Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Sosialisasi Pengendalian Emosi Berbasis Islam: Mengatasi Marah pada Siswa SMAN X Banjarmasin Aminah; Wardah, Ani; Auliah, Nurul; Sapitri, Laura; Sa’adah, Dewi; Rahmah, Amelia
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v4i1.1490

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengendalikan emosi, Subjek kegiatan terdiri atas 30 orang siswa kelas XI B yang berpartisipasi aktif dalam pelatihan. Metode pelaksanaan meliputi dua sesi utama, yaitu (1) sosialisasi dan pre-test untuk mengidentifikasi tingkat awal kemampuan siswa dalam mengelola emosi marah, serta (2) penyampaian materi inti yang mencakup konsep emosi dalam perspektif Islam, dalil Al-Qur’an dan hadis tentang pentingnya pengendalian emosi, serta praktik spiritual seperti sabar, dzikir, wudhu, dan shalat sebagai strategi pengendalian marah. Setelah pelatihan, dilakukan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya pengelolaan emosi sesuai nilai-nilai Islam. Peserta menunjukkan perubahan sikap yang lebih tenang dan reflektif dalam menghadapi situasi emosional, serta memahami pentingnya spiritualitas dalam menjaga kestabilan emosi. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti efektif dalam membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai Qur’ani dalam mengendalikan kemarahan dan mengembangkan karakter islami yang berakhlak mulia. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pelatihan berkelanjutan bagi sekolah lain dalam mengembangkan kecerdasan emosional berbasis spiritual.
KORELASI ANTARA ADIKSI SMARTPHONE DAN PERILAKU PHUBBING TERHADAP SOPAN SANTUN SISWA DI SMA NEGERI 3 BANJARMASIN Anjeli, Anjeli; Wardah, Ani; Abidarda, Yulizar
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 8 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i8.815-825

Abstract

Kemajuan teknologi informasi, khususnya dalam penggunaan smartphone, telah membawa dampak signifikan terhadap perilaku sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Korelasi antara Adiksi Smartphone dan perilaku Phubbing terhadap tingkat sopan santun siswa di SMA Negeri 3 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional. Sampel berjumlah 135 siswa kelas XI yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian meliputi skala Adiksi Smartphone, skala Phubbing, dan skala sopan santun. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara Adiksi Smartphone dengan sopan santun (r = -0,267, p = 0,002) dan antara perilaku Phubbing dengan sopan santun (r = -0,275, p = 0,001). Selain itu, hasil uji korelasi berganda menunjukkan bahwa secara simultan terdapat hubungan yang signifikan antara Adiksi Smartphone dan perilaku Phubbing terhadap sopan santun (R = -0,111, p = 0,000) meskipun kekuatan hubungan tergolong lemah. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat Adiksi Smartphone dan frekuensi perilaku Phubbing, semakin rendah tingkat sopan santun siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis terkait pentingnya pengendalian penggunaan smartphone serta peningkatan kesadaran sopan santun dalam lingkungan sekolah. Keywords: Adiksi Smartphone, Perilaku Phubbing, Sopan Santun
Sosialisasi Untuk Meningkatkan Kedipsilinan Siswa Dalam Masuk Sekolah di SMK Muhammadiyah X Banjarmasin: Penelitian Ani Wardah; Aminah; Nurul Auliah; Novi Rahmawanti; Dewi Sa’adah; Laura Sapitri; Amelia Rahmah; Nurhidayah Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3313

Abstract

Discipline in Islam is extensively explained in the Quran and Hadith. This community service program aims to increase students' awareness and discipline in time management, particularly in reducing lateness to school. This activity involved 25 11th-grade office students. The program consisted of two main sessions: a socialization session and a training session. In the first session, participants were given an understanding of the importance of effective time management, followed by a pre-test to measure initial understanding. The second session covers material on time management from an Islamic perspective, practical techniques for waking up early, and making daily plans using the Time Blocking and To-Do List methods. Evaluation through post-test showed an increase in students' understanding of the importance of time discipline by 124. This indicates an increase in student discipline regarding lateness to school. The results of this activity are expected to reduce student tardiness and help them manage their daily time more structured.
EKSPLORASI FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERILAKU MEMBOLOS DAN STARTEGI PENANGANANYA STUDI KASUS PADA SISWA SMK PGRI 1 MARTAPURA Aqylah, Ni'ma; Wardah, Ani; Tohari, Sabit
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 9 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i9.934-947

