Claim Missing Document
Check
Articles

Eksistensi Tokoh Dalam Naskah Drama "RT NOL RW NOL" Karya Iwan Simatupang (Kajian Eksistensialisme Albert Camus) Fitrahman, Muhammad Andi; Dahlan, Dahri; Kiftiawati, Kiftiawati
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i4.6391

Abstract

Naskah drama “RT NOL RW NOL” karya Iwan Simatupang berisi tentang perjuangan sekelompok manusia melepas statusnya sebagai tunawisma dan memberi makna dalam hidup masing-masing. Tujuan penelitian ini ialah mengkaji karakteristik dimensional dan eksistensi tokoh dalam naskah drama tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dan sumber data penelitian ini adalah dialog (hauptext) dan teks samping (nabentext) dalam naskah drama “RT NOL RW NOL” karya Iwan Simatupang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan tulis. Teknik analisis data menggunakan teori karakteristik dimensional dan teori eksistensialisme Albert Camus. Hasil dari penelitian ini: (1) karakteristik dimensional tokoh terbentuk dari faktor internal dan eksternal. Kedua faktor tersebut dapat dilihat dari dimensi fisiologis dan sosiologis tokoh. Karakteristik dimensional tokoh menunjukkan gambaran jenis tunawisma. Tokoh kakek dan si pincang sebagai tunawisma yang lemah dan bekerja sebagai pengemis. Tokoh Ani, Ina, dan Bopeng sebagai tunawisma yang menghalalkan keburukan sebagai pekerjaan. Tokoh Ati sebagai gambaran seseorang yang akan menjadi tunawisma; (2) eksistensi tokoh dikategorikan menjadi dua: pemenang dan pecundang. Tokoh kakek, si pincang, Ina, Bopeng, dan Ati sebagai pemenang karena berhasil melawan penderitaan masing-masing. Tokoh Ani sebagai pecundang karena melakukan bunuh diri secara filsafat dalam menghadapi penderitaannya. Berdasarkan analisis naskah drama “RT NOL RW NOL” karya Iwan Simatupang, naskah drama tersebut memiliki relevansi dengan kehidupan abad ke-21 ini. Naskah drama “RT NOL RW NOL” karya Iwan Simatupang secara tekstual merupakan naskah drama konvensional sedangkan secara konseptual menggunakan gagasan absurd.
METAFORA DALAM KUMPULAN CERPEN KENANG-KENANGAN SEORANG WANITA PEMALU KARYA W.S. RENDRA Allobua', Wanti; Dahlan, Dahri; Wahyuni, Ian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i2.6708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi metafora yang terdapat dalam kumpulan cerpen Kenang-kenangan Seorang Wanita Pemalu karya W.S. Rendra. Kumpulan Cerpen tersebut memuat banyak penggunaan gaya bahasa terutama metafora. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah kata, frasa, klausa, dan kalimat yang teridentifikasi sebagai bentuk metafora. Sumber data penelitian ini adalah buku kumpulan cerpen Kenang-kenangan Seorang Wanita Pemalu karya W.S. Rendra. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan metode agih dan langkah menganalisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil dari penelitian dalam kumpulan cerpen Kenang-kenangan Seorang Wanita Pemalu karya W.S. Rendra ditemukan bentuk metafora antropomorfik,  kehewanan, pengabstrakan, dan sinestetis, serta makna yang dikandung dalam setiap bentuk metafora, yakni makna leksikal dan gramatikal. Hasil analisis menunjukkan Rendra lebih banyak memilih bentuk metafora antropomorfik, yaitu menghidupkan sesuatu yang tidak bernyawa dengan cara membandingkan tubuh, sifat, maupun kebiasaan manusia ditransfer ke sesuatu yang tidak bernyawa, sehingga bernilai estetis dan pendeskripsian suasana lebih indah dan kreatif. Fungsi Metafora ditemukan fungsi informasi, fungsi ekspresif, dan fungsi direktif. Fungsi informasi lebih banyak digunakan untuk menyampaikan informasi yang mengandung ide, keyakinan, kekhawatiran dan kemarahan. Selain penggunaan bentuk metafora, ditemukan juga beberapa data yang berhubungan dengan penggunaan gaya bahasa lainnya, seperti simile dan hiperbola.
ANALISIS TUTURAN TRADISI UPACARA LADUNG BIO’ SUKU DAYAK KENYAH LEPO’ TAU DI DESA NAWANG BARU KECAMATAN KAYAN HULU KABUPATEN MALINAU: KAJIAN FOLKLOR Daud, Wennita; Arifin, Syaiful; Dahlan, Dahri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 2, No 2 (2018): Edisi April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.197 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v2i2.1047

