Claim Missing Document
Check
Articles

Makna Sosio-Teologis dalam Roma 12:11 Dan Kontribusinya Bagi Semangat Pelayanan Pemuda Kelompok III GMIT Betlehem Kalabahi agnes, Agnes Magdelina Kolly; Petrus Mau Tellu Dony
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2024): Badaa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v6i2.2047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui makna sosio teologis dalam Roma 12:11 mengenai “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan” dan kontribusinya bagi semangat pelayanan pemuda kelompok III GMIT Betlehem. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dan pendekatan studi pustaka dan untuk mengkaji, menggali dan menemukan makna sosio-teologis (Roma 12:11) maka penulis menggunakan cara mengeksegese teks Roma 12:11. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara keseluruhan Roma 12 menekankan mengenai kasih karena adanya perbedaan penganiayaan dan deskirminasi antara orang Yahudi dan non Yahudi. Kalimat kata kerja atau kata perintah dalam Roma 12:11 memiliki arti yang lebih mendalam, yaitu setiap orang Kristen wajib memiliki ketekunan, kesungguhan hati melayani dan mengabdi kepada Tuhan dan memiliki upaya atau usaha kerja keras di dalam diri untuk melayani Tuhan dalam kehidupan pelayanan dan persekutuan. Roma 12:11 juga merujuk pada kata tidak malas, tidak menunda atau tidak lamban dalam melayani Tuhan tetapi dengan cepat dan bersemangat dalam melayani Tuhan. Roh menyala-nyala juga merujuk pada semangat yang mencakup seluruh kehidupan manusia. Yaitu secara fisik, jiwa, roh dan sikap atau karakter setiap orang Kristen. Roh juga menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan dalam bentuk kehidupan pelayanan. Temuan ini memberikan kontribusi untuk menolong memotivasi pemuda untuk memiliki pemahaman yang baru dan semangat baru dan kesungguhan hati untuk mengabdi dan melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh.
Pengaruh Aplikasi Quizizz Sebagai Media Pembelajaran Pada Mata Pelajaran IPAS Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IV di UPTD SD Inpres Lauuky Kecamatan Pantar Tengah Kabupaten Alor Petrus Mau Tellu Dony; Antonius A. Saetban; Netry Maria Lily3; Martheda Maarang; Alboin Selly5
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2025): Badaa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v7i1.2049

Abstract

Rumusan permasalahan penelitian ini ialah Apakah Pengguanan Media Quizizz dapat berpengaruh Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik IV di UPTD SD Inpres Lauuky Kecamatan Pantar Tengah Kabupaten Alor, Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif Pre-eksperimen dengan pendekatan One Grup (pretest posttest), Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah data validator, Tes dan serta Angket Respon guna mengetahui pendapat peserta didik. Dari hasil validator diperoleh nilai sebesar 83,8% dengan kategori “sangat layak”, kemudian Keberhasilan pembelajaran pada penelitian ini ditinjau dari adanya perbedaan nilai antara pretest dan posttest hal ini rerliat dari pretest dan posttest bersifat valid dengan jumlah sampel 23 peserta didik, dapat diketahui bahwa mean pada hasil pretest sebesar 59.34. Sedangkan pada hasil posttest sebesar 74.21, Maka hasil uji normalitas Liliefors Significance Correction berfokus pada kolom Sig. Shapiro-Wilk. Pada hasil pretest menunjukkan Sig. 0.229 dan0.89 pada hasil posttest. Berdasarkan hasil tersebut maka nilai Sig. > 0.05. maka data berdistribusi normal. Sebaliknya, apabila nilai Sig. < 0.05 maka data tidak berdistribusi normal dan juga Uji Paired Sample t-Test muncul hasil Sig. (2-Tailed) sebesar 0.0001 yang berarti nilai Sig. (2-Tailed) < 0.05. Berdasarkan pengambilan keputusan bahwa apabila nilai Sig. (2-Tailed) kurang dari taraf signifikansi 0.05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Maka dapat diambil Kesimpulan bahwa terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar pretest dan posttest peserta didik. Artinya penelitian ini berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. nilai t-hitung sebesar 5.082 yang berarti > dari t tabel. t-hitung menunjukkan nilai 6.001> 2.073. Selain itu, terlihat juga perbedaan mean pada hasil pretest dan posttest sebesar 14.86. Kemudian hasil angket respon peserta didik mendapat nilai sebesar 85% yang termasuk dalam kategori “sangat layak”.
