Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Korelasi Antara Motivasi Belajar dan Efikasi Diri terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa di SMK Muhammadiyah Banjarmasin : Penelitian Aminah Aminah; Ani Wardah; Nuruh Auliah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5652

Abstract

Prokrastinasi akademik masih sering terjadi pada siswa SMK dalam menyelesaikan tugas. Meski tuntutan akademik dan praktik tinggi menuntut motivasi belajar dan efikasi diri yang baik, sebagian siswa masih menunda tugas dan kurang percaya diri. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan motivasi belajar dan efikasi diri dengan prokrastinasi akademik pada siswa SMK Muhammadiyah Banjarmasin. Penelitian kuantitatif dengan metode korelasi ini melibatkan 79 siswa kelas XI melalui teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan korelasi Pearson Product Moment serta regresi linier berganda. Hasil menunjukkan motivasi belajar berhubungan negatif dan signifikan dengan prokrastinasi akademik (r = −0,329; p = 0,003), sedangkan efikasi diri tidak signifikan secara individual (p = 0,097). Namun, secara simultan keduanya berhubungan signifikan meski rendah (Sig. F change = 0,007; R = 0,122). Temuan ini menunjukkan bahwa pada konteks SMK, efikasi diri tidak selalu berperan langsung dalam menekan prokrastinasi, berbeda dengan beberapa penelitian pada mahasiswa atau siswa SMA. Penelitian ini memperkaya kajian faktor psikologis pada pendidikan kejuruan dan memberi implikasi praktis bagi pendidik serta konselor untuk memprioritaskan peningkatan motivasi belajar guna mengurangi prokrastinasi akademik.
Hubungan Antara Dukungan Sosial Teman Sebaya Dan Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Kepercayaan Diri Siswa SMA Negeri Banjarmasin Mariya Ulpah; Ani Wardah; Sri Ayatina Hayati
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.234

Abstract

Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek psikologis yang berperan penting dalam mendukung perkembangan akademik dan sosial siswa. Rendahnya kepercayaan diri dapat menghambat kemampuan siswa dalam berinteraksi, mengemukakan pendapat, dan menghadapi berbagai tuntutan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan dukungan sosial keluarga terhadap kepercayaan diri siswa SMA Negeri 11 Banjarmasin, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 154 siswa kelas X yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari populasi sebanyak 251 siswa. Data dikumpulkan menggunakan skala dukungan sosial teman sebaya, skala dukungan sosial keluarga, dan skala kepercayaan diri yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman Rank, korelasi Pearson Product Moment, dan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial teman sebaya berhubungan positif dan signifikan dengan kepercayaan diri siswa (r = .418, p < .001), demikian pula dukungan sosial keluarga (r = .464, p < .001). Secara simultan, kedua variabel tersebut berhubungan signifikan dengan kepercayaan diri siswa (R = .479; R² = .230; F(2,151) = 22.499; p < .001), dengan kontribusi sebesar 23% terhadap variasi kepercayaan diri siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan sosial dari teman sebaya dan keluarga merupakan faktor penting dalam pengembangan kepercayaan diri siswa. Oleh karena itu, layanan bimbingan dan konseling di sekolah perlu mengembangkan program yang melibatkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan teman sebaya untuk memperkuat dukungan sosial dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa.