Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Tafsir Berbasis Surah: Analisis Struktur dan Historisitas Surah Al-Anbiya’ Ilham, Muhammad Ilham Saputra; Masruchin, Masruchin; Alghifari, Abuzar
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v16i1.1070

Abstract

Artikel ini mengkaji struktur dan historisitas surah al-Anbiya’ melalui pendekatan tafsir maudhu’i (tematik berbasis surah) dan historis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali struktur naratif dan konteks sosio-historis pewahyuan yang melatarbelakangi surah al-Anbiya’ serta mengungkap pesan-pesan tematik utamanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang mengambil data dari sumber kepustakaan (library research) dan dengan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa surah al-Anbya’ sebagai golongan surah Makkiyah memiliki tema sentral yaitu penegasan akidah (tauhid), kenabian serta peringatan tentang hari kiamat dan kebangkitan. Struktur Surah Al-Anbiya’ tersusun secara sistematis dengan struktur naratif yang logis dan progresif:  Dimulai peringatan keras tentang hari kiamat, dilanjutkan dengan dalil rasional tentang kekuasaan Allah, kemudian pembahasan tentang kematian, kisah-kisah nabi terdahulu sebagai bukti historis dan legitimasi kerasulan, dan ditutup dengan seruan pada persatuan dalam tauhid. Dari aspek historis, surah ini turun di tengah kondisi masyarakat Mekkah yang berada dalam kesyirikan, penolakan terhadap kenabian, serta pengingkaran terhadap hari kebangkitan. Asbabun nuzul dari beberapa ayat kunci memperkuat konteks penurunan wahyu yang relevan dengan tantangan dakwah Nabi Muhammad SAW. Surah ini memperlihatkan kesinambungan pesan dakwah dari para Nabi sebelumnya hingga Nabi Muhammad SAW, serta mengajak manusia kembali pada ajaran murni Islam. Penelitian ini membuktikan bahwa Surah Al-Anbiya’ memiliki kesatuan tematik dan retorika yang kuat, sekaligus menunjukkan respons wahyu terhadap realitas masyarakatnya.
Sains dan Hermeneutika Al-Qur’an: Membaca Ayat-Ayat Kauniyyah dalam Perspektif Ilmiah Masruchin, Masruchin; Syafira, Klara; Azizah, Dwima Dini; Azzahra, Fatimah; Fernanda, Meila
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v16i1.1202

Abstract

Artikel ini membahas hubungan epistemologis antara Al-Qur’an dan sains melalui pendekatan hermeneutika ilmiah. Selama sejarah intelektual Islam, relasi antara wahyu dan sains mengalami pergeseran, mulai dari harmoni pada era klasik hingga munculnya dikotomi pada era modern akibat paradigma positivistik. Di sisi lain, muncul pula kecenderungan scientific exegesis yang berupaya menjadikan Al-Qur’an seolah-olah kitab sains empiris. Artikel ini menawarkan hermeneutika sebagai pendekatan yang lebih proporsional dalam membaca ayat-ayat kauniyyah, yaitu dengan menempatkan sains sebagai mitra dialogis wahyu tanpa menjadikannya tolok ukur tunggal kebenaran teks suci. Pembahasan mencakup perbedaan dan titik temu epistemologis wahyu-sains, penggunaan hermeneutika sebagai jembatan pemaknaan, prinsip-prinsip paradigma keilmuan Islam, model epistemologis integratif, serta gagasan pembangunan kelembagaan pendidikan yang mampu mewujudkan integrasi ilmu. Kajian ini menunjukkan bahwa integrasi antara sains dan Al-Qur’an dapat melahirkan paradigma keilmuan tauhidi yang holistik, etis, dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern.
Social and Moral Criticism in Satirical Verses: Analysis Using the Maudhūʿī and Linguistic Approaches Masruchin Masruchin
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 26 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v26i2.31344

Abstract

The recurring phenomenon of social deviance and moral degradation in society confirms the relevance of studying verses in the Qur'an that contain social criticism in the form of satire. This article aims to analyze social and moral criticism in satirical verses of the Qur'an using a maudhūʿī (thematic) approach and linguistic analysis (rhetoric, pragmatics, and critical discourse). This is a qualitative study analyzing four representative surahs, al-Maʿūn (107:1–7), al-Mutaffifīn (83:1–3), al-Humazah (104:1–9), and al-Munāfiqūn (63:1–3), selected based on their rhetorical power in criticizing deviant behavior. The results show that the Qur’an uses rhetorical devices such as irony, repetition, contrast, and labeling to shame hypocritical, materialistic, and anti-social behavior; for example, Surah al-Maʿūn emphasizes the contrast between ritual piety and social negligence, while Surah al-Mutaffifīn criticizes economic injustice through irony. These findings show that Qur'anic satire not only functions as a moral admonition, but also as an instrument of social discourse that builds collective awareness of justice, caring, communication ethics, and spiritual integrity. This study enriches thematic exegesis by offering a linguistic perspective on reading the function of Qur'anic satire an approach that has been relatively rare in previous studies.
Maqasid Syariah dalam Memperankan Penafsiran Kontemporer Masruchin Masruchin
Journal Khafi : Journal Of Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : Journal Khafi : Journal Of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract / Abstrak Maqasid al-Shariah assists interpreters in understanding the meanings of the verses of the Qur'an in a deeper and more relevant context to contemporary life. By utilizing maqasid al-Shariah, interpretations can provide a more comprehensive and applicable guidance. This research aims to explore the capacity of maqasid al-Shariah in understanding the verses of the Qur'an, including the work of Ibn Ashur, who has begun to apply it in interpreting the Qur'an. The methodology of this research is analytical with a literature approach. The findings of this study indicate that maqasid al-Shariah is not only a legal foundation but also enables interpreters to develop interpretations by considering the objectives of Islamic law that are more contemporary and relevant to the dynamics of the times. Maqasid syariah membantu para mufassir dalam memahami makna ayat-ayat Al-Qur'an yang lebih mendalam dan relevan dengan konteks kehidupan saat ini. Dengan menggunakan maqasid syariah, tafsir dapat memberikan panduan yang lebih komprehensif dan aplikatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplor kapasitas maqasid syariah dalam memahami ayat-ayat al-Qur’an, diantaranya Ibn Asyur yang telah memulai menerapkannya dalam memahami ayat al-Qur’an. Metodologi penelitian ini adalah berbentuk analisis dengan pendekatan pustaka. Hasil temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa maqasid Syariah bukan hanya sebagai landasan hokum, akan tetapi memungkinkan para mufassir untuk mengembangkan penafsiran dengan mempertimbangkan tujuan-tujuan hukum Islam yang lebih kontemporer dan relevan dengan dinamika zaman.