Implementasi Keterampilan Guru Memberi Penguatan Dalam Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar Bekata, Halena M.; Dony, Petrus Mau Tellu; Daik, Triznawasti Y.; Mata, Yessy; Saetban, Antonius A.; Fanpada, Nehemia; Wabang, Yermia Semuel
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 2.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the implementation of teacher skills to strengthen the learning process in elementary schools. The skill of holding variations and providing reinforcement are two important aspects in improving the quality of learning, which can affect students' motivation and learning outcomes. The method used in this study is a qualitative descriptive approach with observation and interviews as data collection techniques. The results of the study show that the application of the skill of holding variations, such as changes in learning methods, media, and resources, is able to create a more interesting and interactive learning atmosphere. In addition, the strengthening skills carried out by teachers, both in the form of positive and negative reinforcement, can increase students' enthusiasm for learning and strengthen their understanding of the material. This study shows that 71.7% of students rated the variation of the teacher's voice style very well, while 84.9% of students rated the variety of learning strategies as also very good. Verbal reinforcement was rated positive by 78.2% of students, and non-verbal reinforcement received a good rating with a percentage between 47.3% to 70.9%. These findings show the importance of teachers continuing to develop variations in teaching and reinforcement techniques to increase student motivation and engagement. Based on the results of this study, it can be concluded that the skill of strengthening teachers in the form of positive and negative values increases students' interest in learning in the learning process at school.
Faktor Penghambat Pelaksakan Program Literasi Membaca Di Sekolah Dasar Inpres Bungawaru Yermia S Wabang; Petrus Mau Tellu Dony; Alboin Selly; Yessy Mata; Halena Muna Bekata
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2025): Badaa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v7i1.2111

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada Faktor Penghambat Pelaksanakan Program Literasi Membaca Di Sekolah Dasar Inpres Bungawaru ini bertujuan untuk; a). Mendeskripsikan proses pelaksanaan program literasi membaca Disekolah; b). Mengetahui Dan Mendeskripsikan Faktor Penghambat Pelaksanakan. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Inpres Bungawaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendedekatan deskriptif. Metode penelitian yang digunakan yakni observasi wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data yakni data reduction (reduksi data ), display data (penyajian data), clonclusion drawing/verivication. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut; Program literasi membaca di Sekolah Dasar Inpres Bungawaru dilakukan dengan penyediaan perpustakaan, penyediaan buku-buku bacaan, pembuatan sudut baca, taman baca, membaca 15 menit sebelum pembelajaran, dan reading camp, perkunjungan perpustakaan keliling dan penjadwalan perkunjungan setiap kelas keperpustakaan kemudian dalam Penelitian ini juga ditemukan beberapa faktor penghambat yang menjadi penghambat program literasi membaca yaitu: 1). Peserta didik tidak serius dalam kegiatan literasi membaca; 2). Tingkat kemampuan membaca peserta didik yang masih rendah; 3). rendahnya minat baca peserta didik; 4). Perkunjungan kelas ke perpustakaan dan juga waktu yang ditetapkan tidak cukup dalam melaksanakan program lietrasi membaca di perpustakaan yang hanya satu minggu satu kali; 5). kondisi perpustakaan tidak luas untuk menampung peserta didik dalam satu kelas.
Sejarah Pembuatan Mesbah Atau (Dor) Di Kelurahan Moru Kecamatan Alor Barat Daya Kabupaten Alor Silas Maniata; Jefri Moban; Petrus Mau Tellu Dony; Vebrianus Petrus Barai; Riflyisrianly Beri Ledang
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali sejarah pembuatan mesbah di kecamatan alor barat daya, kelurahan moru, kabupaten alor. awal mula pembuatan mesbah secara umum, tujuan adalah karena ada kesatuan. Dan supaya dikampung tersebut juga ada orang. Kampong moeng sudah ada sejak purba ke-3, dahulu masyarakat tersebut hidup mengembara mereka berpindah tempat ke tempat yang lain, tempat yang pertama berada di ton dam tempat yang ke dua berada di molmoi dan kembali lagi ke ton dan karena di tempat itu ada satu jenis tanaman tebu, karna sudah meluas di tempat itu maka mereka bergeser untuk mencari tempat lain yaitu di moeng. Karena di ton kampong pertama tersebut sudah menjadi tempat pemburuan.Karena terdapat hewan seperti babi dan rusa ditempat itu. Di kampong moeng terdapat 12 suku, ada 6 suku besar dan 6 suku besar itu melahirkan 5 suku kecil dan ada 1 suku pendatang. Dari ke-12 suku itu datang membawa satu batu alam yang ditaru diatas batu-batu lainnya, nantu setelah ditaru batu dari ke-12 suku itu. Maka istilahnya tuan atau datoh (moyang) membuat sebuah ritual artinya berdoa kepada tuhan atau dewa,setelah membaca ritual maka moyang menentukan suku apa yang ditunjuk untuk membacakan mantrah dan moyang akan memberikan masing-masing fungsi kepada ke-12 suku tersebut ada suku yang bertugas menjaga keamanan, keseimbangan, menggerakan pembacaan mantrah dan ada beberapa yang tdk disebutkan. Jadi tujuan mesbah ini dibuat adalah sebagai tanda bahwa ada kampong ditempat.
Asal Usul Terbentuknya Air Ate Dan Moko Puledang Lafaledang Di Kampung Lama Omtel Kabupaten Alor Feni Diana Djaha; Salomi Duka; Yesgelode Lauata; Sentike Melani Mauyaru; Petrus Mau Tellu Dony
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Asal usul terbentuknya Air Ate di Kampung Lama Omtel adalah kejadian yang terjadi di gunung omtel pada zaman dahulu, ada dua orang suami istri yakni Ledang pot dari kampung Nihingn dan Bihaj dari kampung Pay. Mereka pergi ke kebun untuk membersihkan rumput dengan kedua anaknya. Ketika kedua orang tua sedang membersihkan rumput kedua anaknya bermain petak umpet hingga hari sore kedua orang tua itu memanggil anak mereka untuk pulang namun tidak ada respon dari kedua anak tersebut sehingga orang tua mereka mengira anak-anak tersebut telah pulang sehingg kedua orang tua tersebut pulang namun samapi di rumah kedua anak tersebut tidak ada di rumah mereka sehingga orang tua nya mencari mereka pada keesokan harinya, namun mereka tidak menemukan kedua anaknya.Lalu mereka pergi ke kebun untuk mencari mereka, namun tidak menemukan mereka tetapi kebun mereka yang dulunya tidak ada air sekarang telah dialiri oleh air yang mengalir sehingg mereka berdua mengetahui bawah kedua anak mereka telah di telan air(sehingga dinamakan air ate, yang sampai sekarang masih di gunakan). Dan dari dalam air tersebut muncul nyiru dan lesung, nyiru tesebut telah berubah menjadi batu karena dibuang oleh sang isteri dalam perjalanan ke rumah, sedangkan lesung tersebut dibawa oleh sang suami ke rumah dan berubah menjadi moko. Moko tersebut telah dibawa oleh orang pandai ke Pandai, sebagai ganti air pinang yang dijanjikan oleh Matebel Langgara (Orang-orang tua yang dihormati dan tidak bisa dilawan/bantah) dari O’mate kepada orang-orang pandai.
Sejarah Pemerintahan Desa Probur Kecamatan Alor Barat Daya Selfius Kolihar; Yosin Eyodia Djolelang; Safri Musa Malaka; Petrus Mau Tellu Dony
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2078

Abstract

Desa Probur adalah salah satu desa di Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, yang dikenal dengan potensi budaya adat Klon. Desa ini resmi dibentuk pada tahun 1962 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur. Pembentukan Desa Probur merupakan hasil penggabungan beberapa kampung, yaitu Bural, Halerman, Hopter, Usakan, Alwor, Dulel, Mataraben, Habolat, dan Lola. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan historis untuk mendokumentasikan sejarah pembentukan desa, kondisi geografis, demografi, serta sosial budaya. Desa Probur memiliki luas wilayah 4.107 hektar dengan jumlah penduduk 2.453 jiwa. Potensi utama desa ini terletak pada sektor pertanian dan peternakan. Namun, tantangan seperti tingkat pendidikan yang rendah dan keterbatasan akses ekonomi masih menjadi perhatian. Program-program seperti Program Indonesia Pintar telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan visi terwujudnya masyarakat yang sehat, cerdas, berbudaya, dan mandiri, Desa Probur memiliki peluang besar untuk berkembang lebih baik di masa depan.Kata Kunci: Desa Probur, Alor Barat Daya, sejarah desa, potensi budaya, pendidikan, pembangunan.
