Claim Missing Document
Check
Articles

Kepribadian tokoh utama dalam novel Ratih tanpa Smartphone karya Syafruddin Pernyata: Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud Lainah, Arhani; Dahlan, Dahri; Hanum, Irma Surayya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 8, No 2 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v8i2.7763

Abstract

Penelitian dengan judul “Kepribadian tokoh utama dalam novel Ratih tanpa Smartphone karya Syafruddin Pernyata: Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepribadian tokoh utama dalam novel Ratih tanpa Smartphone karya Syafruddin Pernyata dengan fakta cerita sebagai landasan untuk menganalisis id, ego, superego dalam psikoanalisis Sigmund Freud. Teori yang digunakan dalam memecahkan permasalahan penelitian ini menggunakan teori fakta cerita Robert Stanton dan teori kepribadian Sigmund Freud.Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian adalah teks berupa kutipan kalimat yang bersumber pada novel Ratih Tanpa Smartphone karya Syafruddin Pernyata. Teknik pengumpulan data menggunakan metode baca dan catat. Teknik analisis data menggunakan metode hermeneutika dengan langkah analisis melalui reduksi data, penyajian data dan menarik simpulan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa melalui fakta cerita dalam novel, terdapat alur maju yang menggambarkan kepribadian tokoh utama dengan tokoh-tokoh lainnya yang mendukung jalannya cerita. Kepribadian tokoh yang digambarkan juga dilatarbelakangi oleh waktu, tempat, dan latar sosial budaya. Adapun hasil analisis struktur kepribadian menurut Sigmund Freud pada tokoh utama bernama Ratih mendeskripsikan bentuk id atau keinginan Ratih sangat besar di antaranya keinginan tetap bekerja, bisa menyelam, menjadi pengusaha pariwisata, membangun hotel bintang dua, tidak ingin memiliki smartphone, menghubungi pujaan hatinya, dan menikah namun keseluruhan id tersebut tidak semua direalisasikan oleh ego karena dapat dikendalikan superego. Di antara ketiga struktur kepribadian tersebut, aspek superego yang lebih mendominasi diri Ratih. Superego mampu menunda pemuasan keseluruhan aspek id dengan realitas menjadi pencapaian pemuasan id secara moralitas.Kata Kunci: novel Ratih tanpa Smartphone, kepribadian tokoh utama, psikoanalisis Sigmund Freud
GAYA BAHASA DAN MAKNA SLOGAN COVID-19 PADA AKUN INSTAGRAM @SATGASCOVID19.ID DAN @PANDEMICTALKS (KAJIAN SEMANTIK) Sari, Meike Apriana; Dahlan, Dahri; Purwanti, Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 8, No 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v8i4.9358

Abstract

Gaya bahasa merupakan pemanfaatan kekayaan bahasa yang memberikan nilai estetik dalam menuliskan sebuah informasi, karena itu penggunaan gaya bahasa berperan penting dalam menulis slogan Covid-19 pada akun Instagram @pandemictalks dan @satgascovid19.id agar memberikan efek tertentu ketika dipelajari. Slogan penulis juga tidak terlepas dari maksud yang ingin disampaikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kepustakaan. Pendekatan pada penelitian adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kata, frase dan kalimat yang terdapat dalam slogan Covid-19 pada akun Instagram @satgascovid19.id dan @pandemictalks. Sumber data dalam penelitian ini adalah Slogan Covid-19 pada akun Instagram @satgascovid19.id dan @pandemictalks.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan teknik catat. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori semantik. Hasil dari penelitian ini, terdapat bentuk gaya bahasa yang terdiri dari empat bentuk gaya bahasa hiperbola, tiga gaya bahasa repitisi, dua gaya bahasa pleonasme, empat gaya bahasa asonansi, tiga gaya bahasa paradoks, tiga gaya bahasa eufemismus, satu gaya bahasa apofasis dan aliterasi yang terdapat pada akun Instagram @satgascovid19.id dan @pandemictalks. Kata Kunci: gaya bahasa, instagram, makna, slogan
EKSPLOITASI HUTAN DALAM KUMPULAN PUISI ANAK “POHON-POHON RAKSASA DI RIMBA NUSANTARA” KARYA KORRIE LAYUN RAMPAN Hanum, Irma Surayya; Dahlan, Dahri; Liana, Riska Mey
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 8, No 1 (2022): CaLLs, June 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v8i1.8027

