Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Formulation and Activity Test of Foot Spray from Sungkai Leaf Extract (PeronemacanescensJack) as an Antibacterial that Causes Foot Odor Perawati, Santi; Wulandari, Aprilia; Aryani, Silvi Febri; Andani, Hasma
Riset Informasi Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v12i2.815

Abstract

Background : Sungkai is one of the medicinal plants used by the Suku Anak Dalam Tribe in Jambi to treat infectious diseases. Sungkai leaves contain secondary metabolites including alkaloids, flavonoids, terpenoids, steroids and tannins. Tannins and terpenoids are metabolites that have potential as antifungal , antibacterial and antiviral so they can be used in the cosmetics and pharmaceutical industries. Some bacterial infections can cause foot odor which can reduce a person's self-confidence. The aim of this research was to test Sungkai leaf extract which was formulated in foot spray dosage form to treat bacteria that cause foot odor, namely Staphylococcus epidermidis and Pseudomonas aeruginosa . Method : This research begins with the extraction stage of Sungkai leaves using the maceration method using 96% ethanol, then the resulting extract is continued with phytochemical screening testing, formulating the foot spray, and testing the antibacterial activity of foot spray. Antibacterial testing using by disc diffusion method, preparation of foot spray formulation using several series concentrations of Sungkai leaf extract there are 15% (F1), 20% (F2), and 25% (F3), and than followed by evaluation of foot spray formula includes organoleptic tests, pH tests , stability tests , irritation tests and liking tests. Results : Antibacterial activity of foot spray for both bacteria is in the medium category with average values of 7.29 and 7.11. The statistical test results at a p value of 0.05 show a significant difference between F0, FP, and F1. Conclusion : Based on the research that has been carried out, it can be concluded that foot preparation spray from Sungkai leaf extract is effective as an antibacterial especially for (F3) which contain an extract concentration of 25%. Keywords :Extract, sungkai leaves, foot spray , Peronema canescensJack, Pseudomonas aeruginosa And Staphylococcus epidermidis .
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN TATALAKSANA DIABETES DAN PERAWATAN KAKI DALAM MENURUNKAN RESIKO ULKUS DIABETIK Astuti, Ani; Merdekawati, Diah; Perawati, Santi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i3.1047-1051

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronik progresif yang resikonya akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Lansia dengan DM cenderung untuk lebih rentan terhadap terjadinya komplikasi. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah neuropati diabetik yang disebabkan oleh mikroangiopati yang berakibat terjadinya ulkus diabetik. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan menurunkan resiko ulkus diabetik pada lansia dengan DM. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah ceramah, diskusi, simulasi dan demonstrasi serta pendampingan pada perawat dan kader. Sasaran dalam pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan perawat dan kader dalam tata laksana diabetes dan perawatan kaki, sehingga mereka dapat berperan aktif dalam memberikan pelayanan pada lansia dengan DM. Lokasi kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi. Hasil yang diharapkan dalam pengabdian ini adalah peningkatan kualitas hidup lansia dengan DM melalui perubahan perilaku dalam melaksanakan tatalaksana DM dan perawatan kaki.
AKTIVITAS KOAGULAN DARI DAUN SEMBUNG RAMBAT (Mikania micrantha Kunth) SECARA IN VITRO Andriani, Lili; Perawati, Santi; Putri, Nadia; Hartesi, Barmi
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 17 No. 1: Maret 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v17i1.16004

