Claim Missing Document
Check
Articles

Sejarah Mula Ayam Tembaga Di Sibeybu Desa Langkuru Utara Kecamatan Pureman Kabupaten Alor Tabita Plaikari; Silpa Fanau; Serlin Mery Letding; Nurlaila B Arsyad; Umiyani Kona; Petrus Mau Tellu Dony
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji asal-usul dan peran Ayam Tembaga di Desa Langkuru Utara, Kecamatan Pureman, Kabupaten Alor, berdasarkan tradisi lisan masyarakat setempat, serta mengaitkannya dengan pandangan ilmiah. Ayam Tembaga, unggas lokal dengan bulu menyerupai logam tembaga, merupakan fenomena unik yang belum sepenuhnya dapat dijelaskan secara ilmiah. Menurut Anwar (2024), fenomena biomineralisasi—proses biologis di mana organisme menghasilkan struktur mineral anorganik—berpotensi terjadi pada unggas ini, meskipun sangat jarang. Dalam konteks budaya, Koentjaraningrat (1971) menjelaskan bahwa hewan peliharaan seperti Ayam Tembaga sering kali memiliki nilai spiritual atau simbolik dalam masyarakat tradisional Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap tokoh masyarakat untuk menggali tradisi lisan dan kepercayaan lokal. Hasilnya menunjukkan bahwa Ayam Tembaga tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi simbol dalam penamaan wilayah seperti Sibeimang, Watmaney, dan Moybagul. Fenomena transformasi ayam menjadi tembaga pasca kebakaran di Sibeybu diinterpretasikan sebagai simbol sakral yang dihormati oleh masyarakat setempat. Selain itu, keberadaan Ayam Tembaga mencerminkan pentingnya unggas lokal dalam melestarikan keragaman genetik (Basar) dan mendukung ekonomi pedesaan (Daryanto). Penelitian ini mengungkap hubungan erat antara tradisi lisan, budaya lokal, dan pendekatan ilmiah, sekaligus menegaskan peran Ayam Tembaga sebagai aset budaya dan genetik yang bernilai tinggi. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pelestarian unggas lokal Indonesia dan memperkuat identitas budaya masyarakat.
Analisis Layanan Bimbingan Konseling Dalam Mengatasi Masalah Kenakalan Peserta Didik Di SD GMIT 02 Kalabahi Mani Imelda Blegur; Frits Donasius Kamengmau; Boy Adrian Gerimu; Hedrawati Mauring; Jefri Suro Pati; Petrus Mau Tellu Dony; Melki Imamastri Puling Tang
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan layanan biimbingan konseling dalam mengatasi kenakalan peserta didik di SD Gmit 02 Kalabahi .Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa pentingnya layanan bimbingan konseling dalam mengatasi masalah kenakalan peserta didik. Penelitian ini dilakukan pada 20 november 2024 dengan subjek guru bimbingan dan koseling dan guru kelas V SD Gmit 02 Kalabahi. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data mendapat kesimpulan bahwa masalah yang sering dilakukan peserta didik merupakan kenakalan wajar sesuai dengan tahap perkembangan anak sekolah dasar, contonya:saling menggangu ,saling mengejek,maki ,bullying .Kenakalan seperti ini merupakan hal yang wajar sesuai dengan tahap perkembangan anak.Layanan BK di Sekolah dasar dasar sangat penting dan bermanfaat bagi peserta didik untuk perubahan karakter peserta didik di kemudian hari dan daapt meningkatkan potensi diri SD Gmit 02 merupakan salah satu satuan pendidikan jenjang SD yang berlokasi di jalan Diponegoro NO.31 Kalabahi ,Nusa Tenggara Timur ,Kecamatan Teluk mutiara ,Kabupaten Alor ,Nusa Tenggra Timur merupakan sekolah swasta yang berdiri sejak 1981.SD Gmit 02 Kalabahi berada dinaungan kementrian dinas kebudayaan .pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dalam mengatasi masalah kenakalan peserta didik sangat baik walapun masih banyak keterbatasan sarana dan prasarana namun guru dapat menangani dengan baik .Jenis-jenis layanan bimbingan dan koseling yang sering dilakukan oleh guru yaitu:layanan mediasi,layanan pembelajaran,layanan informasi dan layanan konseling individual.