Abstract

Penanganannya pada siswa SMK PGRI 1 Martapura. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk mendapatkan pemahaman mendalam. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari delapan siswa yang memiliki riwayat membolos, seorang guru Bimbingan dan Konseling, wali kelas, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal seperti kurangnya motivasi belajar, rasa malas, kebosanan terhadap materi pelajaran, serta stres dan kecemasan menjadi penyebab utama perilaku membolos. Faktor eksternal yang berpengaruh antara lain pengaruh teman sebaya, kurangnya pengawasan orang tua, kondisi keluarga yang kurang mendukung, serta suasana dan metode pembelajaran yang tidak menarik. Strategi penanganan yang diterapkan meliputi pemantauan kehadiran secara rutin, pemanggilan orang tua, edukasi tentang pentingnya kedisiplinan, konseling oleh guru BK, serta upaya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menarik. Kesimpulannya, penanganan perilaku membolos memerlukan pendekatan komprehensif dan kolaboratif antara sekolah, orang tua, dan lingkungan siswa.
KORELASI ANTARA BIMBINGAN KARIR DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR PADA SISWA  SMKN 1 BANJARBARU Ani Wardah; Sartinah; Eka Sri Handayani
Psikodidaktika Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Psikodidaktika
Publisher : Guidance and counseling the university of Prof. Dr. Hazairin. SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/psikodidaktika.v10i1.4658

Abstract

Pengambilan keputusan karir adalah proses memilih dan menetapkan tujuan karir dari berbagai opsi yang ada, dengan mempertimbangkan pemahaman terhadap potensi diri serta informasi mengenai karir yang tersedia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara bimbingan karir dengan pengambilan keputusan karir pada siswa kelas XI SMKN 1 Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMKN 1 Banjarbaru yang berjumlah 277 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling sebanyak 73 responden yang dihitung menggunakan rumus slovin. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji linearitas dan analisis korelasi pearson product moment. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa, terdapat hubungan positif yang signifikan antara bimbingan karir dengan keputusan karir. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi bimbingan karir maka semakin tinggi juga keputusan pengambilan karir  siswa SMKN I Banjarbaru. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah bimbingan karir, maka akan semakin rendah juga pengambilan keputusan karir siswa SMKN I Banjarbaru.
Korelasi Antara Motivasi Belajar dan Efikasi Diri terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa di SMK Muhammadiyah Banjarmasin : Penelitian Aminah Aminah; Ani Wardah; Nuruh Auliah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5652

Abstract

Prokrastinasi akademik masih sering terjadi pada siswa SMK dalam menyelesaikan tugas. Meski tuntutan akademik dan praktik tinggi menuntut motivasi belajar dan efikasi diri yang baik, sebagian siswa masih menunda tugas dan kurang percaya diri. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan motivasi belajar dan efikasi diri dengan prokrastinasi akademik pada siswa SMK Muhammadiyah Banjarmasin. Penelitian kuantitatif dengan metode korelasi ini melibatkan 79 siswa kelas XI melalui teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan korelasi Pearson Product Moment serta regresi linier berganda. Hasil menunjukkan motivasi belajar berhubungan negatif dan signifikan dengan prokrastinasi akademik (r = −0,329; p = 0,003), sedangkan efikasi diri tidak signifikan secara individual (p = 0,097). Namun, secara simultan keduanya berhubungan signifikan meski rendah (Sig. F change = 0,007; R = 0,122). Temuan ini menunjukkan bahwa pada konteks SMK, efikasi diri tidak selalu berperan langsung dalam menekan prokrastinasi, berbeda dengan beberapa penelitian pada mahasiswa atau siswa SMA. Penelitian ini memperkaya kajian faktor psikologis pada pendidikan kejuruan dan memberi implikasi praktis bagi pendidik serta konselor untuk memprioritaskan peningkatan motivasi belajar guna mengurangi prokrastinasi akademik.
Bullying Prevention Strategies Among Vocational School Students: A Qualitative Study Ani Wardah
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 7 No. 3 (2025): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002025071564000

