Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai Moral Tokoh Utama dalam Novel Saving Ludo Karya Ziggy Zesyazeozeoviennazabrizkie Sari, Putri Yunita; Dahlan, Dahri; Purwanti, Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i3.8549

Abstract

ABSTRAK Karya sastra anak menjadi media yang menghadirkan tokoh-tokoh di dalam cerita sebagai cerminan saat berperilaku. Penelitian ini mengangkat dua rumusan masalah, yaitu bagaimana nilai moral dalam fakta cerita novel Saving Ludo karya Ziggy Zesyazeozeoviennazabrizkie dan bagaimana nilai moral tokoh utama dalam novel Saving Ludo karya Ziggy Zesyazeozeoviennazabrizkie dengan tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan fakta cerita dan nilai moral pada novel Saving Ludo karya Ziggy Zesyazeozeoviennazabrizkie. Teori yang digunakan pada penelitian ini ialah kajian sastra anak.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan termasuk ke dalam jenis penelitian kepustakaan. Data penelitian berupa kata, kalimat, dan paragraf yang berbentuk narasi maupun dialog. Sumber data penelitian berasal dari novel Saving Ludo karya Ziggy Zesyazeozeoviennazabrizkie. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik baca, simak, dan catat. Teknik analisis data yang digunakan ialah reduksi data, penyajian data, dan simpulan.Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama, fakta cerita pada novel Saving Ludo karya Ziggy Zesyazeozeoviennazabrizkie terdiri dari tokoh, latar, dan alur. Melalui tokoh yang dihadirkan pengarang di dalam cerita, anak dapat mengambil contoh perilaku yang baik untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari yaitu tokoh Theo, Ludo, Marry Ann, Frances dan Suster Edith. Kedua nilai moral yang terdapat pada tokoh-tokoh yang dihadirkan ialah jujur, menjadi diri sendiri, berani bertanggung jawab, kemandirian, keberanian moral, dan kritis.  Kata Kunci: Novel, saving ludo, nilai moral, sastra anak.
MAKNA MITOS CERITA BURUNG ENGGANG DI KALIMANTAN TIMUR Hanum, Irma Surayya; Dahlan, Dahri
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 4, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.596 KB) | DOI: 10.30872/calls.v4i1.1276

Abstract

This research will analyze the folklore of East Borneo in the form of myth about the hornbill descended down by Dayak Kenyah people associated with its relevance to the development of nation character. The theory used is the theory of 'layers of social reality'. The theory will reveal five layers of meaning contained in a system or symbol contained in culture and tradition. Starting from the meaning of layers of empirical meaning, to the meaning of the layer of world view at the level of ideas that store local wisdom. These findings will be formulated in the form of recommendations to specific parties, for example for the preparation of curriculum, especially local content subjects at the school level, and or for East Kalimantan Literature courses at the university level.
CALABAI DAN BISSU SUKU BUGIS: REPRESENTASI GENDER DALAM NOVEL CALABAI KARYA PEPI AL-BAYQUNIE Rokhmansyah, Alfian; Hanum, Irma Surayya; Dahlan, Dahri
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 4, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.56 KB) | DOI: 10.30872/calls.v4i2.1645

Abstract

This study aims to describe the life of calabai and bissu, as well as the views of the people depicted in the Calabai novel by Pepi Al-Bayqunie. This research is library research with a qualitative approach. Data analysis was carried out through several stages, namely the data classification stage, data analysis, and the conclusion of the analysis results. The results of this study indicate that calabai and bissu are gender variations other than men and women in Bugis culture as illustrated in the Calabai novel by Pepi Al-Bayqunie. Calabai who was described by the author in the novel was a Calabai who had privileges and finally he became a bissu. In relation to the existence of calabai and bissu as illustrated in the novel, it turns out that there is a rejection from the group who consider these two gender variations to be incompatible with human nature. The existence of calabai is a problem because it is contrary to the social construction that already exists in the community. However, unlike calabai, the existence of bissu is considered more respectable because it plays an important role in Bugis culture.
RESPONS PEMBACA TERHADAP CERPEN “MAKAM” KARYA HERMAN RN KAJIAN: RESEPSI SASTRA Kholifah, Dwi Nur; Dahlan, Dahri; Yusriansyah, Eka
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i4.9696