Sejarah Pembuatan Mesbah Atau (Dor) Di Kelurahan Moru Kecamatan Alor Barat Daya Kabupaten Alor Silas Maniata; Jefri Moban; Petrus Mau Tellu Dony; Vebrianus Petrus Barai; Riflyisrianly Beri Ledang
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali sejarah pembuatan mesbah di kecamatan alor barat daya, kelurahan moru, kabupaten alor. awal mula pembuatan mesbah secara umum, tujuan adalah karena ada kesatuan. Dan supaya dikampung tersebut juga ada orang. Kampong moeng sudah ada sejak purba ke-3, dahulu masyarakat tersebut hidup mengembara mereka berpindah tempat ke tempat yang lain, tempat yang pertama berada di ton dam tempat yang ke dua berada di molmoi dan kembali lagi ke ton dan karena di tempat itu ada satu jenis tanaman tebu, karna sudah meluas di tempat itu maka mereka bergeser untuk mencari tempat lain yaitu di moeng. Karena di ton kampong pertama tersebut sudah menjadi tempat pemburuan.Karena terdapat hewan seperti babi dan rusa ditempat itu. Di kampong moeng terdapat 12 suku, ada 6 suku besar dan 6 suku besar itu melahirkan 5 suku kecil dan ada 1 suku pendatang. Dari ke-12 suku itu datang membawa satu batu alam yang ditaru diatas batu-batu lainnya, nantu setelah ditaru batu dari ke-12 suku itu. Maka istilahnya tuan atau datoh (moyang) membuat sebuah ritual artinya berdoa kepada tuhan atau dewa,setelah membaca ritual maka moyang menentukan suku apa yang ditunjuk untuk membacakan mantrah dan moyang akan memberikan masing-masing fungsi kepada ke-12 suku tersebut ada suku yang bertugas menjaga keamanan, keseimbangan, menggerakan pembacaan mantrah dan ada beberapa yang tdk disebutkan. Jadi tujuan mesbah ini dibuat adalah sebagai tanda bahwa ada kampong ditempat.
Legenda Pulau Kapas Di Kelurahan Welai Timur Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor Senti Atakari; Vani Maniyeni; Welmince Onbila; Yolanda Laumai; Yusup Laukamang; Serli Lahmau; Petrus Mau Tellu Dony
AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/afada.v3i1.2099

Abstract

Penelitian ini mengkaji asal mula Songliki terbagi cerita ini berawal dari kampung songliki yang terpecah akibat bencana banjir.cerita ini terjadi antara dua orang anak yatim yang tidak dianggap. Terletak di Kelurahan Welai Barat RT 05 RW 02 Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor.Kampung Songliki pada zaman itu yang akhir ini sudah terpisah-pisah akibat banjir besar yang mengancurkan kampung Songliki.Legenda pulau kapas yang berasal dari kelurahan welai timur, kecamatan teluk mutiara,kecamatan teluk mutiara,kabupaten alor, menceritakan asal usul sebuah pulau kecil yang menjadi bagian penting dalam sejarah dan budaya masyarakat setempat.Dalam kisah ini, pulau kapas diyakini terbentuk akibat peristiwa magis yang melibatkan seorang tokoh bijaksana yang hidup sederhana. Tokoh tersebut menemukan kapas yang berubah menjadi pulau sebagia symbol keberkahan atas doa dan usaha keras masyarakat.Legenda ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi lisan,tetapi juga mengandung nilai-nilai moral seperti keikhlasan,kerja keras,dan hubungan harmonis antar manusia dan alam.Cerita inimemainkan peran penting dalam melestarikan identitas budaya masyarakat alor dan meningkatkan rasa bangga terhadap warisan leluhur.
ASAL USUL KAMPUNG DULEL DI KECAMATAN ALOR BARAT DAYA DESA PROBUR KABUPATEN ALOR Jefri Moban; Feni Diana Djaha, Selfius Kolihar, Serli Marlina Lahmau, Halena Muna Bekata, Petrus Mau Tellu Dony
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Vol. 3 No. 3 (2025): In Press Maret
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the origin of Dulel Village in Alor Barat Daya Subdistrict, Probur Village, Alor Regency This research is a qualitative research method with an ethnographic approach. The methods used in this research are interviews and field observations. The results showed that the origin of the dulel village came from a man named Makna La who lived with his wife who came from the devil nation, finally Makna La and his wife destroyed the devil's village and lived happily and were blessed with two sons named Dulel and Madal, Dulel Village which was built by Dulel, named so that his descendants would not forget their origins. Based on the research results, it can be concluded that Dulel village has an origin related to the legend that developed in the local community.
