Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KEPATUHAN DIET PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS BABAKAN SARI Iklima, Nurul; Anisa, Wina Nur; Saputra, Anggi
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dalam tubuh akibat resistensi insulin yang tidak adekuat. Penderita diabetes melitus ini sering mengalami kelelahan karena akibat tingginya kadar gula darah. Faktor yang mempengaruhi kadar gula darah diantaranya yaitu kepatuhan diet, aktivitas fisik, kepatuhan minum obat dan lama menderita. kepatuhan diet adalah faktor dominan yang mempengaruhi kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe 2, kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus merupakan upaya Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif dengan pendekatan crossectional. Populasi penelitian ini berjumlah 133 pasien diabetes melitus tipe 2, jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 45 responden, menggunakan teknik pengambilan sampling dengan purposive sampling ditentukan dengan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Analisa data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner kepatuhan diet yang sudah teruji validitas dan reliabilitas oleh peneliti sebelumnya. Hasil penelitian ini didapatkan dari 45 responden bahwa sebagian besar 23 responden (51.1%) memiliki tingkat kepatuhan diet yang patuh.Saran pada penelitian ini dapat memberikan edukasi kesehatan mengenai kepatuhan diet dan kadar gula darah dengan cara mengoptimalkan kegiatan prolanis secara merata mengenai pengelolaan diet dan kadar gula darah diabetes melitus.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HEMODIALISA Hudzaifah, Al Fatih; iklima, Nurul
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/nvc5a750

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronik (PGK) merupakan masalah global, termasuk di Indonesia. Hemodialisa menjadi upaya vital dalam mempertahankan kualitas hidup pasien PGK, namun studi menunjukkan bahwa pasien hemodialisa cenderung memiliki kualitas hidup yang buruk, dan salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah kecemasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD Kota Bandung. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 46 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Tingkat kecemasan pasien diukur menggunakan kuisioner Hamilton Rating Scale of Anxiety (HARS), sementara kualitas hidup pasien diukur menggunakan WHOQOL-BREF. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil menunjukkan nilai p=0.000 dan r=?0.769, mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pasien hemodialisa. Arah korelasi negatif yang kuat (r=?0.769) menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecemasan maka semakin buruk kualitas hidup pasien. Data juga menunjukkan 23 responden (50.0%) mengalami kecemasan sangat berat dan 45 responden (97.8%) memiliki kualitas hidup yang buruk. Disarankan peningkatan pelayanan asuhan keperawatan, termasuk terapi foot message untuk mengurangi kecemasan pasien.
Gambaran Aktivitas Fisik Lansia di Panti Tresna Werdha Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung Anggi Saputra; Thania, Mery; ningrum, tita puspita; Iklima, Nurul; Iklima, Cica
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/enskfz35

Abstract

The elderly are individuals who are at the end of the stage of human life, where the process of decline is more dominant than progress. Poor sleep quality can be influenced by several factors such as age, motivation, physical activity, diet, culture, alcohol consumption, smoking, lifestyle, and disease. Regular physical activity in the elderly such as cleaning the house, doing physical exercise and others can stimulate a decrease in sympathetic nerve activity and an increase in parasympathetic activity which results in a decrease in the hormones adrenaline, norepinephrine and catecholamines so as to help fulfill the quality of sleep in the elderly. The purpose of this study was to analyze the relationship between physical activity and sleep quality in the elderly. This research method uses a cross sectional study research design. The population of this study were all elderly people who were in the Tresna Werda Panti, Ciparay District, Bandung Regency. The number of samples in this study were 50 respondents with a sampling technique using purposive sampling. The instrument used in this study used the PASE questionnaire to measure physical activity and the PSQI questionnaire to measure sleep quality. Analysis of the data using the formula for the frequency distribution and Spearman rank. The results of this study were obtained from 50 respondents 47 (94.0%) elderly had less physical activity, 48 (96.0%) elderly had poor sleep quality. Therefore, it is very important to have structured physical activity programs/activities for the elderly at the Tresna Werda Panti, Ciparay District, Bandung Regency.