Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Perencanaan Pengendalian Banjir di Perkotaan (Studi Kasus: Banjir Kanal Timur Semarang) Zalma, Nasywah Miftahul; Andawayanti, Ussy; Sumiadi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.12

Abstract

Banjir adalah salah satu bencana alam yang sering melanda Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan seperti Kota Semarang yang menempati peringkat kedua jumlah bencana di Jawa Tengah. Salah satu penyebab utama banjir di Semarang adalah Banjir Kanal Timur (BKT), yang meskipun dibangun sebagai infrastruktur pengendali banjir, kini menunjukkan penurunan kapasitas akibat sedimentasi, penurunan muka tanah, kenaikan permukaan laut, dan buruknya pengelolaan drainase. Kejadian banjir terbaru, termasuk banjir pada Maret 2024 dengan genangan hingga 70 cm, menunjukkan perlunya perencanaan pengendalian banjir yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit banjir rancangan dengan menerapkan metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu, memodelkan perilaku banjir menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 6.3 pada kondisi eksisting, serta merancang upaya pengendalian banjir berupa normalisasi sungai dan perencanaan tanggul sepanjang 14,70 km kanal. Penelitian menggunakan data curah hujan 10 tahun dari empat stasiun serta data pasang surut dari Stasiun Meteorologi Tanjung Emas. Hasil studi ini diharapkan memberikan gambaran teknis mengenai zona rawan banjir, strategi mitigasi berbasis simulasi, serta estimasi biaya awal penanganan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi pengendalian banjir yang berkelanjutan di Kota Semarang.
Studi Perencanaan Jaringan Distribusi Air Baku di Desa Krucil Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo Elfreda Almira Alodia; Sumiadi; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.29

Abstract

Kecamatan Krucil terletak di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Daerah ini memiliki potensi sumber mata air yang besar karena berada di wilayah pegunungan. Di Kecamatan Krucil terdapat dua sumber airiiyang berasal dari Sumber Mata air Condong dan Sumber Mata Air Darungan dengan masing-masing debit sebesar, 103.9 liter/detik dan 86.25 liter/detik. Di wilayah ini juga telah tersedia jaringan pipa eksisting berupa jaringan transmisi, namun belum dilengkapi dengan sistem distribusi, sehingga pemanfaatan air baku belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan jaringan distribusi air baku di Desa Krucil dengan memperhitungkan proyeksi kebutuhan air hingga tahun 2043 sebesar 6.21 liter/detik untuk melayani 6484 jiwa. Perencanaan dilakukan melalui pemodelan sistem jaringan menggunakan Software WaterCAD V8i. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tekanan pada jaringan transmisi berada pada kisaran 1.34–7.39 atm, kecepatan aliran 0.68–1.35 m/s, dan headloss gradient antara 0.914–6.87 m/km. Sementara itu, pada jaringan distribusi, tekanan berkisar antara 1.15–10.91 atm, kecepatan 0.3–1.18 m/s, headloss gradient 1.987–14.15 m/km, sertaiisisa klorin antara 0.265–0.294 mg/L. Perencanaan ini diharapkan dapat digunakan sebagai rujukan dalam pengembangan sistem distribusi air baku di wilayah terkait.
Studi Penanganan Genangan di Daerah Jatimelati Kota Bekasi Dengan Konsep Low Impact Development Menggunakan Paket Program SWMM 5.2 Muhammad Daffa Marchefa Raditya, Daffa Marchefa; Sumiadi; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.55

