Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Hubungan antara Cyberbullying dengan Kecemasan Sosial Siswa di SMPN X Banjarmasin Wulan Safitri; Ani Wardah; Yulizar Abidarda
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 5 No. 1 (2025): September
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/d10pq691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cyberbullying dengan kecemasan sosial pada siswa SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN X Banjarmasin yang berjumlah 65 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Instrumen penelitian berupa skala cyberbullying dan skala kecemasan sosial yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil uji normalitas dan linearitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan memiliki hubungan linear. Analisis korelasi Pearson Product Moment menghasilkan nilai r = 0,157 dengan p = 0,212 (p > 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara cyberbullying dengan kecemasan sosial siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman cyberbullying tidak berhubungan secara langsung dengan tingkat kecemasan sosial siswa.
Hubungan Antara Pemberian Reward dan Punishment dengan Kedisiplinan Belajar Siswa di SMA Tahfidzul Qur’an Rani Angraeni; Ani Wardah; Sri Ayatina Hayati
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.442

Abstract

Kedisiplinan merupakan nilai fundamental dalam membentuk karakter siswi di SMA Tahfidzul Qur’an, khususnya pada program Tahfidz Al-Qur’an yang menuntut konsistensi tinggi. Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih ditemukannya masalah kedisiplinan seperti keterlambatan, membolos, dan kurangnya fokus yang berdampak pada tidak tercapainya target hafalan. Oleh karena itu, diterapkan strategi pemberian reward dan punishment sebagai instrumen pembentukan disiplin belajar siswi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji: (1) hubungan pemberian reward terhadap kedisiplinan belajar siswi, (2) hubungan pemberian punishment terhadap kedisiplinan belajar siswi, dan (3) hubungan pemberian reward dan Punishment secara simultan terhadap tingkat kedisiplinan belajar siswi dalam kegiatan Tahfidz Al-Qur’an di SMA Tahfidzul Qur’an. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif asosiatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini melibatkan seluruh siswi peserta program tahfidz dengan sampel sebanyak 69 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan korelasi ganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara reward dengan kedisiplinan belajar (r = 0.278; p = 0.021), (2) tidak terdapat hubungan signifikan secara parsial antara Punishmentdengan kedisiplinan belajar (r = -0.011; p = 0.925), dan (3) terdapat hubungan signifikan secara simultan antara reward dan Punishmentdengan kedisiplinan belajar siswi (R = 0.327; R2 = 0.107; p = 0.024). Disimpulkan bahwa kombinasi reward dan punishment secara bersama-sama terbukti berhubungan signifikan dengan kedisiplinan belajar. Disarankan bagi pendidik untuk mengoptimalkan pemberian reward sebagai pendorong utama motivasi, serta menerapkan punishment edukatif seimbang hanya sebagai koridor pengingat aturan sekolah.
The Effectiveness of Psychodynamic Group Counseling in Reducing Stress Among Verbal Bullying Victims: A Pre-Experimental Study in a Banjarmasin High School Muhammad Ridzky Santya Islami; Ani Wardah; Yuliansyah Yuliansyah
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 04 (2026): October 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i04.6949

Abstract

Verbal bullying is a persistent problem in secondary schools and frequently produces psychological distress, emotional insecurity, and elevated stress among adolescent victims. Although various counseling interventions have been implemented to address bullying-related stress, evidence regarding psychodynamic group counseling remains limited. This study examined the effectiveness of psychodynamic group counseling in reducing stress among high school students who experienced verbal bullying in Banjarmasin, Indonesia. A quantitative pre-experimental study using a one-group pretest–posttest design was conducted with eight Grade X students selected through purposive sampling based on their experiences as repeated verbal bullying victims. Stress levels were measured using a validated 25-item perceived stress questionnaire before and after the intervention. The intervention consisted of structured psychodynamic group counseling sessions that emphasized exploring unconscious emotional conflicts, defense mechanisms, interpersonal relationships, self-awareness, and emotional resolution within a supportive group environment. Data were analyzed using descriptive statistics and a paired-samples t-test with a significance level of 0.05. The findings revealed a significant reduction in participants’ stress levels following the intervention, with the mean score decreasing from 86.50 (SD = 7.19) before counseling to 80.50 (SD = 7.33) after counseling, t(7) = 3.21, p = .015. All participants demonstrated decreased stress scores after the intervention. These findings indicate that psychodynamic group counseling is a promising school-based intervention for alleviating stress among verbal bullying victims and strengthening adolescents’ emotional well-being, although larger controlled studies are needed to confirm its effectiveness. Keywords: adolescents, school counselling, psychodynamic group counseling, stress reduction, verbal bullying