Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Terapi Pada Anak Dengan Anemia Defisiensi Zat Besi : Studi Telaah Pustaka tampubolon, nurhannifah rizky; Tampubolon, Masrina Munawarah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 6 No 1 (2021): Vol. 6 No. 1 Juni 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v6i1.399

Abstract

ABSTRAK Anak-anak yang mengalami anemia kekurangan zat besi (Iron Deficiency Anemia /IDA) berdampak pada proses tumbuh kembang dan berpengaruh terhadap perkembangan neurologisnya. Studi ini bertujuan untuk menambah pemahaman terkait intervensi kesehatan yang dapat dilakukan pada anak dengan IDA. Studi telaah pustaka ini dilakukan dengan menyusun pertanyaan klinis dan melakukan penelusuran artikel ilmiah di pubmed sehingga ditemukan 3 artikel ilmiah yang paling sesuai. Hasil studi telaah pustaka menunjukkan bahwa intervensi kesehatan pada anak dengan IDA membutuhkan pendekatan melalui unit emergency untuk selanjutnya diberikan manajemen terapi seperti micronutrient powder (MNP) dengan dosis berdasarkan hasil pengkajian anak. Manajemen terapi pada anak dengan IDA dapat berjalan optimal dengan melibatkan orangtua atau adanya dukungan keluarga.
EDUKASI KOMPREHENSIF DAN LOKALISASI KAWASAN MEROKOK DI KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN SELATAN Linda Futri, Cory; Maryo Harahap, Eki; Hidayah, Arinil; Amalia Batubara, Rini; Yusro Pohan, Sakinah; Munawarah Tampubolon, Masrina; Nur Insan, Hafni; Fitri Napitupulu, Natar; Royani Siregar, Hotma
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 6 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i6.2014-2017

Abstract

Merokok merupakan kegiatan yang sering kita jumpai di masyarakat dan aktivitas yang tidak asing lagi bagi kita dalam kehidupan sehari-hari pada saat sekarang ini. Kegitatan ini dapat kita temui dimana saja, didaerah pedesaan maupun didaerah perkotaan, fasilitas umum, seperti tempat kerja, angkutan umum, tempat ibadah, arena kegiatan anak-anak, tempat pelayanan kesehatan dan instansi pendidikan seperti sekolah dan kampus. Merokok menjadi masalah karena menimbulkan banyak kerugian, baik dari segi sosial, moral, ekonomi finansial, maupun kesehatan yang dapat mengakibatkan kematian atau penurunan Sumber Daya Manusia yang produktif. Rokok sangat berpengaruh bagi kebudayaan Indonesia khususnya Kota Padangsidimpuan yang berada di Provinsi Sumatera Utara. Suku Batak angkola yang ada di Kota Padangsidimpuan menjadikan rokok sebagai suatu hal yang sangat penting peranannya. Kebiasaan merokok ini sangat tidak mudah diubah pada masyarakat meskipun pihak Puskesmas sudah gencar melakukan penyuluhan-penyuluhan bahaya merokok terhadap kesehatan. Tujuan dari pengabdian yaitu memberikan edukasi komprehensif dan lokalisasi kawasan merokok di Kecamatan Padangsidmpuan Selatan. Metode yang dilaksanakan yakni bekerjasama dengan pihak Puskesmas Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan dengan melibatkan tokoh adat dan tokoh masyarakat sebagai sasaran sekaligus kader yang kemudian akan tergabung sebagai penyuluh bahaya merokok ke masyarakat. Sosialisasi dilaksanakan dengan metode ceramah menggunakan slide power point dan membagikan leaflet. Populasi dan sampel pengabdian ini berjumlah 50 orang. Hasil pengabdian masyarakat ini diterima antusis oleh peserta yang terlihat dari banyaknya peserta yang bertanya seputar informasi mengenai topik yang diberikan. Diharapkan kegitan penyuluhan tentang bahaya rokok serta pembuatan lokalisasi kawasan merokok disetiap lingkungan bisa dilaksanakan di semua daerah di Padangsdidimpuan sehingga mencakup seluruh lapisan masyarakat lebih  mengetahui dan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Pemanfaatan Spray Anti Nyamuk Berbahan Alami Untuk Menghindari Gigitan Nyamuk dan Penyakit DBD Roni, Yunisman; Ari Rahmat Aziz; Masrina Munawarah Tampubolon; Nurhanifa Rizky Tampubolon; Niken Yuniar Sari; Nia Khusniyati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v7i2.2070