Abstract

This qualitative research investigates strategies for preventing bullying in Indonesian vocational high schools by conducting in-depth interviews with 12 teachers and 8 counsellors from 4 schools in Banjarmasin. The study identifies four main forms of bullying: verbal harassment, social exclusion, cyberbullying, and physical aggression, noting that underreporting is prevalent due to the normalisation of these behaviours and fear of retaliation. The findings indicate that although current interventions, such as counselling and awareness campaigns, show potential, their effectiveness is limited by three systemic challenges: (1) insufficient training for teachers in addressing cyberbullying, (2) inconsistent implementation of policies across different schools, and (3) a lack of parental involvement. To address these challenges, the research introduces a tripartite intervention model, a novel contribution to the field, integrating restorative justice practices, digital reporting systems, and community partnerships. This hybrid approach is particularly effective in vocational high school settings, where peer hierarchies and vocational pressures heighten the risk of bullying. Limitations of the study include its focus on a localised sample (n = 20) and the qualitative nature of the methodology, indicating the need for longitudinal research across Indonesia's diverse regions. These evidence-based strategies provide a new framework for policymakers aimed at reducing bullying-related disparities in vocational education.
Hubungan Antara Dukungan Sosial Teman Sebaya Dan Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Kepercayaan Diri Siswa SMA Negeri Banjarmasin Mariya Ulpah; Ani Wardah; Sri Ayatina Hayati
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.234

Abstract

Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek psikologis yang berperan penting dalam mendukung perkembangan akademik dan sosial siswa. Rendahnya kepercayaan diri dapat menghambat kemampuan siswa dalam berinteraksi, mengemukakan pendapat, dan menghadapi berbagai tuntutan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan dukungan sosial keluarga terhadap kepercayaan diri siswa SMA Negeri 11 Banjarmasin, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 154 siswa kelas X yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari populasi sebanyak 251 siswa. Data dikumpulkan menggunakan skala dukungan sosial teman sebaya, skala dukungan sosial keluarga, dan skala kepercayaan diri yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman Rank, korelasi Pearson Product Moment, dan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial teman sebaya berhubungan positif dan signifikan dengan kepercayaan diri siswa (r = .418, p < .001), demikian pula dukungan sosial keluarga (r = .464, p < .001). Secara simultan, kedua variabel tersebut berhubungan signifikan dengan kepercayaan diri siswa (R = .479; R² = .230; F(2,151) = 22.499; p < .001), dengan kontribusi sebesar 23% terhadap variasi kepercayaan diri siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan sosial dari teman sebaya dan keluarga merupakan faktor penting dalam pengembangan kepercayaan diri siswa. Oleh karena itu, layanan bimbingan dan konseling di sekolah perlu mengembangkan program yang melibatkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan teman sebaya untuk memperkuat dukungan sosial dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa.
Hubungan Antara Self-Efficacy Dan Growth Mindset Dengan Resiliensi Akademik Siswa Di SMK Negeri 2 Banjarbaru Sri Astuti; Ani Wardah; Jarkawi Jarkawi
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.243

Abstract

Resiliensi akademik menjadi kemampuan penting bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengingat kompleksitas tuntutan akademik dan praktik kejuruan yang harus mereka hadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan growth mindset dengan resiliensi akademik pada siswa kelas X di SMK Negeri 2 Banjarbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 209 siswa kelas X, dengan sampel sebanyak 137 siswa yang ditentukan melalui rumus Slovin dan diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan tiga skala Likert, yaitu skala self-efficacy, skala growth mindset, dan skala resiliensi akademik, kemudian dianalisis dengan uji korelasi product moment dan korelasi berganda berbantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki hubungan yang signifikan dan sangat kuat dengan resiliensi akademik (r = 0,801; sig = 0,000), growth mindset memiliki hubungan yang signifikan dengan kategori sedang (r = 0,519; sig = 0,001), dan secara bersama-sama self-efficacy dan growth mindset berhubungan signifikan dengan resiliensi akademik (Sig. F Change = 0,001; R Square = 0,647). Temuan ini mengindikasikan bahwa keyakinan diri siswa terhadap kemampuannya serta pola pikir berkembang berperan penting dalam membentuk daya tahan akademik siswa SMK, sehingga penguatan kedua aspek psikologis tersebut perlu menjadi perhatian dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Efektivitas Layanan Konseling Kelompok dengan Teknik Behavior Contract untuk Mengurangi Perilaku Membolos Peserta Didik di SMK Negeri Eko Hariadi; Ani Wardah; Sri Ayatina Hayati
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1137

Abstract

Perilaku membolos masih menjadi salah satu permasalahan yang banyak dijumpai pada peserta didik di sekolah menengah kejuruan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas layanan konseling kelompok dengan teknik Behavior Contract dalam mengurangi perilaku membolos peserta didik di SMK Negeri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah delapan peserta didik yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket perilaku membolos dan dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-Test serta Normalized Gain (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan penurunan rata-rata skor perilaku membolos dari 105,63 (kategori tinggi) pada pretest menjadi 70,13 (kategori sedang) pada posttest, dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,496 berada pada kategori efektivitas sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik Behavior Contract efektif digunakan untuk membantu peserta didik mengurangi perilaku membolos di sekolah.