Abstract

Kota Bekasi merupakan kota dengan kepadatan penduduk tertinggi kedua di Indonesia. Pesatnya pertumbuhan penduduk menyebabkan alih fungsi lahan dari area resapan menjadi kawasan permukiman dan bangunan komersial, sehingga mengakibatkan berkurangnya kemampuan lahan dalam menyerap air hujan. Kondisi tersebut memicu terjadinya genangan dan luapan air akibat sistem drainase yang tidak lagi berfungsi secara optimal. Salah satu wilayah yang terdampak adalah RW 004 Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk merencanakan sistem drainase yang mampu mengurangi genangan dengan menerapkan konsep Low Impact Development (LID) melalui perbaikan dimensi saluran dan penerapan kolam retensi. Metodologi penelitian meliputi analisis hidrologi untuk menentukan besarnya debit rencana, analisis hidrolika untuk mengevaluasi kapasitas saluran eksisting, serta pemodelan sistem drainase menggunakan perangkat lunak EPA SWMM 5.2. Berdasarkan hasil analisis, dilakukan perencanaan peningkatan saluran drainase menggunakan elemen U-ditch dengan tiga variasi ukuran serta pembangunan kolam retensi berkapasitas 16.500 m³ guna menampung limpasan air hujan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem drainase yang dirancang mampu menampung debit aliran dan mereduksi volume limpasan hingga 56.17% dibandingkan kondisi eksisting. Dengan demikian, penerapan sistem drainase berkonsep LID terbukti efektif dalam mengurangi risiko genangan di wilayah Jatimelati. Total biaya yang dibutuhkan untuk implementasi penanganan genangan ini adalah sebesar Rp 6.087.279.700.
Perencanaan Drainase Berwawasan Lingkungan Untuk Menangani Genangan Di Kawasan Jatirahayu Kota Bekasi Febrian, Aliffio; Sumiadi; Mirdeklis Beselly Putra, Sebrian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.62

Abstract

Kawasan Jatirahayu RW 023, Kecamatan Pondok Melati selalu mengalami banjir tiap tahun. Hal ini diperkirakan akibat dari kurangnya kapasitas sistem drainase, terutama dalam menghadapi pesatnya perubahan tata guna lahan dan perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem drainase eksisting dan merencanakan penanganan genangan berbasis drainase berwawasan lingkungan dengan pendekatan Nature-Based Solution (NbS). Metode penelitian meliputi analisis hidrologi dan pemodelan hidraulika menggunakan aplikasi EPA SWMM 5.2 dengan kala ulang hujan 10 tahun. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem drainase eksisting belum mampu menampung debit banjir rencana, ditandai dengan 5 titik genangan dengan volume total 3.270 m³ dan tingkat efektivitas sistem sebesar 50%. Upaya penanganan dilakukan melalui rehabilitasi saluran dan pembangunan sumur resapan. Alternatif I mampu mereduksi volume genangan hingga 82% dengan biaya yang lebih ekonomis, sehingga direkomendasikan sebagai solusi penanganan genangan di lokasi penelitian.
Evaluasi Penerapan Sistem Drainase Berwawasan Lingkungan dalam Menanggulangi Genangan dengan Konsep Low-Impact Development pada Perumahan Jatibening Permai Kota Bekasi Erlangga Prasetyo Ajie; Sumiadi; Sebrian Mirdeklis Beselly Putra
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.73