Abstract

Latar Belakang: Lahan basah merupakan ekosistem yang kaya akan keanekaragaman hayati, namun juga menjadi habitat yang ideal bagi berbagai vektor penyakit, terutama nyamuk. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Masyarakat Kelurahan Pebatuan sepakat bahwa jumlah nyamuk di daerah kelolaan sangat mengganggu dan kondisi got yang sangat kotor perlu ditangani. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menghindari gigitan nyamuk dan penyakit DBD Metode: Penyuluhan dan demonstrasi pembuatan spray anti nyamuk berbahan alami yakni kulit jeruk nipis, serai, cengkeh, dan campuran minyak zaitun. Hasil: Meningkatnya pengetahuan warga mengenai DBD perihal pemanfaatan spray anti nyamuk berbahan alami dengan adanya peningkatan sebesar 31,4 poin. Dan warga aktif melakukan pencegahan DBD dengan membersihkan lingkungan sekitar, penyuluhan yang dilakukan memperoleh respon positif dari masyarakat Kesimpulan: Pada kegiatan pengabdian ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan DBD melalui pemanfaatan spray anti nyamuk berbahan alami serta menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya berkelanjutan dalam mengurangi risiko penyebaran penyakit
Menstrual Hygiene Management Practices & Challenges Among Women in Wetland Areas of Riau: a Qualitative Study Masrina Munawarah Tampubolon; Yulia Irvani Dewi; Misrawati Misrawati; Sri Utami
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50259

Abstract

Menstrual Hygiene Management (MHM) remains understudied among women living in wetland environments, despite their vulnerability to limited access to clean water and sanitation. This study aimed to explore the practices, needs, and challenges in menstrual hygiene management among reproductive-age women residing in the wetland areas of Riau, Indonesia. A qualitative phenomenological design was employed. Data were collected through semi-structured interviews with six women aged 19–42 years, and triangulated with two additional informants (a community health nurse and a participant’s mother). Colaizzi’s method was used for data analysis.Two major themes emerged: (1) Adaptation to environmental constraints—women utilized existing water sources (rivers, boreholes) and followed inherited traditions for menstrual hygiene, including unsafe disposal of sanitary pads; (2) Strategies to maintain reproductive health—women managed discomfort through herbal remedies, self-treatment, and informal social support. However, myths and lack of accurate knowledge persisted. Women in wetland areas manage menstruation through improvised practices shaped by environmental and socio-cultural factors. There is a pressing need for culturally sensitive reproductive health education, improved access to WASH facilities, and sustainable sanitary waste disposal systems
Reproductive Health Literacy Among Adolescents in Pekanbaru: A Cross- Sectional Study Masrina Munawarah Tampubolon; Nurhannifah Rizky Tampubolon; Niken Yuniar Sari; Arneliwati Arneliwati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52882