Sejarah Mula Ayam Tembaga Di Sibeybu Desa Langkuru Utara Kecamatan Pureman Kabupaten Alor Tabita Plaikari; Silpa Fanau; Serlin Mery Letding; Nurlaila B Arsyad; Umiyani Kona; Petrus Mau Tellu Dony
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji asal-usul dan peran Ayam Tembaga di Desa Langkuru Utara, Kecamatan Pureman, Kabupaten Alor, berdasarkan tradisi lisan masyarakat setempat, serta mengaitkannya dengan pandangan ilmiah. Ayam Tembaga, unggas lokal dengan bulu menyerupai logam tembaga, merupakan fenomena unik yang belum sepenuhnya dapat dijelaskan secara ilmiah. Menurut Anwar (2024), fenomena biomineralisasi—proses biologis di mana organisme menghasilkan struktur mineral anorganik—berpotensi terjadi pada unggas ini, meskipun sangat jarang. Dalam konteks budaya, Koentjaraningrat (1971) menjelaskan bahwa hewan peliharaan seperti Ayam Tembaga sering kali memiliki nilai spiritual atau simbolik dalam masyarakat tradisional Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap tokoh masyarakat untuk menggali tradisi lisan dan kepercayaan lokal. Hasilnya menunjukkan bahwa Ayam Tembaga tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi simbol dalam penamaan wilayah seperti Sibeimang, Watmaney, dan Moybagul. Fenomena transformasi ayam menjadi tembaga pasca kebakaran di Sibeybu diinterpretasikan sebagai simbol sakral yang dihormati oleh masyarakat setempat. Selain itu, keberadaan Ayam Tembaga mencerminkan pentingnya unggas lokal dalam melestarikan keragaman genetik (Basar) dan mendukung ekonomi pedesaan (Daryanto). Penelitian ini mengungkap hubungan erat antara tradisi lisan, budaya lokal, dan pendekatan ilmiah, sekaligus menegaskan peran Ayam Tembaga sebagai aset budaya dan genetik yang bernilai tinggi. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pelestarian unggas lokal Indonesia dan memperkuat identitas budaya masyarakat.
Legenda Pulau Kapas Di Kelurahan Welai Timur Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor Senti Atakari; Vani Maniyeni; Welmince Onbila; Yolanda Laumai; Yusup Laukamang; Serli Lahmau; Petrus Mau Tellu Dony
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2080

Abstract

Penelitian ini mengkaji asal mula Songliki terbagi cerita ini berawal dari kampung songliki yang terpecah akibat bencana banjir.cerita ini terjadi antara dua orang anak yatim yang tidak dianggap. Terletak di Kelurahan Welai Barat RT 05 RW 02 Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor.Kampung Songliki pada zaman itu yang akhir ini sudah terpisah-pisah akibat banjir besar yang mengancurkan kampung Songliki.Legenda pulau kapas yang berasal dari kelurahan welai timur, kecamatan teluk mutiara,kecamatan teluk mutiara,kabupaten alor, menceritakan asal usul sebuah pulau kecil yang menjadi bagian penting dalam sejarah dan budaya masyarakat setempat.Dalam kisah ini, pulau kapas diyakini terbentuk akibat peristiwa magis yang melibatkan seorang tokoh bijaksana yang hidup sederhana. Tokoh tersebut menemukan kapas yang berubah menjadi pulau sebagia symbol keberkahan atas doa dan usaha keras masyarakat.Legenda ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi lisan,tetapi juga mengandung nilai-nilai moral seperti keikhlasan,kerja keras,dan hubungan harmonis antar manusia dan alam.Cerita inimemainkan peran penting dalam melestarikan identitas budaya masyarakat alor dan meningkatkan rasa bangga terhadap warisan leluhur.
