Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PERILAKU CYBERBULLING PADA REMAJA AWAL DI SMP NEGERI (XX) BANJARMASIN Ani Wardah; Nurul Aulia
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 8, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v8i3.10315

Abstract

Cyberbullying is an action taken by a person or group against another individual or group through text messages, pictures or photos or videos that tend to humiliate and harass. This study aims to describe cyberbullying behavior in early adolescents in Banjarmasin.  This research uses a type of quantitative approach with a descriptive analysis approach Classes VIIA,, IIC, IXB, IXD, which are registered in the 2021/2022 school year.The instrument used is a questionnaire,  Data analysis techniques using percentage analysis techniques. Research result:1. The type of cyberbullying. behavior experienced by early adolescents, namely as a victim of cyberbullying behavior, is in the high category; perpetrators and victims of cyberbullying behavior are in the low category leading to medium, the perpetrators are in the low category. And never experienced low cyberbullying.2. The form of cyberbullying behavior used is that the perpetrator sends messages repeatedly with the intention of offending which is in the high category. The perpetrator sends an online message in an angry, rude, vulgar tone, which is  in the high category. Slander through sending untrue messages or hurtful news about someone to others is in the high category. 3. What to do if you witness cyberbullying behavior, namely, defending victims is in the high category. Reporting to the teacher is in the high category. Silently witnessing the low category: taking part in spoiling is in the low category.  4. The social media most often used to carry out cyberbullying behavior is whatsApp, and video games are in the high category. Then instagram is in the low category leading to high. Then facebook, twitter, and other media.
PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MAN 5 BARITO KUALA DAN MAS DARUL MUKARRAM KABUPATEN BARITO KUALA Ahmad Nordin; Husnul Madihah; Ani Wardah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 3: Agustus 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i3.6360

Abstract

Academic supervision is essentially an action that is attempted to assist teachers in developing their potential to manage learning so that it is better. The Madrasah head as a supervisor in carrying out his duties in carrying out academic supervision should have been carried out in a programmed and measurable manner. This study aims to describe (1) describe the academic supervision arranged by the head of the madrasa in improving teacher performance at MAN 5 Barito Kuala, (2) describe the academic supervision arranged by the head of the madrasa in improving teacher performance at MAS Darul Mukarram Barito Kuala Regency. This study uses a qualitative descriptive approach, which is a research procedure that produces descriptive data in the form of written or spoken data and people and behavior that can be observed as research objects. Implementation of academic supervision by the head of the madrasa at MAN 5 Barito Kuala and MAS Darul Mukarram Barito Kuala District. took samples and data sources from the Head of Madrasah Teachers and the Academic Supervision Team. Data collection techniques through interviews, observation and documentation. Based on the results of the study, it shows that: (1) The implementation of supervision at MAN 5 Barito Kuala is in accordance with the existing theory. By carrying out the observation phase which starts with planning, implementation, analysis and evaluation, as well as follow-up supervision, it has been able to improve teacher performance and teacher competency in the learning process. (2) The implementation of supervision at MAS Darul Mukarram, Barito Kuala Regency, is also in accordance with the existing theory. The supervision stage also begins with planning, implementation, analysis and evaluation, as well as follow-up supervision which has shown an increase in teacher performance in planning lessons, teacher competence, and teacher performance in the learning process.
KOLABORASI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DAN AGEN PERUBAHAN (ANTI PERUNDUNGAN) DALAM MELAWAN PERUNDUNGAN DI SMK NEGERI 2 BANJARBARU Afrilia Gusman; Ani Wardah; Muhammad Eka Prasetia
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v9i2.8373