Abstract

Cerpen “Makam” karya Herman RN menarik untuk dijadikan objek penelitian karena cerpen ini memberikan pelajaran untuk menepati janji dan berbakti kepada orangtua terhadap pembaca. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini, yaitu respons pembaca melalui unsur intrinsik pada cerpen “Makam“ Karya Herman RN di analisis menggunakan teknis analisis sinkronik eksperimental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan respons pembaca melalui unsur intrinsik pada cerpen “Makam” karya Herman RN. Pendekatan resepsi sastra yang digunakan adalah teori resepsi sastra menurut Hans Robert Jauss.Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ialah responden terhadap cerpen dan sumber data ialah 16 siswa kelas XI SMAN 2 Longikis. Teknik pengumpulan data merupakan teknik wawancara, teknik catat, teknik rekam, dan transkripsi. Teknik analisis data menggunakan metode resepsi sinkronis secara eksperimental.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan, bahwa secara keseluruhan responden dapat memahami unsur intrinsik cerpen “Makam” karya Herman RN dengan baik dan tidak ada kendala. Mulai dari tokoh, latar, alur, tema, sudut padang, dan amanat. Siswa memberikan tanggapan yang berbeda-beda pada unsur intrinsik amanat, ada yang memberikan tanggapan mengenai amanah, berbakti, dan pekerja keras pada cerpen “Makam” karya Herman RN. Hal tersebut dikarenakan setiap pembaca memiliki horizon harapan tersendiri berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya, bahkan juga ideologinya, maka mereka akan menanggapi sebuah karya sastra secara berbeda- beda.Kata Kunci : cerpen, resepsi sastra, respons pembaca, Herman RN
BANDINGAN NILAI BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT LUTUNG KASARUNG DAN SUNDARA KANDA Agustini, Aulia; Dahlan, Dahri; Hanum, Irma Surayya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i1.5276

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini menggunakan objek cerita rakyat Lutung Kasarung dan Sundara Kanda. Kedua cerita tersebut merupakan dua kisah yang berasal dari budaya Sunda dan India. Penggunaan objek yang memiliki budaya yang berbeda dapat memberikan hasil penelitian yang luas dalam perihal nilai budaya yang tergambar di dalam karya sastra. Penelitian ini bertujuan mendeksripsikan fakta cerita, nilai budaya, persamaan dan perbedaan nilai budaya di dalam cerita rakyat Lutung Kasarung dan Sundara Kanda. Data dan sumber data didapatkan dari buku cerita rakyat Lutung Kasarung dan Kitab Ramayana. Data penelitian dikumpulkan dengan cara membaca, dan mencatat kata atau  kalimat. Data  dianalisis dengan teknik reduksi, penyajian data dan simpulan. Digunakan pula teknik analisis hermeneutika Hasan Hanafi untuk menafsirkan data secara khusus dan rinci. Hasil dari bandingan yang dilakukan ditemukan keterkaitan kedua cerita rakyat berdasarkan nilai budaya. Nilai budaya yang didapat adalah berdasarkan nilai kerohanian yang berdasarkan dharma ajaran agama Hindu. Kedua cerita rakyat memiliki tema dan motif cerita yang sama. Sehingga, menimbulkan kemiripan fakta cerita dan juga kemiripan nilai budaya. Nilai budaya yang didapatkan, yakni (1) hubungan manusia dengan Tuhan, (2) hubungan manusia dengan makhluk lainnya, dan (3) hubungan manusia dengan alam. Perbandingan nilai budaya tersebut dilakukan berdasarkan ketentuan nilai yang tidak berubah terhadap objek. Sehingga dari ketiga varian nilai budaya yang ada didapatkan perbedaan nilai budaya. Berdasarkan  bandingan nilai budaya cerita rakyat  Luntung Kasarung dan Cerita Rakyat Sundara Kanda maka ditemukan bahwa nilai budaya sunda dan india memiliki kemiripan.Kata kunci: bandingan, cerita rakyat luntung kasarung, cerita rakyat sundara kanda,  nilai budaya ABSTRACTThis research uses the object is folklore of Lutung Kasarung and Sundara Kanda. The two folklores are two stories originating from Sundanese and Indian. The use of objects that have different cultures can provide broad research results regarding cultural values depicted in literary works. This research  aims to describe the facts of the story, cultural values, similarities and differences in cultural values in the folklore of Lutung Kasarung and Sundara Kanda. Data and data sources were obtained from the folklore book of Lutung Kasarung and Ramayana Book. The research data were collected by reading and recording words or sentences. Data were analyzed using reduction techniques, data presentation and conclusions. Hasan Hanafi's hermeneutic analysis technique is also used to interpret the data specifically and in detail. The results of the comparisons were found to be related to the two folklores based on cultural values. The cultural values obtained are based on spiritual values based on the dharma teachings of Hinduism. Both folklores have the same theme and story motif. Thus, it raises similarities in story facts and also similarities in cultural values. The cultural values obtained are (1) human relations with god, (2) human relations with other creatures, and (3) human relations with nature. The comparison of cultural values is made based on the provisions of the unchanging value of the object. So that from the three variants of existing cultural values, there are differences in cultural values. Based on the comparison of the cultural values of the Luntung Kasarugn folklore and the Sundara Kanda folklore, it is found that the cultural values of Sundanese and Indian are similar.Keywords: comparison, lutung kasarung folklore, sundara kanda folklore, cultural values
PERJUANGAN TOKOH LARASATI DALAM NOVEL LARASATI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER KAJIAN FEMINISME MARXIS Jubaidah, Siti; Dahlan, Dahri; Nugroho, Bayu Aji
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i4.9504