Abstract

Reproductive health literacy is a foundational element in promoting sustainable public health, particularly among adolescents. Despite its importance, global and national studies consistently report low literacy levels in this domain. This cross-sectional study aimed to assess the reproductive health literacy of junior high school students in Pekanbaru, Indonesia, with a specific focus on gender-based disparities. A total of 323 students were purposively selected and surveyed using a highly reliable instrument adapted from the Health Literacy Measure for Adolescents (HELMA), which evaluates five key domains: accessing, reading, understanding, appraising, and applying health information. Findings revealed that 91.02% of respondents fell into the “inadequate” literacy category, with no participants achieving an “excellent” level. Gender analysis showed that 95.04% of male and 87.91% of female students were classified as having inadequate literacy, while only 3.72% reached a “sufficient” level. Although female students exhibited slightly higher proportions in the “problematic” and “sufficient” categories, the overall literacy remained critically low across both genders. Domain-specific analysis indicated stronger conceptual understanding among adolescents but significant weaknesses in functional and critical literacy skills. This study contributes novel insights by documenting lower literacy levels than previously reported in national and international contexts, and by offering a detailed breakdown across literacy domains. The results underscore the urgency of implementing targeted, domain-based, and gender-sensitive educational interventions. Furthermore, the findings advocate for a locally grounded, collaborative approach involving schools, healthcare providers, families, and digital media to cultivate a supportive information ecosystem that empowers adolescents in making informed reproductive health decisions.
Exploring Adolescents’ Needs in Sexual and Reproductive Health Literacy with Cultural Sensitivity: A Mixed-Methods Study Tampubolon, Masrina Munawarah; Tampubolon, Nurhannifah Rizky; sari, niken yuniar
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 21 No 1 (2026): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2026.21.1.18589

Abstract

Inadequate access to culturally sensitive sexual and reproductive health (SRH) information increases adolescents’ vulnerability to misinformation, risky sexual behaviors, and underutilization of SRH services, particularly in sociocultural contexts where sexuality remains taboo. This study examines sexual and reproductive health literacy (SRHL), risky sexual behaviours and the socio-cultural and institutional factors shaping adolescent SRH experiences. A convergent parallel mixed-methods study was conducted among 994 adolescents aged 11-21 years in Pekanbaru, Indonesia (May-October 2025). Quantitative data were collected using demographic forms, a modified SRHL questionnaire, and a validated Adolescent Sexual Behavior Degree Index, while qualitative data were obtained through focus group discussions and in-depth interviews with teachers, school counselors, healthcare providers, and community leaders. Quantitative data were analyzed descriptively and using chi-square tests, while qualitative data using Colaizzi’s thematic analysis. Most adolescents had inadequate SRHL (92.5%), and 53.3% reported high-risk sexual behaviours. No significant association was found (p = 0.083). Themes included adolescent vulnerability, limited school capacity to address complex adolescent issues; and gaps in educational strategies related to digital media influence, and cultural modernization. These findings highlight the need for culturally grounded, comprehensive SRH education and cross-sector collaboration, with nurses playing a key role in supporting informed adolescent health decision-making.
The Relationship Between Sedentary Behavior and Balanced Nutritional Knowledge with Nutritional Status in Adolescents Doloksaribu, Yohanna; Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Novayelinda, Riri; Tampubolon, Masrina Munawarah
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 5, No 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i1.7766

Abstract

Adolescents are vulnerable to nutritional problems due to unhealthy eating habits and insufficient physical activity. Sedentary behavior and lack of balanced nutrition knowledge may be related to adolescent nutritional status. This study aimed to analyze the relationship between sedentary behavior and balanced nutrition knowledge with nutritional status among adolescents. The study used a cross-sectional design on 106 adolescents with proportional stratified random sampling. Instruments included ASAQ questionnaire for sedentary behavior, balanced nutrition knowledge questionnaire, and anthropometric measurements of nutritional status based on BMI/A z-score using WHO Anthro Plus. Analysis used Spearman Rho test. Results showed that the majority of respondents were 14 years old (35.8%), female (52.8%), participating in extracurricular activities (69.8%). High category sedentary behavior (59.4%) averaged 6.31 hours/day. Nutrition knowledge was poor category (53.8%). Nutritional status was mostly normal (64.2%), with distribution of severe malnutrition (0.9%), undernutrition (8.5%), overweight (18.9%), obesity (7.5%). There was no significant relationship between sedentary behavior and nutritional status (p=0.315) and balanced nutrition knowledge with nutritional status (p=0.449). These results indicate that sedentary behavior is not related to nutritional status because it is influenced by social media and family factors. Nutrition knowledge is not related to nutritional status because adolescents find it difficult to apply knowledge due to peer influence and environment.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Senam Dismenore: Strategi Partisipatif Meningkatkan Pengetahuan dan Kesehatan Remaja Putri Tampubolon, Masrina Munawarah; Siregar, Nabilah; Lestari, Widia; Chesy, Chesy; Dafri, Dafri; Dini, Dini; Putri, Putri; Siti, Siti; Fandra, Fandra; Fitri, Fitri; Hasniati, Hasniati; Irza, Irza; Monika, Monika; Nathania, Nathania; Septia, Septia; Septiana, Septiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1797

