Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM FILM SURAU DAN SILEK KARYA ARIEF MALINMUDO (KAJIAN PRAGMATIK) Putra, Ananda; Dahlan, Dahri; Wahyuni, Ian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.6127

Abstract

Film Surau dan Silek mempunyai bentuk ilokusi yang variatif, mengandung pesan, dan memiliki nilai-nilai tindak tutur untuk melaksanakan, menerapkan, atau mengedukasi nilai tersebut. Nilai-nilai yang dimaksud, yaitu agama, kekeluargaan, persahabatan, semangat juang, dan budaya pendidikan surau yang mulai jarang ditemui saat ini menjadi alasan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam film Surau dan Silek karya Arief Malinmudo, ditinjau dari kajian pragmatik khususnya tindak tutur ilokusi. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.  Adapun data penelitian berupa tuturan percakapan antartokoh dalam bentuk dialog, sumber data penelitian film Surau dan Silek karya Arief Malinmudo. Waktu penelitian yang digunakan dari bulan Oktober 2020 sampai April tahun 2021. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak, catat, transkripsi, dan terjemahan. Teknik analisis data menggunakan analisis padan ekstralingual. Temuan jenis dan fungsi tuturan dianalisis menggunakan teori tindak tutur ilokusi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan empat jenis tindak tutur ilokusi yang terdiri dari “asertif, direktif, ekspresif, dan komisif”. Sedangkan untuk fungsi ditemukan empat jenis ilokusi di antaranya terdiri dari “kompetitif, konvivial, kolaboratif, dan konfliktif”. Dalam hal ini pada “konvivial” fungsi memuji merupakan temuan baru, yaitu berusaha menyenangkan mitra tutur dengan memberikan pujian. Selain itu film Surau dan Silek juga memberikan pesan dan nilai-nilai kepada penonton tentang kiat anak-anak menemukan sebuah makna silat. Salat, Salawat, dan Silek yang merupakan tiga hal beriringan dan membentuk karakter dan kepribadian anak-anak Minang dalam belajar silat.
MAKNA LEKSIKAL DAN GRAMATIKAL LIRIK LAGU DALAM ALBUM MONOKROM KARYA TULUS Saftriani, Iin; Dahlan, Dahri; Wahyuni, Ian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i4.6490

Abstract

Lirik lagu memiliki beberapa konsep yang sering digunakan, yaitu menceritakan sesuatu atau membawa kesan pengalaman pengarang. Salah satu kumpulan lagu yang menarik baik dalam hal irama maupun lirik-liriknya adalah kumpulan lagu yang dibawakan oleh Tulus dalam album yang berjudul Monokrom. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk makna leksikal dan gramatikal yang terdapat pada lirik lagu dalam Album Monokrom karya Tulus dengan menggunakan kajian semantik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa, kata, frasa, dan klausa. Sumber data dalam penelitian ini adalah lirik lagu dalam album Monokrom karya Tulus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan metode padan intralingual. Hasil dari penelitian ditemukan bentuk makna leksikal yang terdiri dari, repetisi, sinonimi, dan antonimi. Bentuk leksikal yang dominan adalah repetisi. Repetisi yang ditemukan dalam lirik lagu album Monokrom ini umumnya tidak berubah arti atau pemaknaannya tetap sama. Selanjutnya sinonimi yang ditemukan dalam penelitian ini umumnya membentuk verba. Terakhir, antonimi yang ditemukan dalam penelitian ini umumnya membentuk nomina. Sedangkan, bentuk makna gramatikal yang ditemukan dalam lirik album Monokrom karya tulus terdiri dari, afiksasi, reduplikasi, dan komposisi. Bentuk gramatikal yang dominan adalah afiksasi. Afiksasi yang dominan ditemukan umumnya membentuk verba. Selanjutnya bentuk reduplikasi yang ditemukan dalam lirik lagu album Monokrom ini mayoritasnya membentuk pereduplikasian utuh yang dominan memiliki bentuk kata dasar nomina. Terakhir, komposisi yang terdapat dalam penelitian ini dominan berkategori nomina. Secara keseluruhan dari hasil analisis dalam lirik lagu album Monokrom karya Tulus memuat nilai kehidupan yang mencakup delapan nilai, (1) nilai cinta atau kasih sayang; (2) nilai kesetiaan; (3) nilai moral; (4) nilai prestasi; (5) nilai keberanian; (6) nilai kemandirian; (7) nilai kejujuran; (8) nilai kesenangan.
EKRANISASI NOVEL MASIH ADA KERETA YANG AKAN LEWAT KARYA MIRA W. KE FILM ARINI MASIH ADA KERETA YANG AKAN LEWAT KARYA ISMAIL BASBETH Melda, Rizka; Hudiyono, Yusak; Dahlan, Dahri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 5, No 3 (2021): Juli 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i3.4488