Abstract

Tumbuhan sembung rambat (Mikania micrantha Kunth) pada Suku Anak Dalam (SAD) Jambi digunakan untuk mengobati luka dan infeksi kulit yang bisa mengakibatkan perdarahan. Untuk menghindari perdarahan dibutuhkan senyawa yang kerjanya sebagai koagulan. Oleh karena itu pencarian senyawa koagulan penting dilakukan, salah satunya yang ada pada daun sembung rambat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak dan fraksi daun sembung rambat sebagai koagulan secara in vitro. Metode penelitian yang digunakan yaitu ekstraksi daun sembung rambat menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, ekstrak etanol difraksinasi menggunakan metode ekstraksi cair-cair dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan butanol. Aktivitas koagulan dilihat dengan cara melihat waktu pembekuan darah pada semua golongan darah (A, B, O dan AB) menggunakan metode Lee White dengan tiga konsentrasi ekstrak (10%, 20% dan 30%). Ekstrak daun sembung rambat pada semua konsentrasi menunjukkan aktivitas koagulan, dan fraksi etil asetat menunjukkan aktivitas koagulan yang lebih cepat untuk golongan darah O. Ekstrak dan fraksi daun sembung rambat memiliki aktivitas sebagai koagulan secara in vitro.
Edukasi Pembuatan Obat Luka Berbasis Bahan Alam Sutrisno, Deny; Perawati, Santi; Mariska, Ruri Putri; Andriani, Lili; Aliyah, Siti Hamidatul
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v6i1.667

Abstract

One of the schools that consistently participates around STIKES Harapan Ibu Jambi is SD Negeri 43/IV Kota Jambi, which is located quite close to the educational institution. In order to enhance the knowledge of the students, specific programs need to be implemented to educate the students of SD Negeri 43/IV Kota Jambi in the field of health, particularly in wound management using natural resources. The methods used in this community service activity include lectures, discussions, and demonstrations to the students of SD Negeri 43/IV Kota Jambi. Education on the production of natural-based wound treatments, especially using the leaves of Mikania micrantha Kunth. and other natural materials, has been successfully conveyed to the students in SD Negeri 43/IV Kota Jambi. As a result, the students have gained a better understanding of producing natural wound remedies from the surrounding natural resources and have also been able to formulate these remedies.
Pengembangan Kualitas Mutu Produk Teh Sungkai Kaikai Melalui Teknik Packaging Design di UMKM Nurchery Kota Jambi Lestari, Uce; Elisma, Elisma; Maharini, Indri; Yuliana, Yuliana; Mekeama, Luri; Perawati, Santi; Neldi, Vina
Dedikasi Sains dan Teknologi (DST) Vol. 4 No. 2 (2024): Artikel Riset Nopember 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/dst.v4i2.4987

Abstract

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mampu meningkatkan inovasi, kreativitas dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui berbagai produk dan jasa salah satunya produk teh sungkai KaiKai yang diproduksi oleh UMKM Nurchery yang berada di Kota Jambi, sehingga dapat meningkatkan ketahanan ekonomi nasional. Di era digital dan globalisasi, Inovasi sangat penting dalam persaingan yang ketat. kelangsungan UMKM Nurchery memerlukan inovasi dalam produk, layanan, distribusi dan promosi. Hal ini memungkinkan UMKM Nurchery tetap kompetitif, menjangkau pasar baru dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang beragam dan berubah-ubah. Penciptaan produk, termasuk teknik packing design sangat memainkan peran penting dalam kesuksesan UMKM. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dalam hal pengembangan kualitas produk teh sungkai Kaikai melalui inovasi teknik packing designdi UMKM Nurchery adalah untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk di pasar yang semakin kompetitif. Inovasi teknik packing design ini dilakukan dengan mempertimbangkan aspek fungsionalitas, estetika dan keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian kualitas produk teh sungaki KaiKai tetap terjaga. Dengan inovasi ini, produk sungkai teh Kaikai diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan penjualan dan memperkuat citra merek dagang UMKM Nurchery. Teknik packing design yang baik melindungi produk dari kerusakan dan meningkatkan kesan premium. Perubahan pada teknik packing designproduk dapat meningkatkan nilainya, menarik perhatian pembeli, dan membedakannya dari produk pesaing. Pengemasan inovatif juga menunjukkan kualitas dan identitas merek serta ramah lingkungan. Dengan mengembangkan cara baru untuk mengkemas produk, UMKM Nurchery memiliki kemampuan untuk meningkatkan daya tahan perusahaan dan konkuren di pasar.
Ethnopharmacy Study of Suku Anak Dalam (SAD) in Muara Kilis Village, Tengah Ilir, Tebo District, Jambi Province Perawati, Santi; Andriani, Lili; Anggresani, Lia; Ardila, Eti
Biospecies Vol. 12 No. 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.254 KB) | DOI: 10.22437/biospecies.v12i2.5551

