Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis Kesulitan Mahasiswa dalam Memahami Materi Divergensi dan Curl Suci Dahlya Narpila; Siti Aisyah Sinaga; Umairoh Risa Aulia; Indah Fitriani
Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qshhmx17

Abstract

Konsep divergence dan curl dalam kalkulus vektor merupakan materi kompleks yang sering menjadi sumber kesulitan bagi mahasiswa. Hambatan utama terletak pada lemahnya pemahaman konseptual dan keterbatasan dalam memvisualisasikan bentuk tiga dimensi konsep tersebut. Mahasiswa juga mengalami kesulitan dalam mengaitkan rumus dengan fenomena fisik seperti medan magnet dan aliran fluida.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan mahasiswa dalam memahami konsep divergence dan curl serta strategi yang digunakan dalam menyampaikan materi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara terhadap kelompok mahasiswa pasca-presentasi. Hasil menunjukkan bahwa strategi pembagian tugas membantu pendalaman materi namun memunculkan variasi pemahaman antaranggota. Ketiadaan media visual memperberat kesulitan dalam memahami curl. Faktor psikologis seperti math anxiety dan kemampuan berpikir divergen yang rendah turut memengaruhi pemahaman. Proses presentasi terbukti meningkatkan pemahaman melalui eksplorasi aktif. Temuan ini menegaskan pentingnya pembelajaran kolaboratif dan media visual dalam mengoptimalkan pemahaman konsep abstrak.
Analisis Kesulitan Mahasiswa dalam Memahami Teorema Green: Studi Kualitatif Terhadap Aspek Visual dan Konseptual Ghefira Tasya; Sahiratul ‘Ula; Suci Wulandari Amidar; Suci Dahlya Narpila
Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/9m4ppm92

Abstract

Pemahaman terhadap Teorema Green dalam kalkulus vektor memerlukan kemampuan konseptual dan visualisasi geometri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan mahasiswa dalam memahami Teorema Green dari dua aspek tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara terhadap tiga mahasiswa yang telah mempelajari materi terkait. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami hambatan dalam memahami operasi integral vektor, menentukan batas integral pada kurva tertutup, serta menggambarkan orientasi kurva dan daerah. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan pembelajaran berbasis visual dan konseptual untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi integral tingkat lanjut.
Analisis Kesulitan Konseptual Mahasiswa dalam Operasi Dasar Vektor pada Pembelajaran Kalkulus Vektor Siregar, Silvia Ramadani; Harahap, Habib Syarkowi; Aulia, Eka; Sipahutar, Juni Anggita; Narpila, Suci Dahlya
Mathematical and Data Analytics Vol. 2 No. 2 (2025): Article Research Desember 2025
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Alkhwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/mda.v2i2.6224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar mahasiswa dalam memahami operasi dasar vektor yang meliputi perbandingan vektor, dot product, cross product, dan proyeksi vektor pada mata kuliah Kalkulus Vektor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap tiga mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah Kalkulus Vektor. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola kesulitan belajar hingga mencapai kejenuhan data (data saturation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan mahasiswa tidak terutama disebabkan oleh keterbatasan kemampuan komputasi, melainkan oleh lemahnya pemahaman konseptual dan keterbatasan kemampuan visualisasi spasial. Mahasiswa cenderung menguasai aspek prosedural melalui penerapan rumus dan algoritma, namun belum mampu mengintegrasikan representasi aljabar, geometris, dan spasial secara relasional. Kesulitan paling menonjol ditemukan pada pemaknaan dot product secara geometris, penentuan arah vektor hasil cross product, serta pembedaan antara proyeksi skalar dan proyeksi vektor, terutama dalam konteks tiga dimensi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan pembelajaran kalkulus vektor yang dominan berorientasi prosedural belum memadai untuk membangun pemahaman yang bermakna dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pembelajaran perlu diarahkan pada pendekatan yang menekankan eksplorasi konsep, visualisasi, dan pembelajaran berbasis masalah.