Abstract

This study focused on the form of ekranization, from the novel Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat by Mira. W, and film Arini Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat by Ismail Basbeth. The purpose of this study is to describe the form of ekranization (additions, changes, and shrinking) through a comparison of facts from the novel to the film. This research uses literature review study, with descriptive-qualitative method. The data of this research are words, phrases, and sentences that exist in the novel and film. The technique of collecting the data of this research namely reading, taking notes, describing the film into a script, translating the film script and clarify the data. The analytical technique used are data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. This research used comparative literature theory, story facts (plot, setting, and character), ekranization (additions, changes, and shrinking). The result of this research showed that the comparison between Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat novel by Mira. W and Arini Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat film by Ismail Basbeth have similar story and used mix plot. The difference occurred in the emergence of plot and new setting in the film. It is happen because of the compaction of the story in the film, all the information contained in the novel cannot be added into the film. The form of ekranization (changes) that happened in the Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat novel to the Arini Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat, tentd to be more additions to the film such as the emergence of new setting and plot in the film. This is happen because of the past setting did not much brought up and there also an element of adult story in this film. And did not rule out the possibility, that every processes of ekranization must undergo a change.
MORALITAS PADA CERITA RAKYAT BULUNGAN (PUTRI LEMLAI SURI) DAN PASER (PUTRI PETUNG) KAJIAN SASTRA BANDINGAN Lahung, Kornelia Fransiska; Dahlan, Dahri; Hanum, Irma Surayya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.7144

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui struktur faktual yang terdapat dalam ceritaPutri Lemlai Suri dan cerita Putri Petung (2) mengetahui nilai-moral yang terdapat dalamcerita Putri Lemlai Suri dan cerita Putri Petung (3) mengetahui perbandingan nilai moralyang terdapat dalam cerita Putri Lemlai Suri dan cerita Putri Petung. Jenis penelitian yangdigunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Data dalampenelitian ini berupa data tertulis: kata, kalimat, atau kutipan yang terdapat dalam keduacerita. Sumber data dalam penelitian ini adalah didapatkan dari buku kumpulan ceritarakyat daerah Kalimantan Timur yang ditulis oleh Moh. Noor (1980) dan buku kumpulancerita rakyat Paser dan Berau yang ditulis oleh Syahiddin (2013). Analisis data dilakukandengan membaca kedua cerita kemudian menganalisis perbandingan yaitu persamaan danperbedaan secara struktur faktual dan nilai moral pada cerita Putri Lemlai Suri dan ceritaPutri Petung. Hasil dalam penelitian yang ditemukan pada struktur faktual yaitu (1)penokohan yaitu (A) Kuwanyi, Istri, Jauwiru, Lemlai Suri, Seekor Anjing: cerita PutriLemlai Suri (B) Perana, Itak, Putri Petung, Seekor Kerbau: cerita Putri Petung (2) aluryang digunakan dalam cerita Putri Lemlai Suri dan cerita Putri Petung ialah alur maju (3)latar tempat dalam cerita Putri Lemlai Suri (Kabupaten Bulungan) dan cerita Putri Petung(Kabupaten Paser). yang ditemukan pada nilai moral yaitu (1) Moralitas hubunganmanusia dengan Tuhan. Dalam cerita rakyat Putri Lemlai Suri dan cerita rakyat PutriPetung yaitu bertanggung jawab, mengerjakan sesuatu dengan sepenuh hati, dan berbakti.(2) Moralitas hubungan manusia dengan masyarakat. Dalam cerita rakyat Putri LemlaiSuri dan cerita rakyat Putri Petung yaitu manusia akan mendapatkan apa yang sudahdilakukan. (3) Moralitas hubungan manusia dengan diri sendiri. Dalam cerita rakyat PutriLemlai Suri dan cerita rakyat Putri Petung yaitu saling menolong, tanpa pamrih, tidakserakahKata kunci: cerita rakyar, nilai moral, sastra bandingan
Cita-Cita Tokoh Utama Dalam Novel Sang Alkemis Karya Paulo Coelho Dan Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata Kajian Sastra Bandingan irwanto, Irwanto; Hudiyono, Yusak; Dahlan, Dahri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i1.6673