Abstract

The anti-bullying and school-based violence program is an effort to prevent and deal with violence against children. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. The purpose of this research is to describe the vision, mission and work programs of change agents, the impact of the existence of change agents, and how collaboration between Guidance and Counseling Teachers and Change Agents. The research subjects consisted of Guidance and Counseling Teachers, members of Change Agents and Students. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. Data analysis techniques consist of data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The results of the study are (1) Vision and Mission of the program for preventing and overcoming acts of bullying within the education unit, as an effort to prevent and deal with violence against children. Aims to create a safe and comfortable climate for students to learn. (2) The impact of the existence of a change agent for SMK Negeri 2 Banjarbaru, namely the existence of an anti-bullying change agent has a positive impact on school residents, including self-awareness to always behave well and spread kindness to fellow human beings. (3) Guidance and Counseling Teachers and Change Agents collaborate well where the Guidance and Counseling Teachers become facilitators or coaches. Meanwhile, change agents are tasked with giving or influencing friends with positive behavior and always maintaining the comfort of the school.
PENDAMPINGAN DALAM UPAYA MENURUNKAN PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA MELALUI SELF-MANAGEMENT DI SMK Ani Wardah; Husnul Madihah; Aminah Aminah
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 5: Oktober 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i5.6597

Abstract

Prokrastinasi akademik adalah kecenderungan untuk menunda-nunda tugas akademik tanpa alasan yang rasional. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah banyaknya siswa yang memiliki masalah prokrastinasi akademik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya keterlambatan pengumpulan tugas oleh siswa, banyak guru mengeluh karena siswa sering telat mengumpul tugas, ada siswa yang tidak mengerjakan tugas, dan membolos untuk menghindari mengerjakan tugas. Solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini adalah pendampingan dalam upaya menurunkan perilaku prokrastinasi akademik siswa melalui self management di SMK Bina Banua Banjarmasin. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini berupa Pendampingan. Adapun rangkaian kegiatan terdiri dari pertemuan I: pre-test, memotivasi mitra, tata-tertib kegiatan, dan menyampaikan materi. Pertemuan II: menetapkan tujuan yang spesifik, terukur, dan dapat dicapai. Pertemuan III: Membuat rencana tindakan yang jelas dan terperinci. Pertemuan IV: Time management. pertemuan V. Evaluasi. Berdasarkan hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan yaitu penurunan perilaku prokrastinasi akademik siswa. Siswa mengetahui pentingnya mengumpul tugas tepat waktu. Siswa mampu memenajemen diri, Siswa menggunakan waktu dengan baik
PELATIHAN PEMBUATAN ACTIVATOR EM4 (EFFECTIVE MIKROORGANISME 4) BERBAHAN DASAR LIMBAH DAN PELATIHAN MOTIVASI DIRI PADA SALAH SATU SKB DI BANJARMASIN Novi Rahmawanti; Ani Wardah; Novrian Dony
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 1 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i1.12425

Abstract

EM4 merupakan salah satu  jenis  larutan   yang   mengandung   bakteri seperti decomposer, lactobacillus sp, bakteri asam laktat, bakteri fotosintetik, jamur pengurai selulosa, bakteri pelarut fosfor yang berfungsi sebagai pengurai bahan organik secara alami. Pemberian pelatihan kepada warga belajar merupakan salah satu sasaran pendidikan yang ingin dicapai guna memaksimalkan proses pembelajaran warga belajar paket C di SKB Kota Banjarmasin. Pelatihan yang diberikan adalah pelatihan pembuatan activator EM4 (efektif mikroorganisme 4) berbahan dasar limbah. Pembuatan activator EM4 merupakan salah satu bagian dari riset yang telah dilakukan oleh penulis dalam hal pemanfataannya untuk mempercepat pembuatan kompos. Penyampaian pelatihan pembuatan EM4 di Paket C SKB Kota Banjarmasin dilakukan untuk memenuhi pembelajaran yang berorientasi pada kecakapan hidup karena warga belajar dapat mengaplikasikan cara pembuatannya dan pemanfaatannya dalam pembuatan kompos. Hasil post test menunjukkan bahwa pengetahuan warga belajar peserta pelatihan terhadap pupuk dan EM4 meningkat sebesar 80%. Keinginan untuk mengaplikasikan juga terlihat dari pertanyaan yang muncul selama berlangsungkanya kegiatan. Perubahan juga terjadi pada warga belajar paket C yang awalnya belum memahami wajibnya hadir rutin dalam pembelajaran pada jadwal yang ditentukan, dengan adanya praktik konseling motivasi belajar yang telah kami lakukan telah banyak memberikan dampak perubahan  dengan adanya kehadiran yang rutin dan mereka menjadi bersemangat untuk mengikuti  pembelajaran.
KORELASI ANTARA BODY IMAGE DENGAN SELF ESTEEM PADA SISWA Wahyuni, Listi Nur; Wardah, Ani; Fauzi, Zainal
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 9, No 2 (2023): Juli- Desember 2023
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v9i2.7118