Abstract

ABSTRAK Penulis tertarik mengajikan Tuturan Tradisi Upacara Ladung Bio’ Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau karena Upacara Ladung Bio’ adalah upcara Adat Dayak Kenyah yang sangat penting. Tuturan Tradisi Upacara Ladung Bio’  Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau adalah tuturan yang wajib dilakukan oleh Dayak Kenyah Lepo’ Tau pada saat upacara Ladung Bio’. Jenis penelitian ini mengunakan deskriptif dan kualitatif, yang dimana peneliti berusaha mengambarkan dan menjelaskan tentang Tuturan Tradisi Upacara Ladung Bio’ Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau. Tuturan Tradisi Upacara Ladung Bio’ Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau mengunakan sumber data penelitian adalah Narasumber atas nama Lutang Imang. Teknik pengumpulan data mengunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data mengunakan Reduksi data, Teknik transkripsi, Penyajian data dan Penarik simpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Analisis Tuturan Tradisi Upacara Ladung Bio’ Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau di Desa Nawang Baru Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau:Kajian Folklor. Adalah Tuturan Tradisi yang ada sejak zaman dulu. Yakni pada saat peperangan antar suku. Tuturan Tradisi Upacara Ladung Bio’ ini hanya dimiliki oleh Dayak Kenyah Lepo’ Tau, yang dipandang sebagai sakral, karena didalam upacara Ladung Bio’ ini berbagi petua-petua fungsi melindungi masyarakat Dayak Kenyah Lepo’ Tau dari ancaman sakit penyakit dan dari serangan musuh (ngayau). Kata kunci : Analisis Tuturan Tradisi Upacara Ladung Bio’                                                               ABSTRACT The authors are interested in presenting the Tradition Ceremony of Ladung Bio’ 'Tribe Dayak Kenyah Lepo' Tau because Ladung Bio’ Ceremony is a very important Indigenous Dayak Kenyah. Tutorial Tradition of Ladung Bio’ Ceremony 'Dayak Tribe Kenyah Lepo' Tau is a must-do speech by Dayak KenyahLepo 'Tau at the ceremony of Ladung Bio’. This type of research uses descriptive and qualitative, which is where the researcher tried to describe and explain about the Tradition Tutorial Ladung Bio’ 'Tribe Dayak Kenyah  Lepo' Tau. Tutorial Tradition Ceremony Ladung Bio’ 'Dayak tribe Kenyah Lepo' Tau using the source of research data is a resource on behalf of Lutang Imang. Data collection techniques using observation methods, interviews, documentation. Data analysis techniques use data reduction, transcription technique, Data presentation and Conclusion puller. The result of the research shows that Analysis of Tradition Ladung Bio’ 'Tribe Dayak KenyahLepo' Tau in NawangBaru Village Kayan Hulu Sub-district Malinau District: Folklor Study. Is a Traditional Tutorial that existed since ancient times. That is during the war between tribes. This is only owned by Dayak Kenyah Lepo' Tau, which is seen as sacred, because in the Ladung Bio’ ceremony it shares the functions of protecting the Dayak Kenyah Lepo' Tau from the threat of illness and from enemy attack (ngayau). Keywords: Analysis of Tradition Tutorial Ladung Bio'
Variasi Bahasa Bugis di Kabupaten Kutai Timur Kajian Dialektologi Wati, Rahma; Dahlan, Dahri; Wahyuni, Ian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.7848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi fonologi dan leksikal di Desa Susuk Luar dan Desa Sungai Merah dengan menggunakan kajian dialektologi. Penggunaan bahasa Bugis dialek Pinrang yang digunakan pada Desa Susuk Luar dan Desa Sungai Merah terdapat variasi bahasa dalam aspek fonologi dan leksikal. Metode yang digunakan, yaitu deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data penelitian berupa bunyi dan kata dalam bahasa Bugis. Sumber data penelitian berupa hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap informan. Teknik pengumpulan data dengan metode cakap, simak, rekam, dan tulis. Teknik analisis data menggunakan metode padan intralingual dengan teknik hubung banding.Hasil penelitian menunjukan terdapat variasi fonologi pada aspek perubahan bunyi vokal, bunyi konsonan, dan bunyi vokal serta konsonan. Terdapat gejala bahasa, seperti penambahan bunyi: epentesis dan paragog, pengurangan bunyi: aferesis, penurunan bunyi, penaikan bunyi, penggantian atau bunyi, diftongisasi, dan monoftongisasi. Sedangkan untuk variasi leksikal ditemukan beberapa Keragaman leksikon, yaitu penyebutan binatang, arah, gerak dan kerja, dan kata bilangan. Namun, beberapa kata masih sesuai dengan standar atau protobahasa Bugis Bone yang menjadi acuan. Terdapat gejala bahasa, yaitu sinonimi atau persamaan makna dengan kata yang berbeda. dan kata bilangan. Namun, beberapa kata masih sesuai dengan standar atau protobahasa Bugis Bone yang menjadi acuan.Terdapat gejala bahasa, yaitu sinonimi atau persamaan makna dengan kata yang berbeda. dan kata bilangan. Namun, beberapa kata masih sesuai dengan standar atau protobahasa Bugis Bone yang menjadi acuan. Terdapat gejala bahasa, yaitu sinonimi atau persamaan makna dengan kata yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi fonologi dan leksikal di Desa Susuk Luar dan Desa Sungai Merah dengan menggunakan kajian dialektologi. Penggunaan bahasa Bugis dialek Pinrang yang digunakan pada Desa Susuk Luar dan Desa Sungai Merah terdapat variasi bahasa dalam aspek fonologi dan leksikal. Metode yang digunakan, yaitu deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data penelitian berupa bunyi dan kata dalam bahasa Bugis. Sumber data penelitian berupa hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap informan. Teknik pengumpulan data dengan metode cakap, simak, rekam, dan tulis. Teknik analisis data menggunakan metode padan intralingual dengan teknik hubung banding.Hasil penelitian menunjukan terdapat variasi fonologi pada aspek perubahan bunyi vokal, bunyi konsonan, dan bunyi vokal serta konsonan. Terdapat gejala bahasa, seperti penambahan bunyi: epentesis dan paragog, pengurangan bunyi: aferesis, penurunan bunyi, penaikan bunyi, penggantian atau bunyi, diftongisasi, dan monoftongisasi. Sedangkan untuk variasi leksikal ditemukan beberapa Keragaman leksikon, yaitu penyebutan binatang, arah, gerak dan kerja, dan kata bilangan. Namun, beberapa kata masih sesuai dengan standar atau protobahasa Bugis Bone yang menjadi acuan. Terdapat gejala bahasa, yaitu sinonimi atau persamaan makna dengan kata yang berbeda. dan kata bilangan. Namun, beberapa kata masih sesuai dengan standar atau protobahasa Bugis Bone yang menjadi acuan.Terdapat gejala bahasa, yaitu sinonimi atau persamaan makna dengan kata yang berbeda. dan kata bilangan. Namun, beberapa kata masih sesuai dengan standar atau protobahasa Bugis Bone yang menjadi acuan. Terdapat gejala bahasa, yaitu sinonimi atau persamaan makna dengan kata yang berbeda.  Kata kunci: variasi bahasa bugis, dialektologi, kutai timur
KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PRAHARA CINTA ALIA KARYA ARIF YS: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA Riyani, Ratih Widia; Hudiyono, Yusak; Dahlan, Dahri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 3, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.983 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v3i4.2265

