Claim Missing Document
Check
Articles

Efektifitas Media Komik terhadap Pengetahuan Manajemen Kebersihan Menstruasi: Effectiveness of Comic Media on Menstrual Hygiene Management Knowledge Nadila, Roja; Tampubolon, Masrina Munawarah; Utami, Sri
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN TERPADU Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Terpadu
Publisher : Poltekes Kemenkes Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53579/jitkt.v4i2.219

Abstract

Knowledge of menstrual hygiene management is influential in maintaining and caring for reproductive organs. Adolescent knowledge can be improved through health education with media like comics. The study was conducted to determine the effectiveness of comic media on knowledge of menstrual hygiene management. The research used a quasi-experiment method through a pretest and posttest design with a non-equivalent control design. The research sample was 64 high school students selected by proportional random sampling. The analyses applied were Wilcoxon and Mann-Whitney statistical tests. The Wilcoxon test results compared the mean knowledge before and after providing health education or education using comic media with a p-value = 0.000 < α (0.05). In the Mann-Whitney test value conducted on the experimental group and the control group, the p-value = 0.002 was obtained. There was a difference in the average knowledge in the group given the intervention compared to the group without the intervention. Providing education or health education through the use of comics in the form of media is considered effective in improving knowledge of menstrual hygiene management.
Pemberdayaan Influencer Sebaya untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Remaja Misrawati, Misrawati; Aminuddin, Al; Maesaroh, Siti; Tampubolon, Masrina Munawarah; Tampubolon, Nurhannifah Rizky
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 6 (2024): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peer education has been widely used as a method of health education for adolescents. However, adolescent health problems are still a concern that requires adolescents to increase literacy and adopt a healthy lifestyle. Youth empowerment carried out in this activity is in the form of peer education using the term influencer to refer to peer educators. A total of 20 students who successfully passed the selection took part in training activities covering physical activity and fitness, reproductive health and nutrition in adolescents as well as using the uksku.id website as a medium for influencers to work. The results of data analysis using the T test showed p < 0.05, meaning there was a difference in knowledge before being given training and after being given training. Training carried out as a form of training for influencers can increase the influencer's knowledge to provide education to their peers. The influencers will then share their learning experiences and insights in the form of writing or posters which are then posted via the uksku.id website. It is hoped that this empowerment activity can become a new trend in increasing health literacy among students.
Adolescent Menstrual Hygiene Education and Screening: "Haid Bersih" Guidelines for Wetland Areas Tampubolon, Masrina Munawarah; Misrawati, Misrawati; Dewi, Yulia Irvani; Utami, Sri; Erika, Erika; Suci, Wice Purwani; Aulia, Nur; Lestari, Widia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18702

Abstract

ABSTRACT Adolescents in Pekanbaru face significant reproductive health challenges, including anemia, vaginal discharge, and menstrual pain. Many students are hesitant to take the blood supplement tablets provided by the UKS and lack education on menstrual hygiene management. To address these issues, the team developed the "Haid Bersih" module. The initiative aims to deliver promotional and preventive services, as well as education on menstrual hygiene management, aligning with University IKU 3 and 5. The methods employed include reproductive health screening and menstrual hygiene education. Screening is conducted for both female and male students using a questionnaire that covers access to counselling, menstrual experiences, reproductive health problems, and incidents of sexual violence. The "Haid Bersih" module specifically provides guidelines for menstrual hygiene in wetland areas. The results indicated enthusiastic reception of the educational activities by UKS students, teachers, and nurses. Students received booklets and accessed information through posters and QR codes for screening. The screening revealed that while the majority of adolescent girls had received counselling on puberty and sexually transmitted disease prevention, sexual health education remained minimal. Many girls reported discomfort during menstruation and other reproductive health issues. Generally, male students exhibited signs of puberty. There is a clear need for further education and enhanced digital literacy among adolescents to access reproductive and sexual health information. These findings highlight the necessity of a comprehensive approach to addressing adolescent reproductive health in Pekanbaru Keywords: Adolescent Reproductive Health, Menstrual Hygiene Management, Adolescent Screening
Pelatihan Pemanfaatan Media Sosial untuk Edukasi Kesehatan Remaja di Daerah Lahan Basah Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Tampubolon, Masrina Munawarah; Suci, Erika Wice Purwani; Putri, Syeptri Agiani; Aziz, Ari Rahmat; Roni, Yunisman; Azizah, Azizah; Juliana, Dea Adelia; Fathaniah, Farahiyah; Pakpahan, Jonas Letare; Hikmah, Muttakhidatul; Rokhmani, Nikmah; Nurhidayah, Nurhidayah; Hutabarat, Ribka Pebriana; Sebayang, Sabrina Nur Ramadhanty; Sari, Suci Indah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18460