Abstract

Novel Larasati menampilkan perjuangan tokoh perempuan yang tangguh juga berani. Larasati berjuang untuk mendapatkan kesetaraan. Walau tergolong dalam keluarga kelas menengah ke bawah, tidak melonggarkan semangat Larasati untuk terus berusaha. Ketidakadilan yang sering perempuan alami memunculkan sebuah gerakan feminisme. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan kisah perjuangan tokoh utama dalam novel Larasati karya Pramoedya Ananta Toer berdasarkan feminisme marxis. Fakta cerita yang terdiri atas tokoh dan penokohan, alur dan latar. Dengan tokoh utama Larasati juga beberapa tokoh pendukung lainnya. Alur maju yang disajikan menggambarkan bagaimana panasnya keadaan di jaman tersebut.
Moralitas Tokoh Utama Dalam Novel Tuhan Lindungi Mahkotaku Karya Arif YS: Kajian Sosiologi Sastra Nur, Sitti; Hudiyono, Yusak; Dahlan, Dahri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i1.6739

Abstract

Dalam novel Tuhan Lindungi Mahkotaku karya Arif Y.S, terkandung banyak pesan moral yang baik untuk diterapkan dalam bermasyarakat maupun individu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan novel Tuhan Lindungi Mahkotaku Karya Arif Y.S. menggunakan metode deskriptif mengacu pada teori moralitas email durkheim yang terdiri dari aspek disiplin, kelekatan dan otonom.Data diperoleh dengan membaca novel bersumber pada kutipan yang berisi amanat-amanat sebagai bahan penelitian.Hasil penelitian yang mengacu pada teori moralitas email durkheim ditinjau dari aspek disiplin ada keinginan Ulfa untuk mengajak Farid namun hal tersebut tidak dapat dilakukannya karena Ulfa merasa bahwa tindakan itu benar. Ulfa melawan dorongan hatinya yang bertolak belakang dengan keinginannya. Ditinjau dari unsur kelekatan, dapat dilihat bahwa Ulfa sangatlah ingin mengajak Farid untuk pergi, namun ia tidak melakukannya karna ia sangat menghargai aturan dalam masyarakatnya. Ditinjau dari unsur otonomi, dapat dilihat bahwa Ulfa memutuskan untuk bekerja di luar negeri, untuk menjaga perasaan Fandi karna telah menolaknya. Pembaca dapat mengambil pesan tentang bagaimana cara bersikap baik, menjujung tinggi rasa cinta dalam keluarga dan masyarakat serta memiliki keyakinan atas diri sendiri dan menjaga kehormatan diri baik di hadapan Allah maupun manusia.
MAKNA PEKATOQ DALAM TRADISI UMAN JENAI SUKU DAYAK KENYAH LEPO’ TAU DESA NAWANG BARU KECAMATAN KAYAN HULU KABUPATEN MALINAU (KAJIAN FOLKLOR) James, Ernny; Mursalim, Mursalim; Dahlan, Dahri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 5, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i2.3952