Abstract

The purpose of this research to (1) describe the factual structure in the novel Prahara Cinta Alia by Arif YS and (2) describe the personality of the main character in the novel Prahara Cinta Alia by Arif YS. The research uses a qualitative approach with descriptive methods. The research has data in the form of words and quotes, while the data source in the research is the novel Prahara Cinta Alia by Arif YS. Data collection methods and techniques used in reading techniques and recorded techniques using instruments. The data analysis technique used in this study is data reduction, data presentation, and making conclusions. The results of this study refer to the structural elements of the novel which are intrinsic and extrinsic and the personality changes of the main characters in the novel Prahra Cinta Alia by Arif YS.
TRADISI SUNATAN ANAK PEREMPUAN SUKU MAKASSAR DI BALIKPAPAN: KAJIAN FOLKLOR Salami, Ananda Anugerah Budi; Arifin, Syaiful; Dahlan, Dahri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 3, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.433 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v3i1.1776

Abstract

ABSTRAK Tradisi sunatan anak perempuan suku Makassar merupakan tradisi sunat pada anak perempuan yang berada di masyarakat Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan. Tradisi sunatan anak perempuan suku Makassar ini masih dilakukan dengan baik tanpa meninggalkan maksud dan tujuan tradisi. Keberadaan tradisi tersebut tetap dilestarikan oleh masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan-tahapan tradisi sunatan anak perempuan yang ada di Balikpapan, untuk mengetahui nilai yang terkandung dalam tradisi sunatan anak perempuan suku Makassar di Balikpapan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu data yang dikumpulkan berupa kata-kata dan bukan angka. Objek penelitian yaitu ketua adat, orang tua, anak perempuan yang dikhitan, dukun khitan, dan masyarakat. Sumber data yang digunakan seperti, sumber data primer dan sekunder. Teknik analisis data menggunakan teknik kualitatif, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan kesimpulan pokok.  Bentuk tahapan dan nilai yang terkandung dalam tradisi sunatan anak perempuan suku Makassar di Balikpapan, memberikan saran-saran penelitian. Kata kunci: tradisi sunatan, nilai, folklor  ABSTRACT The circumcision tradition of the tribal girl of Makassar is a tradition of female circumcision in the community of Manggar Baru, Balikpapan East district, Balikpapan city. This tradition of Makassar tribal female circumcision is still done well without leaving behind the intent and purpose of the tradition. The existence of the tradition is still preserved by the local cummunity. This study aims to determine the stages of stages of the Makassar tribal female circumcision in Balikpapan, to find out the value contained in the tradition of Makassar tribal female circumcision in Balikpapan. This research is done by using descriptive method, that is data collected in the form of words and not numbers. the object research is the costomary leader, parents, girls who have been in circumcision, perpetrators circumcision, and society. data sources used such as primary and secondary data sources, while analysis techniques using qualitative technques, namely data collection, data reduction, presentation and conclusion. The forms of stages and values contained in the tradition of the Makassar tribal female circumcision at Balikpapan, provide suggestions for research advice. Keywords: sunatan tradition, value, folklore