Legenda Ubi Langalese Batu Merah Yang Menyimpan Penyesalan Di Desa Pido Kecamatan Alor Timur Laut Kabupaten Alor Sifra Eunike Lauring; Saptarika Mikidori; Siria Mei Kamutlaka; Silpa Maiko; Trivonia Ata; Petrus Mau Tellu Dony
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2081

Abstract

Legenda Ubi Langalese adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari Desa Pido, Kecamatan Alor Timur Laut, Kabupaten Alor. Legenda Ubi Langalese ini sangat menarik untuk diteliti karena ceritanya diwariskan secara lisan oleh masyarakat setempat sehingga memiliki cerita yang bervariasi dan bersifat pralogis. Kisah ini mengandung nilai-nilai budaya, tradisi, dan moral yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat setempat. Cerita ini tidak hanya menceritakan kehidupan keluarga Ubi Langalese, seorang perempuan yang cerdas, pemberani, dan penuh kasih, tetapi juga menggambarkan konflik yang muncul akibat pengambilan keputusan tanpa komunikasi yang baik dalam keluarga. Batu Ubi Langalese, Batu Lagawa, dan Batu Longbuk, sebagai simbol-simbol yang berasal dari legenda ini, memiliki makna mendalam bagi masyarakat Desa Pido. Legenda ini mencerminkan hubungan yang erat antara manusia dengan alam sekaligus menjadi pengingat pentingnya menghormati adat dan tradisi leluhur. Selain itu, legenda ini menyampaikan pesan moral yang relevan dengan kehidupan modern, seperti pentingnya komunikasi dalam keluarga, penghormatan terhadap pusaka adat, introspeksi atas kesalahan, dan pengendalian diri dalam menghadapi emosi. Melalui penelitian ini, legenda Ubi Langalese dikaji secara mendalam untuk mengungkap nilai-nilai budaya, moral, dan simbolis yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis, melibatkan wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, observasi lapangan di situs-situs bersejarah, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legenda Ubi Langalese tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya lokal, tetapi juga memiliki potensi sebagai media edukasi dan refleksi moral bagi generasi mendatang. Dengan mendokumentasikan legenda ini, diharapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan menjadi bagian penting dari identitas kolektif masyarakat Desa Pido
Co-Authors Acia Blegur La Adesti A. Kamba Adol Bria Adventia Korang Adventia Korang Adventia Korang Agnes Magdelina Kolly Agnes Magdelina Kolly agnes, Agnes Magdelina Kolly Alboin Selly Alboin Selly Alboin Selly5 Amos Kalung Anastasia Laubela Anastasia Laubela Antonius A. Saetban Ariyance Maleipada Asarina Alomalai Asarina Takalapeta Asrina Takalapeta Asrina Takalapeta Asriyanti Karim Asriyanti Karim Ayu Maro Ayu Maro Ayu Maubuthy Ayu Maubuthy Ayu Y. Maro Beci Oko Belandina Edelweis Atalo Belandina Edelweis Atalo Bendelina Marta Malailo Bendelina Marta Malailo Benyamin Mailehi Benyamin Mailehi Benyamin Oulaana Benyamin Oulaana Botahala, Loth Boy Adrian Gerimu Cindy Sintikhe Dollu Cindy Sintikhe Dollu Clara D.S Sally Clara Desinta Sadu Sally Daik, Triznawasti Y. Daud Kafomai Davitzon Ill Olang Defi Y. Lekai Defi Y. Lekai Delita Rosalina Mauweni Delita Rosalina Mauweni Dematrius Prabila Dermolinda Maipan Desy D. Tay Kaat Devita T. Mabilehi Dewi S. Maleikari Dian Regina Tamara Plaimo Dian Regina Tamara Plaimo Doni R. P. Beri Doni Rian Putra Beri Donna E. Landa Dorkas Penau Drasmi I. Kamata Drasmi Inra Kamata Eflin M. E Kelamau Elisabeth Labe Elisabeth Labe Elisabeth Labe Endang Serang Enjel Maryana Weni Enjel Maryana Weni Ester Prity Claudia Biri Ester Prity Claudia Biri Ester Prity Claudia Biri Ester Prity Claudia Biri Eunike Molebila Feni Diana Djaha Feni Diana Djaha Fenti Kuang Frits Donasius Kamengmau Gabriel Malailak Gamelia Langkamang Gladys Itunde Gladys Itunde Halena M. Bekata Halena Makunbok Halena Makunbok Hana K. Lamma Koly Hapzi Ali Hatangnama Atakari Hedrawati Mauring