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimana makna pekatoq dalam tradisi uman jenai Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau? (2) Bagaimana fungsi pekatoq dalam Tradisi uman jenai suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau?. Tujuan penelitian adalah (1) mendeksripsikan makna pekatoq dalam tradisi uman jenai Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau, (2) mendeksripsikan fungsi pekatoq dalam Tradisi uman jenai suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan  dalam penelitian ini adalah kalimat hasil transkripsi dari wawancara dan rekaman terhadap narasumber dalam upacara uman jenai suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau. Sedangkan sumber data dalam penelitian ini yaitu informan yang mengetahui atau mengerti betul tentang pekatoq dalam tradisi Uman Jenai. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini meliputi: observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yakni transkripsi, transliterasi, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis makna dan fungsi pekatoq dalam tradisi Uman Jenai Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau adalah sebelum adanya tradisi Uman Jenai orang Dayak tidak tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik, sehingga orang-orang dulu sering berkelahi mengambil hak orang lain bahkan sering membunuh satu sama lain. Hal itu terjadi karena tidak adanya aturan ataupun kepercayaan yang mengikat mereka. Sehingga diadakanlah tradisi Uman Jenai dimana semua aturan-aturan hidup bermasyarakat di buat oleh para leluhur pada saat itu dan aturan tersebut masih berlaku hingga sekarang bagi masyarakat suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau. Adapun fungsi dari Pekatoq terdiri atas empat, di antaranya: Sebagai sistem proyeksi, sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga kebudayaan, fungsi pendidikan, dan pengawas norma di dalam masyarakat.
RELIGIUSITAS DALAM CERITA RAKYAT PUAN SIPANAIK Maulidianto, Herianda; Rokhmansyah, Alfian; Dahlan, Dahri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 5, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i1.3141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Fakta cerita dan Nilai Religiusitas tokoh utama dalam Cerita rakyat Puan Sipanaik karya Saafruddin Istur. Cerita Rakyat Puan Sipanaik dipilih karena cerita ini memiliki tokoh utama dengan sifat yang kompleks sehingga penulis tertarik untuk menelitinya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan Teori structural Robert Stanton dan Religiusitas Y.B Mangunwidjaja Sumber data dalam penelitian ini adalah Cerita rakyat Puan Sipanaik karya Safruddin Istur dalam bukunya BANGBAL. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) atau disebut dengan analisis isi (content analisys), yaitu langsung mengadakan pengamatan dan mecari identitas serta gambaran tokoh dan penokohan. Teknik analisis data menggunakan analisis mengalir, yaitu terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan: (1) pada tokoh utama (Bapak Tua) ditemukan memiliki sifat, yakni berjiwa besar, bijaksana, dermawan, suka menolong, berjiwa ikhlas, pekerja keras; (2) Nilai religius yang ada pada cerita rakyat Puan Sipanaik adalah Hubungan religius dengan Tuhan yang mana Tokoh utama menonjolkan sifat religiusitasnya dengan tokoh pendukung yang ada dalam cerita. Nilai religius dengan sesama manusia adalah dengan adanya tolong-menolong antar sesama manusia pada cerita rakyat Puan Sipanaik. Nilai religius dengan alam adalah dengan memanfaatkan hasil alam yang telah diberika Tuhan yang Maha Esa.
CITRAAN DALAM KUMPULAN CERPEN YANG BERTAHAN DAN BINASA PERLAHAN KARYA OKKY MADASARI: KAJIAN STILISTIKA Amdah, Amdah; Dahlan, Dahri; Wahyuni, Ian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.6223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk citraan dan fungsi citraan yang terdapat dalam kumpulan cerpen Yang Bertahan dan Binasa Perlahan karya Okky Madasari. Penelitian ini menarik karena dalam kumpulan cerpen ini terdapat citraan dan fungsi citraan yang beragam. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah beberapa judul cerpen yang terdapat dalam kumpulan cerpen Yang Bertahan dan Binasa Perlahan karya Okky Madasari. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Teknik analisis data menggunakan metode agih. Langkah-langkah analisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa bentuk citraan yang terdapat dalam kumpulan cerpen Yang Bertahan dan Binasa Perlahan karya Okky Madasari terdiri dari citraan penglihatan, citraan pendengaran, citraan gerakan, citraan rabaan, dan citraan penciuman. Selain itu, ditemukan citraan lain di luar teori yang digunakan yaitu citraan intelektual. Citraan yang paling dominan dalam penelitian ini yaitu citraan gerak, dan citraan yang jarang ditemukan ialah citraan penciuman. Fungsi citraan yang terdapat dalam kumpulan cerpen Yang Bertahan dan Binasa Perlahan karya Okky Madasari terdiri dari memperjelas gambaran, menghidupkan gambaran dalam pikiran dan penginderaan, membangkitkan suasana khusus, dan membangkitkan intelektualitas pembaca. Pemakaian diksi/pilihan kata yang terdapat dalam buku kumpulan cerpen Yang Bertahan dan Binasa Perlahan karya Okky Madasari meliputi kata denotasi, kata sapaan, kata konkret, dan kata vulgar. Selain itu, terdapat nilai moral yang dapat diterapkan dalam masyarakat, yaitu moral kemanusiaan, moral pergaulan, dan moral keagamaan.