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan pengguna sosial media yang aktif, oleh karena itu remaja dapat memanfaatkan media sosial salah satunya sebagai tempat berbagi edukasi kesehatan dengan membuat media edukasi melalui desain grafis menggunakan aplikasi canva dan capcut. Tujuan pengabdian masyarakat ini agar remaja dapat memanfaatkan media sosial untuk berbagi edukasi terkait kesehatan dengan memanfaatkan aplikasi desain grafis sebagai alat untuk membuat media edukasi. Kegiatan pelatihan ini dilakukan di wilayah Kelurahan Limbungan Baru, Kota Pekanbaru. Metode yang dipergunakan dalam pelatihan ini dengan pemberian materi dan demonstrasi terkait cara pembuatan media edukasi, pendampingan kepada remaja, dan evaluasi terkait pembuatan media edukasi. Hasil pelatihan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan responden sebelum dan setelah dilakukan pelatihan pemanfaatan media sosial pada remaja. Kata Kunci: Remaja, Pelatihan, Media Sosial, Edukasi Kesehatan  ABSTRACT Teenagers are active social media users, therefore teenagers can utilize social media, one of which is as a place to share health education by creating educational media through graphic design using the Canva and Capcut applications. The purpose of this community service is so that teenagers can utilize social media to share health-related education by utilizing graphic design applications as a tool to create educational media. This training activity was carried out in the Limbungan Baru Village area, Pekanbaru City. The method used in this training was to provide material and demonstrations related to how to create educational media, mentoring teenagers, and evaluations related to creating educational media. The results of the training showed an increase in respondent knowledge before and after training on the use of social media for teenagers. Keywords: Adolescents, Training, Social Media, Health Education
Virtual School's Health Unit: Digital-Based Adolescent Health Services in Schools Misrawati, Misrawati; Tampubolon, Masrina Munawarah; Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Al aminuddin, Al aminuddin; Maesaroh, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18774

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan periode kritis terhadap kesehatan sehubungan dengan peningkatan perubahan fisik, psikologis dan social yang drastis. Sekolah merupakan sarana yang dapat mendukung upaya peningkatan kesehatan remaja. Fasilitas Unit Kesehatan Sekolah (UKS) belum dapat termanfaatkan sebagai media promotive dan preventif. Inovasi UKS berbasis virtual dirancang sebagai media yang fleksibel dan kreatif digunakan remaja. Platform website dinamakan uksku.id Pengembangan media platform uksku.id dilaksanakan oleh tim influencer yang telah dilatih. Media dimanfaatkan oleh siswa/siswi untuk mendapatkan informasi kesehatan yang telah diupload influencer. Pemanfaatan media juga diberikan kepada sekolah agar dapat mengakses informasi kesehatan siswa/siswa sebagai landasan dalam pengembangan program kesehatan sekolah. Pihak puskesmas juga diberikan akses dalam menggunakan media agar mengintegrasi kesinambungan intervensi dengan pihak sekolah. Pihak sekolah diharapkan dapat terus memanfaatkan keberadaan website yang telah tersedia. Perlu pengembangan aplikasi lanjut yang lebih aplikatif dan terintegrasi dengan berbagai institusi Pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat. Kata Kunci: Pelayanan Kesehatan, Remaja, Sekolah, Uks, Virtual  ABSTRACT Adolescence is a critical period for health due to the drastic physical, psychological, and social changes that occur. Schools can support efforts to improve adolescent health. However, School Health Unit (UKS) facilities have not been effectively utilized as promotional and preventive media. To address this, a virtual-based UKS innovation was designed as a flexible and creative medium for teenagers. The website is called uksku.id. The development of the uksku.id platform was undertaken by a team of trained influencers. This media platform is used by students to access health information uploaded by influencers. Additionally, schools have access to the media to obtain student health information, which serves as a foundation for developing school health programs. Health centers are also granted access to use the media to ensure the continuity of intervention with schools. It is recommended that schools continue to utilize the existing website. Further development of applications that are more practical and integrated with various educational institutions and public health services is necessary integrated with various educational institutions and public health services Keywords: Adolescent, Health Service, School's Health Unit
Gambaran Self Efficacy Remaja Putri dalam Menghadapi Dismenore Primer Rahmia Putri; Widia Lestari; Nurahannifah Rizky Tampubolon; Masrina Munawarah Tampubolon
Jurnal SMART Keperawatan Vol. 12 No. 2: DECEMBER 2025
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/nsrv7g50

Abstract

Introduction:  The prevalence of dysmenorrhea in Indonesia is 64.25%, consisting of 54.89% primary dysmenorrhea and 9.36% secondary. Self-efficacy in adolescents had a significant influence on the way they deal with urgent situations, including in dealing with dysmenorrhea conditions. Objective: This study was conducted to describe the self-efficacy of adolescent girls in dealing with primary dysmenorrhea.  Methods: Quantitative research with a simple descriptive design and using a cross-sectional approach. The sample consisted of 86 respondents and used purposive nonprobability sampling techniques. Data were collected using the Pain Self Efficacy Questionnaire (PSEQ), this questionnaire consists of 10 items of questions about self-efficacy when experiencing pain. Results: Some respondents had moderate self-efficacy (40.7%), low self-efficacy (31.4%) and some respondents had high self-efficacy (27.9%) in dealing with primary dysmenorrhea. Conclusion: Most adolescent girls are able to manage pain and cope with dysmenorrhea well, but there are still some respondents who have a low level of self-efficacy. Adolescent girls are expected to increase literacy about pain management to increase self-efficacy in dealing with primary dysmenorrhea.
Hubungan Antara Screen Time Dan Perilaku Makan Terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT) Mahasiswa Nolip S, Calvin Khan; Erwin, Erwin; Tampubolon, Masrina Munawarah
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 1 (2025): Determinants of Health
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i1.9763

Abstract

Mahasiswa yang berada pada usia remaja yang saat ini sedang berada pada perkembangan teknologi yang semakin maju sehingga mempengaruhi kejadian peningkatan screen time dan perilaku makan yang berdampak terhadap kejadian indeks massa tubuh mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan screen time dan perilaku makan terhadap indeks massa tubuh (IMT) mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Riau. Penelitian ini menggunakankuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 240 orang dengan teknik pengambilan total sampling. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner serta pengukuran berat badan dan tinggi badan, menggunakan analisis uji Chi square. Hasil penelitian menunjukan yaitu 124 responden dengan persentase 51,7% memiliki screen time tinggi, perilaku makan responden 172 orang memiliki perilaku makan yang buruk dengan aspek external eating merupakan aspek tertinggi yang terjadi yaitu 214 responden (89,2%), analisis Chi square menunjukkan antara screen time terhadap perilaku makan pada mahasiswa fakultas keperawatan angkatan 2023 p-value = 0,745 (p>0.05), antara screen time terhadap IMT mahasiswa fakultas keperawatan angkatan 2023 p-value = 0,353 (p>0,05) dan antara perilaku makan dengan IMT mahasiswa fakultas keperawatan angkatan 2023 p-value =0,035 (p<0,05). Penelitianselanjutnya dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi dan dapat menelusuri faktor-faktor lain yang memengaruhi IMT mahasiswa tahun pertama dan mencari instrumen penelitian yang lebih mudah dimengerti oleh responden dalam penentuan intensitas screen time pada mahasiswa
Exploring Adolescent Mental Health Issues and Primary Service Needs in Wetland Areas: A Mixed-Method Study Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Tampubolon, Masrina Munawarah; Sari, Niken Yuniar
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 20 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2025.20.1.14570

Abstract

Limited awareness and restricted access to mental health screenings and services persist, largely due to the demands of academic commitments. The aim of this study is to describe the mental health issues faced by adolescents and exploring primary service needs in the wetland areas of Pekanbaru, Indonesia. A convergent parallel mixed methods approach was employed. Quantitative data were gathered using the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) to assess the mental health status of 276 adolescents. Qualitative data were collected to explore adolescents' primary health service needs through FGD with 21 participants, including stakeholders, health providers, and adolescents. The survey revealed that 48.2% of adolescents experienced mental health problems, with 26.5% falling into the abnormal category. Qualitative findings indicated that adolescents often neglect their mental health and rarely seek professional help. There is a significant need for parental involvement in mental health programs, and the integration of these programs within schools and communities is deemed essential for comprehensive care. In conclusion, addressing the mental health needs of adolescents requires a multifaceted approach, parental involvement, and the integration of mental health programs within existing health and educational systems. Ensuring affordability and quality of care remains crucial for effective adolescent mental health services.
Studi Tentang Kejadian Gejala Premenstrual Syndrome (PMS) Dan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) Di Kalangan Mahasiswi Nabilla, Salma; Tampubolon, Masrina Munawarah; Fitri, Aminatul
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 10, No 1 (2025): Juli
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v10i1.769

Abstract

Pendahuluan: Premenstrual Syndrome (PMS) dan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) merupakan gangguan yang dialami oleh wanita pada fase luteal dari siklus menstruasi yang mengganggu kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi gejala Premenstrual Syndrome (PMS) dan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) pada mahasiswi Universitas Riau. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif cross-sectional pada 390 mahasiswi di Universitas Riau yang dihitung menggunakan rumus slovin dengan pemilihan non probability sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-Fourth Edition - Text Revision (DSM-IV-TR). Data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa, mayoritas responden berusia 21-23 tahun dengan usia menarche normal, memiliki siklus menstruasi normal, pola menstruasi teratur, dan lama menstruasi 1-8 hari, serta mengalami PMS dengan gejala ringan berjumlah 46,2%, responden yang mengalami PMS dengan gejala sedang berjumlah 44,1%, responden yang mengalami PMDD berjumlah 9,2%, dan responden yang tidak mengalami gejala PMS ataupun PMDD berjumlah 0,5%. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa gejala PMS ringan yang paling banyak dialami responden yaitu pada indikator merasa sedih dan sensitif atau mudah tersinggung, gejala PMS sedang yang paling banyak dialami responden yaitu pada indikator sakit pinggang dan gejala PMDD yang paling banyak dialami responden yaitu pada indikator malas melakukan sesuatu. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai data dasar bagi peneliti selanjutnya untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian PMS dan PMDD pada mahasiswi Universitas Riau.
GAMBARAN CAREGIVER BURDEN DAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN KANKER PAYUDARA Riasti, Rini; Tampubolon, Masrina Munawarah; Dilaruri, Ade
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 12 No. 2 (2025): Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jks.v10i1.298