Abstract

Novel Sang Alkemis karya Paulo Coelho dan novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata berisi tentang perjuangan dalam mengapai cita-cita. Tujuan penelitian ini ialah mengkaji Cita-cita tokoh utama dalam novel Sang Alkemis karya Paulo Coelho dan Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata sastra bandingan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dan sumber data penelitian ini adalah novel Sang Alkemis karya Paulo Coelho dan Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan tulis. Teknik analisis data menggunakan teori cita-cita tokoh utama dan sastra bandingan. Hasil dari penelitian ini: (1) novel Sang Alkemis karya Paulo Coelho terdapat tokoh yang bernama Santiago yang bercita-cita ingin mendapatkan harta karun. Ternyata harta karun tersebut merupakan hatinya snediri. (2) novel Sang pemimpi karya Andrea Hirata terdapat tokoh Ikal yang bercita-cita ingin kuliah di Paris dengan berbagai perjuangan yang Ikal lakuakan dari Ikal dan sahabat-sahabat menjadi kuli sampai di bilang oleh gurunya anak yang nakal, kerena sering telat datang ke sekolah. Akan tetapi tidak membuat Ikal pasrah dengan segala macam teguran dan amarah yang di lontarkan kepada gurunya tersebut. Ikal pun berhasil mendapatkan beasiswa ful untuk kuliah di negara yang di cita-citakannya tersebut. 
ANALISIS STRUKTURALISME GENETIK NOVEL RINDU YANG MEMBAWAMU PULANG KARYA ARIO SASONGKO Chairunisa, Febby Fitria; Sulistyowati, Endang Dwi; Dahlan, Dahri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i2.5295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fakta kemanusiaan, subjek kolektif, dan pandangan dunia yang terdapat pada novel Rindu yang Membawamu Pulang. Novel yang terbit pada tahun 2015 ini menceritakan kisah Gun dan Ling ditengah diskriminasi yang dialami oleh kaum Tionghoa dengan berlatar belakang sekitar tahun 1920-an. Penelitian ini merupakan penelitian sosiologi sastra dengan menggunakan teori strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Rindu yang Membawamu Pulang karya Ario Sasongko. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan teknik dialektik yang merupakan bagian dalam strukturalisme genetik. Hasil dari penelitian ini adalah fakta kemanusiaan yang menunjukkan adanya kondisi sosial dan politik yang terjadi sekitar tahun 1920-an serta adanya fakta sosial yang memiliki peranan dan berhubungan dengan sejarah. Subjek kolektif digambarkan melalui kondisi sosial, ekonomi, maupun pendidikan. Subjek kolektif dalam novel Rindu yang Membawamu Pulang terjadi pada kaum Tionghoa yang digambarkan melalui tokoh Ling. Pandangan dunia digambarkan melalui diskriminasi yang terjadi pada kaum Tionghoa, dan upaya Ling sebagai bagian dalam memajukan bangsa Tionghoa.
STRUKTUR NARATIF SEYMOUR CHATMAN DALAM NOVEL AROMA KARSA KARYA DEE LESTARI Syakurah, Iqlima Syih; Dahlan, Dahri; Purwanti, Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i2.5325

Abstract

Skripsi ini berfokus pada analisis alur dan tokoh novel Aroma Karsa karya Dee Lestari. Tujuan penelitian yang sekaligus menjadi latar belakang penelitian ini yaitu, untuk mengetahui pemicu utama terjadinya rangkaian peristiwa yang menjadi cerita dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode dekriptif yang termasuk dalam dalam jenis penelitian kepustakaan. Data berupa kata, frasa dan klausa atau kalimat yang yang terdapat dalam novel Aroma Karsa karya Dee Lestari. Analisis data terdiri dari (1) reduksi data, (2) memberi deskripsi, (3) menarik simpulan, (4) pengabsahan (verifikasi). Hasli penelitian ini berupa deskripsi struktur naratif Seymout Chatman dalam novel Aroma Karsa karya Dee Lestari. Hasil penelitian memperlihatkan terjadinya peristiwa besar dalam novel Aroma Karsa karya Dee Lestari. Alur cerita yang tidak krusial (satelit) yang terdapat dalam novel Aroma Karsa cukup banyak. Tetapi, karena kesinambungan cerita maka terjadi peristiwa besar atau kernel. Tanpa satelit-satelit tersebut, alur tidak lebih menarik dan bisa membuat pembaca bingung. Dengan menemukan peristiwa pemicu utama rangkaian cerita, penelitian ini sekaligus memperlihatkan jalinan satelit dan kernel yang menjadi daya tarik novel Aroma Karsa karya Dee Lestari.
MEKANISME PERTAHANAN DIRI TOKOH-TOKOH DALAM NOVEL MAGIC HOUR KARYA TISSA TS DAN STANLEY MEULEN TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA Wulandari, Mei; Dahlan, Dahri; Purwanti, Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 5, No 3 (2021): Juli 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i3.4064