Abstract

Penelitian ini menganalisis puisi-puisi terpilih dalam buku kumpulan puisi Anak “Pohon-Pohon Raksasa di Rimba Nusantara” Karya Korrie Layun Rampan berfokus bahwa terdapat indikasi pohon-pohon yang menjadi topik dalam kumpulan puisi tersebut dicitrakan sebagai objek, misalnya kayu ulin yang bisa dijadikan bahan bangunan dan sebagainya. Hal-hal seperti itu berulang di puisi-puisi yang lain, sehingga penelitian ini sangat penting dilakukan. Terdapat hipotesis bahwa penyair berpotensi mengajarkan tindakan eksploitasi terhadap pohon kepada anak-anak  melalui kumpulan puisi anak.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data, dalam penelitian ini berupa teks kata, kalimat, dan sumber data berupa 3 (tiga) puisi yang berjudul “Meranti Bunga”, “Manggeris”, dan “Ulin”. Tiga puisi tersebut dianalisis dengan menggunakan teori puisi, diksi, citra, dan sastra anak.Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa objek yang menjadi topik dari ketiga puisi tertebut adalah representasi dari hutan. Bahkan bisa disebut pohon sebagai representasi alam. Sehingga menyebut nama pohon tertentu seperti meranti bunga, manggeris, dan ulin, hanyalah sebuah simbol untuk membicarakan situasi dan kondisi bagaimana eksploitasi hutan telah terjadi di alam hutan hujan tropis Kalimantan Timur. 
PENGALAMAN SUBJEK DALAM CERPEN-CERPEN ANAK BOBO (RELEVANSI PANDANGAN JOHN DEWEY TERHADAP MULTIKULTURALISME DUNIA ANAK) Dahlan, Dahri; Valiantien, Nita Maya; Yohana, Saferi
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Special Edition: Sesanti (Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni) 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v0i0.13136

Abstract

Penelitian ini berfokus ke lima cerpen anak yang diperoleh dari majalah anak-anak versi daring Bobo. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana relevansi pandangan John Dewey terhadap multikulturalisme dalam dunia anak dalam cerpen-cerpen anak Bobo? Analisis terhadap cerpen-cerpen akan menggunakan teori John Dewey tentang pengalaman subjek terdidik, yang akan dikoneksikan dengan isu multikulturalisme. John Dewey adalah pemikir pragmatis yang mempercayai pengalaman sebagai cara terbaik untuk membuat subjek terdidik memperoleh pengetahuan. Hasil penelitian ini memperlihatkan tokoh-tokoh sebagai subjek dalam cerita yang mengalami konflik akibat perbedaan dengan subjek lain. Perbedaan tersebut terkait dengan banyak hal, di antaranya pandangan subjek, latar belakang budaya subjek dan cara subjek memandang lingkungan, dan sebagainya. Pada akhirnya tokoh-tokoh dalam cerpen mengatasi konflik mereka setelah bertemu dengan tokoh atau subjek lain dengan segala macam keberagamannya. Kelima cerpen tersebut memperlihatkan fenomena multikulturalisme yang beragam. Penelitian ini sekaligus menegaskan bahwa pandangan John Dewey terkait pengalaman subjek masih relevan dalam konteks nilai pendidikan dalam karya sastra, khususnya sastra anak.
FENOMENA ‘BLACK SWAN’ DALAM KISAH ADA APA DENGAN CINTA? Dahlan, Dahri
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 2, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.265 KB) | DOI: 10.30872/calls.v2i1.702

Abstract

This paper analyzed the ‘black swan’ phenomenon in the story “Ada Apa dengan Cinta?” ‘Black swan’ phenomenon is an event with a content structure that has three characteristics: (1) it is different from the others and unpredictable, (2) it has major effect, and (3) after the event happened, it finally becomes explainable and predictable. The analysis of the phenomenon in the story was conducted using structuralism approach that covers the theory of plot and character. Both theories are used since plot makes the story flows and characters play the plot. As the result of the analysis, it was found that the never-predicted events, which caused major effect to the character Cinta, were in fact explainable and predictable.Keywords: Black swan phenomenon, major effect, structuralism, plot, character.
Pandangan Dunia Tragis dalam Legenda Wadu Ntanda Rahi Suku Bima di Kota Bima Nusa Tenggara Barat Wibowo, Ari; Rokhmansyah, Alfian; Dahlan, Dahri
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.54 KB) | DOI: 10.30872/diglosia.v4i3.283