Henderina Womakal Herianus Manimoy Herlofina Manikafola Herlofina Manikafola Heronike Mangmani Heronike Mangmani Heronike Mangmani Heru Subrata HERU SUBRATA Imanuel M. Laukamang Imanuel Y.H. Manapa Imanuel Yosafat Hadi Manapa Inang Naila Mustapa INDARTI, TITIK Inggrit E. Bayang Inggrit Elisabet Bayang Intan P. Lema Madde Intan Permatasari Lema Madde Intan Permatasari Lema Madde Intan Permatasari Lema Madde Isak Fantang Isak Fantang Jefri Moban Jefri Moban Jefri Suro Pati Jellian Padalani Jennie Hapliani Tunliu Jennie Hapliani Tunliu Jero Sion E. Blegur Jerosion E. Blegur Jesenia Loriance Alelang Jon Abraham Lalang Yame Jon Abraham Lalang Yame Jon Abraham Lalang Yame Juliana Albertina Mayopu Juliana Albertina Mayopu Klara D. S. Sally Lala Enggadina Moilegi Lala Moilegi Lambertus Lupuikoni Lambertus Lupuikoni Lea Priska Adangdjaha Lisa Victoria Malimou Lisa Victoria Malimou Lodia Mardina Kamengko Loni Sarlota Mau Klaping Loni Sarlota Mau Klaping Loriance Tonu Weni Lutgardis S. Maure Lutgardis Soi Maure Mahalita S. Moban Mani imelda blegur Margerita A. Mapada Maria Bainhana Maria Bainhana Maria Bainhana Maria Delia B. Tukan Maria Delia B. Tukan Maria Lily, Netry Mariam Atamai Mariam Atamai Markus Mauleti Marni S. Laure Marni S. Laure Marni S. Laure Marsalina Malaikari Marsalina Malaikari Marsia Alomau Marsia Alomau Marta Simey Famau Marta Simey Famau Martha Ria Sengaji Marthalin Lanmai Martheda Maarang Marudin, Marudin Matheos E. Maure Matheos E. Maure Matias Lau Mau Pating Matias Lau mau Pating Mehelina R. Lebo Mehelina R. Lebo Melki I. Puling Tang Melki I. Puling Tanga Melki Imamastari Puling Tang Miseri C. Lau Miseri K. Lau Miseri Kordia Lau Mita Felisdianti Laana Mita Lodia Sing Mita Lodia Sing Muhamad Songge Musa Famau Nampi Irayani Blorton Naomi Karpada Naomi Pulamau Naomi Pulamau Nehemia Fanpada Neziah Hinagay Norciana Well Norlianti Lusia Tabun Novi Greace Makena Novi Greace Makena Novita Yuliana Wabang Novita Yuliana Wabang Novita Yuliana Wabang Novriani Kristin Mautang Nurlaila B Arsyad Nurlaila B Arsyad Obetnego Kamalau Oktovianus Sandy, Indriyani Anastasia Lalang sir, Defi Kepa, Lia Veronika Koilbain, Ledi A. Koilmo, Kristy A. W. Bolang, Putri Susanti Songkai, Paulus Oupada, Orbanus Alokafani, Jupiter M. Bitang Onarita Lanoni Orlando De Rois Lapuilana Orlando De Rois Lapuilana Paulina Arokoil Paulus Ayub Animau Paulus Ayub Animau Paulus Malaimabi Penina Maruli Penina Maruli Penina Maruli Priska Lakatina Puling Tang, Melki Imamastri Reni Sriyanti Besi Ria Boalang Ria Bolang Riflyisrianly Beri Ledang Riflyisriany Beriledang Rumi Magdalena Tay Safri Musa Malaka Safry Musa Malaka Salmon Weni Gati Salmon Weni Gati Salmon Wenigati Salomi Duka Salomi Duka Saptarika Mikidori Saron Lalangpuling Saron Lalangpuling Saron Lalangpuling Selfius Kolihar Senti Atakari Senti Atakari Sentike Melani Mauyaru Serli Lahmau Serlin Meri Letding Serlin Meri Letding Serlin Mery Letding Sifra Eunike Lauring Sifra Eunike Lauring Silas Maniata Silas Maniata Silpa Bilha Fanau Silpa Bilha Fanau Silpa Fanau Silpa Maiko Silpa Maiko Sintike Melani Mauyaru Sintike Melany Mauyaru Siria Mei Kamutlaka Siria Mei Kamutlaka Tabita Asmiyanti Serangkai Tabita Asmiyanti Serangkai Tabita Plaikari Tabita Plaikari Tabita Plaikari Tabita Plaikari Tabun, Norlianti L Tersia Lengmalu Tersia Lengmalu Titik Indarti Trivonia Ata Trivonia Ata Triznawasti Yudita Daik Tuaty, Desi Anceria Umiyani Kona Umiyani Kona Uriana Mabileti Vani E. Maninyeni Vani Maniyeni Vebrianus Petrus Barai Vebrianus Petrus Barai Vera M. Kabey Vera M. Kabey Vera Marta Kabey Vera Marta Kabey Vera Marta Kabey Wanda rosiana moulaa Welmince Onbila Yermia S Wabang Yermia S. Wabang Yermia S. Wabang Yesgelode Lauata Yesgelode Lauata Yessy Mata Yohanis Duil Yolanda Laumai Yolanda Laumai Yona Teiko Yosin Eyodia Djolelang Yusup Laukamang Yusup Laukamang