Abstract

Mekanisme pertahanan diri merupakan proses dorongan yang melindungi individu dari kecemasan dan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konflik yang dialami tokoh utama dalam novel Magic Hour karya Tissa TS dan Stanley Meulen dan mekanisme pertahanan diri tokoh dalam novel Magic Hour karya Tissa TS dan Stanley Meulen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian berupa frasa dan kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1)Konflik eksternal yang terjadi pada tokoh Raina, ialah ketika konflik Raina dengan Gwenny, dan Dimas. Konflik internal yang terjadi pada tokoh Raina ialah, ketika Raina mengalami konflik batin setelah mengetahui jika Toby menyukai dirinya, konflik batin Raina ketika Dimas mengatakan perasaanya di depan Gwenny dan orang tuanya, serta konflik batin Raina ketika Gwenny kecewa karena telah mengetahui jika Dimas menyukai dirinya. (2)mekanisme pertahanan diri yaitu represi, sublismasi, proyeksi, pengalihan, regresi, agresi/apatis dan Fantasi. Tindakan represi yang dilakukan oleh tokoh Raina, Gwenny, Dimas, dan Toby ialah tindakan diam , ketakutan dan berbohong, tindakan sublismasi yang dilakukanToby ialah ketika ia tidak bisa menyampaikan perasaanya secara langsung, sehingga ia melakukan pengalihan dengan cara membuat lagu untuk Raina, tindakan proyeksi yang dilakukan Raina dan Gwenny ialah marah dan menggeretak, tindakan pengalihan yang terjadi pada tokoh Gweeny dan Raina ialah mencari sasaran untuk meluapakan amarah, tindakan regresi terjadi pada tokoh Gwenny ialah manja seperti anak kecil, tindakan agresi/apatis yang dilakukan tokoh Gwenny ialah egois dan tidak peduli dengan orang lain. Tindakan yang terakhir ialah fantasi, tindakan yang dilakukan Raina ialah bekhayal.
ANALISIS WACANA “AKAR PELECEHAN SEKSUAL” PADA MEDIA UMAT NEWS EDISI 236 TEORI TEUN A. VAN DIJK Jumiati, Nur; Dahlan, Dahri; Purwanti, Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.6188

Abstract

Media massa cetak surat kabar memiliki peran penting dalam pemberitaan karena dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif. Termasuk Media Umat News yang memuat wacana kritik RUU PKS. Wacana kritik itu mendapatkan perhatian karena menggunakan sudut pandang yang berbeda dengan media lainnya. Berdasarkan perbedaan tersebut sebagai latar belakang pemilihan objek penelitian. Objek akan dianalisis menggunakan analisis wacana struktur teks Teun A. Van Dijk. Penelitian berfokus pada penguraian struktur teks yang terdiri dari struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Tujuan penelitian yaitu mengungkap informasi yang terdapat dalam dimensi struktur teks wacana Akar Pelecehan Seksual.Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yakni diuraikan secara deskriptif berupa kata-kata. Data penelitian yaitu wacana Akar Pelecehan Seksual dan sumber data penelitian adalah Media Umat News Edisi 236. Pengumpulan data menggunakan teknik simak bebas libat cakap, melalui teknik baca dan teknik catat. Analisis data pada struktur makro digunakan metode analisis tematik. Pada superstruktur dan struktur mikro menggunakan metode padan ekstralingual. Teknik penyajian data hasil penelitian diuraikan secara deskriptif dan dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar, yaitu pendeskripsian struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro.Berdasarkan hasil penelitian, struktur makro yang terdapat dalam wacana Akar Pelecehan Seksual adalah perluasan kejahatan seksual bisa melalui RUU PKS. Makna umum yang dimunculkan tersebut untuk membentuk kesadaran sosial yakni mempengaruhi penafsiran pembaca dalam memandang RUU PKS secara negatif. Adapun superstruktur disusun berdasarkan kepentingan untuk mendukung struktur makro. Penyusunan tersebut bertujuan untuk mempertegas tema, strateginya dengan mengurutkan proses jalannya peristiwa menjadi tiga episode secara lengkap mulai dari fakta, sejarah, dan solusi. Sedangkan struktur mikro lebih ditekankan pada aspek sintaksis, untuk menampilkan pesan secara terang dan jelas. Secara keseluruhan penyusunan setiap struktur merupakan suatu strategi untuk mendukung informasi yang ingin disampaikan dalam wacana Akar Pelecehan Seksual.
PERWATAKAN DAN NILAI MORAL TOKOH UTAMA NOVEL LASKAR PELANGI DAN NOVEL MIMPI ANAK PULAU: KAJIAN SASTRA BANDINGAN Misno, Misno; Mursalim, Mursalim; Dahlan, Dahri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i2.5836