Abstract

Masa remaja adalah periode tertentu yang umumnya dianggap antara usia 10-19 tahun. Remaja mengalami banyak perubahan. Umumnya para remaja menyadari perubahan yang dialami mereka, khususnya perubahan dalam hal penampilan. Remaja memandang tubuhnya sebagai bagian yang terpisah dan setiap bagian berperan dalam kepribadiannya. Selain melakukan penilaian terhadap tubuhnya, remaja tentunya juga melakukan penilaian terhadap keberhargaan dirinya (Self Esteem). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Body Image dengan Self Esteem pada siswadi SMKN 1 Banjarbaru. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampel random sampling sebanyak 120 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis korelasi spearman rank. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara Body Image dengan Self Esteem pada siswa di SMKN 1 Banjarbaru. Hal ini menunjukan bahwa semakin positif Body Image, maka akan semakin tinggi Self Esteem pada siswa. Begitu juga sebaliknya semakin negatif Body Image maka akan semakin rendah Self Esteem siswa.
Pelatihan Perilaku Respek Dan Empati Melalui Metode Role Play Untuk Mencegah Bullying Di SMKN 3 Banjarmasin Wardah, Ani; Auliah, Nurul; Aminah, Aminah; Andriana, Riya; Pebrianti, Novi
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying behavior is behavior that is carried out repeatedly by a group of students who have power over weak students with the aim of causing displeasure or pain by other people, either one or several people directly against someone who is unable to fight back. The aim of this community service is to prevent bullying at SMKN 3 Banjarmasin. The participants in this activity were 36 students from class XI b TJKT. The method used is training in respectful and empathetic behavior through the role play method to prevent bullying. As for the activities: Meeting I, namely 1. Orientation and Pre-test, then delivery of role play training rules, and division into groups and roles, 2. Students act out bullying scenes in forms of verbal, physical and cyberbullying. 3. Students act in the positions of victims, perpetrators and witnesses of bullying. Meeting II, namely (4) Students act out a bullying prevention scene by being respectful, empathetic and helping the victim. 5. Students act out a reconciliation scene between the victim and the perpetrator of bullying, (7) Discussion after the role play to summarize the learning and feelings experienced. Next, evaluate the progress of training results. The training results showed that there was a significant difference between the pretest and posttest scores for SMKN 3 Banjarmasin students, with an increase in scores of 45 points after participating in the role play training. This increase indicates that role play-based training methods are effective in increasing students' respectful and empathetic behavior.
Exploring Challenges and Solutions to Prevent and Overcome Bullying Behavior Among Vocational School Students Wardah, Ani; Auliah, Nurul; Aminah, Aminah; Andriyani, Riya; Pebrianti, Novi
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 6 No. 3 (2024): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002024061191000

Abstract

Bullying continues to be a significant problem in educational settings, adversely affecting the psychological, physical, and social well-being of kids. This study investigates the difficulties and solutions for preventing and mitigating bullying among Vocational High School (SMK) students in Banjarmasin, Indonesia. Data were gathered via written and semi-structured interviews with four guidance and counseling educators from public and private vocational institutions Using a qualitative research methodology and case study design. The thematic analysis identified three primary challenges: the perception of bullying as a "joke," the impact of social media and the social context, and the difficulties of emotional regulation in adolescents. In response to these difficulties, schools are adopting various strategic approaches, including traditional services, anti-bullying policies, a WhatsApp hotline for reporting incidents, and collaborative initiatives that include all stakeholders within the school community. This research underscores the significance of technology integration and community engagement in fostering a secure and inclusive educational atmosphere. These findings substantially enhance the formulation of successful educational policies and anti-bullying initiatives.
PELATIHAN PEMBUATAN ACTIVATOR EM4 (EFFECTIVE MIKROORGANISME 4) BERBAHAN DASAR LIMBAH DAN PELATIHAN MOTIVASI DIRI PADA SALAH SATU SKB DI BANJARMASIN Novi Rahmawanti; Ani Wardah; Novrian Dony
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 1 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i1.12425