Abstract

Tujuan: Efek samping dari perawatan kanker payudara dapat menyebabkan rasa sakit, kelelahan, serta gangguan dalam aktivitas sehari-hari, sehingga menurunkan kualitas hidup pasien. Dalam hal ini, beban caregiver akan meningkat dalam memberikan dukungan fisik, emosional, dan praktis yang berdampak pada kualitas hidup pasien kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan cargiver burden dan kualitas hidup pasien kanker payudara di Ruangan Seruni RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Penelitian melibatkan 84 responden dengan kriteria pasien yaitu penderita kanker payudara yang terdiagnosis lebih dari tiga bulan dan menjalani kemoterapi di Ruangan Seruni. Caregiver yang disertakan adalah anggota keluarga berusia di atas 18 tahun, telah mendampingi pasien minimal tiga bulan, memberikan perawatan sehari-hari. Caregiver non-keluarga seperti perawat homecare, pembantu, atau tetangga dikecualikan. Hasil: Mayoritas caregiver berusia 35-45 tahun (27,4%), berjenis kelamin laki-laki (66,7%), dan merupakan suami dari pasien (64,3%). Sebagian besar caregiver berpendidikan SMA (51,2%) dan bekerja sebagai wiraswasta/swasta (33,3%). Sedangkan untuk karakteristik pasien usia pasien kanker payudara yaitu mayoritas usia dewasa akhir sebesar 29 responden (34.5%), lama terkena kanker mayoritas penderita > 1 tahun sebesar 62 responden (73,8%)., riwayat pernikahan yaitu menikah sebesar 68 responden (81%). Riwayat pendidikan mayoritas masuk dalam kategori pendidikan menengah sebesar 62 responden (73,8%) serta mayoritas pekerjaan penderita yaitu tidak bekerja sebesar 55 responden (65,5%). Beban caregiver paling banyak berada dalam kategori ringan (47,6%), sementara mayoritas pasien memiliki kualitas hidup sedang (97,6%). Simpulan: Studi ini menemukan bahwa beban caregiver sebagian besar berada dalam kategori ringan, dan kualitas hidup pasien kanker payudara berada dalam kategori sedang.
Co-Authors Adhani, Nida Rahmatul Adi Antoni Ahmad Kautsar Al Aminuddin Al Aminuddin, Al Aminuddin Amalia Batubara, Rini Aminatul Fitri Ardilla Nurliza Arinil Hidayah Arneliwati Aulia Oktavia Aulia, Aulia aziz, ari rahmat Azizah Azizah Azwar Azwar Budi Wahyuni Cory Linda Futri Harahap Didi Kurniawan Dilaruri, Ade Dynda Tri Azrina Eki Maryo Harahap Erika Erika Erika Erika Erwin Erwin Fany, Kinanti Resti Fathaniah, Farahiyah Fauziah, Husni Febrina Angraini Simamora Fira Amalia Hanifah Firdausi, Annisa Jannata Fitri Napitupulu, Natar Fitri, Reza Listina Friskha Andini Yuni Sari Gita Permata Mulya Hafni Nur Insan Hana Franciska Marida Uli Panjaitan Herlina Herlina Hidayah, Arinil Hotma Royani Siregar Hotma Royani Siregar Hutabarat, Ribka Pebriana Juliana, Dea Adelia Jumaini, Jumaini Karim, Darwin Khori Deskia Sapitri Linda Futri, Cory Marlin, Wulan Fauziyah Maryo Harahap, Eki Masyhurah, Jihan Misrawati Misrawati Muhammad Farhan Aswan Muttakhidatul Hikmah, Muttakhidatul Nabilla, Salma Nadila, Roja Napitupulu, Mastiur Napitupulu, Natar Fitri Nia Khusniyati Nolip S, Calvin Khan Nur Insan, Hafni Nurahannifah Rizky Tampubolon Nurhanifa Rizky Tampubolon Nurhannifah Rizky Tampubolon Nurhidayah Nurhidayah Nurul Huda Nurul Huda Pakpahan, Jonas Letare Prapita Apriliani Rahmia Putri Reni Zulfitri Riasti, Rini Rini Amalia Batubara Rismadefi - Woferst Rizka, Yulia Rokhmani, Nikmah Royani Siregar, Hotma Sakinah Yusro Pohan Sari, Niken Yuniar Sari, Suci Indah Sebayang, Sabrina Nur Ramadhanty SIREGAR, HOTMA ROYANI Siti Maesaroh Sofiana Nurchayati Sri Utami Sri Utami Suci, Erika Wice Purwani Syeptri Agiani Putri Viviandra Seroja Wasisto Utomo Wati, Angeli Silvia Wice Purwani Suci Widia Lestari Widiyono, Widiyono Widyawati Widyawati Yanna Wari Harahap Yulia Irvani Dewi Yunisman Roni Yusro Pohan, Sakinah