Abstract

Adolescent girls are a vulnerable group to reproductive health issues, particularly a lack of knowledge about menstrual care and dysmenorrhea, which can disrupt daily activities. This community service activity aims to improve adolescent girls' knowledge and skills in maintaining reproductive health and implementing non-pharmacological methods to reduce menstrual pain. The program involved 30 participants through participatory health education and demonstrations of dysmenorrhea exercises at MTs Bustanul Ulum, Pekanbaru City. Evaluation was conducted using pre- and post-tests. Results showed a significant increase in knowledge scores from 83.33 to 98.33, as well as improved ability to perform the exercises correctly. Most participants also reported reduced pain and greater relaxation. This activity effectively increased reproductive health literacy and introduced safe alternatives for managing menstrual pain.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Mixed Media Education Intervention Program Terhadap Pengetahuan dan Sikap Anak Sekolah Dasar Tentang Karies Gigi Rahmadhani Sahara; Syeptri Agiani Putri; Masrina Munawarah Tampubolon
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.477

Abstract

Anak-anak sekolah dasar berisiko tinggi mengalami karies gigi akibat keterbatasan pengetahuan dan kurangnya sikap positif terhadap kesehatan gigi dan mulut. Angka kejadian karies gigi di Indonesia sendiri masih tergolong tinggi, termasuk di Kota Pekanbaru. Salah satu sekolah yang turut mengalami permasalahan ini adalah SDN 95 Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Mixed Media Education Intervention Program terhadap pengetahuan dan sikap anak terkait karies gigi. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain quasi eksperimental dengan pendekatan pretest – posttest with control group design. Sampel dalam penelitian sebanyak 54 responden yang terdiri atas kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing terdiri atas 27 responden dengan teknik proportionate stratified random sampling. Analisa bivariat yang digunakan adalah Uji wilcoxon signed test dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan dan sikap memiliki nilai p-value 0,000 (p < 0.05), Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan dari intervensi pendidikan kesehatan melalui gabungan tiga metode terhadap pengetahuan dan sikap anak sekolah dasar terkait karies gigi. Metode Mixed Media Education Intervention program terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa terhadap pencegahan karies gigi.
Pengalaman Ibu Dalam Menjalani Perawatan Masa Nifas Budaya Melayu Di Wilayah Kepulauan Riau Sri Minarni; Misrawati Misrawati; Masrina Munawarah Tampubolon
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.601