Abstract

EM4 merupakan salah satu  jenis  larutan   yang   mengandung   bakteri seperti decomposer, lactobacillus sp, bakteri asam laktat, bakteri fotosintetik, jamur pengurai selulosa, bakteri pelarut fosfor yang berfungsi sebagai pengurai bahan organik secara alami. Pemberian pelatihan kepada warga belajar merupakan salah satu sasaran pendidikan yang ingin dicapai guna memaksimalkan proses pembelajaran warga belajar paket C di SKB Kota Banjarmasin. Pelatihan yang diberikan adalah pelatihan pembuatan activator EM4 (efektif mikroorganisme 4) berbahan dasar limbah. Pembuatan activator EM4 merupakan salah satu bagian dari riset yang telah dilakukan oleh penulis dalam hal pemanfataannya untuk mempercepat pembuatan kompos. Penyampaian pelatihan pembuatan EM4 di Paket C SKB Kota Banjarmasin dilakukan untuk memenuhi pembelajaran yang berorientasi pada kecakapan hidup karena warga belajar dapat mengaplikasikan cara pembuatannya dan pemanfaatannya dalam pembuatan kompos. Hasil post test menunjukkan bahwa pengetahuan warga belajar peserta pelatihan terhadap pupuk dan EM4 meningkat sebesar 80%. Keinginan untuk mengaplikasikan juga terlihat dari pertanyaan yang muncul selama berlangsungkanya kegiatan. Perubahan juga terjadi pada warga belajar paket C yang awalnya belum memahami wajibnya hadir rutin dalam pembelajaran pada jadwal yang ditentukan, dengan adanya praktik konseling motivasi belajar yang telah kami lakukan telah banyak memberikan dampak perubahan  dengan adanya kehadiran yang rutin dan mereka menjadi bersemangat untuk mengikuti  pembelajaran.
Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Berbahan Lidah Buaya Pada Masyarakat Pondok Pesantren (Santri Putra) Sebagai Upaya Memberdayakan Santri Dalam Keterampilan Dony, Novrian; Gusti Hadiatus Solehah; Ani Wardah
FUNDAMENTUM : Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus : FUNDAMENTUM : Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/fundamentum.v2i3.345

Abstract

Keterampilan dan pengetahuan umum berperan penting sebagai pendukung ketika santri telah terjun ditengah masyarakat. Keterampilan pembuatan sabun diberikan bertujuan untuk mengedukasi masyarakat pondok pesantren (santri) dan pengurus pondok mengenai pembuatan sabun. Sabun merupakan salah satu perlengkapan dalam rumah tangga yang tidak terlepas dari kebutuhan sehari-hari. Dalam pembuatan sabun selain memanfaatkan humektan alami ekstrak air tanaman Aloe vera L. sebagai bahan pelembut dalam formulasi sabun cair cuci piring, santri juga dapat menambah pengetahuannya dalam kimia. Peserta kegiatan adalah santri putra Pondok Pesantren Al Ihsan Banjarmasin sebanyak 15 orang. Kegiatan ini terdiri dari diskusi (penyuluhan) dan praktik langsung. Materi penyuluhan menjelaskan mengenai proses saponifikasi sementara pelatihan pembuatan sabun dilakukan melalui demonstrasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa hampir semua santri atau sekitar 90 % santri putra belum pernah melakukan percobaan yang melibatkan bahan kimia terutama proses saponifikasi/pembuatan sabun dari bahan minyak dengan basa. Mereka sangat antusias dan bersemangat dengan pengetahuan yang mereka dapatkan dari proses pembuatan sabun dan keterampilan ini dapat mereka manfaatkan dalam pembuatan sabun dengan melakukan modifikasi warna dan bau wewangian yang berbeda.