Abstract

Perumahan Jatibening Permai di Kota Bekasi selalu mengalami masalah banjir setiap tahunnya. Hal ini ditengarai karena kurang optimalnya fungsi saluran drainase akibat kapasitas yang tidak mencukupi, beberapa segmen drainase yang tidak seragam, dan kurangnya resapan. Perumahan ini hanya memiliki 1 ruang terbuka hijau untuk resapan berupa sebuah taman perumahan. Minimnya lahan resapan pada kawasan ini menyebabkan berkurangnya daerah resap air hujan sehingga air hanya mengalir menuju saluran drainase konvensional saja. Di sisi lain, kondisi saluran drainase eksisting yang buruk serta curah hujan yang tinggi menyebabkan limpasan air tidak dapat diatasi dengan optimal sehingga membentuk genangan pada daerah ini. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan guna mengevaluasi sistem drainase eksisting dan merancang sistem drainase baru dengan konsep Low-Impact Development (LID).Penelitian mencakup analisis hidrologi debit banjir rencana, analisis hidrolika, dan pemodelan EPA SWMM 5.2. Hasil simulasi menunjukkan 51 saluran drainase rawan meluap serta 7 titik genangan dengan total volume genangan sebesar 1027 m³. Penanganan yang dilakukan meliputi pelebaran dimensi saluran guna menambah kapasitas saluran dan pembuatan 31 sumur resapan guna membantu menampung limpasan air hujan. Penggunaan konsep LID terbukti efektif mereduksi volume genangan hingga 100% serta meningkatkan kapasitas drainase dalam mengatasi debit banjir rencana sebagai solusi berkelanjutan dalam menangani risiko genangan
Evaluasi Kinerja Modifikasi Sequent Baffle Block pada Peredam Energi untuk Pengendalian Loncatan Tipe Kuat Berbasis Pemodelan CFD Betran Dima; Very Dermawan; Sumiadi
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi kinetik dari pelimpah bendungan tinggi (Fr₁ > 9) dapat memicu loncatan hidrolik tipe kuat yang mengancam stabilitas struktur hilir. Penelitian ini mengevaluasi kinerja peredam energi USBR Tipe III terhadap usulan desain modifikasi sequent baffle block melalui uji model fisik berskala 1:100 dan simulasi numerik CFD berbasis Volume of Fluid (VOF). Pada kondisi debit ekstrem (21 l/dtk), kolam olak orisinal mengalami fenomena sweep-out yang mengakibatkan turunnya efisiensi peredaman menjadi 11%. Sebaliknya, penambahan sequent baffle block mampu meredam momentum aliran secara terdistribusi, menahan loncatan tetap di dalam kolam, dan mempertahankan efisiensi disipasi energi di angka 40%. Validasi komputasi numerik menunjukkan tingkat presisi yang cukup tinggi dengan Kesalahan Relatif (KR) di bawah 10%, yang secara efektif mengeliminasi bias pengukuran visual pada kondisi buih aerasi yang ada pada pengujian laboratorium.
Simulasi Banjir Rob Akibat Kenaikan Muka Air Laut MenggunakanModel Numerik Delft3D di Pesisir Semarang Utara, Jawa Tengah Rifqi Alvin Armadi; Sumiadi; M Amar Sajali
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan kota pesisir utama di Jawa yang berperan penting sebagai pusat ekonomi, industri, dan pelabuhan, namun sangat rentan terhadap banjir rob akibat topografi rendah, penurunan muka tanah, dan kenaikan muka air laut (SLR). Penelitian ini menganalisis karakteristik hidrodinamika pesisir Semarang Utara serta mensimulasikan dampak kenaikan muka air laut terhadap genangan rob menggunakan model numerik Delft3D-FLOW pada domain seluas ±20.690 km², memanfaatkan data batimetri, topografi DEMNAS, dan pasang surut Stasiun Tanjung Emas. Kalibrasi periode 19 Mei–19 Juni 2026 menunjukkan pola pasang surut simulasi sesuai karakteristik semi-diurnal perairan utara Jawa. Simulasi kondisi eksisting menghasilkan luas genangan rob 20,71 km² (2.071,28 Ha), terkonsentrasi di Tanjung Mas, Bandarharjo, dan kelurahan pesisir sekitarnya. Skenario RCP8.5 menunjukkan Extreme Sea Level meningkat dari +0,90 m (2030) menjadi +1,90 m (2100) untuk periode ulang 100 tahun, berkorelasi positif dengan perluasan genangan rob, menjadi dasar strategi mitigasi seperti tanggul laut, penataan ruang pesisir, dan rehabilitasi mangrove.