PENGARUH MEDIA ALFABET CARD (KARTU HURUF) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS II SD GMIT MURIABANG Petrus Mau Tellu Dony
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Vol. 3 No. 3 (2025): In Press Maret
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem formulation in this study is the influence of the Alphabet Card Media to improve beginning reading skills in Indonesian language subjects at Muriabang GMIT Elementary School. This study uses a pre-experimental quantitative research method with a one-group (pretest-posttest) approach. Data collection techniques are validation and tests. The validation results by the subject matter expert were 85% with a feasible category. In addition, in the assessment format aspect which consists of 5 indicators, the assessment score obtained was 23, from the material content aspect which consists of 7 indicators, the assessment score obtained was 27, while the language assessment aspect consists of 4 indicators, the assessment score obtained was 18. All three aspects were categorised as Very Good. Meanwhile, the media was 80% with a feasible category. In addition, in the appearance aspect of the assessment, which consists of 6 indicators, the score obtained was 25, from the presentation aspect, which consists of 8 indicators, the score obtained was 30, while the security assessment aspect used consists of 2 indicators, the score obtained was 9. All three aspects are categorized as ‘worthy’. The use of the Alphabet Card media has led to an improvement in students' reading skills. This is proven by the Paired Sample t-Test with the results obtained, namely Sig. (2-tailed) of 0.000001, which falls into the category of <0.05. The use of Alphabet Card media has a very large influence. This is also seen from the tcount of 6.001> 2.073, which means that the results between the pre-test and post-test classes are very significant.
EKSPLORASI SEJARAH DAN PEMERINTAHAN KERAJAAN BATULOLONG DI KABUPATEN ALOR Anastasia Laubela; Ariyance Maleipada, Anamalinda Fanmalay, Andry Makalbani, Halena Muna Bekata, Petrus Mau Tellu Dony
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Vol. 3 No. 3 (2025): In Press Maret
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the history and government of the Batulolong kingdom in Alor district. This study is a qualitative research method with an ethnographic approach. The methods used in this study are interviews and field observations. The results showed that the Batulolong Kingdom was established around 1800, led by the First King Karlau Kep. King Karlau Kep came from Lukabakeka, who then travelled to Kiraman Village and was appointed as the first king after taking a traditional oath by destroying the moko heirloom. The Batulolong Kingdom borders the kingdoms of Kolana, Kui, Alor and Ombay Strait. Since its establishment, the Batulolong Kingdom has been led by 21 kings. During the Swaparaja period, it was led by 10 ketemukungan. The Batulolong Kingdom experienced a change in status when it was transformed into the South Alor sub-district on 17 October 1963 according to the Governor's Decree of the NTT Provincial Head dated 20 July 1963 with Number Pem.66/1/32/1963.
PEMBINAAN WARGA JEMAAT MELALUI LAYANAN KHOTBAH MIMBAR MENGENAI MELURUSKAN JALAN HIDUP DALAM LUKAS 3: 7-20 SEBAGAI UPAYA UNTUK MEMAHAMI DAN MEMAKNAI MASA ADVEN Agnes Magdelina Kolly; Petrus Mau Tellu Dony
JOURNAL OF COMMUNITY DEDICATION Vol. 5 No. 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Advent is a period of preparation for the coming of the Lord. The Imanuel Surbung GMIT in Alor Regency celebrates Advent for four consecutive weeks. Usually, during this time of waiting, many Christians everywhere are busy preparing for the coming of the Lord in the moment of Christmas celebration by outwardly preparing their needs. Therefore, through the pulpit sermon service, the author teaches in the form of ‘preaching’ by giving lectures and asking the congregation questions, with the aim of enabling the congregation to understand, reflect on and interpret the meaning of the word delivery. Questions are also asked so that the teaching through sermons is not one-way, so that the congregation also thinks, reflects and reflects. The aim is to invite the congregation to truly interpret and understand the advent season and through teaching in the form of sermons to provide a correct understanding of the appropriate way to welcome and await the coming of Jesus Christ through the word of God in the reading of the text Luke 3: 7-20 and the theme of straightening the path of life. As a result, the sermon delivered consisted of several reflective questions and two Christian values that became implications for the congregation, namely living in repentance and living in humility and becoming a blessing as an effort to straighten out one's path in life while awaiting the coming of the Lord.
