muliani Muliani Muliani, Muliani Mutmainah, Mutmainnah Nasrul Ndama, Metrys Ngatimin, Dachruddin Ni Made Ridla Nilasanti Niralda Widya Santika Irfan Nirva Rantesigi Nitro Galenso Novarianti Novarianti Nur Amalia Nurarifah Nurarifah Nurfatimah Nurfatimah Nurindah Nurindah Nurjaya Nurjaya NURJAYA NURJAYA, NURJAYA Nurlinda Nurlinda Olkamien J. Longulo Pangaribuan, Helena Pratiwi, Sulfa Indah Rahma Rahma Rahmi Amir Raoda Rasidah Rasidah Rina Tampake Risdayanti Risdayanti Rizka, Dian Ros Arianty Rosa Dwi Wahyuni Rusneni Salman Saman Selvi Alfrida Mangundap Sigit M. Nuzul Silfia, Niluh Nita Siti Hadijah Batjo Sony Bernike Magdalena Sitorus Sri M. Hasan Sri Restu Tempali Sri Yanti Kusika Sudarman H Melangka, Yulianus Sukmawati Sukmawati Supriadi Supriadi Abd Malik Syamsul Arifin Syukur Taqwin Taqwin Tjitrowati Djaafar Tondong, Henrietta Imelda Umar, Miranti Wery Aslinda Wijianto Yasmin H Yasmin H Yuda, Silfana Zainul