Abstract

This study aims to describe the tragic worldview in the legend of Wadu Ntanda Rahi. This research is field research. The data of this research is the legend of Wadu Ntanda Rahi, the version of the people who live in the coastal part of Bima. The informants are the Bima Tribe, who was born, settled, and have lived in Bima City and know the legend of Wadu Ntanda Rahi. This study's data collection techniques were interviews and documentation using oral literature documentation forms, transcription, and translation. According to Goldmann, data analysis was carried out using a tragic world analysis model on the legend of Wadu Ntanda Rahi. The results show that in the legend of Wadu Ntanda Rahi, there is a tragic fate experienced by the two main characters in the story, namely La Nggusu (husband) and La Nggini (wife). La Nggusu suffered a tragic fate because he migrated who never returned to his hometown. La Nggusu's departure as a husband made La Nggini's life be lived alone. La Nggini often gets tragic things in her life. Her husband's departure was the beginning of La Nggini's tragedy, followed by the death of her closest family, which made her even more alone, until in the end, she hoped to become immortal, namely to become a stone. La Nggini's suffering is the result of the absence of God, the silent world, and the result of tragic human traits that demand the impossible.
Mistik Dalam Novel Peter Karya Risa Saraswati Ayuningtias, Novia Violina; Dahlan, Dahri; Yusriansyah, Eka
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 2 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i2.17675

Abstract

Cerita fantastik merupakan cerita yang menyajikan pemunculan secara tibatiba suatu peristiwa supranatural dalam dunia nyata. Salah satu representasi terhadap cerita fantastik adalah novel Peter karya Risa Saraswati. Penelitian ini menganalisis mistik yang berfokus pada hubungan tokoh utama dengan pengarangnya dalam novel Peter karya Risa Saraswati. Adapun tujuan dalam penelitian ini ialah mendeskripsikan fakta cerita dalam novel Peter karya Risa Saraswati; mendeskripsikan bentuk mistik yang terdapat dalam novel Peter karya Risa Saraswati. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan data yang berupa kata, frasa, dan kalimat yang terdapat dalam novel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah teknik baca dan catat, kemudian teknik analisis yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Penelitian ini membahas fakta cerita yang terdiri dari tokoh dan penokohan, alur dan pengaluran, dan latar. Lalu membahas aspek kefantastikan dan sturktur cerita fantastik. Kemudian membahas mistik, yang meliputi hal gaib yang diyakini, subsistem agama, bentuk kepercayaan kepada satu Tuhan, sebab akibat yang tidak rasional, mitos, dan pengetahuan tentang Tuhan melalui meditasi.Hasil dari penelitian ini pada fakta cerita menunjukkan bahwa alur dalam novel Peter karya Risa Saraswati merupakan alur kombinasi (progresif-prospektif). Kemudian latar yang terdiri dari latar tempat, latar waktu, dan latar sosial. Latar sosial dalam novel Peter dibahas berdasarkan tokoh utama dalam cerita. Lalu aspek kefantastikan merujuk pada Djokosujatno (2005) yang terdiri dari tokoh, ruang, dan waktu. Sementara itu, struktur cerita fantastik terdiri dari ambition (keinginan), avertissement (peringatan), transgression (pelanggaran), dan malediction (kutukan/hukuman). Kemudian hasil dari penelitian pada pembahasan mistik yang berfokus pada tokoh utama dengan pengarangnya berdasarkan beberapa aspek. Aspek mistik hal gaib yang diyakini pengarang menimbulkan sebab akibat yang tidak rasional terhadap kepribadian pengarang dan adanya mitos yang diyakini oleh pengarang sehingga pengarang melakukan mediasi guna mengetahui kehidupan masa lalu dari tokoh utama.
Gaya Bahasa Sindiran dalam Tayangan Lapor Pak pada Akun Facebook Arisan Polisi: Kajian Stilistika Angelia, Novia; Purwanti, Purwanti; Dahlan, Dahri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i3.19506

Abstract

Lapor Pak merupakan program televisi yang mengusung tema humor dengan berisikan isu-isu terkini. Pada tayangan Lapor Pak banyak ditemukan penggunaan gaya bahasa sindiran yang dilontarkan oleh para pemain dengan tujuan untuk menyindir kebijakan pemerintah, memberikal kritik social secara halus namun tetap menghibur. Adapun tujuan penelitian ini yaitu (1) Mendeskripsikan bentuk dan makna gaya bahasa sindiran dalam tayangan Lapor Pak pada akun Facebook Arisan Polisi, (2) Mendeskripsikan fungsi gaya bahasa sindiran dalam tayangan Lapor Pak pada akun Facebook Arisan Polisi. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan pada program acara Lapor Pak. Sumber data dalam penelitian ini yaitu akun Facebook Arisan Polisi. Pengumpulan data menggunakan metode simak bebas libat cakap (SBLC), dan teknik catat. Analisis data menggunakan metode padan referensial dengan teknik pilah unsur penentu. Teknik pilah yang digunakan daya pilah pembeda referensial, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bentuk gaya bahasa sindiran yaitu gaya bahasa sindiran ironi, sinisme, dan sarkasme dalam akun Facebook Arisan Polisi. Dari ketiga bentuk gaya bahasa sindiran tersebut yang lebih dominan adalah gaya bahasa sindiran ironi. Gaya bahasa sindiran tersebut kemudian dimaknai dengan teori konteks dan memiliki fungsi untuk meyakinkan atau memengaruhi penyimak atau pembaca, menciptakan perasaan tertentu pada penonton, dan memperkuat efek gagasan. Gaya bahasa sindiran yang terdapat dalam akun Facebook Arisan Polisi digunakan untuk menyampaikan keresahan pemain Lapor Pak berupa kritik terhadap masalah yang terjadi di Indonesia, terutama di instansi pemerintahan.
SOSIALISASI PROGRAM PEMAJUAN KEBUDAYAAN KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN OLEH FAKULTAS ILMU BUDAYA UNMUL DI LEKAQ KIDAU, SEBULU: Socialization of The Ministry of Education and Culture Program for the Advancement of Culture by The Faculty of Cultural Sciences Unmul in Lekaq Kidau, Sebulu Dahlan, Dahri; Max, Jonathan Irene Sartika Dewi; Setyowati, Ririn; Putra, Bayu Arsiadhi
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v1i1.34