Makna Sosio-Teologis dalam Roma 12:11 Dan Kontribusinya Bagi Semangat Pelayanan Pemuda Kelompok III GMIT Betlehem Kalabahi agnes, Agnes Magdelina Kolly; Petrus Mau Tellu Dony
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2024): Badaa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v6i2.2047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui makna sosio teologis dalam Roma 12:11 mengenai “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan” dan kontribusinya bagi semangat pelayanan pemuda kelompok III GMIT Betlehem. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dan pendekatan studi pustaka dan untuk mengkaji, menggali dan menemukan makna sosio-teologis (Roma 12:11) maka penulis menggunakan cara mengeksegese teks Roma 12:11. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara keseluruhan Roma 12 menekankan mengenai kasih karena adanya perbedaan penganiayaan dan deskirminasi antara orang Yahudi dan non Yahudi. Kalimat kata kerja atau kata perintah dalam Roma 12:11 memiliki arti yang lebih mendalam, yaitu setiap orang Kristen wajib memiliki ketekunan, kesungguhan hati melayani dan mengabdi kepada Tuhan dan memiliki upaya atau usaha kerja keras di dalam diri untuk melayani Tuhan dalam kehidupan pelayanan dan persekutuan. Roma 12:11 juga merujuk pada kata tidak malas, tidak menunda atau tidak lamban dalam melayani Tuhan tetapi dengan cepat dan bersemangat dalam melayani Tuhan. Roh menyala-nyala juga merujuk pada semangat yang mencakup seluruh kehidupan manusia. Yaitu secara fisik, jiwa, roh dan sikap atau karakter setiap orang Kristen. Roh juga menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan dalam bentuk kehidupan pelayanan. Temuan ini memberikan kontribusi untuk menolong memotivasi pemuda untuk memiliki pemahaman yang baru dan semangat baru dan kesungguhan hati untuk mengabdi dan melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh.
Pengaruh Aplikasi Quizizz Sebagai Media Pembelajaran Pada Mata Pelajaran IPAS Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IV di UPTD SD Inpres Lauuky Kecamatan Pantar Tengah Kabupaten Alor Petrus Mau Tellu Dony; Antonius A. Saetban; Netry Maria Lily3; Martheda Maarang; Alboin Selly5
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2025): Badaa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v7i1.2049

Abstract

Rumusan permasalahan penelitian ini ialah Apakah Pengguanan Media Quizizz dapat berpengaruh Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik IV di UPTD SD Inpres Lauuky Kecamatan Pantar Tengah Kabupaten Alor, Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif Pre-eksperimen dengan pendekatan One Grup (pretest posttest), Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah data validator, Tes dan serta Angket Respon guna mengetahui pendapat peserta didik. Dari hasil validator diperoleh nilai sebesar 83,8% dengan kategori “sangat layak”, kemudian Keberhasilan pembelajaran pada penelitian ini ditinjau dari adanya perbedaan nilai antara pretest dan posttest hal ini rerliat dari pretest dan posttest bersifat valid dengan jumlah sampel 23 peserta didik, dapat diketahui bahwa mean pada hasil pretest sebesar 59.34. Sedangkan pada hasil posttest sebesar 74.21, Maka hasil uji normalitas Liliefors Significance Correction berfokus pada kolom Sig. Shapiro-Wilk. Pada hasil pretest menunjukkan Sig. 0.229 dan0.89 pada hasil posttest. Berdasarkan hasil tersebut maka nilai Sig. > 0.05. maka data berdistribusi normal. Sebaliknya, apabila nilai Sig. < 0.05 maka data tidak berdistribusi normal dan juga Uji Paired Sample t-Test muncul hasil Sig. (2-Tailed) sebesar 0.0001 yang berarti nilai Sig. (2-Tailed) < 0.05. Berdasarkan pengambilan keputusan bahwa apabila nilai Sig. (2-Tailed) kurang dari taraf signifikansi 0.05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Maka dapat diambil Kesimpulan bahwa terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar pretest dan posttest peserta didik. Artinya penelitian ini berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. nilai t-hitung sebesar 5.082 yang berarti > dari t tabel. t-hitung menunjukkan nilai 6.001> 2.073. Selain itu, terlihat juga perbedaan mean pada hasil pretest dan posttest sebesar 14.86. Kemudian hasil angket respon peserta didik mendapat nilai sebesar 85% yang termasuk dalam kategori “sangat layak”.