Abstract

Perawatan masa nifas dalam budaya Melayu merupakan praktik tradisional yang masih dipertahankan hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman ibu dalam menjalani perawatan masa nifas budaya Melayu di wilayah Kepulauan Riau. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif. Partisipan penelitian sebanyak 15 ibu yang telah menjalani masa nifas berbasis budaya Melayu, dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan metode analisis tematik Colaizzi. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama: (1) Pemulihan Holistik melalui Perawatan Tradisional, (2) Mendapatkan Dukungan Sosial dan Kultural yang Positif, (3) Tantangan dan Strategi Adaptasi Perawatan Tradisional, dan (4) Pandangan dan Keberlanjutan Perawatan Masa Nifas Tradisional. Perawatan tradisional berlangsung selama 44 hari meliputi penggunaan param, pilis, bengkungan, konsumsi jamu, serta pantangan makanan dan aktivitas. Sistem dukungan yang kuat dari keluarga, masyarakat, dukun beranak, dan tenaga kesehatan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan perawatan. Meskipun menghadapi tantangan seperti ketidaknyamanan fisik dan psikologis, ibu mampu mengembangkan strategi adaptasi. Perawatan masa nifas tradisional dipandang sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan dan dapat diintegrasikan dengan perawatan medis modern untuk menciptakan model perawatan yang lebih komprehensif.
Co-Authors Adhani, Nida Rahmatul Adi Antoni Ahmad Kautsar Al Aminuddin Al Aminuddin, Al Aminuddin Amalia Batubara, Rini Aminatul Fitri Ardilla Nurliza Arinil Hidayah Arneliwati Aulia Oktavia Aulia, Aulia aziz, ari rahmat Azizah Azizah Azwar Azwar Budi Wahyuni Chesy, Chesy Cory Linda Futri Harahap Dafri, Dafri Didi Kurniawan Dilaruri, Ade Dini, Dini Doloksaribu, Yohanna Dynda Tri Azrina Eki Maryo Harahap Erika Erika Erika Erika Erwin Erwin Fandra, Fandra Fany, Kinanti Resti Fathaniah, Farahiyah Fauziah, Husni Febrina Angraini Simamora Fira Amalia Hanifah Firdausi, Annisa Jannata Fitri Fitri Fitri Napitupulu, Natar Fitri, Reza Listina Friskha Andini Yuni Sari Gita Permata Mulya Hafni Nur Insan Hana Franciska Marida Uli Panjaitan Hasniati, Hasniati Herlina Herlina Hidayah, Arinil Hotma Royani Siregar Hotma Royani Siregar Hutabarat, Ribka Pebriana Irza, Irza Juliana, Dea Adelia Jumaini, Jumaini Karim, Darwin Khori Deskia Sapitri Linda Futri, Cory Marlin, Wulan Fauziyah Maryo Harahap, Eki Masyhurah, Jihan Misrawati Misrawati Monika, Monika Muhammad Farhan Aswan Muttakhidatul Hikmah, Muttakhidatul Nabilah Siregar Nabilla, Salma Nadila, Roja Napitupulu, Mastiur Napitupulu, Natar Fitri Nathania Nathania, Nathania Nia Khusniyati Nolip S, Calvin Khan Nur Insan, Hafni Nurahannifah Rizky Tampubolon Nurhanifa Rizky Tampubolon Nurhannifah Rizky Tampubolon Nurhidayah Nurhidayah Nurul Huda Nurul Huda Pakpahan, Jonas Letare Prapita Apriliani Putri Putri, Putri Rahmadhani Sahara Rahmia Putri Reni Zulfitri Riasti, Rini Rini Amalia Batubara Riri Novayelinda Rismadefi - Woferst Rizka, Yulia Rokhmani, Nikmah Royani Siregar, Hotma Sakinah Yusro Pohan Sari, Niken Yuniar Sari, Suci Indah Sebayang, Sabrina Nur Ramadhanty Septia, Septia SEPTIANA SEPTIANA SIREGAR, HOTMA ROYANI Siti Maesaroh Siti, Siti Sofiana Nurchayati Sri Minarni Sri Utami Sri Utami Sri Utami Suci, Erika Wice Purwani Syeptri Agiani Putri Viviandra Seroja Wasisto Utomo Wati, Angeli Silvia Wice Purwani Suci Widia Lestari Widiyono, Widiyono Widyawati Widyawati Yanna Wari Harahap Yulia Irvani Dewi Yunisman Roni Yusro Pohan, Sakinah