Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ANALISIS KONSEP 3A (ATRAKSI, AMENITAS, AKSEBILITAS) DALAM PERENCANAAN PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT: (STUDI KASUS: DESA UMATOOS, KABUPATEN MALAKA) MARIUS YOSEF SERAN; Septian Hutagalung; Roseven Rudiyanto; Laurensius Sandrio; Ida Ayu Rostini
Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the 3A (attraction, amenity, accessibility) concept of tourism planning development in Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. This research uses a qualitative method and the key informants are the representatives of related stakeholders which from academician, business, community, local government, and mass media. This study uses field observations, in depth interview, focus group discussion, and literature studies. The result of the study showed the existence of main tourist attractions, alternative attractions, other potential nature and cultural tourism products in the village, also numbers of supporting facilities and accessibilities. There are also some weaknesses and potential threats that can become obstacles in the whole process of CBT’s planning development. Therefore, it is recommended that stakeholders need to collaborate in the whole aspects of planning development.
Kajian Evaluatif Penerapan Etika Bisnis UMKM di Labuan Bajo Hersanius Kurnia Peong; Laurensius Sandrio; Yohana Etheldreda Ine Dae; Dewi Sartika Umul
Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik etika bisnis beberapa jenis UMKM di Labuan Bajo, sebuah destinasi pariwisata super prioritas di Indonesia. Sektor pariwisata telah menjadi salah satu inti bisnis utama di banyak daerah yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, pelestarian budaya, dan pengalaman wisata yang unik. Namun, tantangan utama yang dihadapi UMKM adalah implementasi bisnis yang beretika untuk mendukung keberlanjutan destinasi pariwisata. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma positivisme. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap beberapa jenis UMKM yang berbeda di Labuan Bajo. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah penelitian kualitatif seperti identifikasi, kategorisasi, kodifikasi, reduksi, pemetaan pola, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM telah berupaya menerapkan prinsip-prinsip etika bisnis dalam aktivitas bisnis. Hal ini menjadi dasar dalam menjaga kepercayaan konsumen, meningkatkan kualitas produk dan layanan, serta memastikan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang. Namun, terdapat kendala dalam penggunaan teknologi informasi dan perhatian terhadap aspek lingkungan dan sosial. Penelitian diharapkan memberikan masukan berharga bagi UMKM, pemerintah, dan stakeholder terkait dalam upaya menjaga keberlanjutan pariwisata prioritas di Labuan Bajo. Dengan meningkatkan praktik etika bisnis, UMKM dapat berperan lebih aktif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, melestarikan budaya lokal, dan memberikan pengalaman wisata yang unik bagi para wisatawan.
The Implication Of Instagram Visual Content On Interest In Visiting Santirah River Tubing, Tulisari Village, Pangandaran Regency Akib Hehanussa; Mappiasse; Hersanius Kurnia Peong; Laurensius Sandrio
Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the implications of Instagram visual content on interest in visiting the Santirah River Tubing tourist destination, Raburi Village, Parigi District, Pangandaran Regency. The method used in this research is a quantitative method which uses descriptive analysis. The information collection technique used was distributing questionnaires randomly via Google Form. Observation and documentation methods are also used to obtain relevant information. The data processing technique is carried out through testing the validity and reliability of the questionnaire that has been distributed. After the data is valid and reliable as a whole and per statement item, a normality test is carried out. From the results of data processing, it was concluded that Instagram visual content (X) had a significant effect on visiting interest (Y) at Santirah River Tubing (SRT) by 78.4%. In another sense, hypothesis H1 is accepted, meaning that there is a significant influence between the Instagram visual content variable (X) on visiting interest (Y) at SRT, Selalari Village, Parigi District, Pangandaran Regency.
Implementasi Sistem Manajemen Kinerja Dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT. Pungkook Indonesia One Grobogan Laurensius Sandrio; Marius Yosef Seran; Hersanius Kurnia Peong; Yohanes Paulus Hanny Wadhi; Septian Hutagalung
Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem manajemen kinerja karyawan ang digunakan oleh PT. Pungkook Indonesia One. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan mengunakan observasi, wawancara kepada karyawan, observasi dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan Triangulasi sumber untuk memvalidasi data yang diperoleh dari berbagai sumber. Triangulasi membantu memastikan keabsahan dan keandalan informasi yang digunakan dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Sistem Manajemen Kinerja (SMK) di PT. Pungkook Indonesia One dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan melalui beberapa elemen, seperti perencanaan, pengukuran, evaluasi, dan umpan balik. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam implementasi SMK seperti kurangnya kesadaran para karyawan dan kendala teknologi informasi. Oleh karena itu, PT. Pungkook perlu melakukan beberapa upaya untuk mengatasi tantangan tersebut, seperti meningkatkan sosialisasi SMK dan meningkatkan investasi pada teknologi informasi. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan saran dan masukan bagi perusahaan dalam meningkatkan produktivitas kerja karyawan melalui implementasi SMK.
A Comparative Study on MPA’s and OECM’s Conservation Management: Key Findings and Lesson Learned MARIUS YOSEF SERAN; Septian Hutagalung; Kusnanto; Laurensius Sandrio; Roseven Rudiyanto
Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21076/jptm.v2i2.129

Abstract

Marine Protected Areas (MPAs) and Other Effective Area-Based Conservation Measures (OECMs) are two conservation approach models that offer conservation programs through activities related to protecting marine ecosystems and promoting social and economic sustainability issues. and culture. Even though they are two different approaches, they complement each other and have an important role in conservation activities. This study uses a comparative method to analyze the similarities and differences between MPAs and OECDMs. The research results show that these two approaches have the same main goal, namely protecting biodiversity and promoting sustainable ecosystems. Meanwhile, in relation to different aspects, there are several components such as definitions, approaches and implementation mechanisms. MPAs tend to be more focused on protecting specific areas with restrictions on human activity and activities, whereas OECMs offer greater flexibility by integrating conservation in a variety of land and resource use contexts. In terms of conservation objectives, both MPAs and OECDS aim to improve the quality of life of entire ecosystems, protect threatened species, and support local economic sustainability. This can be done through ecotourism and responsible resource management. Thus, the implementation of these two approaches can have a positive impact on all stakeholders involved in conservation and sustainable development.
The Role of Celebrity Endorsement in Fashion Product Purchasing Decisions at Shopee: A Qualitative Review Gracedelia Jeanywealsny Ngasa; Laurensius Sandrio; Septian Hutagalung; Irna Karina Josephine Kaban
Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the effect of celebrity endorsement on purchasing decisions for fashion products on the Shopee e-commerce platform. The research method used is a qualitative approach with non-probability sampling technique. Data was collected through in-depth interviews with Shopee consumers who have experience buying fashion products endorsed by celebrities. The results showed that celebrity endorsement plays a significant role in attracting consumer attention and building trust in the promoted product, which ultimately increases consumer purchase intention. The relationship between fans and celebrities is a key factor in influencing purchasing preferences and behavior. In addition, Shopee as an e-commerce platform also supports increased sales through various attractive features and promotions. This research provides valuable insights for marketers in developing more effective and consumer-oriented marketing strategies in today's digital era.