Co-Authors Acia Blegur La Adesti A. Kamba Adol Bria Adventia Korang Agnes Magdelina Kolly agnes, Agnes Magdelina Kolly Alboin Selly Alboin Selly5 Anastasia Laubela Antonius A. Saetban Asarina Alomalai Asarina Takalapeta Asrina Takalapeta Asriyanti Karim Ayu Maro Ayu Maubuthy Beci Oko Belandina Edelweis Atalo Bendelina Marta Malailo Benyamin Mailehi Benyamin Mailehi Benyamin Oulaana Benyamin Oulaana Botahala, Loth Boy Adrian Gerimu Clara D.S Sally Daik, Triznawasti Y. Defi Y. Lekai Defi Y. Lekai Delita Rosalina Mauweni Dematrius Prabila Dermolinda Maipan Desy D. Tay Kaat Devita T. Mabilehi Dewi S. Maleikari Dian Regina Tamara Plaimo Doni R. P. Beri Donna E. Landa Dorkas Penau Drasmi I. Kamata Eflin M. E Kelamau Elisabeth Labe Enjel Maryana Weni Ester Prity Claudia Biri Feni Diana Djaha Frits Donasius Kamengmau Gladys Itunde Halena M. Bekata Halena Makunbok Hapzi Ali Hatangnama Atakari Hedrawati Mauring Herianus Manimoy Heronike Mangmani Heru Subrata HERU SUBRATA INDARTI, TITIK Intan P. Lema Madde Intan Permatasari Lema Madde Isak Fantang Jefri Moban Jefri Suro Pati Jellian Padalani Jennie Hapliani Tunliu Jerosion E. Blegur Jon Abraham Lalang Yame Klara D. S. Sally Lala Moilegi Lambertus Lupuikoni Lisa Victoria Malimou Loni Sarlota Mau Klaping Lutgardis S. Maure Mani imelda blegur Margerita A. Mapada Maria Bainhana Maria Delia B. Tukan Maria Lily, Netry Mariam Atamai Marni S. Laure Marsalina Malaikari Marta Simey Famau Martha Ria Sengaji Martheda Maarang Marudin, Marudin Matheos E. Maure Matias Lau Mau Pating Mehelina R. Lebo Melki I. Puling Tang Melki I. Puling Tanga Melki Imamastari Puling Tang Miseri C. Lau Miseri K. Lau Mita Lodia Sing Nehemia Fanpada Norlianti Lusia Tabun Novi Greace Makena Novita Yuliana Wabang Nurlaila B Arsyad Orlando De Rois Lapuilana Paulus Ayub Animau Penina Maruli Puling Tang, Melki Imamastri Ria Bolang Riflyisrianly Beri Ledang Rumi Magdalena Tay Safri Musa Malaka Salmon Weni Gati Salmon Wenigati Salomi Duka Saptarika Mikidori Saron Lalangpuling Selfius Kolihar Senti Atakari Sentike Melani Mauyaru Serli Lahmau Serlin Meri Letding Serlin Mery Letding Sifra Eunike Lauring Silas Maniata Silpa Bilha Fanau Silpa Fanau Silpa Maiko Sintike Melani Mauyaru Siria Mei Kamutlaka Tabita Asmiyanti Serangkai Tabita Plaikari Tabun, Norlianti L Tersia Lengmalu Titik Indarti Trivonia Ata Tuaty, Desi Anceria Umiyani Kona Vani Maniyeni Vebrianus Petrus Barai Vera M. Kabey Vera Marta Kabey Wanda rosiana moulaa Welmince Onbila Yermia S Wabang Yermia S. Wabang Yesgelode Lauata Yohanis Duil Yolanda Laumai Yosin Eyodia Djolelang Yusup Laukamang