Analisis Genangan pada Sistem Drainase Universitas BrawijayaMenggunakan Pemodelan HEC-RAS 2D Berbasis Data Drone Sari Proboayu; Sumiadi; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curah hujan berintensitas tinggi dapat menyebabkan genangan pada kawasan Universitas Brawijaya, terutama pada area dengan elevasi rendah dan cekungan topografi. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik genangan pada sistem drainase Universitas Brawijaya menggunakan HEC-RAS 2D berbasis data drone. Pemodelan dilakukan dengan metode Direct Rainfall menggunakan Digital Terrain Model (DTM), data tutupan lahan, dan geometri drainase eksisting hasil pemetaan drone. Simulasi dilakukan untuk hujan rencana dengan kala ulang 2, 5, dan 10 tahun menggunakan durasi hujan 6 jam. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa genangan terkonsentrasi pada area dengan elevasi rendah dan mengalami peningkatan luas serta kedalaman seiring bertambahnya kala ulang hujan. Beberapa lokasi kritis teridentifikasi mengalami akumulasi genangan, antara lain area Fakultas Teknologi Pertanian, jalan menuju Gerbang BNI, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, serta kawasan Teknik Pengairan. Hasil pemodelan juga menunjukkan kesesuaian dengan pola arah aliran permukaan dan kondisi genangan eksisting berdasarkan ground checking.
Analisis Sebaran Genangan dan Skenario Pengendalian Banjir Sungai Sambutan Menggunakan Pemodelan HEC-RAS 2D M. Nafian Adriannu; Sumiadi; M Amar Sajali
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP) In Press
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir di kawasan Samarinda umumnya dipicu oleh curah hujan yang tinggi, kapasitas penampang sungai yang menyempit, serta efek backwater pasang surut Sungai Mahakam. Berdasarkan analisis hidrologi menggunakan curah hujan Distribusi Log Pearson Tipe III dan debit banjir rancangan (Q2, Q25, Q50) dengan HSS Snyder, pemodelan hidrolika 2D (unsteady flow) disimulasikan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 6.2. Hasil simulasi kondisi eksisting menunjukkan bahwa sungai tidak mampu menampung debit Q25, sehingga memicu genangan seluas 4.519.532,63 m² dengan volume tumpahan 6.002.591,38 m³. Sebagai solusi penanganan, direncanakan skenario normalisasi berupa pelebaran dasar sungai menjadi 30 m yang dikombinasikan dengan tanggul baru setinggi 4,5 m (tinggi jagaan 1 m). Simulasi akhir membuktikan bahwa skenario ini optimal dalam meningkatkan kapasitas sungai, mampu menampung aliran debit banjir Q25 secara tuntas, serta aman menahan debit kontrol Q50.
Analisis Efektivitas Jaringan Drainase Perkotaan Eksisting Kecamatan Lamongan Azzahra, Jihan Rachma; Sumiadi; Muhammad Nurjati Hidayat
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP) In Press
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kawasan perkotaan di Kecamatan Lamongan menyebabkan peningkatan luas permukaan kedap air yang berdampak pada bertambahnya limpasan permukaan. Kondisi tersebut mengakibatkan beban aliran yang harus ditampung oleh sistem drainase semakin besar, sementara kapasitas jaringan eksisting belum sepenuhnya mampu mengalirkan debit limpasan sehingga masih terjadi genangan pada beberapa lokasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja jaringan drainase eksisting serta menyusun alternatif penanganan untuk meningkatkan efektivitas pengendalian genangan. Analisis hidrologi dilakukan menggunakan distribusi Log Pearson Tipe III dan metode Mononobe, sedangkan evaluasi sistem drainase dilakukan melalui pemodelan menggunakan EPA SWMM 5.2. Hasil simulasi menunjukkan bahwa beberapa ruas saluran mengalami kondisi node flooding, yang mengindikasikan kapasitas saluran belum mampu menampung debit limpasan hujan rencana. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, dilakukan rehabilitasi dimensi saluran pada ruas yang mengalami luapan dengan tetap mempertahankan fungsi kolam retensi dan pompa pembuang sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir. Simulasi setelah rehabilitasi memperlihatkan peningkatan kapasitas hidraulik jaringan drainase sehingga aliran dapat dialirkan dengan lebih baik dan genangan pada titik-titik kritis berhasil dikurangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rehabilitasi saluran berdasarkan pemodelan EPA SWMM 5.2 mampu meningkatkan kinerja sistem drainase perkotaan di Kecamatan Lamongan.