Abstract

ABSTRACT Background: Indonesia consists of various ethnics on each island, one of which is Suku Anak Dalam (SAD) precisely on Sumatra island of Jambi Province. Each ethnic group has a variety of natural and traditional remedies. This observation was conducted from November 2017 to February 2018 in Muara Kilis Village, Tengah Ilir District, Tebo District, Jambi Province.This research purpose to determined of various disease and know the various natural resources that are used as a treatmenton Suku Anak Dalam at Muara Kilis. Method: This research type is descriptive research using qualitative method and purposive sampling for sampling technique and open-ended interview with informant using voice recording media. Results: The disease are often experienced by Suku Anak Dalam among others fever, cough, asthma, measles, gastritis, hemorrhoids, stomachaches, and allergy. To treat the disease by utilizing natural resources like plants and animals. Part of the plants used among others, leaves, sap, and fruit, while for animal parts used are bile, urine, and blood. Processing methods are pounded, boiled, grated, and fried, while the use of these ingredients by eating, drinking, bathed, and applied directly on part of sickness skin Conclusion: Based on the results that has been done there are 8 diseases that often occur and there are 5 kinds of plants and 4 animals from different genus and family that are used as traditional medicine in Suku Anak Dalam Muara Kilis Village. Keywords: (Ethnopharmacy, Suku Anak Dalam, Diseases, Natural Resources)
PENYULUHAN DAPATKAN, GUNAKAN, SIMPAN, DAN BUANG (DAGUSIBU) TERKAIT OBAT DI DESA KOTO TENGAH, KECAMATAN DANAU KERINCI Akbar Hidayatullah, Bima; Larasati, Kirana; Dwi Pratama, Monicha; Rizky Amalia, Yola; Aprilia, Dea; Galoh Rosyta, Dini; Perawati, Santi; Hamidatul Aliyah, Siti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1433-1438

Abstract

Prevalensi swamedikasi (pengobatan sendiri) untuk mengatasi gejala penyekait yang dianggap ringan, cenderung meningkat di kalangan masyarakat, termasuk masyarakat di Desa Koto Tengah. Swamedikasi harus sesuai dengan penyakit yang dialami sehingga diperlukan pengetahuan tentang cara mengelola obat dengan benar. Hasil survey sebelum melaksanakan dikegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat di Desa Koto Tengah masih ada yang belum memahami pengelolaan obat dengan benar. Hal tersebut menjadi alasan dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema penyuluhan DAGUSIBU. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi tentang DAGUSIBU pada masyarakat Desa Koto. Penyuluhan DAGUSIBU ini dilakukan secara door to door dengan menggunakan metode ceramah dan praktek langsung serta menggunakan media berupa pamflet. Berdasarkan penyuluhan yang telah dilakukan, peserta penyuluhan ini terdiri dari masyarakat RT 03 dan 04, Desa Koto Tengah yang berusia 30 tahun ke atas. Evaluasi keberhasilan kegiatan penyuluhan DAGUSIBU ini dilihat berdasarkan hasil kuesioner sebelum penyuluhan (pre-test) dan sesudah penyuluhan (post- test). Nilai post-test lebih tinggi menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan DAGUSIBU meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Koto Tengah terkait pengelolaan obat dibandingkan hasil pre-test. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan masyarakat terkait DAGUSIBU meningkat setelah dilakukan kegiatan penyuluhan ini.
EDUKASI DAN SOSIALISASI OBAT TRADISIONAL BERBASIS TANAMAN OBAT KELUARGA DENGAN PEMANFAATAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) SEBAGAI OBAT ANTI HIPERTENSI DAN ANTI KOLESTEROL Yulion, Rizky; Evendi, Agus; Kurniawati, Atika; Perawati, Santi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1306-1312