Abstract

Abstract: Socialization of The Ministry of Education and Culture Program for the Advancement of Culture by The Faculty of Cultural Sciences Unmul in Lekaq Kidau, Sebulu is a Community Service program implemented in 2022. This program was implemented by the Faculty of Cultural Sciences through a team that has been appointed, in collaboration with the relevant village government. In general, the service was carried out for 3x24 hours, but for the socialization as intended, it was carried out for 2x60 minutes at the village traditional lamin. The socialization was expected to be able to develop the potential and awareness of residents, especially activists and village governments to make the best use of the government's program. Welcomed and released by the government of Lekaq Kidau Village, Sebulu Sub-district, Kutai Kartanegara District the program has been successfully completed. Keywords: advancement of culture; community service; cultural village; Lekaq Kidau; socialization. Abstrak: Sosialisasi Program Pemajuan Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Oleh Fakultas Ilmu Budaya Unmul di Lekaq Kidau, Sebulu adalah program Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan pada tahun 2022. Program ini dilaksanakan oleh Fakultas Ilmu Budaya melalui tim yang telah ditunjuk, bekerja sama dengan pemerintah desa terkait. Secara umum pengabdian dilaksanakan selama 3x24 jam, tetapi untuk sosialisasi sebagaimana yang dimaksud dilaksanakan selama 2x60 menit di lamin adat desa. Sosialisasi tersebut diharapkan dapat menumbuhkembangkan potensi dan kesadaran warga, terutama pegiat dan pemerintah desa untuk memanfaatkan program pemerintah tersebut dengan sebaik- baiknya. Disambut dan dilepas oleh pemerintah Desa Lekaq Kidau, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, program tersebut telah selesai dengan baik. Kata kunci: desa budaya; pemajuan kebudayaan; pengabdian masyarakat; sosialisasi; Lekaq Kidau.
Analisis Gaya Bahasa Cerpen Keluarga M dan Yorrick Karya Budi Darma Khair, Mujiburrahman; Dahlan, Dahri; Yusriansyah, Eka
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i3.7850

Abstract

Khair, Mujiburrahman. 2022. ANALISIS GAYA BAHASA CERPEN KELUARGA M DAN YORRICK KARYA BUDI DARMA. Skripsi.Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman.Manusia berkomunkasi menggunakan gaya bahasa agar mempermudah penyampaian baik secara lisan maupun tulis, Gaya bahasa melalui media tulis memiliki fungsi yang dapat mempengaruhi pembaca dan dapat membuat ketertarikan terhadap apa yang disampaikan pengarang. Objek Penelitian ini adalah dua cerpen karya Budi Darma yaitu cerpen “Keluarga M” dan “Yorrick”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa yang terkandung di dalam kedua cerpen tersebut dengan menggunakan teori gaya bahasa dari para ahli. Data yang diperoleh dengan cara studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa gaya bahasa yang sesuai dengan kerangka berpikir yang dituliskan 1. Gaya bahasa perbandingan terdiri atas Gaya bahasa Smile, Hiperbola, Personifikasi, dan Koreksio. 2. Gaya bahasa pertentangan terdiri atas Gaya bahasa Paradoks, Klimaks, Anti klimaks, Silpesis, Ironi, Sarkasme, Oksimoron, Inuendo, dan Sinisme. 3. Gaya bahasa Pertautan terdiri atas Gaya bahasa Eufemisme dan Eroteris atau Retoris. 4. Gaya bahasa Perulangan terdiri atas Gaya bahas Kiamus, adapun fungsi gaya bahasa dalam kedua cerpen menitikberatkan agar kalimat yang dibaca terkesan lebih indah dan menjadi penguat pesan untuk pembaca.Kata Kunci : Cerita pendek, Gaya Bahasa.