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan perwatakan dan nilai moral tokoh utama pada novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dan novel Mimpi Anak Pulau karya Abidah El Khalieqy. Perwatakan dari setiap tokoh utama terdiri atas sifat peduli, baik hati, terampil, pantang menyerah, pintar, temperamen, setia kawan, jujur, pengaggum, penyabar dan percaya diri. Pada nilai moral menurut teori Emile Dhurkem   terbia atas disiplin, kelekatan, dan otonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif komperatif yakni mendeskripsikan perwatakan dan nilai moral tokoh utama novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dan novel Mimpi Anak Pulau karya Abidah El Khalieqy, yang dilanjutkan derngan membandingkan perwatakan dan nilai moral dari masing-masing tokoh. Data diperoleh dengan membaca novel Laskar Pelangi dan novel Mimpi Anak Pulau yang berupa kutipan kata-kata yang memiliki kaitan dengan perwatakan dan nilai moral pada tokoh utama. Hasil penelitian ini mendeskripsikan perbandingan perwatakkan dan nilai moral dari kedua tokoh utama dalam ke dua novel, yang terletak pada persamaan dan perbedaan. Persamaan perwatakan dari kedua tokoh terletak pada sifat peduli sesama, baik hati, terampil, pintar, dan pantang menyerah. Sedangkan perbedaan perwatakan dari kedua tokoh utama terletak pada sifat temperamen, pemerhati, setia kawan, jujur, pengaggum, penyabar, dan percaya diri. Sedangkan untuk nilai moral dari kedua  tokoh utama hanya terdapat persamaan sebagai berikut disiplin yaitu dapat membedakan anatar kepentingan untuk dirinya sendiri dengan kepentingan bersama, kelekatan yaitu saling memahami antara sesama dan selalu menyertakan orang lain dalam memutuskan sesuatu, otonom yaitu saling membantu, dapat menahan hawa nafsu dan saling mengingatkan. Perbedaan dari ke tiga aspek nilai moral tersebut di dalam kedua novel pada kedua tokoh utama tidak ditemukanya perbedaan. Kata kunci: nilai moral, novel, perwatakan, tokoh utama ABSTRACTThis research aims to describe the character and moral values of the main characters in the novel Laskar Pelangi by Andrea Hirata and the novel Mimpi Anak Pulau by Abidah El Khalieqy. The character of each main character consists of caring, kind, skilled, unyielding, smart, temperament, loyal friends, honest, admiring, patient and confident. On moral values according to the theory of Emile Dhurkem terbia on discipline, attachment, and autonomy. The method used in this research is a comparative descriptive method that describes the character and moral values of the main characters of the novel Laskar Pelangi by Andrea Hirata and the novel Mimpi Anak Pulau by Abidah El Khalieqy. Which is continued by comparing the character and moral values of each figure. Data were obtained by reading the novel Laskar Pelangi and the novel Mimpi Anak Pulau in the form of quotations of words that have to do with the character and moral values of the main characters. The results of this study describe the comparison of the character and moral values of the two main characters in the two novels, which lie in the similarities and differences. The similarity of the character of the two characters lies in the nature of caring for each other, kind -hearted, skilled, smart, and unyielding. While the difference in character of the two main characters lies in the nature of temperament, observer, loyal friend, honest, admirer, patient, and confident. As for the moral values of the two main characters there are only similarities as follows discipline that can distinguish between interests for themselves with common interests, attachment that is mutual understanding between each other and always include others in deciding something, autonomy that is mutual help, can restrain lust and remind each other. The differences from the three aspects of moral values in the two novels in the two main characters are not found differences.Keyword: moral values, novel, characterization, comparative literature, main characters