Abstract

Kelurahan Paal V merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Kota Baru. Pada kegiatan pengabdian masyarakat di RT. 35 diketahui bahwa banyak warga yang memanfaatkan lahan kosong untuk menanam TOGA yang dapat digunakan sebagai menghiasi pekarangan rumah dan sebagai obat herbal untuk menyembuhkan penyakit karena dianggap lebih aman dan tanpa efek samping, salah satu nya adalah daun salam. Pemanfaatan daun salam yang di lakukan pada kegiatan ini sederhana, yaitu dengan menyeduh daun salam dengan air panas. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa ada pengaruh dari pemberian seduhan air daun salam terhadap penderita hipertensi dan kolesterol. Dari hasil ian masyarakat ini, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan daun salam ini sebagai penurun tekanan darah tinggi dan kolesterol.
Demonstrasi Pembuatan Teh Celup Gaharu sebagai Terapi Preventif Asam Urat di Kelurahan Olak Kemang Perawati, Santi; Pondawinata, Marizki; Kamilah Sadli, Nurul; Neldi, Vina; Maharini, Indri; Tri Astuti, Novia; Elisma, Elisma; Maimum; Naurasyifa, Hairania; Ramadani, Arum Kinasih
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v7i3.1120

Abstract

Penyakit asam urat merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Provinsi Jambi. Kondisi ini mendorong perlunya upaya preventif berbasis pemanfaatan bahan alam lokal yang mudah diperoleh dan diterima masyarakat. Daun gaharu (Aquilaria malaccensis) diketahui memiliki kandungan senyawa bioaktif dengan aktivitas antiinflamasi, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai terapi preventif terhadap penyakit asam urat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Olak Kemang RT.02 Kota Jambi dengan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan interaktif dan demonstrasi pembuatan teh celup daun gaharu. Proses kegiatan meliputi tahap identifikasi kebutuhan masyarakat, edukasi kesehatan tentang asam urat, demonstrasi pengolahan teh celup, serta evaluasi peningkatan pengetahuan dan kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan masyarakat dari 64,5 menjadi 92,7 setelah penyuluhan, dengan tingkat kepuasan peserta mencapai 95,4%. Kegiatan ini membuktikan bahwa kombinasi pendekatan edukatif dan praktikal efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bahan lokal sebagai produk herbal fungsional. Program ini berperan penting dalam pemberdayaan masyarakat dan dapat menjadi model pengembangan ekonomi kreatif berbasis tanaman obat di daerah. Kata kunci : Aquilaria malaccensis, teh celup, asam urat, pengabdian masyarakat, pencegahan penyakit
Peningkatan Nilai Jual Marshmallow dengan Minyak Tengkawang sebagai Pengawet Alami di UMKM Nurchery : Minyak Tengkawang Lestari, Uce; Perawati, Santi; Neldi, Vina; Yuliana; Mekeama, Luri; Rahman, Havizur; Efendi, M. Rifqi
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v7i3.1106

Abstract

Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat adalah untuk meningkatkan nilai jual produk marshmallow Butelang (Bunga Telang) dengan memanfaatkan minyak tengkawang sebagai pengawet alami yang aman, sehat, dan tahan lama. Marshmallow Butelang telah diproduksi secara teratur oleh UMKM Nurchery di Kecamatan Paal Merah berdasarkan hal tersebut maka dipilih sebagai mitra pada kegiatan ini. Namun, mereka menghadapi masalah terkait daya simpan produk dan kurangnya inovasi, yang dapat meningkatkan daya saing produk di pasar. Minyak tengkawang merupakan bahan alam lokal yang berasal dari Sarolangun Jambi yang sangat potensial dan memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba, sehingga digunakan sebagai alternatif pengawet alami untuk menggantikan bahan sintetis yang dapat berbahaya bagi kesehatan. Kegiatan sosialisasi, pelatihan formulasi produk, pendampingan produksi, evaluasi kualitas organoleptik dan daya simpan produk adalah bagian dari metode pelaksanaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa marshmallow yang dibuat dengan minyak tengkawang lebih tahan lama, memiliki cita rasa yang tetap disukai pelanggan, dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada produk awal. UMKM mitra memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam pembuatan makanan sehat yang dibuat dengan bahan-bahan lokal. Diharapkan bahwa kegiatan ini akan membantu UMKM menjadi lebih mandiri dalam membuat produk inovatif yang berdaya saing dan ramah kesehatan, serta membantu pemanfaatan sumber daya lokal yang potensial secara berkelanjutan.